NovelToon NovelToon
Pacar Suamiku

Pacar Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:307.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadiapuma

masa lalu terkadang bisa membuat semua di masa depan berantakan. dia yang berasal dari masa lauku, dia yang sudah lama aku lupakan. datang lagi tanpa pemberitahuan.

aku harus bagaimana menanggapi perjodohan ini. setauku dia mencintai wanita lain dan bukannya aku. tapi ini permintaan mendiang ibuku

apa aku boleh menjadi anak yang tidak patuh akan permintaan terakhir ibuku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiapuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemaksaan

Senin ini aku putuskan untuk berlibur dengan semua karyawan ku ke pantai.

Kami sudah membawa banyak makanan juga daging untuk di panggang disana. Hari ini aku mau menghilangkan penat dan beban pikiran selama ini.

"Akhirnya kita liburan juga yeeeeey." Teriak Karina di pantai.

Sampai di pantai kita langsung berfoto bersama. Baru segera menurunkan semua barang barang. Tentunya agenda berikutnya adalah makan makan.

Ting...

"Kamu kemana? Aku dapat laporan kamu tutup hari ini." Begitu isi pesan dari Keenan.

Aku hanya membaca chat dari Keenan dan memilih membantu Elisa membalikkan daging yang sedang di panggang.

Adam dan Neno sibuk memecah es batu untuk meminum kopi kemasan.

Ting...

"Kayanya kamu lagi senang senang ya?" Keenan mengirim pesan lagi.

Aku tidak ada niat untuk membalasnya. Dan memilih makan bersama karyawan yang sudah aku anggap keluarga ku.

Mereka sudah bekerja di Nana cafe sejak 3 tahun lalu. Pengecualian untuk Adelia yang sudah ikut keluargaku sejak 5 tahun lalu.

Ting...

"Kamu tau nggak perbedaan laut sama kamu?" Lagi lagi Keenan mengirimkan chat random.

Akhirnya aku mematikan ponselku agar fokus dengan anak anak ini.

"Wah, kayanya dari tadi mba Nana liatin hp terus nih. Jangan jangan lagi jatuh cinta." Tebak Karina dan Riska sambil tertawa.

"Kalian nggak tau? Pacar mba Nana kan aku." Ucap Neno dengan wajah sombongnya.

Kami ramai ramai menyoraki Neno dan melemparinya dengan kol. Kami tertawa lepas bersama sama. Inilah hal yang selalu aku rindukan dari mereka jika toko sudah tutup.

"Habis ini kita harus berenang semua nggak ada pengecualian." Ucap Adelia semangat.

"Kita harus naik banana boat nggak sih?" Celetuk Adam yang langsung di iyakan dengan semangat oleh kami.

"Udah udah kita isi amunisi makanan dulu baru deh kita berenang biar semangat." Kataku menyemangati mereka yang sangat senang.

00

Selesai makan, Karina sibuk mengolesi seluruh tubuhnya dengan sunblok. Lebih romantis lagi Elisa mengoleskan sunblok ke tangan Riska.

Ah senangnya melihat pemandangan akur mereka. Kayanya aku harus sering sering ya ajak mereka main.

"Sun blok mba Nana jangan lupa. Heeeeey adaaaam. Ini sun blok nya. Nggak tanggung jawab yah kalo muka kamu Semerah kepiting rebus." Omel Karina pada Adam.

Adam dan Neno yang tadi sedang mengobrol segera menghampiri Karina dan mendapat sunblok untuk tubuh mereka.

Kami masih sibuk menggunakan sunblok badan badan dan sunscreen pada wajah. Tiba tiba datang tamu tak di undang.

"Haaai." Sapa Keenan tamu tak di undang.

Semua karyawanku yang tadi mengobrol langsung hening dan menyapa Keenan.

"Wah kayanya enak juga ya berenang. Gua boleh gabung kalian kan?" Ucap Keenan sok akrab.

