Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG 11
Setiap hubungan pasti akan ada batu sandungan. Baik itu dari si pelakon hubungan tersebut, atau dari orang orang yang berada disekitaran mereka.
Semuanya tergantung bagaimana cara kita untuk menyingkirkan batu sandungan tersebut, agar hubungan ini akan tetap baik baik saja.
River membawa Keyra kesebuah butik ternama dan juga salon kecantikan, sebelum mereka menghadiri acara perjamuan bisnis petang nanti. Bendino dan Aezar pun akan hadir diacara tersebut.
"Cantiknya ini calon istri." puji River seraya melingkarkan kedua tangannya dipergelangan pinggan sang kekasih
"Seluruh komplek aku juga tau, kalau Keyra Anjani itu cantik." balas gadis ayu itu.
River terbahak "inget ya, jangan jauh dari aku nanti disana dan jangan kasih pria mana pun kesempatan untuk mendekati kamu." River memberi peringatan.
"Iya king, iya." sahut Keyra pasrah.
Mereka segera bergegas menuju kesalah satu hotel berbintang milik keluarga Bagaskara yang digunakan untuk acara perjamuan itu. Dan sudah dipastikan, sepasang kekasih itu menjadi perhatian dari semua yang hadir, kala keduanya memasuki tempat acara.
Baru kali ini River menggandeng seorang wanita dalam menghadiri sebuah acara penting seperti ini.
Dengan bangganya River memamerkan Keyra kepada para koleganya yang menghadiri acara perjamuan tersebut. Kemana pun Noah melangkah, lilitan jari jemari mereka tak pernah terpisahkan.
"Hay mut..!" sapa Bendino dan Aezar
"Codot, Tikus, tampan banget kalian malam ini..?" puji Keyra jujur.
"Jangan memuji pria lain, ini acara langsung bubar entar karena banteng kerasukan ngamuk." sindir Aezar pada River
Keyra dan Bendino membentuk garis tipis dibibir mereka menanggapi ucapan Aezar, sementara sang terdakwa tetap seperti biasa, acuh dan menampilkan sinaran wajah tanpa dosanya.
"Duduk sini queen." titah River seraya menarik satu kursi yang tak jauh dari mereka berdiri.
Keyra pun menuruti apa yang diperintahkan oleh kekasihnya itu.
"Diem disini, jangan kemana mana. Aku mau memberi sambutan dulu. Perhatiin aku, jangan perhatiin yang lain." oceh River tanpa titik dan koma.
"Berisik loe pi..!" sela Aezar "udah sono naik. Timbang mau memberi sambutan, udah seperti mau keliang lahat aja pesan wasiatnya. Ada gue disini yang jagain." ketus Aezar.
"Semoga ini perjamuan entar enggak berubah menjadi acara pertobatan masal." imbuh Bendino seraya melirik sengit kearah River.
"Jangan sampe lah, gue belum bikin surat wasiat, pesan pamit undur diri juga belum gue uraikan" Aezar menimpali.
"Berat badan turun berapa kilo mut, selama pacaran sama ono sapi..?" tanya Bendino setelah River pergi dari hadapan mereka.
"Banyak turunnya. Saking banyaknya sampai itu jarum timbangan goyang aja." sahut Keyra.
"Entar gue beliin vitamin penambah berat badan, biar enggak tragis banget hidup loe dipandang, dan penderitaan loe tersamarkan." timpal Aezar
"Sekalian black card biar gue bisa shoping terus, biar penyamaran gue sempurna" ucap Keyra berharap.
"Kalau black card urusan noh sapi, tapi entar gue omongin soal itu sama ono limosin." ucap Bendino
"Tapi hebat loe mut, bisa bertahan sama dia sampe diangka dua bulan dan nyaris tanpa ribut." ucap Aezar memuji.
"Gue berusaha untuk tidak mengedepankan ego dan emosi. Gue sayang dan cinta sama dia tulus, tanpa melihat dia siapa, dan untuk sifatnya itu suatu saat gue yakin dia akan berubah. Kesabaran gue pasti akan berakhir dengan kemenangan dan happy ending." jawab Keyra dengan penuh keyakinan.
"Gue juga berharap begitu." imbuh Bendino "dia dulu sifatnya enggak begitu mut, anti egois dan emosional. Tapi setelah dia menghilang selama satu minggu waktu masa putih abu abu, sapi jadi berubah gitu. Dulu parah mut, dingin kaya es balok yang pake air kali bikinnya." sambung Bendino
"Menghilang kemana gitu.?" tanya Keyra.
"Enggak tahu, ditanya juga bilangnya liburan. Baru beres pengumumam kenaikan kelas itu kejadian." jelas Bendino kembali.
