Sahabat yang di bantu nya ternyata menusuk nya dari belakang..
Mita yang selama ini selalu menyangka sang suami sangat baik dan penyayang ternyata salah, semua tingkah laku nya tidak lain hanya untuk menutupi borok nya.
Lagi-lagi soal anak di jadikan alasan perselingkuhan,dan yang lebih menyakitkan sahabat sendiri tega menghancurkan kebahagiaan nya.
Apakah Mita mampu bertahan ataukah malah menyerah??
Yukk Mampir di cerita terbaru ku Sahabat ku musuh ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
"Kenapa harus repot-repot datang kemari bu,di hubungi via telepon juga bisa"ucap Mita tak enak hati
"Ibu tidak enak nanti kamu kira kami membatalkan acara nya, padahal hanya di tunda sementara waktu saja karena masih mengurus surat menyurat kepindahan nya" jelas bu Ratih ramah
"Iya bu tidak masalah"
"Berarti tidak mendesak ya bu,saya masih ada waktu untuk menyelesaikan nya dalam waktu satu bulan kedepan"
"Iya,tidak begitu mendesak,yang penting hasilnya memuaskan"ujar Bu Ratih tersenyum manis
"Tenang saja bu,saya akan berikan yang terbaik untuk ibu dan keluarga " jawab Mita
****
Seluruh pegawai kantor Gio mendapat kan undangan makan malam karena prestasi karyawan makin membaik.
Beberapa kali Jihan mengirimkan pesan pada Farel tapi belum sempat di buka oleh Farel karena masih sibuk dengan pekerjaan mereka
"Mas,, untuk Pt.Angkasa mereka minta kontrak nya di perpanjang,kamu tolong bikinin kontrak baru ya,aku harus segera masukin laporan" ujar Winda pada Farel
Winda dan Farel satu bidang tapi Farel yang memimpin nya.
"Tidak bisa besok Win?"
"Kontak nya habis dua hari lagi mas,nanti malah numpuk kerjaan nya,kalau bisa hari ini aja mas,nanti pulang langsung ke Restoran nya"
Farel menghela nafas panjang, tumpukan pekerjaan membuat nya sedikit pusing,memang beberapa hari ini dia tidak fokus bekerja karena terus menemani Jihan berbelanja isi rumah.
****
"Mas.... angkat telpon ku" kesal Jihan
Farel sengaja tidak menghidupkan nada ponsel nya karena saat ini mereka sedang sibuk bekerja.
Jihan sengaja duduk di teras depan agar bisa melihat Farel pulang karena rumah mereka bersebelahan dan Farel akan melewati rumah Jihan untuk pulang ke rumah Mita tapi tidak ada tanda-tanda mobil Farel melintas membuat Jihan semakin kesal.
Sudah pukul enam sore tapi Farel tidak juga datang membuat Jihan semakin kesal.
Hampir setengah jam Jihan menunggu di depan teras dan malah mobil Mita yang datang,Jihan segera berdiri dia ingin bertanya pada Mita.
"Mit" panggil Jihan pada Mita yang baru turun dari mobil nya
"Kak...aku duluan" ujar Via saat melihat Jihan dan di anggukki Mita pelan
"Hey Ji,,,dari mana?" tanya Mita
"Dari rumah,suntuk aku Mit boleh main di sini?"
"Boleh,kaya' sama siapa aja kamu,yuk masuk aku mandi sebentar gerah! kalau mau minum bisa minta sama bik Ani"
"Aman....bisa buat sendiri kok" jawab Jihan tersenyum kecil dan ikut masuk kedalam rumah
Mita menghela nafas panjang tubuh nya benar-benar lelah hari ini,Mita memutuskan untuk mandi dengan air hangat agar lebih rileks.
Guyuran shower membuat pikiran nya sedikit tenang tapi tiba-tiba terlintas dipikiran Mita Jika bercinta dia bawah guyuran shower mungkin lebih asik.
"Gila... kenapa aku jadi berpikir begitu, pikiran ku semakin liar" gumam Mita tersenyum sendiri.
Mita mengusap rambut nya perlahan dengan handuk dia keluar dari kamar mandi, pikiran nya sedikit tenang.
"Gimana udah dapat kerja nya?" tanya Mita karena tempo hari Jihan pernah mengatakan akan mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.
"Oh..itu,iya belum dapat Mit,tapi mas Ilham masih mengirimkan ku uang meskipun tidak banyak,cukup lah untuk biaya sehari-hari" jawab Jihan sambil membolak-balik kan katalog tas.
"Ini punya kamu Mit?" tanya Jihan
"Hmmm....buat ngilangin suntuk aja Ji,cuci mata kalau untuk beli aku nggak begitu hobby barang branded,kemarin aja mas Farel ngasih hadiah tas belum juga ke pake"jawab Mita tersenyum kecil
"Tas???"
"Iya....mas Farel itu terkadang romantis, apalagi kalau ada mau nya wah bisa klepek-klepek di buat nya Mit" ucap Mita terkekeh kecil membuat Jihan geram, pantas saja Farel tak menemui nya semalam rupanya mereka memang menghabiskan waktu bersama.
"Beruntung kamu ya Mit, bisa mendapatkan Suami seperti mas Farel"ujar Jihan dengan memasang senyum kaku.
"Iya ji, terkadang aku yang sering sedih karena belum di berikan kepercayaan,tapi mas Farel nya anteng-anteng aja tuh nggak ada masalah malahan kami makin mesra"ujar Mita sambil tersenyum manis membuat Jihan semakin geram mendengar nya.
Tiba-tiba ponsel Mita berbunyi dan Mita membukanya tapi tubuhnya menegang seketika melihat Foto Farel sedang berpelukan dengan perempuan yang Mita tau itu teman kantor nya,apa ini penyebab suaminya lebih betah di kantor dari pada di rumah.
"Kenapa Mit?"tanya Jihan menarik ponsel Mita, Jihan juga penasaran kenapa Mita tiba-tiba terdiam
Jihan juga ikut panas bukan Mita saja saingan nya ternyata ada perempuan lain,apa mau nya Farel ini apa tidak merasa puas ada dia dan Mita.
Mita dari tadi mengotak-atik ponsel nya menghubungi Farel tapi tidak di angkat.
Jihan segera pamit pulang dia juga harus menghubungi Farel,ini penyebab Farel menjauh beberapa hari ini dari dirinya.
rata2 karakter ceo nya goblok
sepertinya konflik selingkuh selalu jadi tema ceritamu ya thor.. 😁
btw, ceritanya bagus dan saya suka..
cus langsung ke novel berikutnya..
semoga sehat selalu ya thor, dan semangat terus untuk berkarya.. 😘🥰💪🏻🎉🎊