Mereka tidak ada yang menjawab tapi malah menatap ke arahku.

"Maaf tapi ini acara karyawan Nana cafe." Jawabku padanya.

"Aku juga karyawan Nana cafe. Aku kan pernah kerja bareng kalian seharian." Jelas Keenan padaku.

Beberapa pegawaiku berpamitan mau berganti baju. Beberapa yang lain seakan tidak mau mendengar Keenan yang ngotot.

"Tapi kan cuma sehari. Kenapa sih kamu ganggu aja." Kataku sewot.

Keenan menatapku sinis, seakan ingin marah lalu di tahannya.

"Kamu kenapa sih kok jadi galak gini?" Tanya Keenan pelan.

Sepertinya dia nggak mau ikutan emosi seperti ku.

"Nggak tau. Pikirin aja sendiri." Kataku dan pergi untuk mengganti baju.

00

Setelah itu aku nggak lagi menemukan Keenan di pondok yang tadi kami sewa untuk makan dan menyimpan barang.

"Mba Nana, ayo ikut aku." Kata Rizka menarik tanganku.

Aku kaget saat kami masuk ke dalam restoran semua gelap tapi banyak lilin yang seakan membuat jalan.

"Rizka ini tempat apa?" Kataku curiga. Kalau kalau ini rumah makan plus plus kan. Siapa yang tau.

Saat aku menoleh ke arah Riska tadi menggandengku tadi dia sudah hilang. Aku mencoba membuka pintu yang tadi ku masuki tapi terkunci.

Aku mencari ponselku untuk menelfon Neno. Tapi nomernya nggak aktiv. Adam juga nggak aktif. Aku menatap sekitar. Tapi tak ada apa apa.

"Apa aku harus teriak ya?" Kataku pelan.

Tapi tiba tiba sebuah lagu terdengar, ah ini penyanyi kesukaan ku Sam Smith. Dan judul lagunya to die for.

Aku hanya mengingat liriknya "I just need somebody to die for." Dan berkali kali berputar sialnya aku jadi ketakutan.

Lalu tiba tiba lagu itu berhenti berputar. Aku bisa sedikit bernafas. Tapi aku pusing karna disini terlalu gelap.

Aku memukul pintu tadi dengan kuat berharap ada orang yang mendengar.

Lalu tiba tiba lagu selamat ulang tahun terdengar dan lampu menyala dengan terang. Restoran ini sudah di dekorasi dengan balon balon dan banyak hiasan lain.

Elisa, Adam, Neno, Riska, Karina, Adelia. Dan tentunya laki laki yang selalu mengganggu hidupku sejak dulu. Keenan

Aku menangis, jujur saja aku tadi sangat ketakutan. Riska tiba tiba hilang dan restoran ini sangat asing buatku.

Keenan mendekat ke arahku. Memelukku tanpa ragu, aku sudah terlalu lemas untuk melawan.

"It's your birthday. Kenapa kamu sedih gini?" Tanya Keenan tepat di telingaku.

Aku hanya menangis, seakan mengeluarkan semua beban hidupku yang rasanya terlalu banyak cobaan di bulan ini.

Keenan melepas pelukanku dan mengusap air mataku. Lalu Keenan mencium puncak kepalaku. Aku masih diam saja. Lalu dia mencium pipi kananku dan aku langsung mendorongnya.

Tak mau kalah dia malah mencium pipi kiriku. Aku langsung menginjak kakinya kesal.

"Udah gila kamu ya!!" Teriak ku padanya dengan suara serak.

"Nah gitu dong. Jangan nangis yaaa." Katanya mengacak rambut ku.

Aku berusaha menenangkan diri sendiri, dan menjauh dari Keenan.

"Kamu mau kemana?" Tanya Keenan.

"Aku nggak mau Deket deket orang aneh kaya kamu." Kataku menatapnya sinis.

Sekarang pegawaiku memberi selamat padaku secara bergantian. Rasa sedih yang tadi menghilang dengan sendirinya.

