NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 20 ] » Di Antara Harum Mawar dan Bayangan Waktu

Sore itu di Kota Nuoding, angin berembus membawa aroma yang kontradiktif. Di satu sisi, ada wangi lembut bunga mawar dan rempah mahal dari distrik komersial, dan di sisi lain, ada bau debu serta keringat dari halaman Akademi Nuoding. Di antara dua dunia ini, terdapat benang merah yang mulai terjalin, ditarik oleh jemari seorang bocah laki-laki yang menyebut dirinya Tang Siyun.

Setelah Siyun melangkah keluar dari toko "Aroma Kenanga", Madam Mei tidak langsung kembali ke buku catatannya. Ia berdiri mematung di balik konter kayu ek, menatap pintu kayu yang masih sedikit berayun. Aroma mawar dari tubuhnya terasa lebih pekat di udara yang sunyi.

Ia mengangkat tangannya, menatap punggung tangan yang baru saja dikecup oleh Siyun dengan etika yang begitu sempurna. Madam Mei adalah wanita yang telah menghadapi ribuan pria, mulai dari pedagang rakus, bangsawan hidung belang, hingga prajurit kasar yang mencoba menggunakan kekerasan untuk mendapatkan perhatiannya. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang meninggalkannya dengan perasaan aneh seperti ini.

"Tang Siyun..." bisiknya pelan, mencicipi nama itu di lidahnya.

Ia berjalan ke arah jendela, menyibakkan tirai sutra ungu dan melihat sosok kecil berbaju linen putih itu menghilang di tikungan jalan. Madam Mei menarik napas dalam. Bocah itu bukan hanya mencari bahan langka; ia mencari koneksi. Dan yang lebih mengejutkan adalah bagaimana bocah itu memberikan saran tata letak toko.

Madam Mei memanggil kepala pelayannya, seorang pria tua bernama Paman Chen. "Chen, pindahkan rak pajangan Eliksir Giok ke sudut timur laut besok pagi. Dan pastikan pencahayaannya jatuh tepat di tengah ruangan, menciptakan aliran yang melingkar."

Paman Chen mengernyit. "Tapi Madam, itu akan mengubah tradisi toko ini selama sepuluh tahun."

"Lakukan saja," potong Madam Mei dengan nada yang tidak bisa dibantah. "Seorang 'peneliti' kecil baru saja menunjukkan bahwa aku selama ini buta terhadap aliran energiku sendiri."

Sambil kembali ke mejanya, Madam Mei membuka laci rahasia. Ia mengambil sebuah kotak beludru hitam yang berisi Ginseng Salju berkualitas tinggi yang dicari Siyun. Ia tersenyum tipis. Selama bertahun-tahun ia merasa bosan dengan rutinitas kekayaan yang sepi. Kini, seorang bocah dengan jiwa seorang raja yang bijaksana telah mengetuk pintunya. Ia merasa seolah-olah sedang berinvestasi pada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada koin emas: masa depan yang tak terduga.

Di sudut lain kota, di dalam keheningan Perpustakaan Kota Nuoding yang sakral, Lady Elena masih duduk di meja referensi pribadinya. Di depannya tergeletak jurnal teori ruang-waktu yang sebelumnya ia anggap sebagai beban intelektual yang tidak akan pernah dipahami oleh siapa pun di kota terpencil ini.

Namun, goresan tinta baru di pinggir halaman itu, catatan kecil yang dibuat Siyun saat mereka berdiskusi, tampak bersinar di bawah lampu minyak.

"Logika pemrograman sistem..." gumam Elena, menyesuaikan kacamatanya. "Bagaimana mungkin aliran energi roh bisa dijelaskan dengan struktur 'if-then-else'? Ini gila, tapi... ini masuk akal."

Elena adalah seorang wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan, sering kali dianggap "dingin" atau "terlalu kaku" oleh rekan-rekan akademisnya. Baginya, emosi adalah variabel yang mengganggu. Namun, saat Siyun berbicara tadi, ia merasakan sesuatu yang sudah lama hilang: stimulasi intelektual yang murni.

Ia ingat bagaimana mata bocah itu menatapnya, bukan sebagai anak kecil yang meminta izin, melainkan sebagai seorang ahli yang menawarkan kolaborasi. Siyun tidak hanya membaca buku; ia membedah realitas.

Elena berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah Akademi Nuoding. Ia melihat menara asrama di kejauhan. "Tang Siyun, siapa sebenarnya kau? Cincin roh jam saku... kemampuan memanipulasi persepsi waktu... dan pengetahuan yang melampaui zaman ini."

Ia merasa sebuah perubahan besar akan datang ke kota kecil ini. Dan untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Elena merasa tidak sabar untuk hari esok. Ia sudah mulai menyusun daftar buku terlarang yang mungkin akan ia "pinjamkan" kepada Siyun. Ia tahu ia sedang melanggar aturan, tapi demi ilmu pengetahuan, atau mungkin demi rasa penasaran terhadap sosok misterius itu, ia bersedia menanggung risikonya.

Sementara Siyun sedang berjalan pulang dengan perasaan puas, di dalam kantor Grandmaster di Akademi Nuoding, suasana jauh lebih serius. Yu Xiaogang sang Grandmaster berdiri di depan jendela bersama seorang instruktur wanita muda bernama Mo Lan.

"Kau melihatnya juga, Lan?" tanya Grandmaster, suaranya parau.

