Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Sera
"Cucuku, sebenarnya kamu kenapa? ini kamu juga bau alkohol kayak gini, coba cerita sama Kakek sebenarnya apa yang terjadi?" Kakek Rama terlihat sangat khawatir.
Naura yang tidak ingin melihat kakeknya sedih, dia hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Kakek Rama.
Melihat cucunya yang hanya diam. Kakek Rama ramah hanya bisa menghela nafas.
"Kalau kamu tidak mau cerita, ya sudah kamu masuk saja ke dalam. Mandi lalu ganti pakaian mu,"
Naura mengangguk patuh, dan akhirnya masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Belum lama setelah dia masuk ke dalam kamar. Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok, tok, tok!
Kakek Rama heran, berpikir siapa yang bertamu malam-malam? meski begitu dia tetap membuka pintu.
Cklek!
Saat pintu terbuka, pemandangan Kakek Rama langsung disambut oleh seorang wanita yang berdiri anggun di depan pintu.
Wanita dengan rambut ikal gantung dengan tubuh ramping dan berpakaian seksi. Juga wajah yang cantik, serta kulit putih bersih, Di mana penampilannya sangat jauh berbeda dengan Naura yang tertutup. Ternyata dia adalah Sera, adik kandung Naura.
"Sera? Mimpi apa kamu datang kemari malam-malam begini?" tanya kakek terheran-heran dengan kehadiran tiba-tiba dari wanita itu.
"Emang aku nggak bisa datang kemari?" dari nada sosok gadis itu, dia terdengar kesal oleh pertanyaan kakeknya.
"Kakek tidak bermaksud seperti itu Sera, Kakek cuma heran saja kok kamu tiba-tiba datang. biasanya Kakek undang juga kamu nggak mau datang."
"Ibumu mana?" lanjut kakek bertanya lagi.
"Ibu ada di rumah." jawab wanita itu menerobos masuk.
Sebenarnya Sera dan Naura masih memiliki ibu. Akan tetapi ibu mereka sudah menikah 5 tahun yang lalu semenjak Ayah mereka sudah meninggal.
Dan dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang baru berusia 4 tahun.
Sejak kepergian ayah mereka, Sera memilih tinggal bersama ibunya yang memiliki kehidupan berkecukupan. Karena suami keduanya seorang pengusaha tambang batubara yang lumayan sukses. Sehingga Sera tidak kekurangan sedikitpun.
Karena itu juga kehidupan Sera dan Naura sangat jauh berbeda. Naura sendiri tumbuh dengan kesederhanaan, dari didikan Kakek Rama.
Wanita berpenampilan seksi itu langsung mengedarkan pandangannya, seperti sedang mencari sosok seseorang.
"Mana Kak Naura?"
"Di kamar."
"Bukannya kakak sudah menikah ya?"
"Iya, sudah"
"Aku pikir cuma angin lalu aja.. ternyata emang benar. Suaminya orang mana? Apa pendidikannya? pekerjaannya apa?" tanya wanita itu beruntun.
"Suami kakakmu cuma orang biasa saja, tidak ada yang istimewa," jawab kakek sengaja berbohong karena dia tahu seperti apa karakter cucunya satu itu sehingga dia memilih untuk menyembunyikan buat sementara waktu.
Kakek Rama belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Dimana cucunya satu itu suka sekali mencari masalah jika tahu kakaknya itu menikah dengan salah satu putra keluarga besar Darmawangsa yang bekerja sebagai direktur keuangan di perusahaan keluarganya, yakni Cakra.
Dimana perusahaan itu dikelola oleh paman mereka setelah ayah Anggara dan Cakra meninggal sekitar 2 tahun yang lalu.
Pasti Sera tidak akan tinggal diam. Dia akan terus berusaha mengusik kehidupan kakaknya lagi kalau tahu akan hal tersebut
Tiba-tiba terdengar pintu terbuka. Ternyata Naura sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Dia sedikit terkejut melihat kedatangan adiknya. Sera sapanya pada sang adik
Mendengar namanya disebut, Sera langsung menoleh melihat ke arah sang kakak yang hanya berpakaian santai tanpa cadar yang menutupi wajahnya dan baju syar'i yang sering menutupi kulit putih bersihnya.
Sok pamer! batin Sera dalam hati, yang sering berpikir kalau kakaknya itu sedang memamer kecantikannya.
Ternyata, di balik pakaian longgar dan sederhana yang biasa Naura kenakan, tersimpan pesona alami yang bahkan membuat Sera yang anggun rupawan sering merasa tersaingi.
Wajah Naura memiliki pahatan ukiran yang begitu indah dan sempurna. Alis tebal alami tanpa perlu pulasan pensil alis, membingkai sepasang mata jernih yang memancarkan keteduhan.
Rambutnya yang panjang dan bergelombang tampak basah, beberapa helai menempel di kulit leher putih bersih, memantulkan kilau air sehabis mandi.
Jika saja Naura mau berdandan dan mengenakan pakaian modis seperti dirinya, kecantikan wanita itu dipastikan jauh melampaui standar kecantikan Sera.
Dan seperti biasa, setiap kali melihat keindahan dan kecantikan alami yang dimiliki kakaknya itu, Sera pasti tidak bisa menyembunyikan rasa iri dengkinya. Profesinya sebagai model papan atas seperti tidak ada apa-apanya kalau di sandingkan dengan sosok Naura.
"Katanya Kakak sudah menikah, terus ngapain Kakak masih di sini?" tanya Sera dengan nada tidak terlalu suka.
"Kakak---"
"Dan itu! Ngapain Kakak nggak berhijab sih! Mau pamer sama aku!" Sera jelas terang-terangan mengatakan itu, tanpa peduli perasaan Naura.
"Kamu saja yang berpikiran seperti itu Sera, Kakak nggak pernah berpikiran seperti kayak kamu," tutur Naura berusaha menjelaskan.
"Halah! mana ada orang yang mau ngaku!"
"Terus, ngapain Kakak masih ada di sini? Apa benar Kakak sudah menikah dengan pria biasa?" lanjut Sera kembali bertanya dengan nada penasaran.
Naura menoleh menatap kakeknya, sepertinya kebohongan itu diciptakan oleh sang kakek. Bahwa dia hanya menikah dengan pria biasa.
"Iya."
"Baguslah kalau kayak gitu, cocok sama Kakak yang orang dari kelas bawah!"
Sera Tak sungkan-sungkan mengatasi kakaknya di depan matanya.
Akan tetapi seperti biasa, Naura tidak akan pernah ambil pusing.
______
Brak!
Cakra dengan kurang ajarnya masuk ke dalam kamar kakaknya dengan cara menendang pintu.
Anggara hanya berdiri tenang di depan meja rias merapikan uniform-nya.
"Mana istriku!"
"Istrimu cari ke saya?" Jawab Anggara datar.
"Aku bilang! Mana istriku!!!"
"Jaga batasanmu, Cakra," Anggara tetap berusaha tenang.
"Sombong! karena keangkuhanmu ini, kau sudah merenggut nyawanya!"
FLASHBACK
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls