NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:127.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Tiga jam berlalu dengan sangat lambat. Di ruang operasi, lampu merah indikator masih menyala terang, seolah menguji batas takdir seorang Kinara. Haura, yang mengalami trauma psikis hebat akibat menyaksikan penyiksaan dan penembakan, telah dibawa pulang oleh keluarganya untuk beristirahat di bawah pengawasan ketat.

​Di sisi lain, di ruang ICU yang dingin dan berbau obat-obatan, Zergan akhirnya mengerang perlahan. Kelopak matanya yang berat terbuka, disambut oleh cahaya lampu ruangan yang menyilaukan. Di samping ranjangnya, Oma Gayatri terduduk dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua. Matanya sembap, tangannya menggenggam tangan cucunya dengan erat.

​"Zergan... akhirnya kamu sadar, Nak," ucap Oma Gayatri dengan suara bergetar penuh syukur. "Kamu membuat Oma hampir mati ketakutan."

​Namun, Zergan tidak merespons ucapan sang Oma. Pikirannya tidak berada di sana. Memori tentang tiga peluru yang menembus punggung Kinara menghantamnya seperti palu godam. Ingatan tentang kehidupan masa lalu tentang bagaimana ia menyia-nyiakan Kinara dulu kini membakar habis kewarasannya.

​Zergan menarik tangannya kasar dari genggaman Oma, lalu mencoba duduk dengan paksa meski rasa nyeri di bahu dan kepalanya menusuk hebat. Ia mencabut infus di punggung tangannya tanpa ragu hingga darah mulai menetes.

​"Zergan! Apa yang kamu lakukan?!" seru Oma Gayatri panik.

​Zergan mengabaikan segalanya. Ia menatap Oma dengan sorot mata yang kosong, penuh keputusasaan yang gila. "Di mana Kinara, Oma? Di mana dia?!"

​"Zergan, tenanglah—"

​"DI MANA KINARA?!" Zergan berteriak histeris, suaranya parau dan bergetar hebat. Ia tampak seperti orang gila yang frustrasi, kehilangan kendali atas dirinya sendiri. "Katakan padaku! Apakah dia masih hidup? Jawab aku!"

​Seorang perawat yang mendengar keributan itu segera masuk ke ruang ICU. Melihat kondisi Zergan yang agresif, perawat itu mencoba menenangkannya. "Tuan, tolong tenang, luka Anda masih—"

​Zergan mencengkeram lengan perawat itu kuat-kuat, matanya memerah penuh air mata. "Di mana ruang operasi?! Katakan sekarang!"

​"P-pasien bernama Kinara berada di ruang operasi lantai tiga, Tuan," jawab perawat itu ketakutan.

​Tanpa membuang satu detik pun, Zergan melompat turun dari ranjang. Tubuhnya limbung, kepalanya berdenyut hebat hingga pandangannya menghitam, namun ia memaksa kakinya untuk berlari. Ia tidak memedulikan baju rumah sakitnya yang tersingkap atau luka bahunya yang kembali terbuka hingga darah mengalir membasahi kain.

​Ia berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan napas yang memburu. Sepanjang jalan, orang-orang menatapnya dengan heran, namun Zergan tidak peduli. Dunianya hanya berpusat pada satu titik: pintu ruang operasi di lantai tiga.

​Begitu sampai di depan ruang operasi, Zergan menabrak pintu ganda itu dengan bahunya. Ia terengah-engah, tubuhnya gemetar hebat. Ia menatap lampu indikator merah yang masih menyala dengan tatapan penuh permohonan. Ia tersungkur tepat di depan pintu tersebut, tidak mampu lagi berdiri karena kelelahan dan rasa sakit yang luar biasa, namun matanya tetap menatap lurus ke pintu operasi itu seolah bisa menembusnya.

​"Nara... jangan tinggalkan aku lagi..." bisiknya di sela isak tangis yang tertahan, memohon pada semesta agar memberikan kesempatan kedua untuk pria yang dulu begitu angkuh, namun kini hancur karena penyesalan yang terlambat.

