Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pengantin
Alvin memilih menghampiri Istrinya yang sudah terlebih dahulu pergi ke kamar.
Cklek
Alvin membuka pintu kamar yang tidak terkunci.
"Nisa" Alvin memeluk Nisa yang sedang duduk di pinggir ranjang.
"Ih jangan peluk-peluk." Nisa melepaskan pelukan tangan Alvin.
"Aku merindukanmu." ucap Alvin sambil menghirup aroma tengkuk Nisa.
"Ih geli, lepasin deh aku mau pake jilbab."
"Tidak usah pakai jilbab, lagian di rumah ini hanya ada kita berdua."
"Nanti ada tamu loh. lagian aku mau ke bawah mau masak." ucap Nisa
Nisa segera memakai jilbabnya. dia keluar kamar untuk memasak.
Nisa yang sudah sampai di dapur merasa bingung. sebenarnya dia tidak bisa masak. hanya bisa bikin nasi goreng sama mi goreng saja.
Aku masak apa ini? ah mi goreng saja yang ringan." gumam Nisa lalu memilih untuk mengambil bahan-bahan yang di perlukan.
Alvin hendak menyusul Nisa namun tidak jadi. karena kekasihnya menelpon. dia memilih mengangkat panggilan telfon itu. karena jika dia abaikan, Selena malah semakin terus menelfon.
Setelah selesai bertelfonan Alvin memilih untuk menghampiri Nisa.
Alvin melihat Nisa yang sedang sibuk memasak.
"Mie goreng doang?"
"Iya, aku bisanya cuma masak ini." jawab Nisa
Alvin memilih untuk duduk di ruang makan sambil menunggu Nisa selesai memasak.
Nisa membawa dua piring mi goreng untuk dirinya dan Alvin.
"Nih di makan" Nisa menaruh mi goreng buatannya di meja depan Alvin. mereka memilih untuk menikmati makanan mereka tanpa ada yang bersuara.
Terdengar adzan maghrib berkumandang. Nisa memilih kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat Maghrib. Alvin hanya mengikuti Nisa. namun dia tidak ikut sholat karena tidak terbiasa. setelah selesai sholat Nisa memilih untuk membaca Al_qur'an.
Nisa melepas mukenya sambil menatap Alvin yang sejak tadi berbaring di atas ranjang.
"Kamu tidak sholat?" tanya Nisa
"Tidak pernah" jawab Alvin
"Mulai besok harus belajar sholat." pinta Nisa
"Kenapa kamu mengaturku?" tanya Alvin yang kini menatap ke arah Nisa.
"Karena itu syaratnya kamu boleh menyentuhku." jawab Nisa
Alvin mengusap wajahnya kasar. dia sudah menerima Nisa karena ternyata Nisa adalah wanita yang pernah dia tiduri. namun hanya menyentuhnya saja harus pakai syarat.
Alvin menyambar jaket miliknya yang tergeletak di sofa. dia memilih untuk pergi keluar.
"Mau kemana?" tanya Nisa sambil memakai kembali jilbabnya.
"Mau pergi, mungkin pulang tengah malam."
"Tapi mau kemana? jangan tinggalin aku sendirian." Nisa mencekal tangan Alvin namun Alvin menepisnya.
"Lagian mau ngapain disini kalau tidak ngapa-ngapain." ucap Alvin lalu segera pergi keluar kamar.
Apa aku salah jika aku memberi syarat seperti itu. hanya mengajaknya sholat lima waktu saja apa itu beban untuknya." batin Nisa
Setelah kepergian Alvin, Nisa memilih untuk di kamar saja.
Alvin mengemudikan mobilnya menuju ke club yang biasa dia kunjungi. setelah sampai dia langsung bergabung dengan teman-temannya yang ternyata sedang berkumpul disana.
"Hy Bro, sini duduk bareng kita." ajak salah satu temannya.
"Lemes amat itu muka, apa tidak dapat jatah dari Selena?"
"Bukan kok" jawab Kevin
"Lalu?"
"Hanya sedang badmood saja." jawab Alvin
Terlihat seorang wanita datang menghampiri mereka.
"Kau datang sayang?" Selena langsung duduk di pangkuan Alvin.
"Iya sayang" Alvin mulai nakal menyentuh bagian atas tubuh Selena.
"Kalian kalau mau mesra-mesraan mending pesan kamar saja." ucap salah satu teman Alvin.
"Ayo sayang" Selena menuntun Alvin menuju ke lantai atas. karena di lantai atas khusus kamar saja.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. kini sudah tengah malam. Nisa terbangun dari tidurnya. karena dia sengaja menyalakan alarm. Alvin bilang akan pulang tengah malam. Nisa memilih untuk ke ruang keluarga menunggu kedatangan Alvin. cukup lama dia duduk disana namun tidak ada tanda-tanda kepulangan Alvin. akhirnya Nisa tertidur di atas sofa. karena tadi dia masih mengantuk sekali.
Alvin terbangun dari tidurnya. dia melepas pelukan Selena. Alvin turun dari ranjang dan kembali memakai pakaiannya. dia keluar kamar begitu saja meninggalkan Selena disana. Alvin menghampiri temannya yang masih asyik berpesta.
"Bro Gue mau pulang dulu, titip Selena yah." ucap Alvin sambil menepuk-nepuk pundak salah satu temannya.
"Siap Bro" jawabnya
Alvin segera keluar dari club itu. dia memilih untuk segera pulang.
Alvin sudah sampai di depan rumah. dia mengetuk pintu rumah itu. namun tidak ada yang membuka.
Alvin mencari nomor Nisa di ponselnya. dia memilih untuk menelfonnya.
Nisa terusik karena mendengar bunyi panggilan telfon. ternyata itu panggilan masuk dari suaminya. Nisa segera mengangkat panggilan itu. Alvin bilang jika dirinya sudah ada di depan pintu. Nisa segera beranjak dari atas sofa untuk membukakan pintu.
"Sudah pulang?"
"Iya nih dari tadi berdiri disini. kamu kemana saja sih?" tanya Alvin
"Maaf, aku ketiduran." jawab Nisa
"Makannya cari pembantu biar tidak usah repot-repot nungguin suami jika pulang malam."
"Mamah tidak menginginkan itu. kata Mamah masih bisa mengurus rumah sendiri tanpa harus ada pembantu." ucap Nisa
"Ah terserah" Alvin berlalu meninggalkan Istrinya yang masih berdiri di depan pintu.
Sebenarnya dia kenapa sih?" batin Nisa melihat sikap acuh suaminya.
°°°
emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa