NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:176
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Papan Catur Luoyang dan Bayangan Sang Penguasa

​Tumbangnya Tuan Qian dan runtuhnya dominasi Serikat Dagang Emas Merah hanya dalam waktu satu hari menjadi perbincangan paling hangat di seluruh kedai teh dan markas sekte di Luoyang. Nama Cheon Ryeon dan Ordo Roda Bintang tidak lagi dianggap sebagai "pendatang baru yang beruntung", melainkan faksi raksasa baru yang sanggup merombak tatanan ekonomi Central Plains dalam sekejap.

​Malam harinya, di bawah naungan rembulan yang tertutup kabut tipis, Luoyang menyisakan ketenangan yang menipu.

​Di lantai atas Paviliun Bunga Perak—sebuah kedai teh eksklusif di pinggir Danau Luoyang yang terisolasi dari riuk keramaian kota—Cheon Ryeon duduk tenang di seberang meja kayu cendana.

​Di hadapannya, Jaegal So-yeon menuangkan teh hijau hangat ke dalam cangkir keramik. Ia mengenakan gaun sutra berwarna perak kebiruan yang anggun, rambut cantiknya diikat dengan tusuk konde berlambang klan Jaegal. Kipas sutranya tersandar rapi di tepi meja.

​"Menumbangkan kartel pasar Luoyang cuma dalam waktu setengah hari..." So-yeon menyunggingkan senyum tipis yang penuh pesona, menatap Ryeon dengan binar kagum. "Kalkulasimu soal pemotongan harga tiga puluh persen dan daya tahan zirah komposit beneran bikin para tetua sekte di Luoyang tidak punya pilihan selain beralih memborong barangmu."

​Ryeon menyeruput tehnya pelan. "Itu cuma reaksi pasar yang wajar ketika teknologi yang lebih efisien masuk. Bagaimana dengan analisis kaset memori data dari Reaktor Kedua?"

​Raut wajah So-yeon mendadak berubah serius. Senyumnya memudar, berganti dengan binar ketajaman seorang jenius taktik.

​Ia merogoh sebuah gulungan kertas sutra tebal berwarna hitam dari balik jubahnya, lalu menggelarnya di atas meja.

​"Data kaset memori itu berisi skema logistik dan daftar nama pejabat penting di Central Plains yang mendanai proyek PROJECT CORE SOVEREIGN," bisik So-yeon, mencondongkan badannya sedikit ke arah Ryeon. "Dan dugaan awal kita beneran terbukti. Sosok yang dijuluki The Core Sovereign bukan cuma seorang master kuno dari faksi Unortodoks..."

​Mata hitam Ryeon menyempit kilat. "Siapa dia?"

​"Dia adalah salah satu dari Tiga Tetua Agung Aliansi Ortodoks," ungkap So-yeon dengan suara yang sangat pelan namun berbobot tajam. "Namanya Grandmaster Gu Feng dari Sekte Wudang."

​Keheningan melingkupi meja teh tersebut.

​Ryeon menatap daftar nama di atas kertas sutra hitam itu. Penemuan ini membongkar seluruh kemunafikan dunia Murim. Sosok yang selama ini dihormati sebagai pahlawan suci pembela faksi Ortodoks... ternyata adalah dalang utama di balik penyedotan Dantian massal dan proyek reaktor fusi rahasia yang mengancam keseimbangan benua.

​"Gu Feng memakai jubah keadilan Aliansi Ortodoks buat menutupi pergerakan Ordo Mata Dantian," lanjut So-yeon, jarinya mengetuk-ngetuk meja dengan pola matematis teratur. "Dia mengumpulkan Kristal Dantian dari para master yang tewas di perbatasan buat mengaktifkan Reaktor Inti Ketiga—reaktor terbesar yang tersembunyi di bawah ruang rahasia Gunung Wudang."

​Ryeon menggenggam cangkir tehnya, merasakan kehangatan yang menjalar di jemarinya.

​"Kalau Reaktor Ketiga itu aktif," analisis Ryeon dengan logika biomekanikanya yang dingin, "dia bisa menyedot seluruh aura Ki di radius lima ratus mil, membuat puluhan ribu pendekar kehilangan Dantian secara serentak dan mengubahnya jadi energi mutlak untuk dirinya sendiri."

