NovelToon NovelToon
Istri Nakal Ustad Tampan

Istri Nakal Ustad Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahkontrak / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:733.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Andropist

Terperangkap pernikahan dadakan membuat Ustad Syamir harus menerima Syahira sebagai istrinya. Padahal dia hendak menikahi Zulaikha, wanita sholeha yang diidamkannya. Semua itu pupus karena kesalahan satu malam. Niat hati Ustad Syamir menolong Syakira justru berbuntut pengerebekan warga dan nikah paksa. Tak hanya batal nikah dengan Zulaikha, Ustad Syamir harus menikah dengan Syahira, wanita gaul dari Jakarta yang jelas-jelas tidak dikenalnya.

Ustad Syamir harus menelan pil pahit karena gunjingan orang ditambah lagi dia harus membatalkan pernikahannya. Selain itu dia harus mengantarkan Syakira ke Jakarta tanpa memiliki bekal yang cukup.

Apakah Syamir dan Syahira akan tetap bersama atau memilih bercerai mengejar mimpi mereka masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jakarta

“Syam, sebentar lagi kita akan sampai Jakarta. Jika diingat-ingat, begitu banyak hal yang sudah kita lewati. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Apa yang sudah kita lalui selama ini, kurasa juga sudah mengubah cara pandangku terhadap dunia ini. By The Way, kita belum cukup kenal satu sama lain. Yang aku tahu kamu hanya seorang ustadz kampung yang tinggal berdua dengan ibu kamu dan...” Syahira lalu mengehentikan ucapannya.

“Dan?” tanya Syamir.

“Dan jika malam itu kamu tidak bertemu denganku maka kamu akan menikahi wanita lain bernama Zulaikha kan?” Wajah Syahira berubah datar.

“Apa yang baru saja Sya ucapkan memang benar, tapi izinkan Syam menambahkannya ya. Syam adalah seorang pemuda berusia 27 tahun yang tinggal di sebuah desa terpencil di tanah Jawa dan memiliki seorang Ibu bernama Mbok Wasih. Ayah Syam sudah meninggal sejak Syam masih dalam kandungan si Mbok. Jadi Syam dibesarkan oleh Si Mbok seorang diri. Syam disekolahkan oleh Si Mbok ke Madrasah, lalu ke Pondok Pesantren di Bandung, lalu Syam mendapat beasiswa belajar ke Tanah Mesir.”

“Sebenarnya setelah selesai belajar dari Mesir Syam mendapatkan tawaran untuk mengajar di salah satu Universitas Swasta di Jakarta. Tetapi Syam menolaknya, Syam memilih untuk mengamalkan ilmu yang Syam dapatkan di kampung halaman Syam. Memang tidak seperapa, Syam hanya mengajar ngaji warga desa di masjid. Untuk tambahan Syam juga bekerja di ladangnya Pak Lurah, ya lumayan lah, cukup untuk Syam dan si Mbok. Pasal Zulaikha....”

“It’s okay jika kamu gak mau menjelaskannya. Aku juga mengerti Syam. Tanpa kamu jelaskan aku sudah mampu memahami perasaanmu pada Zulaikha.”

“Now, my turn. Aku sebenarnya adalah seorang dokter. Usiaku kini menginjak dua puluh lima tahun. Menjadi seorang dokter bukan pilihanku, Ayahku yang memaksaku. Karena aku anak pertama dari tiga bersaudara, Ayah selalu menekankan harapannya padaku. Ayahku seorang pegawai pemerintah, ia seorang mentri. Tapi sepertinya sekarang tidak lagi, mungkin sekarang ia sedang mendekam di penjara. Sedangkan ibuku seorang sosialita yang begitu hedonisme. Kamu bisa bayangin kan bagaimana kondisi keluargaku? Jujur, gak pernah ada kebahagian dalam keluarga kami.”

