NovelToon NovelToon
ELIMINATED

ELIMINATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:242.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Kehidupan yang enggan berpihak? atau pernikahannya yang salah? apakah takdir lebih senang mempermainkan hidupku? atau memang tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang tersisa untukku?

Saat aku mulai membuka hati.
Saat aku mulai jatuh cinta padanya.
Dia mengkhianati dan mencampakkanku seperti barang usang dan pergi dengan wanita lain.


Bagaimana kisah selanjutnya? yuk simak. jangan lupa tinggalkan jejak.

Cover by pinteres.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke rumah.

Setelah beberapa hari di rawat, kondisi Ansell sudah membaik. Namun sampai saat ini, Dr Raka belum menemukan pendonor yang cocok. Termasuk Barra, Raditya, Samudra sendiri tidak ada kecocokan.

Setelah sekian lama Aleah bekerja, ia baru tahu kalau Ansell bukan anak kandung Samudra. Sejak kecil, Samudra sudah mengadopsi Ansell menjadi anak angkatnya.

Hari ini Ansell sudah di perbolehkan Dokter pulang dan di rawat di rumahnya sambil menunggu donor hati yang cocok untuk Ansell.

"Horee, aku pulang!" seru Ansell merentangkan kedua tangannya ke atas dan tersenyum mengembang.

"Ayo sayang," ucap Samudra mengangkat tubuh Ansell lalu di pindahkan ke kursi roda.

"Al, kita pulang." Samudra menoleh ke arah Aleah yang di sambut anggukkan kepala. Kemudian mereka berjalan bersama meninggalkan ruangan.

Sesampainya di area parkiran, Samudra dan Aleah saling bekerjasama memasukkan kursi roda ke dalam mobil, lalu mereka masuk ke dalam mobil setelah Ansell lebih dulu berada di dalam.

"Mang Udin, kita pulang!" perintah Samudra.

"Baik Pak! sahut mang Udin lalu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit.

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan, hingga akhirnya Ansell membuka suara memecah keheningan di dalam mobil.

"Kakak Al?" Ansell tengadahkan wajah menatap Aleah.

"Ya, sayang?" jawab Al.

"Maukah kau, jadi momy aku?" tanya Al.

Pertanyaan Ansell membuat Aleah tertawa kecil, mencubit pelan pipi Ansel.

"Kamu ada ada saja," jawab Aleah lalu merangkul bahu Ansell dan memeluknya erat.

Ansell tertawa kecil, membalas pelukan Aleah dan bercanda bersama. Sementara Samudra hanya diam memperhatikan kedekatan Ansell dan Aleah. Mungkin, yang ada di pikirannya saat ini adalah melupakan Marisa dan mencoba mendekati Aleah.

Tak terasa mereka telah sampai di rumah, Samudra keluar dari dalam mobil bersama Ansell dan Aleah.

"Sini sayang," ucap Samudra mengangkat tubuh Ansell dan menggendongnya masuk ke dalam rumah.

Sementara Aleah meminta mang Udin untuk mengeluarkan kursi roda milik Ansell. Setelah itu, ia bergegas menyusul Samudra.

Di dalam rumah, kedua abang Ansell sudah menunggu bersama salah satu sahabatnya Raditya yang bernama Dion.

"Bang, apa sudah ada info pendonor yang cocok?" tanya Raditya.

Samudra menggeleng pelan, lalu menurunkan tubuh Ansell. "Belum ada."

"Big Baby, ayo kita ke kamar!" ajak Barra membungkukkan badan lalu Ansell naik ke punggung Barra. Mereka berdua pergi kelantai dua menuju kamar pribadi Ansell.

Sementara Aleah pergi ke dapur untuk membuatkan bubur sumsum atas saran Dokter untuk mengkonsumsi bubur selama dalam proses penyembuhan setelah penyedotan cairan di dalam perut Ansell.

"Sudah lama, kau bekerja di sini?" sapa Dion tiba tiba sudah berdiri di samping Aleah.

Al menoleh ke kanan, menganggukkan kepala. "Lama, tepatnya aku lupa sudah berapa bulan."

"Aku, Dion. Kamu?"

"Panggil saja Al," jawab Aleah tanpa menoleh ke arah Dion, ia sibuk membuat bubur.

"Kenapa kau memilih bekerja jadi baby sitter?" tanya Dion.

"Aku cuma lulusan sekolah menengah pertama, memang aku harus bekerja di mana lagi? kalau cuma ngandelin izajah itu gak bakalan ada yang nerima perusahaan manapun." Jelas Al.

Dion tertawa kecil, lalu bertanya kembali. "Bisa minta nomer ponselmu?"