"Mungkinkah ada tragedi selama satu minggu itu..?" ucap Keyra
"Bisa jadi.?" sahut Aezar dan Bendino bersamaan.
Obrolan mereka akhirnya terhenti, karena yang menjadi bahan bergosip telah bergabung bersama mereka.
Dan tepat pukul sebelas malam acara perjamuan tersebut pun usai, dan River segera mengantarkan Keyra kembali kerumahnya guna beristirahat.
Dipagi hari digedung pencakar langit tempat Keyra mengasih rezeki, gadis ayu itu tengah dicecar pertanyaan oleh kedua sahabatnya.
"Loe kemaren kemana mut.? dicariin noh sama itu juragan pestisida." selidik Dira sesaat Keyra menduduki kursi kerjanya.
"Kekantornya River, terus nemenin dia keperjamuan bisnis." terang Keyra.
"Kenapa enggak izin.? pengen enggak kerja disini lagi apa loe.?" timpal Dion.
"Gue udah mau kerja, gara gara ikan teri gue ribut sama River. Itu ikan teri sampe babak belur dibikin sama noh CEO." ucap Keyra.
"Kenapa lagi gitu.?" tanya Dira dan Dion bersamaan.
Keyra pun menceritakan kejadian kemarin dan juga menceritakan perihal larangan River yang harus ia patuhi.
"Parah yak itu CEO.? mana bisa sih mut begitu.?" ucap Dira.
"Cemburu enggak gitu juga kali mut..? ya masa loe enggak boleh bersinggungan sama laki laki, sampe sama gue dan Arya juga enggak boleh." timpal Dion.
"Gue juga ngomong gitu udah, tapi dia kekeh aja. Entar pelan pelan gue memberi pengertian sama dia dan merubah sifatnya." sahut Keyra.
"Udah kerja dulu aja kita, entar team kita mesti rapat ini konsep iklan perusahan ARTA." ucap Dira.
Mereka pun akhirnya mengerjakan tugas mereka masing masing sebelum menuju kerestoran guna melakukan rapat team kerja, sekaligus bersantap siang bersama.
Sementara itu River tengah fokus dengan pekerjaannya, ia berencana akan mengajak Keyra untuk makan siang bersama dengan kedua sahabatnya.
"Ini kenapa sih nomor pake enggak aktif.?" monolog River kala ia menghubungi Keyra.
River akhirnya langsung menuju kerestoran yang sudah ia sepakati bersama kedua sahabatnya.
"Mana Keyra.?" tanya Aezar dan Bendino bebarengan, saat River sudah bergabung dengan mereka.
"Enggak tahu, gue telfon nomornya enggak aktif." sahut River dengan nada yang sudah sedikit meninggi.
"Baterainya RIP mungkin, atau jaringannya enggak bagus. Jangan pake emosi langsung, otak pake apa.? positif selalu pemikiran." ucap Bendino mencoba menenangkan.
Saat akan menjawab perkataan Sahabatnya itu, mata River tidak sengaja menangkap sosok yang sedang mereka bicarakan disalah satu meja disudut ruangan itu, dan nampak dalam pengelihatannya, Keyra tengah tertawa riang bercanda bersama empat pria dan tiga wanita.
Sontak saja River pun bangkit dari duduknya, dan menghampiri meja tersebut. Kedua sahabatnya pun mengikuti River dan mencoba mencegah pergerakan pemuda itu. Namun percuma saja, River yang sudah diselimuti emosi, tidak menghiraukan ucapan mereka.
"Bagus kamu ya, aku telfon ratusan kali enggak bisa, taunya disini kamu." ucap River tanpa berbasa basi.
Keyra dan para team kerjanya sontak saja terjingkat kaget akibat suara River yang menggelegar. Keyra pun spontan bangkit dari duduknya dan menghampiri River.
"Ponsel aku RIP king baterainya, aku lupa ngecas semalem. Ini team aku, kita lagi meeting projek baru." penjelasan Keyra.
"Kamu itu tuli emang ya.? aku udah ngomong berapa kali sama kamu, jauhi itu semua yang namanya laki laki. Cari gara gara kamu sama aku.?" ucap lantang River dengan suara yang semakin meninggi.
"Ini team kerja aku king, aku eng-----
PRANG
Satu tendangan kaki kanan River berikan kemeja dimana team Keyra berada.
Alhasil semua makanan dan minuman tumpah berhamburan dilantai, begitu juga dengan map dan kertas konsep kerja mereka.
"KING...!!"
"IKUT AKU..!" seru River seraya menarik tangan Keyra dengan kasarnya.
River tidak perduli jika kini ia sudah menjadi tontonan oleh semua pengunjung restoran tersebut.
Aezar dan Bendino hanya bisa meminta maaf kepada para teman kerja Keyra dan membereskan kekacauan ini kepada pihak restoran.