NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untukmu

Terlahir Kembali Untukmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Rebirth For Love / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami / Reinkarnasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Volis

Renan Morris pernah menghancurkan hidup Ayuna hingga gadis itu memilih mengakhiri hidupnya.

Ia sendiri tak luput dari kehancuran, sampai kematian menutup segalanya.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Renan terlahir kembali ke hari sebelum kesalahan fatal itu terjadi.

Ayuna masih hidup.
Dan sedang mengandung anaknya.

Demi menebus dosa masa lalu, Renan memilih menikahi Ayuna.

Tapi bagi Ayuna, akankah pernikahan itu menjadi rumah, atau justru luka yang sama terulang kembali?

Bisakah seorang pria menebus dosa yang membuat wanita yang mencintainya memilih mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Kehancuran Shaila

Setelah akhirnya menyadari bahwa dirinya benar-benar tidak punya peluang, Shaila menyerah sepenuhnya.

Ia pernah berpikir dengan usia muda dan wajah yang cukup menarik, menemukan pria kaya dan tampan seharusnya bukan hal sulit.

Nyatanya, pria seperti itu sangat langka.

Dan pria yang benar-benar luar biasa, mengapa justru jatuh cinta pada wanita seperti Ayuna?

Pada akhirnya, Shaila hanya bisa berputar di lingkaran yang sama, bergaul dengan pria-pria yang lebih tua di perusahaan, menukar senyum dan perhatian demi sedikit keuntungan.

Pukul enam pagi, dan apartemen kecil Shaila sudah diterangi oleh lampu meja rias yang benderang. Di depan cermin besar berbingkai emas imitasi itu, Shaila menatap pantulannya dengan ketelitian seorang kurator seni yang sedang memeriksa barang antik yang rapuh.

Ia tahu betul bahwa di kota sebesar ini, bagi wanita tanpa koneksi dan latar belakang keluarga yang mentereng, wajah adalah modal utama.

Ia tidak punya warisan, ia tidak punya gelar dari universitas luar negeri.

"Wajah yang cantik, sayangnya tak ada yang bisa menghargainya," ujarnya mengusapkan serum mahal ke pipinya, memijatnya dengan gerakan ke atas yang ritmis. Setiap sentuhan adalah investasi.

Sambil meratakan riasan, pikirannya melayang pada Ayuna. Nama itu selalu muncul seperti duri dalam daging.

"Wajah itu memang mampu memikat siapa saja," gerutunya.

Ayuna, yang tidak pernah tampak berusaha keras, namun mendapatkan segalanya, pria yang tulus, posisi yang aman, dan rasa hormat. Shaila mendengus pelan, menyebabkan butiran bedak beterbangan di udara.

​“Dunia ini tidak adil,” bisiknya pada bayangan di cermin. “Jika kau tidak dilahirkan sebagai protagonis seperti Ayuna, kau harus menulis skenariomu sendiri, seberapa pun kotornya tinta yang kau gunakan.”

Setelah bersiap selama satu jam lebih, Shaila berangkat ke perusahaan.

Saat ia baru saja tiba di perusahaan, ia merasakan ada yang tidak beres.

Tatapan rekan-rekannya terasa aneh.

Beberapa orang langsung mengalihkan pandangan.

Di ruang istirahat, kelompok yang biasanya bergosip mendadak bubar begitu ia masuk, topik pembicaraan mereka berubah secara canggung.

Bahkan tanpa bertanya, Shaila tahu mereka sedang membicarakannya.

Baru saja ia hendak menahan seseorang untuk bertanya, sebuah suara terdengar lebih dulu.

“Shaila, kudengar kamu wanita simpanan, ya?”

Wajahnya langsung berubah. “Apa maksudmu?” suaranya meninggi.

“Tenang saja, tidak perlu marah. Semua orang di kantor sudah tahu,” pria itu berkata santai namun penuh sindiran.

“Kamu punya lebih dari satu sugar daddy, kan? Salah satunya eksekutif senior di perusahaan kita.”

Ia mendengus kecil. “Pantas saja bonus proyek terakhir jatuh ke tanganmu. Ternyata jalurnya lewat tempat tidur.”

Tawa kecil terdengar dari beberapa meja.

