NovelToon NovelToon
Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Duda / Tamat
Popularitas:739.4k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Kehidupan seorang pengacara tampan yang sukses dan termuda begitu banyaknya rintangan untuk menghadirkan buah hatinya. Setelah sang istri mengalami keguguran dan hampir meninggal, membuat pria itu trauma untuk memiliki anak lagi.

Dan setelah banyaknya rintangan yang kedua pasangan itu lewati akhirnya Tuhan memberikan buah hati yang tidak terduga. Keluarga Syein begitu lengkap dengan hadirnya penerus keluarga Syein Biglous yang kembar tiga.

Bagaimanakah nasib Jeerewat ketika ia melewati masa-masa kehamilan yang di kelilingi dengan keluarga yang sangat posesif padanya ?

Apakah kehidupan mereka akan tetap bahagia kedepannya atau sebaliknya, silahkan simak cerita ini yah.

Cerita ini adalah lanjutan dari cerita "Istri Seksi Milik Pengacara Tampan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Yang Akan Memaksa Masuk Dalam Kehidupanmu

Fiky yang baru saja mendapat telfon dari Sisil dengan antusiasnya mengangkat. "Ada apa, Sil?" tanyanya penasaran.

"Kak, bisa ke kafe x sekarang?" tanya Sisil tanpa mau basa basi lagi.

Fiky yang menatap jam di tangannya segera mengiyakan ucapan Sisil di seberang telfon. "Iya bisa, memangnya ada apa?" tanya Fiky lagi.

Sisil akhirnya menceritakan jika ia sudah membohongi Dara untuk bertemu di kafe. Dara yang awalnya menolak karena ada pekerjaan di kantornya akhirnya mengiyakan permintaan sahabatnya. Sisil senang usahanya kali ini tidak sia-sia memohon pada Dara.

Fiky yang mendengar penjelasan Sisil dengan semangatnya segera bersiap untuk pergi ke kafe yang sudah di sebut Sisil barusan. Pria itu terlihat senang ketika melangkah menuju mobilnya tanpa perduli lagi dengan sapaan para bawahannya.

Setelah beberapa lama perjalanan kini Fiky akhirnya tiba di sebuah kafe yang tidak begitu ramai. Beruntunglah sepertinya Sisil paham dengan suasana yang akan terjadi nanti setelah pertemuan Dara dan Fiky.

Di sudut meja tampak wanita yang tengah menyeduh minuman begitu tenangnya dengan tangan yang menggenggam ponsel tampak serius. Fiky yang memperbaiki penampilan rambutnya beberapa kali kembali menatap kaca.

"Akhirnya hari yang kau tunggu kini tiba Fiky." ucapnya dengan menghembuskan nafasnya kasar.

Perlahan pria itu turun dari mobil dengan style yang sangat terlihat mewah. Fiky sudah terlihat semakin mapan semenjak perpisahannya dengan Dara.

"Boleh saya duduk?" Suara pria yang tiba-tiba mengejutkan Dara hingga kesedakan minuman.

Fiky panik melihat Dara yang terus batuk tanpa hentinya beberapa kali tangan wanita itu menepuk dadanya sendiri karena batuknya sulit berhenti.

Fiky segera berlari memintakan air putih dan segera menyodorkan pada Dara. Dengan cepatnya Dara meneguk kasar minuman. Setelah memastikan batuknya terhenti Dara segera beranjak dari duduknya dan ingin pergi meninggalkan Fiky.

"Jangan pergi dulu!" ucap Fiky yang menahan tangan Dara.

Dengan sigapnya Fiky memeluk tubuh Dara dari belekang begitu eratnya. "Lepaskan aku!" ucap Dara.

Fiky yang masih tetap memeluknya tidak menghiraukan ucapan wanita itu. "Dara, aku mohon maafkan aku. Berikan aku waktu memperbaiki semuanya." ucap Fiky berbisik di telinga Dara.

"Tidak ada yang perlu di perbaiki, semua sudah berakhir. Biarkan aku pergi ku mohon." Dara terus memberontak hingga akhirnya Fiky yang sudah kehabisan cara perlahan membalikkan tubuh Dara padanya dan berlutut memohon maaf.

"Maafkan aku, Dara." ucap Fiky seraya terus menggenggam erat tangan Dara.

Dara tidak mau mendengarkan ucapan Fiky justru wanita itu mendorong Fiky hingga tersungkur ke lantai. Ia berlari keluar kafe dengan cepatnya, namun sayang langkahnya yang tidak bisa begitu cepat karena heels yang ia kenakan cukup tinggi akhirnya menjatuhkan Dara.

Beruntung Fiky bisa datang tepat waktu dan menangkan tubuh Dara. Keduanya jatuh tersandar pada mobil Fiky. Dara yang menatap dalam pada mata Fiky kini tidak terasa jika tubuhnya tertindih tubuh pria di depannya.

"Lepasin!" pekik Dara yang menepis kasar tangan Fiky kemudian kembali berlari.

Kali ini bukan heels lagi yang menjadi penghalang Dara namun tangan Fiky yang sudah lebih dulu menark Dara kasar dan memasukkannya ke dalam mobil.

"Lepasin, lepasin aku!" teriak Dara terus melawan.

Fiky yang begitu cepat segera membawa Dara pergi dari kafe tanpa perduli dengan mobil wanita itu yang terparkir di kafe.

Sepanjang jalan Dara terus memukul tubuh Fiky yang tengah menyetir mobil. "Dara, berhenti! aku bilang berhenti. Kau mau kita celaka?" bentak Fiky yang sudah habis kesabarannya.

Dara menangis terdiam ia tidak lagi berani memukul atau bahkan menyentuh tubuh pria di sampingnya. Entah apa yang membuat Fiky menjadi berani kasar padanya, Fiky yang menyadari respon Dara ketakutan menahan emosinya.

"Aku mohon berhenti menjauhiku. Aku ingin bicara sebentar padamu." ucap Fiky kembali lembut.

Dara terus terdiam ia tidak berani mengatakan apa pun yang ada di fikirannya kali ini begitu mobil terhenti ia harus lebih cepat pergi dari Fiky dan tidak akan muncul sebisa mungkin di kehidupan pria itu.

Sesampainya Fiky di apartemennya ia segera menghentikan mendadak mobilnya di parkiran, sementara Dara yang baru saja ingin berlari terhalang dengan pintu mobil yang sudah di kunci oleh Fiky.

Fiky pun turun dari mobil kemudian menggendong Dara hingga masuk ke dalam lift. "Lepasin aku!" teriak Dara yang terus meronta dalam gendongan Fiky.

Sayang tenaga Dara tidak begitu tertandingi oleh Fiky hingga pria itu dengan mudahnya membawa Dara ke apartemennya. Setelah sampai Fiky segera menurunkan Dara dan mengunci ruangannya.

"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Dara memukul dada pria itu.

Fiky kembali memeluk Dara erat meskipun beberapa kali Dara berusaha mendorong tubuh Fiky.

"Biarkan aku pergi." teriak Dara berusaha melepas pelukan Fiky.

"Aku mohon, Dara diamlah sebentar aku sangat merindukanmu." ucap Fiky lembut.

"Tidak, aku tidak mau di sentuh pria jahat sepertimu. Lepaskan aku biarkan aku pergi." ucap Dara terus tanpa henti.

"Kau bilang aku jahat?" tanya Fiky dengan suara marahnya.

"Iya kau jahat, kau laki-laki jahat yang pernah aku kenal dan sekarang aku tidak ingin mengenalmu lagi." ucap Dara dengan marahnya yang tanpa sadar mengeluarkan air mata.

Dara begitu marah bukan tanpa alasan pada Fiky, selain kekecewaannya pada Fiky ketika mempermainkan dirinya. Mengapa selama ini Fiky tidak pernah mencarinya dan membiarkan Dara terus hidup seorang diri dan mengapa baru sekarang ketika Dara mulai lupa bayang-bayangnya tiba-tiba ia kembali datang.

Dara menangis membayangkan sikap Fiky yang begitu mudah datang dan pergi di kehidupannya mengapa ia begitu tega dengan Dara.

"Aku mencintaimu, Dara. Tolong beri aku kesempatan." Fiky terus memohon.

"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu masuk dalam kehidupanku lagi. Aku tidak ingin kau ada di kehidupanku ingat itu." Dara begitu terdengar sangat murka dengan Fiky.

