NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Perang Logo

Seminggu setelah insiden "Burung Pensiun Dini" milik Rico viral di media sosial, kondisi di Ruko Nusantara Glow meledak oleh antrean orang kaya yang ingin membeli The Dragon Breath.

Antrian itu sangat panjang hingga dua blok, membuat tukang parkir di sana mendadak punya tabungan umrah.

Bara sedang duduk di lantai dua ruko, di depan meja yang penuh dengan tumpukan uang tunai dan botol-botol kosong.

"Bara, sepertinya kita harus menaikkan harga lagi," ucap Alisa tegas. Tangannya lincah mencatat di tablet.

"Permintaan mencapai 2.000 botol, tapi stok kita cuma 50 botol per minggu. Ramuan ini terlalu sulit diracik, kan?"

"Sangat sulit, Al," jawab Bara sambil menyandarkan kaki bersandal Swallow hijaunya ke atas meja (kali ini sandalnya tidak terbalik, syukurlah).

"Aku harus menunggu embun pagi di daun jati purba, lalu mendistilasinya dengan suhu yang pas agar molekulnya tidak pecah. Kalau aku paksa produksi massal, ini bukan lagi 'Napas Naga', tapi cuma jadi 'Napas Tetangga'."

Bara menetapkan aturan ketat: Satu orang hanya boleh beli satu botol sebulan, aturan ini juga dibuat untuk menghindari otak bisnis para pedagang licik yang menjual dengan harga yang tak masuk akal nantinya, bara ingin dia menjadi pemasok tetap tanpa dijual kembali oleh pihak lain, agar tidak terjadi pemalsuan.

"Eksklusivitas adalah kunci," gumam Bara. "Lagian Kita jual kualitas, bukan kuantitas."

Di gedung pencakar langit milik Darmawan Group, sang singa tua sedang menatap layar televisi yang menampilkan berita kesuksesan Bara.

Rico duduk di pojok ruangan, masih memakai perban di kening (entah kenapa, mungkin stres) dan wajahnya tampak kusam.

"Ayah, walaupun kita tau tuh anak tinggal di hutan, tapi kita tidak bisa masuk ke hutan itu! Dua orang suruhanku mencoba masuk kemarin, mereka pulang dengan kulit melepuh kena Jelatang Api dan dikejar babi hutan yang ukurannya diluar nalar!" adu Rico dengan suara gemetar.

Darmawan menyesap kopinya dengan tenang. "Hanya orang bodoh yang bertarung di medan lawan. Biarkan dia berkuasa di tempatnya. Kita akan hancurkan dia di tempat di mana kita adalah rajanya, kita juga akan menyentuh titik lemahnya secara perlahan yaitu orang-orang didekatnya."

Darmawan memanggil asisten pribadinya. "Sudah siap?"

"Sudah, Pak. 5.000 botol palsu sudah siap edar."

Strategi Darmawan sangat licik. Dia tidak membuat produk baru. Dia memproduksi replika botol 'The Dragon Breath' milik Bara. Isinya? Hanya air selokan yang disaring, dicampur pewarna ungu murahan, dan ditambahi sedikit zat kimia yang membuat orang mual tapi tidak mati seketika.

Besoknya, kota itu geger.

Huru-hara terjadi di depan Ruko bara

"PENIPU! PENIPU!"

Suara teriakan di depan ruko membangunkan Bara yang sedang enak-enakan tidur siang beralaskan karung jahe.

Dia turun ke bawah dan melihat kerumunan orang yang marah-marah. Beberapa orang membawa botol 'The Dragon Breath' yang warnanya ungu kusam.

"Lihat ini,! Istri saya minum ini bukannya segar malah diare tiga hari!" teriak seorang bapak-bapak sambil mengacungkan botol palsu.

"Anak saya malah jadi gatal-gatal! Kalian harus bertanggung jawab!" sahut yang lain.

Alisa dan Clara mencoba menenangkan massa, tapi mereka kewalahan. Di pojok jalan, beberapa orang yang ternyata bayaran Darmawan sibuk merekam kejadian itu dengan HP, siap memviralkan dengan judul: "Kedok Tabib Gila Terbongkar: Ramuannya Ternyata hanya Air Limbah!"

Viona datang dengan mobil SUV-nya, menerobos kerumunan. Dia masuk ke ruko dengan wajah panik.

"Bara! Berita ini sudah sampai ke telinga dewan farmasi! Izin tokomu bisa dicabut kalau begini terus!" seru Viona.