“Harusnya bilang dari awal dong,” lanjut pria itu.

“Kalau kami tahu kamu punya koneksi lewat hubungan seperti itu, kami juga tidak akan capek-capek menyalahkanmu, kan, teman-teman?”

Darah Shaila mendidih. Ia berdiri mendadak dan membanting dokumen di tangannya ke meja.

“Kalian bicara omong kosong apa?! Aku bisa menuntut kalian atas pencemaran nama baik!”

“Pencemaran nama baik?” pria itu tertawa sinis.

“Buktinya sudah beredar di grup internal perusahaan. Kamu berani melakukannya, tapi tidak berani mengaku?”

Nada suaranya berubah tajam.

“Kami lembur mati-matian demi proyek itu, dan kamu tinggal menerima hasilnya. Wajar kalau orang curiga.”

Saat suasana memanas, seorang staf HR muncul di ujung ruangan. “Shaila, para pimpinan memintamu ke ruang rapat.”

Sejenak, kantor itu hening.

Lalu.

“Wah~”

“Serius?”

“Pantas.”

Bisikan, ejekan, dan tatapan penuh cemooh memenuhi ruangan.

Tak satu pun dari mereka berusaha menyembunyikan rasa puas mereka.

Dan untuk pertama kalinya, Shaila merasakan bagaimana rasanya menjadi bahan gunjingan. Bukan sebagai pihak yang diuntungkan, melainkan sebagai seseorang yang akan segera di adili.

Shaila baru saja melangkah masuk ke kantor ketika namanya dipanggil untuk menjelaskan.

Belum sempat ia memahami apa yang sedang terjadi, seorang wanita dengan sepatu hak tinggi bermotif macan tutul sudah menerobos masuk ke lantai kantor itu. Langkahnya cepat, suaranya keras, dan auranya penuh amarah.

Rekan-rekan kerja Shaila yang sejak tadi haus akan drama secara refleks mengarahkan wanita itu ke ruang konferensi.

Shaila bahkan belum sempat meninggalkan ruangan setelah menerima surat pemecatan, ketika tamparan keras mendarat di wajahnya.

Plak!

“Nyonya! Kenapa kamu tega menghancurkan keluarga orang di usia semuda ini?!” suara wanita itu melengking, penuh kebencian.

Ia tidak berhenti di satu tamparan.

Plak!

Plak!

Lalu tangannya mencengkeram rambut panjang Shaila dan menariknya ke belakang dengan kasar.

Hari ink, Shaila mengenakan kemeja putih yang sengaja dibeli satu ukuran lebih kecil, pas di badan, menonjolkan lekuk tubuhnya. Saat rambutnya ditarik, kancing atas kemeja itu terbuka, memperlihatkan bahu dan dalaman putihnya.

Terdengar desahan terkejut di sekeliling ruangan.

Beberapa pria tanpa sadar menatap terlalu lama.

“Ah—!” teriak Shaila, suaranya menggema di seluruh lantai.

Wanita itu sama sekali tidak berniat melepaskannya.

“Kamu berani mengirim pesan ke suamiku tengah malam, ya?” katanya dengan tawa dingin.

“Aku ingin lihat, seberapa putih kulitmu dan apa warna pakaian dalammu.”

“Jangan sembunyi!” bentaknya. “Biar semua orang lihat!”

Air mata mengalir di wajah Shaila. Suaranya gemetar saat berteriak, “Suamimu yang lebih dulu mendekatiku! Aku tidak melakukannya dengan sukarela! Kamu seharusnya mengendalikan suamimu!”

“Aku bisa mengendalikan suamiku sendiri!” wanita itu membalas tajam.

“Tapi kalau aku tidak membereskanmu sekarang, bagaimana kalau kamu kabur?”

Keributan itu semakin menjadi-jadi.

Beberapa menahan tawa, beberapa merekam diam-diam dengan ponsel. Tapi, tak ada yang berani melerai.

Manajer akhirnya maju dengan wajah tegang. “Aku sudah memanggil petugas keamanan! Lepaskan dia!”

Wanita itu menoleh tajam. “Apa? Kamu juga sponsornya?”

Saat itulah, seorang pria keluar dari kerumunan.