Sedangkan Fiky yang merasa kesabarannya sudah habis kini mulai terlihat marah. Dara bisa memastikan hal itu dari kedua rahang Fiky yang mulai bergerak keras.

Fiky kini berdiri di depan Dara dengan melepas jas di ikuti satu persatu kancing hem yang ia kenakan. Tatapannya begitu dalam pada Dara, melihat tatapan Fiky padanya tubuh Dara begitu merasa ketakutan. Jangan sampai Fiky melakukan hal yang tidak di inginkan saat ini, perlahan Dara mundur menjauh dari Fiky.

Sudah terlihat tidak ada pakaian yang Fiky kenakan saat ini, Dara menggelengkan kepalanya ketakutan air matanya sudah mulai menetes karena tubuhnya sudah berada di pintu yang terkunci.

"Tidak, tidak, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Dara yang melihat langkah Fiky sudah semakin dekat padanya.

Fiky terus mendekat tanpa mau berbicara apa pun, satu, dua dan hitungan ketiga Fiky sudah berada tepat di hadapan Dara tanpa jarak sedikitpun yang menghalangi keduanya. Wajah Fiky sudah menempel tepat di kening Dara.

"Jangan, aku mohon jangan lakukan apa pun padaku." teriak Dara memohon.

"Apa katamu? aku orang jahatkan? akan ku buktikan ucapanmu kali ini aku memang orang jahat. Dan kau bilang tidak akan mengijinkanku masuk dalam kehidupanmu sekarang, aku yang akan memaksa masuk ke dalam kehidupanmu Dara." ucap Fiky begitu terdengar menakutkan di telinga Dara.

Tubuh Dara terasa begitu panas berkeringat seluruh kening mulusnya. Air mata yang entah sejak kapan sudah menetes tanpa hentinya. Ia terus menggelengkan kepalanya berharap Fiky akan menghentikan niat jahatnya pada Dara.

Dara tahu jelas Fiky bukan pria seperti itu, ia yakin Fiky tidak akan melakukan hal seburuk itu padanya. "Aku mohon maafkan aku telah membuatmu tersinggung. Tolong jangan lakukan ini padaku." ucap Dara terus tanpa hentinya.

1
Sunny Kwok
endingnya ga enakin nih nyesel bacanya ms jee nya meninggal sih
Sunny Kwok
Luar biasa
Ary N
w serong cowok dan pya 2 anak
dengerin novel ini aja bisa nangis anjai
sedih banget menusuk hati kepergian jee
ya ampunn
jee
plis bikin prart ke 3 jee
bikin sakit keritis dan sembuh kembali aja
gak rela jee meningal ya tuhan
Fii
hadeuhhh syanin
Fii
apa gpp hamil bsar naik pswat
i grils
kasih season 4 ny donk
•cell09•
.
Asih
itu kan si alfi nya dah mulai bekerja dikantornya dn si alfi menangani kasus ayah dr si putri cantiknya kn pasti ad kelanjutannya thor kok malh berhenti ceritanya menggantung ayo dong dilanjut thor ceritanya kn mash pngen thu kelanjutan ceritanya
mamah destya
trima kasih cerita up lgi
April Ayuogo
alfiiiiiiiiiiiyyy
novi silvia
kecewa banget..gak happy endiiinggg,,kasian alfy..kenapa ceritanya jee meninggal padahl udh dinyatakn sembuh..knp gk ad cerita jee melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang biar.sembuh total dan ttep bahagia sm alfy. episode panjang tapi akhir cerita mengecewakan.
lina 88
lanjut thor jng di gantung ceritany
Christian Langi
Anjing
Dwi Susilawati
ceritax sprti nyata dlm kehidupan bahwa kita manusia hnta bisa berencana smua tergantung di tangan Allah SWT,
N'Dön Jùañ Shakespeare
😭😭😭
Maya Astuti
Bagus mami2😊😊😊😊😊
Maya Astuti
Yah ampun mertua dan bapaknya tega banget ke anaknya mau dikasih Obat tidur 😄😄😄
Maya Astuti
😄😄😄😄😄
Maya Astuti
Jenis kelamin anak2nya apa thor
Maya Astuti
Dara si bukan dengar duku,ini malah marah2😡😡😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!