NovelToon NovelToon
Istri Untuk Andra

Istri Untuk Andra

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:903.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Hanya sepenggal kisah tentang Andra dan Rhania, tidak ada yang spesial. Kisah sederhana dari pria humoris dan wanitanya.

Tidak disarankan untuk dibaca, risiko kalau sakit mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Berpihak

Andra mengemudikan mobil dengan kecepatan normal, sedari tadi keduanya membisu. Rhania terlalu malu untuk membuka pembicaraan, empat tahun bukanlah waktu yang sejenak. Kepergiannya tanpa pamit jelas menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Andra, kata maaf yang sejak dahulu ingin ia utarakan tercekat di tenggorokan.

"Rhan."

"Ndra."

Andra tertekeh dan menatap Rhania sekilas, sedang wanita itu menunduk malu. Bahkan keduanya berucap dalam waktu yang sama, sungguh hal yang lucu.

"Kau saja," ujar Rhania kini mengangkat kepala, tak ingin terlihat tak berdaya di depan Andra.

Beberapa kali wanita itu menarik napas dalam-dalam, saat ini hati Rhania tengah di aduk-aduk dengan pertemuan tak terduga itu. Bagaimanapun, sejak dahulu perasaan kagum dan begitu berbeda saat bersama Andra masih saja sama.

"Sejak kapan kau kembali ke Indonesia?" tanya Andra sesekali menatap Rhania. Perjalanan ke alamat yang Rhania tunjukkan ternyata cukup jauh, tak ada salahnya untuk berbicara banyak hal, pikir Andra.

"Dua tahun lalu," ujar Rhania singkat seraya menatap Andra sekilas.

"Hah?!" Mendengar apa yang Rhania katakan, Andra menghentikan mobil tanpa terduga.

"Astaga!! Kau gila?!!" Rhania meninggi, mahkota yang sejak tadi indah di puncak kepalanya terjatuh lantaran ulah Andra yang berhenti seenaknya.

"Maafkan, Rhan, aku hanya terkejut." Andra merasa bersalah menatap rambut Rhania yang kini terlihat berantakan.

Wanita itu masih mengatur napasnya, karena terlalu gugup duduk di samping Andra, ia lupa mengenakan sabuk pegaman dengan baik. Hingga kecerobohan yang berujung kejadian memalukan itu terulang padanya. Entah mengapa, sejak dahulu ada saja hal konyo yang terjadi jika ia tengah bersama Andra.

"Kau baik-baik saja?" tanya Andra khawatir, sungguh tak ada niat dia membuat Rhania celaka.

Ni cowok masih aja sama, bener-bener bikin sial. Rhania membatin di balik wajah cantik dan senyum manis yang ia perlihatkan. "Hem, seperti yang kau lihat." Rhania merapikan rambutnya. Meski dadanya menahan amarah, namun ia tetap terlihat manis.

Jika saja yang di sampingnya adalah Mahran, jelas saja caci maki akan ia lontarkan tanpa jeda. Mereka baru saja bersama beberapa menit, rasanya tak mungkin Rhania akan mencari masalah dengan Andra.

"Jadi selama ini usahaku tak berguna? Woah, kau benar-benar membuatku gila, Rhania." Andra menggelengkan kepala, jelas saja hal itu membuat Rhania mengernyit heran.

"Heih? Apa maksudmu?" tanya Rhania mengerutkan dahi.

"Ah ... tidak, lupakan, nanti saja." Andra lupa, tidak seharusnya ia bertingkah seagresif ini. Pria itu berdehem untuk menetralkan suasana.

"Terserah kau saja," ujar Rhania memperkecil masalah, kejadian yang hampir membuat jantungnya berhenti berdetak itu benar-benar ingin membuatnya mencekik Andra. Bagaimana tidak, baru saja bertemu sudah dua kali Rhania hampir kehilangan napas.

_******_

"Stoop!!" Rhania panik lantaran rumah Hana telah ia lewati cukup jauh, entah kemana pikirannya hingga tak menyadari ia telah tiba.

"Disini?" Andra melirik kanan kini, hanya ada lahan kosong dan beberapa tempat bermain anak kecil. Jelas saja hal itu membuat Andra begitu heran, apa mungkin Rhania tengah ingin bermain bersama anak-anak itu.

"Ya tidak mungkin, Andra, kau pikir temanku apa."

Meski ia rindu dengan sosok Andra, bukan berarti ia dapat menahan emosi jika pria itu menunjukkan sifat aslinya. Andra menoleh sekilas, mengangguk mengerti dan memilih berjalan mundur daripada putar arah.

"Astaga, kau benar-benar tidak waras, lihat mereka bingung melihat kita." Jika jarak itu dekat tak mengapa, sungguh Rhania merasa malu dengan dengan tatapan aneh beberapa pengendara di sisi mereka.

"Menghemat waktu, Rhan, bukankah kau tahu waktu adalah uang? Iya kan?" Andra menautkan alisnya, sebenarnya sama saja, justru berjalan mundur semakin membuat perjalanan semakin lama.