Tapi tiba tiba ada beberapa orang masuk dan membawa kertas mereka masing masing. Dengan tulisan "Will u marry me"

"Nana, aku tau aku bukan sosok yang kamu impikan. Aku tau kamu nggak cinta aku. Tapi jujur saja aku ingin menikah denganmu. Kamu yang dewasa, kamu yang selalu cantik, kamu yang punya tutur kata baik. Nana, don't say no. Please marry me!"

Aku menatap Keenan yang sekarang sudah berlutut ala ala orang lamaran dengan cincin di tangannya.

Aku hanya menatap ke sekeliling dan kembali lagi pada matanya.

"Kamu mikirin Jasmine?" Tanya Keenan to the poin.

Tolong pada siapapun kenapa dia merusak adegan romantis ini dengan menyebut nama wanita itu.

"Aku udah putusin dia. Ini buktinya kalo nggak percaya." Keenan mengeluarkan ponselnya dan menyetel rekaman bahwa dia sudah memutuskan Jasmine.

"Sekarang kamu mau kan jadi istri aku? Aku nggak harus ngingetin tentang permintaan mama kita kan." Katanya masih berlutut.

"Sini berdiri." Kataku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.

Keenan menatapku dalam seakan dirinya memohon untuk di terima. Dia ini pemaksa tapi sosok yang baik. Dari dulu juga dia selalu jagain aku setiap naik sepeda, setiap main di taman. Dia kakak sekaligus lelaki yang aku kagumi. Tapi itukan dulu.

"Na, kalau menikah dengan aku. Kamu masih boleh kerja sesuka kamu, aku nggak akan larang kamu pergi kemanapun, belanja apapun. Just do what you can't do selama ini." Keenan masih berusaha meyakinkanku.

Dan sekarang orang orang disini malah bersorak terima.

"Semoga kamu nggak selingkuh lagi ya." Kataku pelan dan menyodorkan tangan kiri ku.

"Aku terima lamaran yang bikin nangis ini." Kataku membuatnya malah memelukku tanpa menyematkan cincin itu.

"Aaaah senangnyaaaa. Finally yaa, setelah sekian lama loh." Katanya lebay, padahal kami juga baru bertemu lagi 2 Minggu lalu.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued

Nadiapuma

21.07.2020

Mohon maaf atas keterlambatan upload lagi. Di karegnakan kepala pusing ngurus Vidio untuk kuliah. Akhirnya aku berujung dengan everyday rebahan...

Sarangheoo....

1
Memyr 67
judul episode pernikahan, siapa yg nikah?
Memyr 67
ribet. punya suami model keenan. kalo asich, tinggal aja. yg tegas jadi istri. kalau dia gila, kehilangan istrinya, biarin aja lach.
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Milka Epi
beruntung sekali aku dapat suami yg gak punya kenangan masalalu alias aku pertama dan semoga yg terakhir buat dia 😊
Putri Minwa
lanjut ke Dendam ya thor
Putri Minwa
aduh, perempuan emang gampang di tipu ya
Putri Minwa
Kalau udah selingkuh, ya tinggal kan aja
Putri Minwa
emang nya ada apa dengan mama Vera, seperti ada hal yang menarik nih
Putri Minwa
hai thor putri Minwa mampir
Putri Minwa
manja sekali ucapan cintanya
Putri Minwa
jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor
Putri Minwa
mantap thor, lanjut
Putri Minwa
Widih, enak ya, kalau punya kekasih yang perhatian gitu
Putri Minwa
selamat ya, atas. penyatuan cinta nya
Putri Minwa
hai thor putri mampir ya
Putri Minwa
kebanyakan kekasih bikin pusing, kalau begitu lebih baik mundur aja deh
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik Kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
semangat terus thor, lanjut
Putri Minwa
sedih yang tak ada obatnya thor
Putri Minwa
kak putri mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!