NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Tes Kehamilan

Satu bulan telah berlalu sejak kejadian penculikan berdarah di pulau pribadi Miami.

Don Roberto Moretti dan 15 anak buahnya sekarang sudah mendekam di penjara FBI dengan hukuman 30 tahun penjara. Keluarga Moretti bangkrut total, semua asetnya disita. Isabella Moretti yang dulu cantik dan sombong itu sekarang hidup miskin di desa terpencil di Italia tanpa uang sepeser pun, tidak ada yang peduli lagi padanya.

Mansion De Luca di New York kini kembali damai dan penuh dengan cinta. Tidak ada lagi musuh, tidak ada lagi pistol, tidak ada lagi darah. Hanya ada sepasang suami istri baru yang sedang dimabuk cinta.

Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia yang terkenal dingin dan kejam, sekarang berubah 180 derajat menjadi suami paling bucin di seluruh New York.

Setiap pagi, Lorenzo bangun jam 5 pagi bukan untuk rapat mafia, tapi untuk membuatkan sarapan untuk Elena. Setiap malam, Lorenzo pulang jam 7 malam tepat, tidak pernah telat, karena Elena menunggu di rumah.

Elena Rossi, yang dulu hanya seorang pembantu tawanan berambut pirang yang miskin, sekarang resmi menjadi Nyonya De Luca yang paling cantik dan paling disayang di kalangan sosialita New York. Semua istri bos Mafia iri melihat Elena dimanjakan Lorenzo.

Tapi pagi ini, ada sesuatu yang aneh terjadi di mansion mewah itu.

Jam 7 pagi, di meja makan besar yang panjangnya 10 meter dengan hiasan bunga mawar putih segar, Elena duduk dengan wajah pucat.

Di depannya ada sarapan mewah yang dibuat khusus oleh koki bintang 5: steak wagyu, telur benedict, jus jeruk segar, dan croissant hangat.

Biasanya Elena akan makan dengan lahap, tapi pagi ini Elena hanya menatap makanan itu dengan wajah mual.

Lorenzo yang duduk di seberang Elena dengan jas hitam rapi siap berangkat ke kantor mafia, melihat istrinya aneh.

"Elena, kenapa kamu tidak makan? Apakah masakannya tidak enak? Saya pecat kokinya sekarang juga kalau tidak enak!" kata Lorenzo dengan nada khawatir. Tato naga di lehernya terlihat menegang karena cemas.

Elena menggeleng dengan lemas. "Tidak, Lorenzo... bukan kokinya yang salah... tapi saya... saya mual sekali... dari tadi pagi saya mau muntah terus..."

Lorenzo langsung berdiri dari kursinya dan berjalan cepat mendekati Elena. Dia memegang kening Elena dengan tangannya yang besar.

"Kamu demam? Kening kamu tidak panas. Apakah kamu keracunan lagi seperti gaun pengantin beracun itu? Thomas! Panggil dokter sekarang juga! Panggil 10 dokter terbaik di New York!" teriak Lorenzo dengan panik.

Thomas yang sedang berdiri di sudut ruangan langsung berlari memanggil dokter.

Elena memegang tangan Lorenzo. "Tidak usah panggil dokter, Lorenzo... saya cuma mual biasa... mungkin masuk angin..."

Tapi baru saja Elena selesai bicara, rasa mual itu datang lagi dengan sangat kuat.

"Uekh!"

Elena langsung berlari ke kamar mandi mewah di sebelah ruang makan dan muntah di wastafel.

"Uekh! Uekh!"

Lorenzo panik setengah mati. Dia mengikuti Elena ke kamar mandi dan memegangi rambut pirang panjang Elena supaya tidak kena muntah. Wajah gantengnya yang biasanya dingin sekarang pucat karena takut istrinya sakit parah.

"Elena! Istriku! Kamu kenapa? Jangan mati! Jangan tinggalkan saya!" kata Lorenzo dengan suara gemetar.