"Tapi tidak begini juga cara mengartikan waktu, Andra," celetuk Rhania menatap Andra kesal.

"Lalu dengan bagaimana?" tanya Andra tanpa menatap Rhania, fokus dengan mobilnya agar tak menabrak sesuatu yang berada di belakang.

"Oke, stop." Andra menghela napas kecewa, sengaja ia melakukan hal itu agar dapat bersama lebih lama dengan Rhania. Bahkan sengaja menurunkan kecepatan setelah beberapa saat perjalanan.

"Terima kasih, Andra, senang bertemu denganmu hari ini." Rhania berucap tulus, menatap mata Andra yang penuh harap wanita itu takkan meninggalkannya.

"Sama-sama, Rhania, senang juga bertemu denganmu, bahkan sangat senang." Andra menarik sudut bibir, mendapati Rhania mengatakan hal itu, sungguh ia merasa seakan dunia tengah menjadi miliknya.

"Eh, Rhan." Andra menahan Rhania yang hendak keluar, setiap gerakan Rhania tak lepas dari pandangan matanya.

"Kenapa?" tanya Rhania mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.

"Eh, nanti pulang aku jemput ya?" tanya Andra sedikit ragu, batinnya tak siap jika harus menerima penolakan Rhania.

Please iya!! Iyaa nggak lo, Rhan? Kalau enggak gue kawinin!! Awas aja. Andra membatin, ucapan yang hanya ia lontarkan dalam benak itu tak mungkin terdengar Andra. Meski di matanya jelas terlihat bahwa Andra menunggu jawaban "Iya" dari Rhania.

"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, Ndra." Andra terhenyak, harapan untuk terus bersama hari ini pupus. Raut wajahnya seketika berubah, dan Rhania cukup paham akan hal itu.

"Yakin?" tawar Andra sekali lagi, masih tetap berharap hal yang sama tentang Rhania.

"Iya, aku yakin, kau pasti banyak pekerjaan kan." Andra menggeleng, karena nyata memang tidak ada perkerjaan hari ini.

"Tapi kau tidak mungkin menghabiskan waktu banyak untukku, Ndra. Apalagi rumah temanku cukup jauh dari peradaban." Rhania mencoba memberikan pengertian pada Andra, jarak yang akan Andra tempuh cukup jauh memang. Itulah pribadi seorang Rhania, enggan menyusahkan laki-laki.

"Hem, baiklah kalau begitu." Andra mengerti Rhania benar-benar menolak, bukan seperti wanita lain yang sengaja menolak untuk di bujuk rayu.

Rhani berlalu keluar, Andra membuka kaca mobil untuk memperhatikan punggung pujaan hatinya yang perlahan menjauh.

"Rhania!!" teriak Andra membuat Rhania menghentikan langkahnya.

"Apa lagi?" tanya Rhania begitu lembut, kembali menghampiri Andra.

"Bisakah besok kita bertemu kembali?" Andra bertanya penuh harap, meskipun ia tahu dengan atau tanpa izin Rhania ia akan tetap mencari cara untuk bertemu dengan wanita itu.

"Iya, kau tenang saja." Rhania mengangguk, baginya siapapun boleh saja menemuinya selagi dengan maksud baik.

Andra berseru yes dengan tangannya, sungguh ia begitu bahagia dengan Rhania yang begitu menerima kehadirannya kembali. Setidaknya lampu hijau dari sang pemilik hati telah berada di depan Andra.

Hingga Rhania benar-benar masuk kedalam rumah mewah itu, Andra baru berlalu. Sepanjang perjalanan ia berseru ria lantaran dunia tengah memihaknya, keyakinan akan Rhania benar-benar jodohnya semakin kuat.

"Empat tahun gue sabar, Rhan, kali ini lo nggak bakal gue lepasin." Andra membulatkan niatnya, tak ada yang mampu menghalanginya kali ini. Karena bahagia lantaran bertemu Rhania dia melupakan hal penting yang bahkan dapat membuatnya terjebak dalam masalah besar.

Tbc

1
SNN 💠
👍🏻
Anonymous
Seruuuuuuu
Singkat tapi jelas
Akhirnya abang giant bakal punya spp ni
my_dear_Budiarti
berakit rakit ke hulu
berenang ke tepian,,,
remuk badan dahulu
baru bisa jadian..../Joyful/
Juan Sastra
kisah tersingkat tapi lucu juga
Juan Sastra
ow ow oww saatnya andra sang pahlawan hati maju
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Belajar sm ustadz siapa Ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apes bgt nasibmu ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
dasar Randy sableng😂😂😂😂😂
Halimah
jempol kudanil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
banyak adegan yg diulang2 bikin kesel aja....
Desy Puspita: ini novel isinya memang acak-acakan, kalau kesel gausah baca, salah sendiri diteruskan
total 1 replies
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
kok balik lagi episodenya? /Facepalm/
Halimah
Maju trs pebinor.....pantang mundur 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Halimah
masih aja soto betawi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!