NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Max memutar setir dan memarkirkan mobilnya di jalan yang sempit dan sedikit gelap itu. Cassia masih duduk diam. Beberapa kali dia berusaha bicara, tapi Max memotongnya dengan tegas.

“Maaf, Tuan. Aku tak bermaksud seperti ini,” ucap Cassia pelan.

“Sudah kubilang, aku yang salah. Aku terlalu sibuk dengan wanita,” jawab Max santai.

*

*

Sesampainya di rumah sewa Cassia, Max turun dan mengamati isi ruangan. Sederhana. Hampir tidak ada perabotan.

Satu kasur tipis di sudut, lemari plastik kecil, meja lipat, dan rak buku yang bersih karena kosong. Dapur hanya berupa kompor satu tungku dengan alat masak seadanya. Tapi rumah itu bersih, tanpa debu sama sekali.

Cassia memang tak membawa banyak barang ketika keluar dari rumah ayahnya karena ibu tirinya menatapnya dengan sinis dan mengatakan bahwa semua barang yang di kamarnya bukanlah miliknya.

Jantung Max terasa tertekan melihat keadaannya. Cassia, yang setiap hari melayaninya dengan kopi panas dan senyuman kecil, ternyata tidur di kasur seperti ini setiap malam.

Lalu matanya tertuju pada sebuah gaun hitam mewah yang digantung rapi di dinding dekat lemari. Pemandangan yang kontras dengan keadaan rumah yang sangat sederhana. “Itu … Gaun mu?”

“Itu gaun yang kupakai ke pesta kemarin, Tuan.”

“Kau … memakai itu?”

Cassia mengangguk. “Aku membelinya di butik yang Tuan rekomendasikan.”

Max melihat gaun itu dengan sangat intens. ‘Dia memakai gaun ini kemarin? Apakah ini yang membuat Bryan menyukainya? Bagaimana penampilannya di balut gaun ini? Tidak tidak tidak … kenapa aku jadi penasaran?’

“Tuan …,” panggil Cassia.

Max tersadar dan kemudian berbalik melihat Cassia.

"Mulai berkemas. Ambil yang penting saja. Aku akan belikan sisanya nanti. Lagi pula tak terlalu banyak barang di sini."

"Tuan, tidak—"

"Cass." Max menatapnya tajam. "Kita tidak akan keluar dari sini sebelum kau mulai bergerak. Jadi cepat."

Cassia menghela napas pasrah. Dia mengambil dua koper besar dari balik lemari—koper itu tampak sudah lama tidak digunakan, berdebu.

Ketika Cassia membuka lemarinya dan mengambil bajumya, Max menghentikannya. “Tak usah bawa baju itu. Nanti akan kusediakan yang baru.”

“A-apa?” Cassia membelalak.

“Ya, baju itu tak layak di mataku. Buang itu semua. Di mana kau membeli baju itu semua? Barang bekas?”

Cassia hanya diam saja. Ucapan Max sedikit menghina tapi itu fakta. Dan Cassia tak mengelaknya.

*

*

Dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, barang Cassia sudah muat di satu koper saja karena sisanya disuruh dibuang oleh Max.

Max memeriksa setiap sudut ruangan untuk memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal.

"Selesai?" tanyanya.

Cassia mengangguk. "Selesai, Tuan. Hanya ini yang aku punya."

Hanya ini. Kehidupannya hanya muat dalam satu koper.

Max mengambil koper itu tanpa bertanya. "Ayo pergi."

“Tuan, aku saja,” kata Cassia tak enak.

“Aku bukan tuan putri, Cass.”

Cassia kemudian diam saja. Mereka berjalan keluar. Cassia berhenti sejenak di depan pintu, menatap ke dalam ruangan kosong itu untuk terakhir kalinya.

Bukan karena dia akan merindukannya. Tapi karena ini adalah tempat di mana dia belajar bahwa hidup bisa sangat keras, tapi dia masih bisa bertahan.

"Kunci rumah ini?" tanya Max.

"Tidak perlu, Tuan. Kontraknya berakhir bulan ini."

Max mengangguk. Dia memasukkan koper itu ke bagasi mobil sementara Cassia duduk di kursi penumpang. Mesin mobil menyala, dan mereka melaju meninggalkan komplek perumahan kecil itu.

*

*

Apartemen Kingsford Tower berada di lantai 22 gedung eksklusif yang sama dengan kantor pusat perusahaan. Hanya perlu lift khusus untuk sampai ke sana. Max menggunakan kartu akses pribadinya.

"Unit ini biasanya untuk tamu dari luar negeri atau mitra bisnis yang menginap. Kau pasti tahu itu meskipun kau belum pernah naik ke sini," jelas Max saat lift bergerak naik. "Kalau ada yang kurang, beri tahu bagian umum besok."

“Tak ada yang kurang, Tuan. Dibandingkan rumah sewa sebelumnya,” sahut Cassia.

1
Ima Kristina
Tuh kan pada dasarnya Cass pribadi yang jujur dan disaat dia berbohong dia akan gelisah
Ziati
fialognya sedikit jd krg hidup ceritanya, jd krg seru
Ima Kristina
Cass terlalu nekat aku gak suka pada keputusannya karena Max tipe orang yang suka dibohongi
Ima Kristina
Harusnya Max menemani Cass
Ima Kristina
Max memang keren selalu bisa diandalkan dalam segala hal
Ima Kristina
Ada cctv gak ya ....
Ima Kristina
Next
Ima Kristina
Orang kalau lagi falling inlove mah gitu kata katanya aduhai
Ima Kristina
Ortunya Max perduli pada anak anaknya buktinya tetap mengawasi Max
Ima Kristina
Ternyata keluarga Max baik hati.... semuga beneran baik
Ima Kristina
Cass harusnya lega karena max mau mengenalkannya pada orangtuanya
Ima Kristina
Lanjut kakaaa
Ima Kristina
Next
Ima Kristina
Max mulai bucin sama Cass posesif banget
Ima Kristina
Max main sosor Cass saja
Ima Kristina
Wah rasanya Max ingin menonjok mukanya Bryan
Ima Kristina
Next
Ima Kristina
Cass takut rahasiamya mengagumi Max selama ini kebongkar
Ima Kristina
Wah Bryan maksa banget sich
Ima Kristina
Enaknya jadi Cass apapun kebutuhannya dipenuhi Max... horang kaya mah bebas mau ngapain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!