“Setiap hari Ayah dan Ibuku selalu bertengkar, entah sejak kapan mereka memulainya, aku tidak ingat. Sedangkan adik-adiku, mereka sibuk dengan dunianya masing-masing. Adik pertamaku adalah seorang mahasiswa yang juga berprofesi sebagai model top dan beauty influencer. She’s never speak to me. Ketemu aja jarang, aku sibuk dengan pekerjaanku dan dia juga sibuk dengan dunianya. dia juga udah punya rumah sendiri. Sedangkan adik terakhirku sedang sekolah di Singapore, usianya masih tujuh belas tahun tapi ia sudah menjadi mahasiswa semester dua di NTU. Sejak sekolah dasar ia selalu akselerasi, ia selalu menjadi murid terpintar di sekolahnya. Ia selalu sibuk dengan buku-bukunya makanya kami jarang berbicara.”

“Hanya akulah satu-satunya purti Ayah yang biasa-biasa saja. Makanya dia selalu menekanku. Malam itu kedua orang tuaku bertengkar hebat, dan itu sepertinya puncaknya. Keesokannya kau melarikan diri bersama pacarku, Edward ke Villa orang tua ku di Jawa. Aku melarikan diri karena sudah muak dengan pertengkaran kedua orang tuaku. But, malam itu malah terjadi hal yang tidak terduga hingga mengatarkanku dan kamu sampai di titik ini sekarang.”

Syahira mengakhiri ceritanya. Syamir begitu tersentuh saat mendengar cerita dari Syahira. Ia baru mengetahui siapa istrinya itu yang sebenarnya. Kini Syamir mengetahui alasan mengapa Syahira bersikap tidak baik dan jauh dari agama. Ternyata ia memiliki keluarga yang tidak pernah membimbingnya dalam agama. Belum lagi kondisi keluarganya yang kurang harmonis. Syamir kini merasa iba pada istrinya itu.

“Sya, setelah semua ini Syam harap Sya berubah. Sya akan menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi salah satu pintu hidayah dan kebahagiaan bagi keluarga Sya.” Tutur Syamir.

“I don’t know. Bahkan kita berdua nggak bisa memastikan apa yang akan terjadi setelah ini. will we still be together or not?” Sya mengakhiri ucapannya dengan menyandarkan kepalanya di bahu Syamir.

“Aku ngantuk Syam. Huaaa (Syahira menguap).”

“Ya sudah Sya tidur ya.” Ucap Syam lalu mengusap kepala Syahira.

Malam kian semakin larut, rasa kantuk pun menghinggapi mereka berdua. Mereka akhirnya tertidur diantara tumpukan Sayur mayur yang diangkut oleh sebuah mobil bak menuju Jakarta. Udara malam yang dingin mengeruak membuat bulu kuduk berdiri. Syahira yang tidak tahan udara dingin langsung menggigil. Syamir dengan sigap lalu menyelimti Syahira dengan sarung dan jaketnya.

Paginya mereka terbangunkan oleh suara sang supir yang membangunkan mereka berdua. Dengan mata yang masih terkantuk mereka lalu bangun. Mereka lalu disuruh turun oleh sang supir.

“Mas, Mbak, turun dulu. Kita shalat subuh dulu setelah itu kita sarapan.” Ucap sang supir.

“Kita baru sampai di mana Pak?” tanya Syamir.

“Di Tasik Mas.”

“Oh, masih jauh ternyata.”

“Ya iyo. Tapi saya sudah terbiasa, pulang pergi Gunung Kidul-Jakarta hampir tiap minggu. Yo wes meh kita cari masjid terdekat.”

Mereka semua pun pergi menuju masjid terdekat. Kumandang azan masih saling bersahutan dari satu masjid ke masjid lain. Membuat suasana subuh begitu ramai sekaligus damai. Belum lagi guruyan air wudhu yang dingin dan segar berhasil mebuat rasa kantuk sirna seketika. Setelah iqomah terakhir dikumandangkan merekapun melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Paginya mereka melimpir ke salah satu warung nasi yang berjejeran di pinggir jalan. Suasana pagi memang selalu sibuk. Orang-orang yang bersiap kerja, bersiap pergi ke pasar, ke sekolah dan kesibukan lainnya. Begitupun dengan dareah ini. pagi di daerah ini sangat ramai, warung nasi yang mereka kunjungi juga ramai. Meja penuh dengan orang-orang yang sarapan sebelum berangkat kerja dan di luar juga penuh dengan antrian pesanan untuk sarapan di rumah. Warung makan yang mereka kunjungi adalah sebuah warteg berukuran sedang.