Bara dengan gaya santainya, bukannya panik malah berjalan ke arah kerumunan, membawa botol asli miliknya. Dia memakai kacamata hitam patahnya yang sudah menjadi ciri khas, berdiri di depan massa dengan gaya yang sangat ngaco, jas di atas, celana pendek kusam dibawah, lengkap dengan sendal swallow andalan buat nimpuk maling ayam.

"Harap tenang, Rakyatku yang budiman!" seru Bara. "Siapa di sini yang merasa ketipu? Sini maju, bawa botolnya!"

Seorang pria bertubuh besar (salah satu orang bayaran Darmawan) maju dengan angkuh.

"Nih! Saya beli dari ruko lu tadi pagi! Saat Saya minum langsung mual, gimana sih kalian, cari uang gak perlu nipu orang juga kali.!"

Bara mengambil botol itu. Dia mencium aromanya sejenak, lalu dia tersenyum—senyum yang sangat meremehkan.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu... saya ini Alkemis. Saya tahu apa yang saya masak," Bara mengangkat botol palsu itu tinggi-tinggi. "Coba kalian lihat botol ini. Warnanya ungu, kan? Cairan saya juga ungu. Tapi ada satu perbedaan besar yang tidak bisa ditiru oleh pabrik sampah milik siapapun."

Bara mengambil selembar Kertas Lakmus dan sebuah botol kecil berisi cairan bening (Larutan Cuka khusus).

"Ramuan asli saya punya 'Tanda Tangan Alkimia' atau lebih tepatnya bisa di uji dirumah dengan bahan sederhana," jelas Bara.

Dia meneteskan cairan bening itu ke botol palsu. Tidak terjadi apa-apa. Tetap ungu keruh.

"Lalu lihat ini..."

Bara mengambil botol asli miliknya. Dia meneteskan cairan bening yang sama. Tiba-tiba, cairan di dalam botol itu berubah warna dari ungu menjadi Emas Berkilauan, lalu mengeluarkan aroma wangi bunga wijayakusuma yang memenuhi seluruh lobi ruko.

"Waaaah!" Kerumunan berdecak kagum.

"Itu adalah reaksi antara Enzim Wijayakusuma dan asam asetat. Hanya ramuan asli yang bisa melakukan ini karena saya memasukkan partikel mikroskopis dari sari bunga itu," Bara menatap pria besar tadi dengan tajam.

"Dan satu lagi..." Bara mendekati pria itu. "Bapak bilang Bapak mual setelah minum ini? Coba saya lihat matanya."

Bara menarik kelopak mata pria itu. "Ah, Bapak bohong. Bapak tidak mual. Bapak cuma akting. Pupil mata Bapak stabil, detak nadi Bapak normal seperti orang yang baru makan sate kambing. Bapak ini aktor, ya? Bayaran Darmawan berapa?"

Pria itu gagap. "E-eh... n-nggak! Saya beneran mual, jangan asal nuduh lu"

"Kalau beneran mual, pasti asam lambungnya naik. Sini, saya punya obat mual paling ampuh di dunia," Bara mengeluarkan sebuah botol kecil berisi bubuk hitam.

"Ini namanya 'Bubuk kejujuram'. Sekali hirup, Bapak akan muntah sambil menceritakan siapa yang menyuruh Bapak."

Pria itu ketakutan. Dia tahu reputasi Bara yang bisa bikin orang kaku raga. Tanpa ba-bi-bu, dia langsung lari terbirit-birit dari kerumunan, diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Massa yang tadi marah mulai sadar bahwa mereka telah ditipu oleh barang palsu.

"Untunglah, kamu gak buat ulah di saat seperti ini, dan menyelesaikannya dengan baik, Tapi citra kita sudah sedikit tercoreng," kata Alisa setelah kerumunan bubar.

"Makanya, Al, strategi kita untuk mengurangi jumlah barang yang di jual itu sudah bagus, dan mulai sekarang kita akan ubah kemasannya," Bara duduk di kursi kerjanya, menyilangkan kakinya.

"Setiap botol asli akan saya beri 'segel hidup' di dalamnya. Ramuan itu akan saya campur dengan bubuk kristal gula yang kalau digoyang akan memancarkan cahaya. Siapapun tidak punya alat laboratorium di kotanya yang bisa meniru struktur kristal itu, karena kristal itu dihasilkan hutan larangan yang cuman aku yang tau tempat letak pasti dari kristal tersebut."

"Lagian disana kristal itu amat berlimpah semenjak aku sering merawat hutan-hutan itu dengan baik"

Bara kemudian menoleh ke Viona. "Viona, saya butuh bantuanmu di media. Siarkan video demonstrasi perubahan warna tadi ke seluruh stasiun TV. Beri judul: 'Cara Membedakan Napas Naga Asli vs Napas Comberan Palsu'."