Setelah penantian panjang yang terasa seperti neraka, lampu indikator merah di atas pintu ruang operasi akhirnya padam. Pintu ganda itu terbuka, menampilkan sosok dokter bedah utama yang melangkah keluar dengan raut wajah yang teramat lelah, menyiratkan beratnya perjuangan di dalam sana.

​Zergan, yang sejak tadi duduk bersandar pada dinding koridor dengan kondisi mengenaskan, langsung memaksakan dirinya untuk bangkit berdiri. Ia mencengkeram lengan jas dokter itu dengan cengkeraman yang bergetar hebat.

​"Dokter... bagaimana? Bagaimana keadaannya?!" tanya Zergan dengan suara parau, nyaris habis.

​Dokter itu mengembuskan napas panjang, menatap Zergan dengan pandangan prihatin. "Tiga peluru berhasil kami angkat, Tuan. Namun, salah satunya sempat mengenai bagian bawah paru-paru dan menyebabkan pendarahan dalam yang sangat hebat. Nona Kinara berhasil melewati masa kritisnya, tetapi... saat ini kondisinya koma. Tubuhnya mengalami syok terlalu berat, dan kami tidak bisa memastikan kapan beliau akan terbangun. Semua sekarang tergantung pada kekuatan dan keinginan pasien untuk bertahan hidup."

​Mendengar kata 'koma', dunia Zergan seketika runtuh seada-adanya. Lututnya lemas, namun ia memaksakan diri untuk mengikuti brankar Kinara yang mulai dipindahkan ke ruang perawatan intensif khusus.

​Di dalam ruangan yang sunyi, hanya ada suara konstan dari mesin bedside monitor yang menghitung detak jantung lemah Kinara. Berbagai selang medis dan masker oksigen terpasang di tubuh mungil gadis itu. Wajah cantik Kinara tampak begitu pucat pasi, sekilas terlihat sangat rapuh bagai porselen yang siap pecah kapan saja.

​Zergan melangkah mendekat dengan tubuh yang gemetar. Ia menyeret sebuah kursi ke samping ranjang, lalu mendudukkan dirinya. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, seolah takut akan menyakiti gadis itu lagi, Zergan meraih jemari tangan Kinara. Ia menggenggam tangan dingin yang lecet-lecet itu dengan kedua telapak tangannya.

​Begitu kulit mereka bersentuhan, pertahanan Zergan runtuh sepenuhnya. Air mata yang sejak tadi ia tahan langsung tumpah tanpa bisa dibendung lagi. Pria yang biasanya selalu berdiri angkuh dan dingin itu kini menangis histeris, tersedu-sedu di dalam kesunyian kamar perawatan. Bahunya naik-turun hebat akibat isakan yang teramat parah.

​Zergan mendekatkan wajahnya, menunduk dalam hingga keningnya menyentuh punggung tangan Kinara yang dingin. Ia membiarkan air matanya membasahi kulit gadis itu.

​"Nara... bangun, aku mohon bangun..." ratap Zergan dengan suara yang tersendat oleh tangisan. "Aku sudah ingat semuanya, Nara. Aku ingat kehidupan kita yang dulu... Aku ingat betapa brengseknya aku sebagai suamimu."

​Zergan mengangkat kepalanya sedikit, menatap wajah damai Kinara yang memejamkan mata melalui sekat air mata yang mengaburkan pandangannya. Curahan hati yang selama dua kehidupan terpendam akhirnya meledak keluar dari bibirnya yang bergetar.

​"Maafkan aku, Nara... Maaf karena egoku yang terlampau tinggi, kamu harus kembali terluka sebegini parahnya di kehidupan ini. Di masa lalu aku menyia-nyiakan ketulusanmu, aku mengabaikan semua masakanmu, aku mengabaikan cintamu sampai kamu pergi dalam kondisi tragis. Dan sekarang... saat kamu kembali ke dunia ini hanya untuk melindungiku, aku justru menatapmu penuh kecurigaan. Aku mencacimu, aku mengancammu di parkiran kampus, aku menuduhmu punya niat buruk... padahal kamu berdarah-darah di atas lantai gudang itu hanya demi menyelamatkan nyawaku!"