Syamir dan Syahira lalu duduk di kursi yang kosong, kebetulan dekat dengan tv yang dipasang di warteg itu. Tv itu kini tengah menyiarkan berita pagi hari. Kebanyakan berita yang dibawakan adalah mengenai kebakaran ruko, tindak kriminalitas di kota besar, kekurangan air dan harga sembako yang naik. Terakhir berita itu menyiarkan tentang seorang mentri yang terjerat kasus korupsi. Tunggu, bukankah itu ayahnya Syahira? Syamir lalu menata wajah Syahira. Wanita itu tengah pura-pura tak mendengar dan menyaksikan berita itu.

Berita itu menampikan Ibu Syahira yang tengah menangis karena kasus yang menimpa suaminya, ia juga menceritakan soal musibah putri sulungnya yang hilang. Tunggu, bukankah yang dimaksud itu adalah Syahira? Kini Syahira benar-menar menenggelamkan wajahnya di bawah meja. Dalam berita itu, ibu Syahira bilang kalau putrinya belum kunjung pulang ke rumah setelah wisata ke Villa pribadi milik keluarga mereka. Dia bilang jika Syahira tak kunjung pulang dalam waktu dua hari dari sekarang maka ia akan melapor pada polisi dengan laporan orang hilang. Syahira langsung terperanjat, ia langsung mengangkat kepalanya dari bawah meja. Tak sangka jika ibunya akan bertindak sejauh ini.

1
Lina Herlinawati
ini cerita kawin sa zulaika kawin sm si sakila....yg bnr yg mn.
Sulaiman Efendy
PASTI KERJAAN TEON & TAMARA
Sulaiman Efendy
BENAR2 WANITA IBLIS NI SI TAMARA, SEMOGA SI VIR & TANTE SYAHIRA BISA LINDUNGI SYAM & SYA
Sulaiman Efendy
BRRTI SURUHN TAMARA. KRN SURUHN SI VIR KDULUAN ORG2 TAMARA,, ENTAH IBU SPRTI SI TAMARA, BNR2 BRHATI IBLIS..
Sulaiman Efendy
ENTAH SURUHAN SI VIR ATAU TAMARA TU YG MUKULIN SI SYAMIR
Sulaiman Efendy
NAHHH, ZULAIKHA ADALAH JODOH EDWARD, DRI ZULAIKHA, EDWARD BNAR2 HIJRAH, DN SYAHIRA JODOH SYAMIR, KRN DARI SYAMIR SYAHIRA JUGA HIJRAH.. SMUA SDH TRTULIS, BHWA ZULAIKHA & SYAMIR SAMA2 MMBERIKN KBAIKAN KPD MANUSIA LAINNYA..(EDWARD & SYAHIRA), MAUPUN MANUSIA2 LAINNYA..
Sulaiman Efendy
EDWARD KELAK MLH JADI JODOHNYA ZULAIKHA...
Sulaiman Efendy
ALLAH MNJODOHKN LO DGN SYAHIRA AGAR LO BSA BWA SYAHIRA HIJRAH, MSKI DIAWALI DGN KSALAHFAHAMAN SI LURAH.. NMUN ITULH TAKDIR JODOH LO, JIKA LO BSA BIMBING SYAHIRA, ITU MNJADI PAHALA BUAT LO..
Sulaiman Efendy
SYAMIR & ZULAIKHA GK JODOH, TPI ALLAH MMBRIKAN ZULAIKHA YG JUGA MANTAF, SEORANG DOKTER..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
aliya
bagus..suka...
Ramadhani Kania
nie kq gk da kelanjutnnya y...🤔
sartini 1977
lanjut thor
Beatrix
kalau dalam islam yang sebenarnya, pernikahan shahira enggak sah. Kan, bapaknya bukan Sadavir, kenapa pake binti Sadavir, harusnya kembarannya kan.
Hr sasuwe
menarik ceritanya
Sita Redjeki
langsung kesini aq
Saudah Hafifah
ceritanya bagus cm penulisannya saja yg blm tertata baik seperti berlari
reader novel
Dan selesai🤍
Benazier Jasmine
alhamdulillah akhir nya bahagia smua
Benazier Jasmine
q kok yakin klo alma yg bersekongkol dg tamara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!