NovelToon NovelToon
Dia Pemegang Kendali Hidupku

Dia Pemegang Kendali Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem
Popularitas:762
Nilai: 5
Nama Author: MegaHerdian

Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kata kata Layla yang tegas dan menantang itu terdengar berdesing hebat di telinga Teo. Teo cukup geram mendengar ucapan Layla barusan. Ego besarnya sebagai lelaki yang selalu di agungkan dan selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan mulai tersentil hebat.

Otak sosiopat nya langsung menangkap sinyal yang begitu jelas, ternyata Layla memiliki seseorang yang bisa di andalkan di desa ini. Ternyata ada pria lain yang membuat mata wanita itu memancarkan keberanian yang begitu nyata dan tanpa takut seperti dulu lagi.

Rahang Teo mulai mengeras, dan ketampanan serta ketenangan sempurna nya selama ini mulai berubah menjadi topeng dingin yang menyeramkan.

“Jadi kau sudah memiliki pria lain di sini?!” Bisik Teo namun terdengar dalam dan tegas, suaranya begitu rendah membuat bulu kuduk Layla merinding mendengarnya.

Teo memajukan langkahnya mempersempit jarak hingga Layla terpaksa mundur dan punggungnya membentur batang pohon sengon yang besar. Teo mengunci ruang gerak Layla dengan menumpukan kedua tangannya di batang pohon, tepat di sisi kepala Layla.

“Kau pikir di desa terpencil ini ada orang yang bisa melakukan apapun seperti ku? Siapa dia?! Pria kampung mana yang sudah menarik perhatian mu!”

Teo berucap dengan penuh penekanan, sapuan halus di telinganya merambat turun ke leher, Layla bisa merasakan bibir Teo yang menyentuh tipis kulitnya, Layla mencoba mendorong tubuhnya, namun Teo tidak bergeser sedikit pun.

“Dia pria yang jauh lebih terhormat dari pada bajingan brengsek seperti mu, Teo!” Bentak Layla berani, walaupun dia sudah terpojok seperti inipun dia mencoba menatap lurus ke dalam manik mata Teo yang mulai di selimuti kegilaan.

Tepat saat ketegangan di antara keduanya semakin memuncak, suara deru motor trail yang nyaring memecah keheningan jalur yang sepi itu. Dari balik tikungan jalan setapak, motor itu melesat cepat dan berhenti mendadak dengan rem yang berdecak keras, memercikkan kerikil dan debu halus ke arah mereka berdua.

Seorang pria berbadan tegap dengan jaket denim yang turun dari motor itu kini membuka helm yang menutupi wajahnya dengan kasar. Pria itu adalah jaka. Dia telah pulang setelah beberapa hari lama nya pergi ke luar kota.

Melihat Layla, wanita yang dia cintai di sudutkan oleh pria asing bersetelan mahal, darah jaka langsung terasa mendidih saat itu juga. Sebagai anak kepala desa yang memiliki kuasa di daerah ini, Jaka tidak kenal rasa takut sedikit pun.

Jaka melangkah dengan lebar dan langsung mencengkeram bahu Teo yang menatap remeh ke arahnya, menyentakkan tubuh Teo hingga dia mundur beberapa langkah membuat nya menjauh dari Layla.

“Tanganmu jangan lancang di tempat ini!” Geram jaka. Jaka langsung memasang badan di depan Layla yang nafasnya terengah-engah karena rasa takut dan tertekan yang dia alami.

Teo terhuyung beberapa langkah, namun dia bisa langsung menyeimbangkan tubuhnya dengan cepat. Teo merapikan pakaian nya yang sedikit kusut karena tarikan Jaka tadi, Teo mengusap santai pundaknya dan menatap acuh ke arah pria di depannya.

Sentakan Jaka barusan tidak terlalu Teo pikirkan, Teo juga merasa Jaka bukanlah ancaman yang serius baginya. Mata tajam Teo menilai penampilan Jaka dari atas ke bawah dengan tatapan yang sangat merendahkan dan jujur saja, pria seperti ini bahkan bukan tandingan nya sama sekali.

“Jadi, ini pria yang kau maksud itu? Pria yang bisa kau andalkan?!” Teo menyunggingkan seringai gelapnya yang penuh arogansi, menatap Jaka dengan penuh kebencian dan kecemburuan yang membakar dadanya.

