NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ibu ditca

Menjadi korban keegoisan orang tuanya pasca perceraian, membuat Auri lebih memilih mantan ART nya untuk menjadi walinya.

Perjalanan hidup Auri sejak masih kanak-kanak memang tak mudah. Bahkan kehidupan cintanya pun seolah tak berpihak padanya.

Namun sosok pemuda yang tak pernah ia sangka, hadir dalam hidupnya. Dan perlahan mengubah alur hidup Auri.

Ikuti perjalanan hidup Auri yukkk
Welcome di tulisan receh Mak Othor. Semoga Mak Othor bisa konsisten menulis lagi yakk...
Yang kemarin terpaksa hiatus.
terimakasih semua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Sinta yang kesepian karena putra bungsu dan suaminya ada di luar kota pun memilih untuk jalan-jalan ke mall. Meski usianya tak lagi muda, bukan berarti dia harus berdiam diri di rumah saja bukan?

Sebuah mall yang terkenal dengan kemewahannya di tapakinya seorang diri. Mall yang besar dan mewah itu tak terlalu padat meski sudah jam pulang kerja. Perempuan berusia senja itu menenteng tas mahalnya sambil sesekali menoleh ke kiri dan kanan seolah mencari inspirasi stand yang akan dia kunjungi.

Sebuah toko tas dengan brand ternama menjadi tujuannya kali ini. Ia berjalan dengan anggun dan mendapatkan sambutan hangat oleh pekerja di sana.

"Selamat sore ibu, selamat datang ... ada yang bisa kami bantu?'' tanya pelayan itu dengan sopan.

"Eum...saya mau tas yang simple tapi ukurannya eum...cukup untuk ponsel dan dompet saja.''

"Model terbaru dengan warna apa nyonya? Barangkali akan kami sesuaikan dengan selera anda?''

"Hitam saja'' jawab Sinta.

"Baik nyonya, mari ikut saya. Tas yang baru tiba hari ini ada di etalase sana''

Sinta pun mengikuti pelayan untuk melihat barang yang di maksud. Benar saja, sebuah tas dengan warna hitam nan elegan juga ukuran yang tak terlalu besar langsung membuat Sinta jatuh hati.

Setelah meyakinkan dirinya bahwa tas itu yang akan ia beli, Sinta pun duduk sambil menunggu persiapan pembayaran juga barang tersebut.

Beberapa gadis tampak masuk di toko itu lagi. Sinta hanya menoleh singkat karena mendengar mereka tertawa cukup keras di toko itu. Namun setelahnya, ia pun menyibukkan diri dengan ponselnya.

"Kak!'' sapa salah seorang gadis pada pelayan.

''Iya kak?''

"Teman saya ini mau cari tas yang simpel elegan tapi mewah gitu kak, ada?''

"Silahkan di sebelah sana kak, mari...''

Tiga orang gadis itu pun mengikuti pelayan menuju ke etalase yang di maksud.

"Nah, ini bagus An!''

"Bener An, pasti ini cocok buat calon istri Candra Mahesa. Iya kan gaes?''

Angeline tersipu malu mendengar sahabatnya berkata demikian.

"Kalian ih...'' sahut Angeline dengan wajah memerah.

Kebetulan Sinta yang duduk tak jauh dari mereka berdiri mendengar obrolan ketiga gadis itu.

Candra Mahesa anakku kah? Batin Sinta.

"Iya ciyusss ...ini cakep tau An! Tas Lo kan kebanyakan yang kek anak muda buat daily gitu, nah ini cocok Lo bawa buat ke party. Pasti nanti bakal sering ikut pertemuan sama rekan bisnis. Ya kan?''

"Betul An, kalo kata gue mah ini dulu cukup lah. Nanti kalo udah jadi nyonya Candra Mahesa, lo tinggal pilih tas yang mana aja. Bahkan kalo perlu, lo minta beliin nih tokonya.''

"Sialan kalian!'' gerutu Angeline namun setelahnya ketiganya justru tertawa. Sinta semakin penasaran apakah yang di maksud para gadis itu Candra putranya, atau orang lain??

"Ya udah kak, saya ambil yang ini aja'' kata Angeline.

"Baik kak, silahkan di tunggu.''

Sambil menunggu barang di siapkan, Angeline cs duduk di sofa berhadapan dengan Sinta yang terlihat sibuk dengan gadget nya.

"Ngomong-ngomong kapan kira-kira lo sama tuan muda Candra itu bakal tunangan?''

Sinta menajamkan pendengarannya.

"Apaan sih kalian ini. Tunangan apaan, belom ada rencana ke situ kali. Papa ku baru bilang kalo kami akan di jodohkan, bukan langsung tunangan, ngerti ngga sih kalian ini.''

"Ya, kali aja An...''

"Ngga-ngga'' ujar Angeline.

"So...lo siap kan kalo ternyata dalam waktu dekat, kalian bertunangan?'' temannya menaik turunkan alisnya.

"Tahu nih, pura-pura lagi. Padahal dulu ngebet banget kan sampe nembak Candra? Pokoknya nanti habis tunangan Lo yang jual mahal ya An!''

"Ishhh...mulut lo emang ya...!''

"Iya gaes, calon pewaris Mahesa Grup gitu lho. Mana ganteng pula, gua aja ngga bakal nolak kalo di jodohin sama dia.''

"Tapi dia nya yang ga mau sama Lo kali!''

Tawa itu masih berderai.

"Sorry, gue ke toilet dulu bentar!'' pamit Angeline.

Sinta hanya bisa menghela nafas. Dia tak mengenal gadis itu, tapi kenapa mereka membahas tentang putranya juga perusahaannya???

"Nyonya Sinta Mahesa...'' panggil pelayan toko. Dua teman Angeline turut menoleh.

"Iya kak, sudah semua?''

"Sudah nyonya, ini barangnya. Terimakasih sudah berkunjung ke toko kami.''

Sinta tersenyum dan mengangguk pelan. Setelah itu, ia menyelipakan selembar uang berwarna pink untuk pelayan tersebut.

"Terimakasih ya...'' Sinta menepuk bahu pelayan tersebut dengan lembut.

"Terimakasih banyak nyonya'' pelayan itu tampak senang. Dua teman Angeline saling berbisik setelah Sinta meninggalkan toko tersebut.

Keduanya berdiskusi, akan mengatkan tentang hal ini pada Angeline atau tidak???

.

.

.

Erina sedang bersantai di halaman belakang. Rumah itu sangat sepi. Art nya tidak tinggal di rumah itu, alhasil saat Art nya pulang ia pun akan sendiri. Suaminya akan pulang terlambat, sedang Angeline entah akan pulang kapan.

Erina menatap warna langit sore yang sudah berwarna orange.

Senja sudah hampir tiba. Dan setiap ia melihat senja ,ia teringat pada putri kandungnya yang sudah ia tinggalkan bertahun-tahun lamanya. Erina bukan tak rindu atau tak ingin menemui putrinya.

Tapi...saat ia memutuskan untuk menikah dengan Damar, lebih baik memang sang putri tidak bersamanya. Damra tidak ingin kasih sayang untuk putri kesayangannya terbagi. Apalagi, Damar juga tak mengijinkan Erina untuk hamil lagi.

Damar hanya ingin Erina fokus mengurus dirinya dan suaminya! Ego nya sangat tinggi!

Esther...mama kangen sayang, pasti kamu sudah dewasa. Apakah kamu juga sudah menikah nak? Kapan mama bisa bertemu kamu....?

Air matanya meleleh di pipi. Tapi suara mobil suaminya terdengar, ia pun buru-buru menghapus air mata itu. Ia memasang wajah tersenyum untuk menyambut kepulangan suaminya.

***

Terimakasih

1
Asriani Rini
Semsngat mak author semoga suaminya cepat sembuh
indy
Semangat kakak💪
Endang 💖
menarik,tp plisssss up tiap hari y thor
sakura
...
Asriani Rini
Aku kasih buga biar rajin up tiap hari
Asriani Rini
Lanju thor banyak banyakup nya biar kita enggak penasaran trrus 🙏🏻
Dhina Dindin
next yuk semangat ya Bun...selalu dinanti😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!