Viona tersenyum puas. "Dengan senang hati. Aku akan pastikan hal itu diselesaikan dengan sangat baik."

Malam harinya, Alisa membawa Bara ke rumahnya untuk memastikan sesuatu. Hari ini adalah hari ketiga sejak Ibu Alisa meminum 'Elixir Purifikasi Hati'.

Disana bara disambut baik oleh sang adik yang terus-menerus kagum sekaligus sangat berterimakasih saat itu Bara telah menyelamatkan hidupnya, akhir-akhir ini dia amat sibuk menyelesaikan tugas kampus sehingga tidak ada waktu bertemu dengan Bara secara lansung.

Bara malahan merasa bangga dengan anak itu karena, adab nya sangat baik, dan juga tampak bersemangat dalam mengejar impiannya.

Bara dibawa masuk keruangan sang ibu, saat mereka masuk ke kamar, sang Ibu sudah tidak lagi terbaring lemah. Beliau sedang duduk di tepi tempat tidur, mencoba meminum air putih sendiri. Wajahnya yang pucat kini mulai merona.

"Mama!" Alisa berlari memeluk ibunya sambil menangis.

Dan sang ibu menempuk-nepuk pundak Alisa dengan sangat lembut hingga beberapa saat, akhirnya Alisa melepas pelukan yang menguras air mata itu.

Ibu Alisa menatap Bara dengan senyum cerah di campur dengan perasaan sedih "Wah Bara, kamu lebih ganteng ya dari beberapa tahun yang lalu...maaf ya.. waktu itu Tante Ama om mu gak bisa bantu banyak soal kejadian yang menimpa keluarga kalian, dan kami juga sudah berusaha mencari mu, tapi lihat lah. Tante juga sekarat dan om mu meninggal karena ulah Darmawan juga, Tante gak bisa berbuat apa-apa, maafin Tante ya."

"Tante gak usah minta maaf, karena yang salah itu adalah Darmawan, Tante dan om sangat baik terhadap keluarga kami, Tante tenang saja cepat atau lambat kami akan menghancurkan Darmawan." Untuk kali ini bara terlihat sangat serius dan menyimpan kesedihan yang mendalam di hatinya yang selalu ceria, keluarga Alisa sudah sangat baik tapi mereka masih minta maaf karena tidak bisa membantu banyak dan tak bisa mencari Bara yang menghilangkan diri, karena tidak mau terlalu merepotkan keluarga Alisa.

Ibu Alisa tersenyum lembut. "Alisa cerita banyak tentangmu. Kamu sangat hebat ya sekarang, padahal dulu kamu biang onar...tante masih ingat saat kamu kentutin kepala guru, dan Tante jadi dipanggil kesekolahan buat wakilin orang tuamu, karena mereka lagi di luar negri waktu itu, tapi lihatlah kamu sekarang, sudah banyak berubah, sudah lebih dewasa bahkan kamu sudah menjadi orang yang ahli di bidang pengobatan, tapi ada yang ganjal nih dihati Tante, kenapa dengan kaki mu, itu?"

Ibu Alisa menunjuk ke bawah. Bara kembali berulah. Dia memakai sandal Swallow barunya yang warna merah, tapi karena terburu-buru lagi, dia memakai dua-duanya untuk kaki kanan.

Jempol kaki kirinya terpaksa bertengger di pinggir sandal dengan posisi yang sangat tragis.

Alisa menepuk jidatnya. "Bara! Ya Tuhan! Kenapa nggak pernah bener pakai sandal?!"

Bara nyengir, tidak merasa bersalah. "Ini adalah lambang keberpihakan, Tante. Saya selalu berada di jalan yang 'Kanan' (benar)."

Tawa pecah di kamar itu. Di tengah kemelut perang bisnis, Bara tetap menjadi dirinya sendiri—seorang jenius yang hancur dalam urusan estetika alas kaki.

Namun, di dalam benaknya, Bara sudah menyiapkan langkah mematikan berikutnya.

"Al," bisik Bara saat mereka keluar dari kamar. "Katakan pada Darmawan lewat informanmu. Minggu depan, aku akan meluncurkan 'Produk Pemutih Wajah & Ketiak' perdana kita. Katakan padanya untuk bersiap... karena produk kosmetiknya yang laku keras di pasar itu akan segera jadi barang rongsokan yang tidak laku."

Bara tersenyum penuh dendam. Darmawan akan membayar atas tindakan yang dilakukannya terhadap orang-orang yang dia sayangi.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!