“Anak ingusan yang memiliki kuasa di kampung ini? Ini yang kau maksud Layla!?”

Layla tidak menjawab ucapan Teo, dia berlindung di balik tubuh Jaka yang ada di hadapannya, dengan kehadiran Jaka saat ini, cukup menenangkan Layla untuk saat ini.

“Aku tidak tau siapa kau dan dari kota mana kau datang” ucap Jaka kemudian. Suaranya begitu terdengar lantang dan tegas, matanya berkilat penuh otoritas sebagai pelindung wilayah ini.

“Tapi di desa ini, hukum lokal dan keluarga ku lah yang pegang kendali. Sekali lagi kau mengganggu Layla, aku pastikan kau tidak akan bisa keluar dari batas kota ini dengan selamat. Kakakku yang bekerja di pemerintahan bisa dengan mudah menjebloskan mu ke penjara detik itu juga”

Mendengar ucapan Jaka, Teo tiba-tiba meledak dalam tawa saat mendengar nya. Suara tawa bariton nya terdengar menggema di jalan yang sepi itu, terdengar begitu sinis dan meremehkan yang memekakan telinga.

Mendengar ucapan Jaka yang begitu terdengar meyakinkan tentang kekuasaan yang dia miliki, ego Teo sama sekali tidak terusik sedikitpun. Bagi Teo, gertakan itu terdengar seperti lelucon paling lucu yang pernah dia dengar sepanjang hidupnya.

Jaka tidak tau siapa Teo sebenarnya dan se mengerikan apa kekuatan dan jaringan status sosialnya nya yang tinggi. Ayahnya saja Sanggu mengganti tersangka kasus kecelakaan nya dahulu dalam waktu semalam, belum lagi Grace istrinya memiliki firma internasional yang sanggup meruntuhkan karir politik pejabat tinggi di Ibu kota manapun jika mereka mau. Kekuasaan yang di banggakan Jaka tidak lebih dari debu yang ada di telapak sepatu mahal Teo.

Teo menghentikan tawanya, lalu menatap Layla dengan pandangan yang mendadak berubah menjadi iba. Teo hanya bisa mengasihani Layla yang malang itu.

“Sungguh menyedihkan Layla..” ucap Teo sambil menggeleng kan kepalanya dengan gestur yang santai, menatap Layla yang berlindung di balik punggung Jaka.

“Kau lari jauh jauh ke pelosok ini hanya untuk menggantungkan nasibmu pada pria kampung seperti dia? Kau pikir pria kampung ini bisa melindungimu dariku?”

Jaka yang merasa harga dirinya diinjak injak langsung mengepalkan tinju nya, siap melayang kan pukulan ke wajah tampan Teo “Kau..!”

Namun, sebelum tinju Jaka bergerak ,Teo sudah berbalik badan dengan sangat tenang. Teo merasa malas untuk bermain sampah dengan orang bernama Jaka ini. Menghadapi anak kepala desa yang sok berkuasa di atas tanah lumpur hanya akan membuang buang waktu dan energinya yang berharga.

Manusia jahat dan sosiopat seperti Teo tidak perlu mengotori tangannya sendiri hanya untuk membereskan sampah seperti Jaka ini, cukup satu telpon dari nya maka seluruh dunia Jaka dan keluarganya bisa runtuh dalam sekejap.

“Nikmati waktu kalian selagi bisa” ucap Teo tanpa menoleh lagi, melangkah kakinya dengan santai ke arah mobilnya yang terparkir di ujung jalan.

Layla hanya bisa terdiam dengan napasnya yang memburu, meremas jaket denim yang di gunakan oleh Jaka, Layla tau betul bagaimana orang seperti Teo dan sebesar apa kekuasaan yang di miliki olehnya, setidaknya Layla hanya ingin berlindung di balik Teo yang setidaknya bisa menolong nya walau mungkin itu tidak akan membantu sedikitpun.

1
Dadan Herdy
ceritanya seruu
Paw_chan🐾
keren nih
writternim: Aww maaacih… jangan lupa selalu komen ya karena ceritanya luar biasa bikin pusing😂😂
total 1 replies
Wulansari MU
keren banget cerita nya.. lanjutkan
Wulansari MU
ini tanggung banget lagi marah malah salah nulis jadi akua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!