NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekerja Di Perusahaan

Malam itu, suasana kediaman mewah milik keluarga Jia terasa lebih panas dan dingin di waktu yang bersamaan.

Di kamarnya, Jia Li sedang memejamkan matanya di atas ranjang. Meskipun ia tampaknya sedang tertidur terlelap, namun indra pendengarannya tetap bekerja dengan sangat tajam. Seolah firasatnya mengatakan bahwa akan ada bahaya yang datang mendekat malam itu.

Dan benar saja—tak lama kemudian, sebuah suara mekanis yang dingin menggema langsung di dalam kesadarannya.

Ding!

[Peringatan! Sistem mendeteksi adanya sebuah serangan spiritual tingkat rendah yang diarahkan langsung kepada Nona.]

Suara sistem berbunyi, memecah keheningan malam dalam benaknya.

[Perisai Tingkat Dewa telah aktif secara otomatis. Membalikkan 100% serangan spiritual kepada sang penyerang.]

Jia Li tidak terbangun. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan cemoohan dalam tidurnya.

Jika Jia Li yang dulu adalah wanita lemah dan naif yang bisa mereka pengaruhi dengan mudah, maka kali ini mereka melakukan kesalahan fatal. Yang sedang mereka hadapi saat ini bukanlah gadis rapuh itu, melainkan jiwa Sang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas yang agung dan tak tertandingi.

Keesokan paginya, ruang makan mewah kediaman Jia telah diisi oleh semua penghuni. Di atas meja, berbagai hidangan kelas atas telah tersaji dengan rapi.

Namun, atmosfer di ruangan itu sangat memprihatinkan dan mencekam.

Sejak semalam, Jia Ren dan Wang Len sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Wajah mereka tampak kuyu dengan lingkaran hitam di bawah mata, menahan sisa rasa sakit yang entah bagaimana serangan spiritual mereka berbalik menghantam diri mereka sendiri.

Untuk pertama kalinya, mereka merasakan kengerian yang nyata. Selama ini mereka terlalu meremehkan Jia Li, menganggapnya hanya bidak catur yang bisa dibuang kapan saja.

Namun firasat mereka berteriak sebaliknya: Jia Li yang sekarang bukan lagi sosok yang bisa mereka pengaruhi, apalagi mereka tindas.

Tak! Tak! Tak!

Suara ketukan pantofel yang tegas terdengar menuruni tangga. Seketika, keheningan di ruang makan itu pecah. Semua mata menoleh dengan tegang ke arah sumber suara.

Di sana, Jia Li berjalan turun dengan anggun. Ia mengenakan pakaian formal setelan blazer tajam layaknya seorang eksekutif kantoran modern, namun aura yang dipancarkannya justru seperti seorang penguasa yang siap maju ke medan perang.

"Selamat pagi," ucap Jia Li. Suaranya datar, tanpa emosi sedikit pun.

Ia berjalan mendekat, menarik kursi di ujung meja, lalu mendudukinya dengan punggung tegak sempurna. Sepasang matanya yang jernih menyapu orang-orang di depannya satu per satu.

"Bagaimana malam kalian? Apa kalian tidur dengan nyenyak... Ayah? Ibu?" tanya Jia Li, memberikan penekanan yang halus namun menusuk pada kata terakhir.

Keheningan kembali merayap, jauh lebih mencekik dari sebelumnya. Ada perbedaan yang sangat besar dan mengerikan dari sosok di depan mereka.

Cara Jia Li berjalan yang begitu berwibawa, caranya berbicara yang pelan namun setajam belati, serta tatapan matanya yang terlihat tenang namun menyimpan bahaya yang mematikan.

Wang Len sedikit berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya sebagai kepala keluarga. "Kau... mau ke mana? Bukankah kau sudah berhenti bekerja?" katanya dengan mata tajam menelisik.

Jia Li hanya melirik sekilas sambil mengoleskan selai ke atas rotinya dengan gerakan yang sangat tenang.

Ia mengangguk kecil. "Aku memang sudah berhenti dari rumah sakit," katanya santai. "Tapi bukan berarti aku menjadi pengangguran." Ia menggigit roti itu perlahan, lalu menatap satu per satu orang di depannya. "Aku sudah bilang kemarin, kan? Mulai hari ini... aku akan bekerja di perusahaan Jia Group."

Tepat saat kalimat itu meluncur, semua orang di sana tersedak oleh ludah dan makanan mereka sendiri. Jia Ren, Wang Len, dan Jia Meng melotot tak percaya.

BRAK!

Jia Ren langsung menggebrak meja makan hingga piring-piring di atasnya berdenting keras. "Kau gila?! Siapa yang mengizinkanmu untuk bekerja di perusahaan?!" teriaknya dengan dada naik turun menahan amarah yang meluap.