Mo Lan mengangguk pelan. Ia adalah instruktur yang tadi dilihat Siyun di jendela, namun percakapan ini terjadi sebelum insiden dengan Xiao Chenyu meledak sepenuhnya.

"Anak itu, Tang Siyun. Dia jarang terlihat berlatih fisik seperti Tang San. Dia lebih sering menghilang ke kota," lapor Mo Lan. "Hari ini dia kembali dari kota dengan aura yang berbeda. Ada aroma parfum mawar yang sangat mahal, jenis yang hanya dipakai oleh kalangan atas seperti Madam Mei."

Grandmaster menghela napas, jemarinya mengetuk meja kayu. "Tang San adalah jenius yang jujur. Kekuatannya tumbuh dari kerja keras dan teknik yang bisa ku pahami. Tapi Siyun... dia adalah variabel yang tidak bisa ku prediksi. Dia tidak hanya mengandalkan kekuatan roh. Dia membangun jaringan."

"Dia masih enam tahun, Guru," sela Mo Lan. "Apakah mungkin dia melakukan manipulasi politik di usia sedini itu?"

"Jangan tertipu oleh wajahnya, Lan," ujar Grandmaster serius. "Aku melihatnya saat dia berbicara dengan Tang San di pagi hari. Ada kedewasaan yang menyeramkan di sana. Dia memperlakukan dunia ini seperti sebuah papan catur yang sudah dia ketahui langkah akhirnya."

Tiba-tiba, perhatian mereka teralihkan ke bawah, ke arah gerbang kantin di mana Xiao Chenyu dan kelompoknya mulai menghadang Tang San dan Xiao Wu.

"Haruskah kita campur tangan?" tanya Mo Lan, tangannya sudah bersiap memanggil Roh-nya.

"Tunggu," tahan Grandmaster. "Lihat. Siyun sudah ada di sana."

Mereka berdua terdiam, menyaksikan dari kejauhan bagaimana Siyun berjalan dengan santai. Dari jendela lantai dua, mereka tidak bisa mendengar apa yang dikatakan, namun mereka melihat dengan jelas keajaiban yang terjadi.

Klik.

Di mata mereka, segalanya terjadi dalam sekejap. Pengawal Xiao Chenyu tiba-tiba jatuh dengan celana melorot, dan Xiao Chenyu sendiri tampak seperti sedang menghisap jempolnya. Mo Lan hampir saja tertawa jika dia tidak melihat apa yang terjadi berikutnya.

"Lihat matanya," bisik Grandmaster, wajahnya memucat.

Bahkan dari jarak sejauh itu, aura dingin yang dipancarkan Siyun saat mencengkeram leher Xiao Chenyu terasa hingga ke ruangan kantor. Itu bukan lagi aura seorang siswa akademi. Itu adalah aura seorang eksekutor.

"Dia bukan hanya seorang peneliti atau penasihat asrama," gumam Mo Lan dengan suara bergetar. "Dia adalah pelindung yang kejam. Dia membiarkan Tang San menjadi cahaya, sementara dia sendiri memilih untuk menjadi bayangan yang menelan siapa pun yang mencoba memadamkan cahaya itu."

Grandmaster berbalik dari jendela, wajahnya penuh pemikiran berat. "Lan, awasi dia. Tapi jangan pernah menyinggungnya. Jika dia adalah teman, dia adalah aset terbesar yang pernah dimiliki akademi ini. Tapi jika dia merasa terancam..."

Grandmaster tidak melanjutkan kalimatnya, namun Liu Jing tahu apa maksudnya.

Malam mulai larut setelah ketegangan di halaman akademi mereda. Di Asrama Tujuh, para siswa sudah mulai terlelap. Tang San duduk bermeditasi di tempat tidurnya, mencoba mencerna kekuatan baru yang ia rasakan. Xiao Wu tidur dengan gelisah, sesekali bergumam tentang "daging panggang".

Namun, di tempat tidur paling pojok, Tang Siyun tetap terjaga. Ia menatap botol ramuan dari Madam Mei dan kunci perak dari Lady Elena yang tergeletak di meja samping tempat tidurnya.

Ia tahu bahwa langkah-langkah yang ia ambil hari ini telah mengubah alur cerita. Di kehidupan sebelumnya, Tang San harus melewati banyak konflik berdarah hanya untuk mendapatkan pengakuan. Siyun tidak ingin itu terjadi. Ia ingin membangun fondasi yang kokoh sehingga saat badai besar, seperti Spirit Hall, datang, mereka tidak hanya akan bertahan, tapi mereka akan sudah memiliki kunci untuk mengendalikan badai tersebut.

"Satu langkah di depan waktu," bisik Siyun pada kegelapan.

Ia memejamkan mata, membiarkan detak jam sakunya menjadi pengantar tidur. Di luar, Kota Nuoding tetap sibuk, namun di dalam akademi, sebuah legenda baru sedang tumbuh. Legenda tentang seorang kakak yang malas, yang lebih suka tersenyum dan merayu wanita cantik, namun memiliki kekuatan untuk menghentikan dunia hanya dengan satu dentingan jam.

Besok, petualangan baru menanti. Dan Siyun tahu, ia harus memastikan bahwa teh yang dijanjikan Madam Mei adalah teh kualitas terbaik. Karena bagi seorang pengatur waktu, setiap detik harus dinikmati dengan kemewahan yang pantas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!