Begitu semua orang melihat wajahnya, ruangan mendadak riuh.

“Oh, ternyata dia.”

“Bukankah dia sudah cukup tua?”

“Serius? Dengan dia?”

Eksekutif senior yang selama ini dihormati, kini jadi bahan ejekan.

Pria botak itu tampak panik, wajahnya memerah. “Cukup! Kalian semua salah paham!”

Wanita itu melepaskan Shaila dan berbalik menatap pria botak itu dengan mata menyala.

“Salah paham?” suaranya bergetar, bukan karena ragu, melainkan amarah yang tertahan terlalu lama.

“Kamu masih berani bilang bukan dia? Atau jangan-jangan kamu punya lebih dari satu simpanan di perusahaan ini?”

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah pria itu.

Kali ini bukan impuls. Bukan ledakan sesaat.

“Aku sudah menahan diri cukup lama,” ucapnya dingin.

“Kamu mempermalukanku, menghancurkan rumah tangga kita, dan sekarang masih ingin berlindung di balik kata ‘salah paham’?”

Ia maju satu langkah. Tangannya terangkat lagi.

“Aku akan menghabisi semua kebohonganmu hari ini.”

Pukulan kembali mendarat. Tidak banyak, tapi cukup keras untuk membuat pria itu tersandung mundur, wajahnya pucat, matanya panik.

Keributan pecah.

Beberapa orang tertawa tertahan, sebagian lain merekam dengan ponsel, namun tak satu pun benar-benar berniat melerai. Rasa puas bercampur jijik memenuhi udara.

Manajer akhirnya maju dengan wajah tegang. “Aku sudah memanggil petugas keamanan! Hentikan ini!”

Wanita itu berhenti, napasnya memburu. Ia menatap pria di hadapannya dengan jijik sebelum berbalik pergi.

Saat itulah Shaila sadar, tidak ada lagi tempat baginya di ruangan ini.

Ia merapikan kemejanya yang kusut dengan tangan gemetar, mengambil tasnya tanpa menatap siapa pun, lalu berlari keluar.

Langkahnya tidak rapi. Tidak anggun.

Tidak seperti wanita yang tadi pagi masih menatap cermin dengan penuh keyakinan.

Begitu sampai di luar gedung, ia berhenti terengah-engah.

Pikirannya kosong.

Bagaimana semua ini bisa runtuh begitu cepat?

Ia merasa telah menyembunyikannya dengan rapi. Dengan cermat. Dengan sempurna.

Namun, ternyata kebohongan hanya menunggu satu retakan kecil untuk runtuh seluruhnya.

Shaila mengusap wajahnya yang basah oleh air mata.

“Apakah ini harga dari semua pilihanku?” bisiknya lirih.

“Ataukah sejak awal aku memang memilih jalan yang salah?”

Ia selalu mengira dirinya sedang memilih jalan tercepat menuju kehidupan yang lebih baik. Baru hari ini ia sadar, ia hanya memilih jalan menuju kehancuran.

1
Anonymous
Halah ... cowok kek gitu gak usah dikasih kesempatan
Volis: Temanya memang itu 😊
total 3 replies
Aku Fujo
maantaapppp
Volis
Maaf, ya. Author ternyata salah update bab. Bab Tidak Semua Orang Tulus itu seharusnya bab 12 🤗
NOname 💝
Demnnnn
gak ketebak sih ini, siapa yang mati tadi? 😭🤌🏻

Btw semangat ya Thor. mampir juga yuk di karya aku PENYANGKALAN. Siapa tau suka dengan sisipan kata-kata sangsekerta
Adel
bentar... ini dia mati beneran? Trus idup lagi? Gimana? Moga next chap ngejawab🙌
Adel
hm, ini si Renan tanggung jawab nggak lo👊
Adel
hm, mungkin dia mati suri
Indah MB
semoga keluarga renan baik dan kocak🤭
Indah MB
Renan jgn mengulangi kesalahan yg sama lagi ya
Indah MB
pantas di maafin g ya thor? soalnya belum tau 2 tahun lalu itu cerita mereka bagaimana..
Indah MB
syuka banget klo yg terlahir kembali gini hehehe ... 💪 thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!