Wang Len juga ikut berdiri, melayangkan tatapan mengintimidasi. "Benar! Lagi pula kau itu lulusan kedokteran, bukan bisnis! Kau tidak tahu apa-apa tentang manajemen!" bentaknya.

"Setelah jatuh koma, sepertinya otakmu menjadi bermasalah," timpal Jia Meng sinis, menyilangkan dada sambil mencemooh.

Namun, Jia Li tetap tenang. Keheningan di wajahnya justru membuat suasana semakin mencekam. "Jangan khawatir, Ayah, Ibu," ucapnya dengan nada suara yang begitu rendah namun mengintimidasi. "Aku bukan orang bodoh." Ia menoleh perlahan, lalu melirik Jia Meng dengan senyuman sinis yang menyayat. "Tidak seperti seseorang yang sama sekali tidak berguna di dalam rumah ini."

Jia Meng melotot, wajahnya memerah karena merasa dihina secara terang-terangan sebagai pengangguran yang hanya bisa menumpang hidup.

"Lagi pula," Jia Li melanjutkan dengan nada meyakinkan."Sebelum memutuskan, aku sudah mempelajari semuanya."

Jia Li berdiri dengan anggun, merapikan blazer formalnya yang tanpa cela. "Dan, untuk apa aku bekerja di rumah sakit... jika keluargaku memiliki perusahaan?" lanjutnya dengan nada meremehkan.

"Menjadi dokter adalah pilihanmu sejak awal! Seharusnya kau bekerja di rumah sakit dan mengurusi pasien, bukan mencampuri urusan perusahaan!" bentak Wang Len, napasnya memburu, menyadari bahwa Jia Li yang ada di hadapan mereka sekarang bukan lagi Jia Li yang bisa mereka kendalikan dengan mudah.

Jia Li tidak tersinggung. Ia justru mengangguk perlahan seolah setuju dengan ucapan Wang Len. "Itu memang pilihanku yang dulu," katanya dengan nada santai. Ia jeda sejenak, menatap satu per satu orang di meja makan sebelum melanjutkan, "Tapi pilihan bisa berubah... dan sekarang, masuk ke perusahaan adalah pilihanku."

Brak!

Jia Ren yang sejak tadi menahan diri akhirnya hilang kendali. Ia memukul meja makan dengan lebih keras lagi hingga semua makanan bergeser dari tempat nya, bahkan ada yang tumpah. "Aku tidak setuju!" teriaknya dengan wajah memerah, menentang keputusan itu bulat-bulat.

Bukannya terintimidasi, salah satu alis Jia Li justru terangkat. Ia menyunggingkan senyum misterius, lalu perlahan mencondongkan tubuhnya ke depan meja, memperkecil jarak di antara mereka.

"Kenapa?" tanya Jia Li, suaranya merendah namun penuh intimidasi. "Wajah kalian terlihat sangat panik. Seperti ketakutan setengah mati jika aku masuk ke perusahaan... seolah-olah—"

Jia Li sengaja menggantung kalimatnya. Ia menyipitkan mata, menatap tajam langsung ke manik mata sepasang suami istri itu. "Ada sesuatu di dalam sana yang tidak boleh aku ketahui."

Glek!

Tenggorokan Jia Ren dan Wang Len mendadak kering. Mereka refleks saling pandang dengan guratan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan, lalu menelan ludah mereka bersamaan dengan berat. Keheningan itu menjadi jawaban yang paling nyata bagi Jia Li.

Menyadari reaksi tubuh mereka, Jia Li langsung menunduk. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan kemenangan terukir di wajahnya.

Ia kemudian berpura-pura melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, memecah momen intimidasi tersebut.

"Waktunya habis," ucapnya dingin. "Aku harus segera pergi ke perusahaan sekarang."

Jia Li membalikkan badan, bersiap untuk pergi. Namun, tepat sebelum langkah kakinya membawanya keluar dari ruang makan, ia menghentikan gerakannya. Ia menoleh perlahan, lalu melemparkan tatapan mata yang setajam silet langsung ke arah Jia Ren.

"Jika Ayah mencoba menghalangiku... itu artinya memang ada rahasia yang sedang Ayah sembunyikan dariku," ucapnya penuh penekanan.

Tanpa menunggu respons atau pembelaan dari siapa pun, Jia Li langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan.

Langkah kakinya terdengar tegas menjauh, meninggalkan semua orang di meja makan yang hanya bisa terpaku, membeku dalam diam.

Mereka tidak pernah menyangka, anak yang dulunya dikenal sangat penurut dan mudah disetir, kini telah berubah menjadi sosok yang begitu berbahaya.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!