​"Tepat," tegas So-yeon. "Dan untuk mengaktifkan Reaktor Ketiga itu, Gu Feng butuh satu hal lagi: Inti Reaktor CORE SOVEREIGN yang sekarang ada di tanganmu."

​Ryeon menyunggingkan senyum tipis yang penuh dingin dan rasa percaya diri.

​"Dia mau Inti Reaktor ini?" bisik Ryeon datar. "Kalau begitu, kita tidak perlu repot-repot mengejarnya ke Gunung Wudang. Kita pancing dia untuk datang mengambilnya sendiri di Luoyang."

​So-yeon terbelalak pelan, lalu tertawa halus—suara tawa yang sangat jernih dan penuh kegembiraan saat menyadari arah pemikiran Ryeon.

​"Kau mau menjadikan Luoyang sebagai sarang jebakan?" tanya So-yeon, mata indahnya berbinar-binar.

​"Bukan cuma jebakan," ralat Ryeon. "Kita bakal manfaatkan Pertemuan Besar Aliansi Ortodoks bulan depan di Luoyang. Kita bongkar seluruh bukti kejahatannya di hadapan seluruh klan dan sekte, lalu kita hancurkan sirkulasi energinya menggunakan gelombang pembalik Reaktor."

​So-yeon melempar kipas sutranya ke udara secara ringan lalu menangkapnya kembali, mengibaskannya dengan gerakan anggun.

​"Strategi yang luar biasa berani," puji So-yeon. "Aku bakal menyusupkan data salinan ini ke seluruh pemimpin klan Aliansi Ortodoks yang netral, sementara jaringan intelijen Keluarga Jaegal bakal menutup jalur pelarian Gu Feng."

​So-yeon mengulurkan tangannya yang halus ke arah Ryeon. "Papan catur sudah dipasang sempurna, Cheon Ryeon."

​Ryeon menyambut uluran tangan So-yeon, menggenggamnya singkat dengan mantap.

​"Mari kita selesaikan permainan ini," sahut Ryeon dingin.

​Sementara itu, di puncak Gunung Wudang yang tertutup kabut salju.

​Di dalam sebuah aula batu tertutup yang menyala oleh pendar cahaya merah kehitaman, seorang pria tua bertubuh kurus mengenakan jubah keemasan duduk bersila di atas altar raksasa.

​Di depannya, belasan master bertopeng emas Ordo Mata Dantian berlutut gemetaran.

​"Gagal lagi?!" suara serak pria tua itu bergema bagaikan gemuruh guntur dari dasar neraka, membuat seluruh aula bergetar keras.

​"M-maafkan kami, Grandmaster Gu Feng!" teriak salah satu master bertopeng emas dengan suara gemetaran hebat. "Bocah dari Kultus Iblis bernama Cheon Ryeon itu... dia merebut Inti Reaktor Kedua dan sekarang mendirikan Serikat Dagang di Luoyang bersama Putri Jaegal!"

​Grandmaster Gu Feng perlahan membuka matanya. Pupil matanya tidak berwarna hitam, melainkan berpendar cahaya keemasan mekanis yang sangat tidak alami—efek dari penyatuan Dantian manusia dengan teknologi reaktor kuno.

​"Cheon Ryeon... Ordo Roda Bintang..." bisik Gu Feng dingin, aura membunuh yang sangat dahsyat meledak melenyapkan seluruh lilin di aula tersebut. "Bocah bau kencur yang mengacaukan rencana seribu tahunku..."

​Gu Feng berdiri, mengibaskan jubah keemasannya.

​"Kumpulkan seluruh Pasukan Algojo Dantian," komando Gu Feng dengan suara menusuk. "Bulan depan, saat Pertemuan Besar Aliansi di Luoyang... aku sendiri yang bakal mencabut Dantian Cheon Ryeon dan merebut kembali Inti Reaktor itu!"

​Malam kian pekat di atas benua Murim. Dua kekuatan raksasa—Sains Biomekanika milik Sang Jenderal Sains dan Teknologi Reaktor Gelap milik Grandmaster Gu Feng—kini saling berhadapan di Luoyang. Badai terbesar dalam sejarah benua Murim... resmi bersiap untuk meledak!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!