Setelah selesai muntah, Elena berkumur dan wajahnya semakin pucat.

"Lorenzo, saya tidak tahu... sudah 3 hari ini saya begini... tiap pagi mual dan muntah... terus saya jadi benci bau steak yang biasanya saya suka... saya jadi pengen makan yang asem-asem..."

Bi Inem, pelayan tua dari Indonesia yang sudah seperti ibu bagi Elena, yang sedang mengepel di dekat situ mendengar percakapan itu. Bi Inem langsung tersenyum lebar.

"Nona Elena... Tuan Muda... maaf Bi Inem lancang... tapi... ciri-ciri Nona Elena itu seperti orang hamil muda, Tuan!" kata Bi Inem dengan senyum penuh haru.

Mendengar kata HAMIL, Lorenzo dan Elena langsung terdiam dan saling menatap.

"Hamil?" kata Lorenzo dan Elena bersamaan.

Lorenzo yang biasanya cerdas dan dingin dalam bisnis mafia triliunan dollar, sekarang mendadak jadi bodoh dan gagap.

"H-hamil? Elena hamil? Saya akan jadi Papa? Benarkah, Bi?" tanya Lorenzo dengan suara bergetar hebat.

Bi Inem mengangguk dengan yakin. "Iya Tuan! Bi Inem dulu waktu hamil anak Bi Inem juga begitu! Mual pagi, benci bau daging, pengen yang asem! Nona Elena sudah terlambat datang bulan belum?"

Elena menghitung dengan jarinya. Wajahnya langsung merah padam karena malu.

"Saya... saya sudah telat 2 minggu, Bi... saya kira karena capek bulan madu kemarin..."

Mendengar itu, Lorenzo langsung menggendong Elena dengan bridal style seperti biasa dan berlari keluar dari ruang makan menuju mobil.

"Thomas! Siapkan mobil! Kita ke rumah sakit sekarang juga! Panggil dokter kandungan terbaik! Saya mau cek istri saya! Saya mau tahu apakah saya akan jadi Papa!" teriak Lorenzo dengan wajah super bahagia yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya.

Di dalam mobil Rolls Royce hitam yang melaju kencang ke rumah sakit swasta termewah di New York, Elena duduk di pangkuan Lorenzo karena Lorenzo tidak mau melepaskan Elena sedetik pun.

"Lorenzo, pelan-pelan... saya malu dilihat sopir..." kata Elena dengan manja.

"Tidak peduli! Kamu adalah istri saya! Saya mau peluk kamu terus! Kalau kamu benar-benar hamil, saya akan jadi Papa paling bahagia di dunia!" kata Lorenzo sambil menciumi kening Elena berkali-kali.

Sampai di rumah sakit, Lorenzo tidak mau antri. Dia langsung masuk ke ruang VIP dan meminta dokter kandungan wanita terbaik.

Dokter bernama Dr. Emily, dokter bule cantik berumur 40 tahun, memeriksa Elena dengan USG.

Lorenzo memegang tangan Elena dengan sangat erat di samping tempat tidur USG. Tangannya berkeringat karena gugup. Tuan Muda Mafia yang tidak pernah takut ditodong 10 pistol, sekarang takut melihat hasil USG.

Dr. Emily mengoleskan gel dingin di perut Elena yang masih rata dan menempelkan alat USG.

Di layar USG hitam putih itu, terlihat dua titik kecil berkedip-kedip.

Dr. Emily tersenyum lebar. "Selamat, Tuan dan Nyonya De Luca! Nyonya Elena positif hamil! Dan bukan satu, tapi... kembar! Selamat, kalian akan punya bayi kembar!"

Mendengar kata KEMBAR, Lorenzo langsung membeku. Matanya membelalak. Mulutnya terbuka.

"Kembar? Dua bayi? Dua?" tanya Lorenzo dengan suara pelan.

Dr. Emily mengangguk. "Ya, Tuan. Dua kantung janin. Kembar tidak identik. Satu laki-laki, satu perempuan. Selamat, Tuan De Luca, Anda akan jadi Papa si kembar!"

