Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Bel tanda masuk berbunyi...
Waktu istirahat telah berakhir, semua murid kembali ke kelas mereka masing-masing.
Di dalam kelas
Sambil menunggu pak rudy guru matematika datang, mereka melanjutkan perbincangan.
"Ra, gimana rasanya deketan sama kak Wahyu tadi" Ujar Dea.
"dag dig dug gitu pasti, di deketin cowok seganteng kak wahyu cewek mana yang gak berdebar-debar" Timpal Rani.
"Gak, biasa aja" Jawab tiara agak sedikit gugup.
"yakin biasa aja, tapi kok muka kamu merah ya" Risty terkekeh di ikuti Rani & Dea.
Tiara salah tingkah dengan ucapan risty.
"mencurigakan" timpal Rani.
"kalau aku di posisi kamu nih Ra, udah pasti jingkrak-jingkrak sekarang aa.." Tambah Rani dengan genitnya.
"aku gak gila kaya kamu Ran" ujar Tiara membuat tawa Dea dan Risty pecah.
"jadi kamu gak mau sama kak Wahyu nih" ujar Dea.
"enggak, kita cuma teman kok"
"yakin" sahut Risty.
"ya udah buat aja gimana? " goda Rani.
"ya silahkan, kita juga gak ada apa-apa"
"ikhlas gak nih? "
"iyaaa" Tiara sedikit kesal.
"santai Ra, aku cuma bercanda gak mungkin aku mau nikung gebetan sahabat aku sendiri" tukas Rani terkekeh.
"mulut kamu boleh bohong tapi gerak-gerik kamu gak bisa bohongin kita" ujar Risty.
"ho'oh" tambah Dea.
"Udah-udah gak usah di bahas" Tiara Mengeluarkan buku, pulpen & menaruhnya di atas meja.
"Bentar lagi pak Rudy datang"
Tak berapa lama ketua kelas memberitahukan bahwa guru mengadakan rapat sampai jam terakhir.
Seisi kelas bersorak gembira mendengarnya termasuk ketiga sahabat Tiara yang juga tak kalah heboh.
"Hei, buat apa keluarin buku jam pelajaran kosong" Aldo mengambil buku milik Tiara.
kesempatannya untuk mendekati Tiara namun caranya yang aneh. mungkinkah Aldo bisa menyentuh hati Tiara dengan caranya itu?
Tiara hendak mengambil buku tersebut, Aldo mengangkat tangannya ke atas tentu saja Tiara tidak bisa mencapainya karen tubuh aldo lebih tinggi.
"Kembalikan! " Kesal Tiara
Aldo berlari membawa buku milik tiara & terjadilah kejar-kejaran di dalam kelas itu.
"Ambillah kalau bisa"
Ketiga sahabat tiara hanya menonton saja kelakuan mereka yang seperti bocah tanpa sadar kalau mereka sudah anak SMA.
...****************...
Pulang sekolah, Tiara makan siang lalu merebahkan tubuhnya di kamar sambil memejamkan mata berniat untuk istirahat.
"Tiara!" Suara bu Nani memekakkan telinga.
Tiara membuka matanya dan melihat bu Nani sudah di ambang pintu dengan wajah masamnya.
"Iya bu, ada apa"
"Kamu ini sungguh tidak berguna! Hanya makan tidur saja kerjaanmu" Bertolak pinggang.
Tiara bingung kesalahan apa yang ia lakukan sehingga ibunya marah-marah.
"Pekarangan rumah rumputnya sudah tinggi, apa gunanya matamu hah! masa harus di bilangin terus ini, itu!"
"Baik bu, Tiara akan bersihkan sekarang"
Setelah puas dengan jawaban Tiara bu Nani berlalu pergi.
Tiara mengerjakan tugas dari ibunya walaupun terik matahari terasa menyengat di kulitnya namun ia tidak memperdulikannya.
Tiba tiba kepalanya terasa pusing & matanya berkunang-kunang Tiara berusaha menahannya tapi semakin lama kepalanya semakin pusing & pandangan jadi buram.
Tiara melangkahkan kakinya ke dapur, mengambil minum karena di pikirnya ia kurang minum apalagi sedari tadi ia menahan haus.
Setelah menghabiskan dua gelas air tiara terduduk lesu di lantai.
Tubuhnya sungguh lemas, ia menyandarkan kepalanya di dinding sambil memejamkan matanya.
Saat itu juga bu nani muncul, melihat Tiara duduk di lantai memegang gelas ia langsung emosi.
"Wah enak sekali kamu ya santai-santai di sini sambil minum, memangnya pekerjaanmu sudah selesai hah! "
"Belum bu, kepa....
" Apa?! Kebiasaan ngerjain sesuatu gak pernah beres"
"Kepalaku pusing bu, lanjut besok saja. Tiara janji"
"Selalu itu alasanmu! "
Tiara berdiri hendak melangkah ke kamarnya tapi bu nani mencegahnya.
"Mau kemana kamu? " Ketus bu Nani.
"Ke kamar bu, mau tidur sebentar saja siapa tahu pusingnya ilang"
"Enak saja kamu! Sudah hampir jam tiga kamu mau tidur bereskan dulu tugasmu sore ini, nanti malam tidurlah sepuasmu"
"Gak bangun lagi juga gak apa apa" Tambahnya.
Pak Yasir baru pulang ke rumah mendengar keributan langsung menghampiri bu Nani & Tiara.
"Ada apa lagi bu, malu sama tetangga setiap hari seperti ini"
"Ibu seperti ini juga gara-gara Tiara membuat membuat masalah terus" Kesal bu Nani
"Memangnya apa yang dia lakukan? "
Bu Nani menjelaskan semuanya berharap mendapat pembenaran dari suaminya.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