NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Tiga jam berlalu dengan sangat lambat. Di ruang operasi, lampu merah indikator masih menyala terang, seolah menguji batas takdir seorang Kinara. Haura, yang mengalami trauma psikis hebat akibat menyaksikan penyiksaan dan penembakan, telah dibawa pulang oleh keluarganya untuk beristirahat di bawah pengawasan ketat.

​Di sisi lain, di ruang ICU yang dingin dan berbau obat-obatan, Zergan akhirnya mengerang perlahan. Kelopak matanya yang berat terbuka, disambut oleh cahaya lampu ruangan yang menyilaukan. Di samping ranjangnya, Oma Gayatri terduduk dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua. Matanya sembap, tangannya menggenggam tangan cucunya dengan erat.

​"Zergan... akhirnya kamu sadar, Nak," ucap Oma Gayatri dengan suara bergetar penuh syukur. "Kamu membuat Oma hampir mati ketakutan."

​Namun, Zergan tidak merespons ucapan sang Oma. Pikirannya tidak berada di sana. Memori tentang tiga peluru yang menembus punggung Kinara menghantamnya seperti palu godam. Ingatan tentang kehidupan masa lalu tentang bagaimana ia menyia-nyiakan Kinara dulu kini membakar habis kewarasannya.

​Zergan menarik tangannya kasar dari genggaman Oma, lalu mencoba duduk dengan paksa meski rasa nyeri di bahu dan kepalanya menusuk hebat. Ia mencabut infus di punggung tangannya tanpa ragu hingga darah mulai menetes.

​"Zergan! Apa yang kamu lakukan?!" seru Oma Gayatri panik.

​Zergan mengabaikan segalanya. Ia menatap Oma dengan sorot mata yang kosong, penuh keputusasaan yang gila. "Di mana Kinara, Oma? Di mana dia?!"

​"Zergan, tenanglah—"

​"DI MANA KINARA?!" Zergan berteriak histeris, suaranya parau dan bergetar hebat. Ia tampak seperti orang gila yang frustrasi, kehilangan kendali atas dirinya sendiri. "Katakan padaku! Apakah dia masih hidup? Jawab aku!"

​Seorang perawat yang mendengar keributan itu segera masuk ke ruang ICU. Melihat kondisi Zergan yang agresif, perawat itu mencoba menenangkannya. "Tuan, tolong tenang, luka Anda masih—"

​Zergan mencengkeram lengan perawat itu kuat-kuat, matanya memerah penuh air mata. "Di mana ruang operasi?! Katakan sekarang!"

​"P-pasien bernama Kinara berada di ruang operasi lantai tiga, Tuan," jawab perawat itu ketakutan.

​Tanpa membuang satu detik pun, Zergan melompat turun dari ranjang. Tubuhnya limbung, kepalanya berdenyut hebat hingga pandangannya menghitam, namun ia memaksa kakinya untuk berlari. Ia tidak memedulikan baju rumah sakitnya yang tersingkap atau luka bahunya yang kembali terbuka hingga darah mengalir membasahi kain.

​Ia berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan napas yang memburu. Sepanjang jalan, orang-orang menatapnya dengan heran, namun Zergan tidak peduli. Dunianya hanya berpusat pada satu titik: pintu ruang operasi di lantai tiga.

​Begitu sampai di depan ruang operasi, Zergan menabrak pintu ganda itu dengan bahunya. Ia terengah-engah, tubuhnya gemetar hebat. Ia menatap lampu indikator merah yang masih menyala dengan tatapan penuh permohonan. Ia tersungkur tepat di depan pintu tersebut, tidak mampu lagi berdiri karena kelelahan dan rasa sakit yang luar biasa, namun matanya tetap menatap lurus ke pintu operasi itu seolah bisa menembusnya.

​"Nara... jangan tinggalkan aku lagi..." bisiknya di sela isak tangis yang tertahan, memohon pada semesta agar memberikan kesempatan kedua untuk pria yang dulu begitu angkuh, namun kini hancur karena penyesalan yang terlambat.

Setelah penantian panjang yang terasa seperti neraka, lampu indikator merah di atas pintu ruang operasi akhirnya padam. Pintu ganda itu terbuka, menampilkan sosok dokter bedah utama yang melangkah keluar dengan raut wajah yang teramat lelah, menyiratkan beratnya perjuangan di dalam sana.

​Zergan, yang sejak tadi duduk bersandar pada dinding koridor dengan kondisi mengenaskan, langsung memaksakan dirinya untuk bangkit berdiri. Ia mencengkeram lengan jas dokter itu dengan cengkeraman yang bergetar hebat.

​"Dokter... bagaimana? Bagaimana keadaannya?!" tanya Zergan dengan suara parau, nyaris habis.

​Dokter itu mengembuskan napas panjang, menatap Zergan dengan pandangan prihatin. "Tiga peluru berhasil kami angkat, Tuan. Namun, salah satunya sempat mengenai bagian bawah paru-paru dan menyebabkan pendarahan dalam yang sangat hebat. Nona Kinara berhasil melewati masa kritisnya, tetapi... saat ini kondisinya koma. Tubuhnya mengalami syok terlalu berat, dan kami tidak bisa memastikan kapan beliau akan terbangun. Semua sekarang tergantung pada kekuatan dan keinginan pasien untuk bertahan hidup."

​Mendengar kata 'koma', dunia Zergan seketika runtuh seada-adanya. Lututnya lemas, namun ia memaksakan diri untuk mengikuti brankar Kinara yang mulai dipindahkan ke ruang perawatan intensif khusus.

​Di dalam ruangan yang sunyi, hanya ada suara konstan dari mesin bedside monitor yang menghitung detak jantung lemah Kinara. Berbagai selang medis dan masker oksigen terpasang di tubuh mungil gadis itu. Wajah cantik Kinara tampak begitu pucat pasi, sekilas terlihat sangat rapuh bagai porselen yang siap pecah kapan saja.

​Zergan melangkah mendekat dengan tubuh yang gemetar. Ia menyeret sebuah kursi ke samping ranjang, lalu mendudukkan dirinya. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, seolah takut akan menyakiti gadis itu lagi, Zergan meraih jemari tangan Kinara. Ia menggenggam tangan dingin yang lecet-lecet itu dengan kedua telapak tangannya.

​Begitu kulit mereka bersentuhan, pertahanan Zergan runtuh sepenuhnya. Air mata yang sejak tadi ia tahan langsung tumpah tanpa bisa dibendung lagi. Pria yang biasanya selalu berdiri angkuh dan dingin itu kini menangis histeris, tersedu-sedu di dalam kesunyian kamar perawatan. Bahunya naik-turun hebat akibat isakan yang teramat parah.

​Zergan mendekatkan wajahnya, menunduk dalam hingga keningnya menyentuh punggung tangan Kinara yang dingin. Ia membiarkan air matanya membasahi kulit gadis itu.

​"Nara... bangun, aku mohon bangun..." ratap Zergan dengan suara yang tersendat oleh tangisan. "Aku sudah ingat semuanya, Nara. Aku ingat kehidupan kita yang dulu... Aku ingat betapa brengseknya aku sebagai suamimu."

​Zergan mengangkat kepalanya sedikit, menatap wajah damai Kinara yang memejamkan mata melalui sekat air mata yang mengaburkan pandangannya. Curahan hati yang selama dua kehidupan terpendam akhirnya meledak keluar dari bibirnya yang bergetar.

​"Maafkan aku, Nara... Maaf karena egoku yang terlampau tinggi, kamu harus kembali terluka sebegini parahnya di kehidupan ini. Di masa lalu aku menyia-nyiakan ketulusanmu, aku mengabaikan semua masakanmu, aku mengabaikan cintamu sampai kamu pergi dalam kondisi tragis. Dan sekarang... saat kamu kembali ke dunia ini hanya untuk melindungiku, aku justru menatapmu penuh kecurigaan. Aku mencacimu, aku mengancammu di parkiran kampus, aku menuduhmu punya niat buruk... padahal kamu berdarah-darah di atas lantai gudang itu hanya demi menyelamatkan nyawaku!"