​Isakan Zergan kian mengeras, suaranya terdengar begitu memilukan memenuhi ruangan. Ia membawa telapak tangan Kinara ke pipinya yang basah, mendekapkan wajahnya erat-erat di sana.

​"Tiga peluru, Nara... Tiga peluru menembus punggungmu karena kamu menjadikanku tameng hidupmu. Kenapa kamu sebodoh ini? Kenapa kamu harus menyelamatkan pria berengsek seperti aku?! Seharusnya aku yang berada di posisimu sekarang! Aku yang pantas menerima hukuman ini atas semua dosaku padamu di masa lalu!"

​Zergan memejamkan matanya rapat-rapat, dadanya bergemuruh dihantam rasa penyesalan yang teramat terlambat dan menyiksa jiwanya.

​"Aku mohon, Nara... jangan hukum aku dengan cara seperti ini. Buka matamu. Marahi aku, tampar aku, atau benci aku seumur hidupmu, aku tidak peduli. Tapi tolong... jangan tinggalkan aku dalam kondisi seperti ini lagi. Berikan aku kesempatan untuk menebus semuanya, Nara. Aku mohon, bertahanlah untukku..." bisik Zergan lirih di sela tangis histerisnya, terus menggenggam erat tangan Kinara seolah-olah genggaman itu adalah satu-satunya tali yang menahan gadis itu agar tidak pergi selamanya dari pelukannya.

1
Noey Aprilia
Hhhmmm....
nara pst msih pnya rncna yg lain...ga mngkn lh dia bkin mreka dduk tenang...
Allfa Rizky
hati-hati Kinara jangan terlalu larut dalam dendam
Chai Tsari
bete klo sakit.
g bs ngapa ngapain😄
lagian..nyampur bgt sih🤭
Chai Tsari
g cek background kyk org kaya kebanyakan.. minimal sewa detektif kek ato deterjen onlen bs bt jd cctv gratis
Chai Tsari
ikut campur bgt🤭
Noey Aprilia
Nara ga s'baik hti kaleee....
msa yg lain d rujak,dia engga....ga adil donggg...jd tnggu gliran y sella....😛😛😛
Noveni Lawasti Munte
Masi sempat2nya mengancam...dasar oon😤😤
Uthie
segera aja tuhhh kuliti si Sella 😡
Noey Aprilia
Iyuuuhhhh.....jijayyyy.....
ank sm emaknya sma2 ga waras....😫😫😫
MamDeyh
Jadi gk natural ceritanya kak.. Mnrtku ckp aja Kinara menjauh dr Zergan dan pny kehidupan sendiri
MamDeyh
😭 Kinara
Uthie
Lanjutkan Nara 👍👍😏
Uthie
kalau bisa saling terbuka, selesai permasalahan diantara mereka 😁👍
Noveni Lawasti Munte
nah gini dong Thor naranya aman dan logis
Dilla Fadilla
lanjut thor yg bnyk
Allfa Rizky
yang satu terbelenggu trauma masa lalu yang satunya lagi terbelenggu penyesalan masa lalu,, ngobrol dari hati ke hati biar nyambung dan gak negatif thinking satu sama lain
Noey Aprilia
Cari aja....smp lebaran kuda jg ga bkln ktmu....😛😛😛....
Zergan udh ktmu pawangnya dogggg.....
Noveni Lawasti Munte
agak kecele dengan episode ini Thor 🙄 di kehidupan Lalu kan ga da kehangatan di antara mereka masa Kinara terbuai dengan sentuhan zergan yg meemburu akibat obat perangsang ahhh Thor ko gini siehhhhh😥
Pa Muhsid
huh TERLAMBAT orang udah belah duren kok
Allfa Rizky
rencana busuk Haura dan Arsen Gatot ya... kasihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!