NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:311.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 19 - Nanti

Di saat Ashlyn pergi bersama kepala pelayan menuju kamar utama untuk membersihkan diri, Ethan memilih untuk tidak kembali ke kamar yang sama.

Ethan berjalan menuju kamar lain untuk membersihkan tubuh. Setelah seharian menghadiri pertemuan yang panjang, Ethan memang membutuhkan waktu untuk membersihkan diri sekaligus menenangkan pikirannya.

Beberapa waktu kemudian, Ethan kembali ke kamar dengan rambut yang masih sedikit basah. Ia hanya mengenakan handuk kimono yang terikat rapi di pinggangnya. Namun baru beberapa langkah memasuki kamar utama, langkah Ethan mendadak terhenti.

Ashlyn ternyata baru selesai mandi juga. Sebelumnya Ashlyn menghabiskan waktu yang lama di dalam kamar mandi, lalu kenapa sekarang jadi cepat sekali? Padahal Ethan pikir mereka tak akan bertemu dalam keadaan seperti ini. Harusnya Ashlyn keluar setelah ia selesai memakai baju.

Tapi sekarang gadis itu duduk di depan meja rias dengan rambut panjang yang masih basah dan tubuh yang juga terbungkus handuk kimono. Kepala pelayan sedang membantunya mengeringkan rambut, sementara Ashlyn hanya duduk diam dengan wajah polos.

Tatapan Ethan seketika terhenti.

Entah mengapa melihat pemandangan itu darrah di tubuhnya terasa mengalir lebih cepat. Pemandangan sederhana itu seharusnya tidak berarti apa-apa, tetapi melihat Ashlyn dalam keadaan seperti itu setelah semua kejadian hari ini membuat Ethan mendadak merasa tidak nyaman dengan pikirannya sendiri.

Ethan segera menjernihkan pikiran. "Ashlyn," panggil Ethan

Gadis itu langsung menoleh dengan senang, kini dia hapal betul suara suaminya. "Suamiku!"

Ethan berusaha mempertahankan wajah tenangnya. "Kenapa kamu sudah selesai?"

"Ashlyn mandi dengan Bibi, Ashlyn tidak nakal."

Kepala pelayan tersenyum kecil. "Benar Jenderal, Nona sangat patuh."

Ethan mengangguk tipis. Tatapannya kembali pada Ashlyn hanya sepersekian detik sebelum segera beralih kepada kepala pelayan. "Urus dia sampai selesai."

"Baik, Jenderal."

Ashlyn langsung mengangguk. "Ashlyn akan patuh."

Ethan mengangkat alis tipis. "Kenapa tiba-tiba sangat patuh?" tanyanya, sebab biasanya Ashlyn akan lebih dulu banyak tanya.

"Karena Ashlyn ingin jadi istri yang pintar." Ashlyn menjawab tanpa ragu.

Kepala pelayan yang mendengar jawaban itu hampir tersenyum. Sementara Ethan hanya menghela napas pelan. "Kalau begitu dengarkan Bibi."

"Iya."

"Dan pakai pakaianmu."

"Iya." Ashlyn benar-benar tidak membantah sedikit pun. Ia bahkan langsung mengikuti kepala pelayan untuk mengenakan pakaian malam.

Ethan memperhatikan dari jauh, kemudian mengembuskan napas perlahan. Setidaknya kali ini Ashlyn tidak membuat keadaan menjadi semakin sulit.

Beberapa saat kemudian Sander akhirnya kembali ke mansion dengan membawa sebuah box freezer besar berisi eskrim. Kedatangan dengan box tersebut sontak membuat para pelayan geger. Sander rasa-rasanya bukan membeli eskrim, tapi berniat membuka usaha.

"Jenderal," panggil Sander saat dilihatnya sang jenderal yang juga baru tiba di rumah tengah. "Saya sudah kembali."

Ethan melihat benda di ruang tengah yang sangat aneh.

"Saya tidak tahu Nona Ashlyn menyukai rasa apa. Jadi saya membeli satu box eskrim"

Ethan mengerutkan kening.

Sander buru-buru menjelaskan, "Daripada saya salah memilih rasa, saya pikir lebih aman membeli beberapa sekaligus."

Box yang dibawanya memang cukup besar. Bahkan jika hanya untuk Ashlyn, jumlahnya jelas terlalu banyak.

Ethan memandang box tersebut beberapa saat.n"Kamu membeli sebanyak ini?" tanya Ethan yang juga merasa keheranan.

"Jenderal sendiri yang meminta beberapa rasa."

Ethan tidak bisa membantah.

Sander kemudian mendorong box itu semakin mendekati sang tuan itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat berbagai macam es krim dengan beberapa rasa dan bentuk yang berbeda.

Tidak lama kemudian Ashlyn muncul bersama kepala pelayan. Begitu matanya melihat kotak tersebut, wajahnya langsung berubah cerah. "Es krim!"

Ashlyn berlari kecil mendekat, tetapi kepala pelayan buru-buru memegang tangannya. "Nona, pelan-pelan."

Ashlyn berhenti, lalu berjalan lebih hati-hati. Ia menatap isi kotak dengan mata berbinar. "Banyak sekali."

Sander tersenyum kecil. "Nona bisa memilih."

Ashlyn memandang satu per satu es krim yang tersedia. Namun bukannya langsung mengambil untuk dirinya sendiri, ia justru menoleh kepada para pelayan yang berdiri di sekitar ruangan.

"Semua boleh makan," ucap Ashlyn, karena baginya tak mungkin menghabiskan semua eskrim ini sendirian.

Para pelayan saling berpandangan.

Ashlyn tersenyum. "Bibi kepala pelayan juga boleh, semuanya boleh."

Kepala pelayan terlihat tersentuh mendengar perkataan itu, bahkan Ethan yang tidak ditawari pun ikut tersentuh juga. Selama ini rasanya Ashlyn tidak pernah memiliki sesuatu yang bisa ia bagikan kepada orang lain. Bahkan makanan pun harus menunggu sisa orang lain.

Dan kini ketika mendapatkan satu box penuh es krim, hal pertama yang terpikir olehnya justru membaginya.

"Terima kasih, Nona," jawab kepala pelayan dengan lembut.

Ashlyn mengangguk bahagia.

Namun sebelum Ashlyn mengambil terlalu banyak, suara Ethan terdengar dari belakang. "Satu."

Ashlyn langsung menoleh. "Satu apa, Suamiku?"

"Kamu hanya boleh makan satu."

"Kenapa?" Wajah Ashlyn langsung berubah bingung.

"Karena kamu belum makan malam."

Ashlyn memandang kotak es krim, kemudian menatap Ethan lagi. Untuk sesaat ia tampak ingin bertanya lebih banyak. Namun kemudian Ashlyn mengingat sesuatu. Ia ingin menjadi istri yang pintar agar bisa mandi bersama sang suami. Dan Istri yang pintar harus mendengarkan suaminya. Karena itu Ashlyn langsung mengangguk.

"Baik," jawab Ashlyn.

Ethan sedikit terkejut melihat kepatuhan itu, dimana Ashlyn yang banyak tanya?

Ashlyn mengambil satu es krim dengan hati-hati, lalu duduk di sofa sambil tersenyum bahagia. "Yang ini saja."

Ethan mengangguk. "Setelah makan malam, kalau masih mau kamu boleh ambil satu lagi."

Mata Ashlyn langsung berbinar. "Benarkah?"

"Iya."

"Suamiku baik sekali." Ashlyn tersenyum lebar.

Sander yang berdiri tidak jauh dari sana hanya bisa menghela napas dalam hati. Ia mulai memahami satu hal. Ternyata es krim bukan hanya membuat Ashlyn bahagia. Es krim juga sepertinya menjadi senjata paling ampuh untuk membuat gadis itu patuh dan tidak banyak tanya.

Sementara Ethan hanya berdiri memperhatikan Ashlyn yang mulai menikmati es krimnya dengan wajah sangat bahagia.

Ruang tengah mansion yang biasanya begitu sunyi, kini dipenuhi suara kecil Ashlyn yang sesekali tertawa. Dan anehnya, Ethan tidak merasa terganggu sedikit pun.

"Sudah selesai!" ucap Ashlyn bahagia.

"Hem, cuci tanganmu dan kita makan malam."

"Baik Suamiku."

"Kamu patuh sakali," puji Ethan yang malah merasa bangga.

"Tentu saja, karena aku ingin jadi istri yang pintar. Nanti kalau sudah pintar kita bisa mandi bersama!"

"Uhuk uhuk!" kini giliran Sander yang terbatuk-batuk.

1
aii
wkwkwkwkwk
Itin
Sweet bangeeet.... 😍
Itin
Saya sarankan Sander penitiin jantungnya biar ga gampang copot 🤭😬🤣🤣
Beni Kayla
Ethan nikahi aja Ashlyn ..supaya mahu apa²in bisa🤭
Dini Rachmawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ashlyn Ashlyn....
bisa aja kamu kepikiran akan hal itu ... sampai sampai membuat seorang Ethan tertawa terbahak bahak karena kepolosan kamu ....
Dini Rachmawati
Keintiman itu makin membuat Ethan dan Ashlyn makin dekat... dan si Ethan mulai ingin yang lebih dari Ashlyn termasuk mencium bibirnya 🤭🤭🤭
Dini Rachmawati
Lhaaa si Ethan mulai nggak bisa nahan hasratnya nih lama lama kalau berdekatan dengan Ashlyn...
Dini Rachmawati
untuk itu nanti aja Lyn nagihnya ya ... jangan sekarang... Ethan pasti akan cepat membuat kamu memiliki anak 🤭🤭🤭
Syavira Vira
lanjut
Dini Rachmawati
Ealahhhh ternyata Ashlyn mengajak mandi bareng di kolam renang toh bukan di kamar mandi 🤣🤣🤣🤣 ini namanya mah berenang bareng Lyn bukan mandi bersama 😄😄😄
Dini Rachmawati
dug dug dug dug ... gitu ya than rasanya 😄😄😄
Dini Rachmawati
🤣🤣🤣🤣🤣
Sander kena semprot Ethan karena tahu kalau Ethan kepanasan nih 🤭🤭🤭
umi FAZ
sander 😲
Tuti Tyastuti
𝘥𝘪 𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘵𝘳𝘶𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘦𝘯 𝘺𝘨 𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘭𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬🤣🤣🤣🤣
Margaretha Indrayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dicium ethan seperti kesetrum
Tika
aku gak berenti ngakak🤣🤣🤣🤣
kesampaian juga ethan ,,no pendam pendam🤣🤣
kesetrum bibir,,kalo lama lagi bisa2 pengen pipis(trgsng)🤣🤣
Tika
waduh gawat ashlyn...suamimu minta bibir...ntar pengen ngajari bikin anak juga dia...udah tegang ituh🤣🤣🤣
Margaretha Indrayani
ethan ya mana bisa nahan kkarena ashlyn sangat cantik dan ethan mulai mencintainya 😍😍😍😍😍
Shee_👚
mati karena merasakan tersetrum berulang kali😂
Shee_👚
nah dah pengakuan seperti ini, ethan masih belum mau mengakui kalau dia bener² jatuh cinta sama ashlyn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!