​Isakan Zergan kian mengeras, suaranya terdengar begitu memilukan memenuhi ruangan. Ia membawa telapak tangan Kinara ke pipinya yang basah, mendekapkan wajahnya erat-erat di sana.

​"Tiga peluru, Nara... Tiga peluru menembus punggungmu karena kamu menjadikanku tameng hidupmu. Kenapa kamu sebodoh ini? Kenapa kamu harus menyelamatkan pria berengsek seperti aku?! Seharusnya aku yang berada di posisimu sekarang! Aku yang pantas menerima hukuman ini atas semua dosaku padamu di masa lalu!"

​Zergan memejamkan matanya rapat-rapat, dadanya bergemuruh dihantam rasa penyesalan yang teramat terlambat dan menyiksa jiwanya.

​"Aku mohon, Nara... jangan hukum aku dengan cara seperti ini. Buka matamu. Marahi aku, tampar aku, atau benci aku seumur hidupmu, aku tidak peduli. Tapi tolong... jangan tinggalkan aku dalam kondisi seperti ini lagi. Berikan aku kesempatan untuk menebus semuanya, Nara. Aku mohon, bertahanlah untukku..." bisik Zergan lirih di sela tangis histerisnya, terus menggenggam erat tangan Kinara seolah-olah genggaman itu adalah satu-satunya tali yang menahan gadis itu agar tidak pergi selamanya dari pelukannya.

1
Nyagus Gunawan
𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙤𝙢𝙖 𝙚𝙜𝙤𝙞𝙨...𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙩𝙙𝙠 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙜 𝙠𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣... 6 𝙩𝙖𝙪𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙠 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥... 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙚𝙣𝙩𝙚𝙣𝙜'𝙮 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙠𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙠𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞.. 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙚𝙜𝙤𝙞𝙨...𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣'𝙮 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙨𝙖𝙡 𝙩𝙥 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙠𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖..
mety
mana anak buahmu zergaaannn ????
Sfarlett Alexana
Baru nemu ceritanya, kayaknya seru😍
Tira Aneri
suuukaaa
Suhana Sulaiman
back to the future thor.. masa depan... bukan masa lalu😂😂😂😂😂
Suhana Sulaiman
halah.. otak cinta semuanya.... mati aja manatau idup lagi.... dan lagi sampai otaknya benar
Suhana Sulaiman
urus hal sendiri ajalah... x kan oma gayatri yg tersohor x ada mata2.. x tahu cucu lainnya main belakang... ishh hanya omong2 kosong... kaya tapi ompong
Suhana Sulaiman
cukupla sampai sini keterlibatan kinara dakam hidup zergan.... ku rasa haura dn arsen ada motif tersembunyi... apa yg berlaku selepas ini biar berjalan sendiri
Nyagus Gunawan
𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖'𝙮 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙏𝙝𝙤𝙧...𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙩𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣... 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠𝙞 𝙡𝙜 𝙮𝙖
King Ruo
bukan nya Sherly ya,,,?? kok jadi kesyah
mety
masa mati again dirimu Kinara
Sulati Cus
👍🏻
mety
sabare sampe 6 tahun...kalo aku 6 bulan dah kabur mba 😂😂😂
Emily
klo sakit hati seharusnya pergi sejauh mungkin..ini kokmalah berkorban buat pria yg menyakitinya ..di luar nurul
Hairani Siregar
Bodoh kok di pelihara, 6 Thn yg sia2 berharap mendapat cinta dri pria dingin. Bahagiakan diri sendiri, ngapain nyiksa perasaan....
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Erna Masliana
ngepung 2 orang doang pake bawa semua pengawal..cemen
Erna Masliana
sebenarnya gak sama kamu pun kehidupan kedua Kinara udah kuat.. hebat..kaya
Ari Sawitri
sdh tdk kuliah ya? atau memang waktu sdh berlalu sekian th? 😁😅
ayu cantik
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!