Aleah menarik napas panjang, menatap jengah Dion. "Aku sedang sibuk, bisa lain kali ngobrolnya?"

"Maaf, Al." kata Dion.

"Haha!"

Dion dan Aleah menoleh ke arah Raditya yang tiba tiba tertawa lalu kembali raut wajahnya datar seperti semula.

"Ayo pergi, jangan ganggu Al bekerja." Raditya merangkul bahu Dion lalu mengapitnya keluar dari dapur.

"Aku cuma mau minta nomer ponselnya, apa kau punya?" tanya Dion.

"Tidak boleh! ayo temani aku temui Dera dan Nanda." Ajak Raditya.

"Mereka sudah pulang dari Australia?" tanya Dion melirik Raditya di sela langkahnya.

"Sudah, aku dengar Aga juga sudah kembali." Jawab Raditya.

"Hasby?" tanya Dion.

Raditya mengangguk pelan. "Ya, Hasby Nugraha, siapa lagi?"

"Bagaimana kalau kita reunian? aku kangen main band lagi." Usul Dion.

"Boleh, ide bagus," sahut Raditya menyetujui usul Dion.

"Ayo kita temui mereka, aku sudah tidak sabar!"

Sementara Aleah yang baru selesai membuat bubur, beranjak keluar dari dapur menuju teras rumah.

"Al!"

Aleah menoleh, memperhatikan Patma. Tetangga rumah Samudra yang biasa datang ke rumah hanya untuk meminta cemilan kalau di rumahnya sudah kehabisan stok cemilan. Patma akan sangat resah kalau kehabisan cemilan. Bagi Patma, cemilan sudah bagian dari dirinya yang tidak bisa di pisahkan layaknya selingkuhan. 😁

"Ada apa Patma?" tanya Aleah memperhatikan Patma yang tengah mengusap perutnya.

"Al, ada cemilan gak? cacing dalam perutku demo nih. Kakaku, Rey belum pulang kerja," ungkapnya sambil tertawa cengengesan.

"Apa? cemilan lagi?" ucap Barra dari arah pintu mendekati Patma lalu mendorong bahu Patma pelan.

"Apaan sih,nggak tiap menit aku minta cemilan!" sahut Patma menepis tangan Barra.

"Tidak tiap menit tapi tiap hari!" rutuk Barta. "Lagian itu perut atau apa sih?!"

"Terserah aku, minta cemilan juga bukan sama kamu!" Patma menjulurkan lidahnya ke arah Barra.

"Sudah, jangan ribut! Patma ayo ikut!" Aleah menengahi keributan antara Barra dan Patma.

"Awas kalau di habisin!" ancam Barra seraya tertawa.

Baru saja Aleah dan Patma hendak masuk ke dalam rumah. Rey, kakak kandung Patma memanggil adiknya dari pintu gerbang sambil menunjukkan sekantong plastik cemilan yang di belikan khusus buat Patma.

"Woi! ayo pulang! jangan malu maluin!"

Patma tersenyum lebar, lalu berlari menghampiri Rey. "Al, cemilannya nanti lagi kalau ini habis!!" teriak Patma tanpa menoleh lagi.

Barra hanya menggelengkan kepala, lalu tertawa bersama Aleah mentertawakan tingkah konyol Patma.

1
Infinix Smart6
p
Infinix Smart6
o
Zuraida Zuraida
sam simuka badak
Zuraida Zuraida
kapan tu sisam kapret kena azab
Zuraida Zuraida
gimana kok al tau bahwa sisuami sudah menjualnya untuk hasby
Zuraida Zuraida
al itu terlalu baik plus terlalu buoduoh
Zuraida Zuraida
hasbi mana hasbi, kesel aku
Zuraida Zuraida
bilang saja semuanya bi
Zuraida Zuraida
bapak sialan, anaknya sekarang eh si bapak enakan ngadon mulu. amit amit deh kok aleah ampek mau dikawinin ame tu curut
NEYMAR JR
Wwo
teti kurniawati
biasanya nany bukan baby sitter
teti kurniawati
wah.. nyebelin sama wanita licik kaya gitu...
Jun hutapea
sangat bagus
Tri Widayanti
Hadir & nyimak dulu
𝕻𝖚𝖗𝖕𝖑𝖊ʸᵒᵘ❀
mampir...
Triana Mustafa
oh samudera...kasian sekali kau
Dasih Sunarti
itu ansel kenapa g bisa jln lagi y??

selamat buat dion dan al...
brasa masih gantung thor..
Dewi Ariyanti
😘😘😘👏👏👏
nuRRaffa
samawaya Al 😘lope² sekebon kebonnya...

ditunggu undangannya bwt raka sm barra ya
Lusiana_Oct13
Makasih juga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!