Elena menangis bahagia. Air mata mengalir di pipinya yang cantik. "Lorenzo... kita punya bayi kembar... saya hamil... saya akan jadi Mama..."

Lorenzo yang membeku tadi akhirnya sadar. Dia langsung memeluk Elena dengan sangat erat dan mencium bibir Elena di depan dokter.

"Elena! Kita punya anak kembar! Saya akan jadi Papa! Saya akan jadi Papa!" teriak Lorenzo seperti anak kecil yang dapat mainan baru. Semua orang di rumah sakit melihat ke arah mereka.

Dokter Emily tertawa melihat kelakuan Tuan Muda Mafia yang bucin itu.

"Tuan De Luca, tolong pelan-pelan, Nyonya masih hamil muda, jangan dipeluk terlalu keras," kata Dr. Emily.

Lorenzo langsung melepaskan pelukannya dan mengelus perut Elena yang masih rata dengan sangat lembut, seolah perut itu adalah barang paling berharga di dunia.

"Halo anak-anak Papa... ini Papa... Papa Lorenzo... kalian di dalam perut Mama yang cantik ya... jangan nakal ya... nanti kalau lahir Papa belikan pulau..." bisik Lorenzo ke perut Elena.

Elena tertawa terharu melihat suaminya yang dingin itu bicara dengan perutnya.

Malam harinya, di mansion De Luca, Lorenzo mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kehamilan Elena. Hanya ada Thomas, Bi Inem, dan 10 penjaga setia.

Lorenzo berdiri di tengah ruangan dengan gelas jus jeruk (dia tidak minum alkohol demi anak-anaknya) dan mengumumkan dengan bangga.

"Mulai hari ini, Elena Rossi De Luca resmi hamil anak kembar saya! Leon dan Luna De Luca! Mulai besok, tidak ada yang boleh membuat Nyonya De Luca capek! Tidak boleh ada yang membuat dia mual! Dan saya mau semua makanan asem di New York dibeli dan taruh di dapur! Karena istri saya ngidam!" umum Lorenzo dengan lantang.

Semua orang bertepuk tangan.

Elena yang duduk di sofa dengan perut yang masih rata, tiba-tiba merasa mual lagi.

"Uekh! Lorenzo! Saya mual lagi! Saya pengen mangga muda sama rujak Bi Inem!" kata Elena dengan manja.

Lorenzo langsung panik lagi. "Thomas! Beli semua mangga muda di New York! Sekarang juga! Cepat! Istri saya ngidam!"

Thomas berlari keluar dengan 5 penjaga untuk mencari mangga muda jam 9 malam di New York.

Di sofa, Lorenzo memeluk Elena dan mengelus perutnya.

"Terima kasih, Elena... terima kasih sudah kasih saya keluarga... dulu saya pikir saya akan jadi Mafia seumur hidup tanpa cinta... tapi kamu datang dengan roti becek itu dan kasih saya segalanya... sekarang kamu kasih saya anak kembar..." bisik Lorenzo dengan mata berkaca-kaca.

Elena mencium pipi Lorenzo yang bertato naga.

"Saya juga terima kasih, Lorenzo... karena sudah jadi naga pelindung saya... dan sekarang jadi naga pelindung Leon dan Luna juga..."

Malam itu, untuk pertama kalinya, Lorenzo tidur dengan tangannya mengelus perut Elena semalaman, menjaga bayi kembarnya.

Tapi di tempat lain, di sebuah rumah kumuh di desa Italia, Isabella Moretti melihat berita di TV tentang kehamilan Elena.

"Elena hamil kembar? Tidak! Seharusnya itu saya yang hamil anak Lorenzo! Saya tidak akan biarkan bayi-bayi itu lahir!" kata Isabella dengan wajah penuh dendam dan membanting TV.

Bahaya baru untuk bayi kembar De Luca akan segera datang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!