Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 JANGAN SOK AKRAB
Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh, akhirnya Alletha sampai di rumah nya.
"Malam sekali pulang nya non."
Ucap pak satpam
Alletha hanya tersenyum kecil.
"Hehe iya pak, soalnya teman saya baru saja siuman, mangkanya saya baru pulang." Jawab Alletha
"Owh iya iya." Ucap pak satpam mengerti.
"Alletha masuk dulu ya pak."
Ucap alletha ramah.
"Iya non." Jawab pak satpam
Alletha pun sampai di depan pintu rumah nya, dan ia pun memencet bel rumah nya.
Ting tong, Ting tong
Bi Jum yang mendengarkan suara bel itu pun langsung berlari keluar.
Begitu pun Bu iris yg sedari tadi tidak bisa tidur karna memikirkan anak nya.
Ceklek
Pintu di buka oleh bi Jum.
"Alhamdulillah non udah pulang, ayok non masuk." Ucap bi Jum
"Iya bi terimakasih." Ucap alletha dan ia langsung masuk ke rumah nya dan duduk di sofa
"Haaa, capek." Ucap alletha
Tak tak tak tak
Suara langkah kaki seseorang yg menuruni tangga.
"Alhamdulillah nak, kamu sudah pulang, dari tadi mamah tidak bisa tidur karna mikirin kamu." Ucap Bu iris dan langsung menuju ke arah Alletha dan memeluk anak semata wayangnya itu.
"Maaf mah, tadi Alletha panik liat keadaan Fitri kayak begitu."
Ucap alletha
"Lain kali jangan lupa hubungi mamah dan papa, biar mama dan papa tidak khawatir." Ucap Bu iris
"Iya mah." Ucap Alletha lembut
"Kamu pasti lapar kan, ayo mama kawanin sarapan dulu." Ucap Bu iris lagi
"Gak mah, Alletha gak lapar, tadi sudah di belikan makanan sama Tante clara." Jawab Alletha sambil tersenyum
Bu iris yg mendengar kan itu pun tersenyum juga
"Alhamdulillah kalau begitu nak, sekarang kamu tidur gih, pasti capek, di tambah lagi besok sekolah." Ucap Bu iris
Alletha mengangguk.
"Iya mah, Alletha ke kamar dulu."
Ucap alletha pelan
Bu iris mengangguk sambil tersenyum kecil
"Good night sayang." Ucap Bu iris
"Good night too mah." Jawab Alletha
Mereka menuju ke kamar mereka masing masing.
"Bagaimana pah, apa sudah selesai urusan nya." Tanya Bu calara kepada Nathanael
Sedari tadi Bu Clara menunggu kepulangan suaminya di ruang tamu.
"Loh mamah belum tidur."
Tanya Nathanael
"Belum pah, mamah nungguin papah." Jawab Bu Clara
"Hum istri ku yg sangat cantik ini, rupanya tidak bisa tidur kalau suami belum pulang ya." Ucap Nathanael menggoda istrinya itu.
Bu Clara hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya nya ini.
"Sudah beres semuanya mah, Fitri Masi harus di rawat satu hari lagi, sampai benar benar pulih."
Ucap Nathanael
"Semoga cepat sembuh ya kan pah, setidak nya kita sebagai org tuan rumah bertanggung jawab." Ucap Bu Clara
"Iya mah, itu pasti." Jawab Nathanael
"Ya sudah mah, ayo istirahat, papa sudah benar benar capek."
Ucap Nathanael dan di angguki oleh Bu Clara
Di pagi hari yg cukup cerah.
"Alletha kamu sudah siap belum."
Ucap pak raider
Namun tidak ada sahutan dari dalam kamar anak nya itu.
"Mah, Alletha belum bangun.?"
Tanya pak raider
Bu iris yg sedang menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya pun langsung melihat ke arah pak raider.
"Sepertinya belum pah." Ucap Bu iris
"Hufff, dasar anak itu." Ucap pak raider.
"Mungkin Alletha kecapean pah, lagian ini hari Sabtu, biarkan saja ia istirahat, nanti biar mama yg izinkan ke wali kelas nya." Ucap Bu Reska
"Iya mah, izin itu lebih baik dari pada alpa." Sahut pak raider dan ia duduk di meja makan.
Saat pak raider dan Bu iris sarapan terdengar langkah kaki dari atas yg lebih seperti org berlari.
Bu iris dan pak raider saling tatap dan melihat ke arah tangga dan benar saja ternyata itu Alletha yg berlari tergesa gesa.
"Alletha pelan pelan." Ucap Bu iris
"Mamah sama papa kok GK bangunin Alletha si." Ucap Alletha sebal
Bu iris dan pak raider lagi lagi saling tatap dan kembali melihat ke arah Alletha.
"Loh mama kirain kamu kecapean, mangkanya ingin mama izinkan ke wali kelas." Sahut Bu iris
"Sudah sudah ayo sarapan, nanti semakin telat." Ucap pak raider
mereka pun sarapan dalam diam hanya ada suara sendok yg beradu dengan piring.
Setelah selesai sarapan, Alletha berjalan ke arah papa nya.
"Pah aku berangkat bareng..."papah ya, malas bawa motor capek." Ucap Alletha
Pah raider pun tersenyum dan mengangguk.
"Iya nak, nanti sepulang sekolah tunggu papah ya, biar papa jemput, jika tidak hubungi papa."
Ucap pak raider
"Iya pah." Ucap Alletha
"Mah kami berangkat dulu."
Ucap pak raider
"Iya pah, hati hati bawa mobil nya." Sahut Bu iris dan di angguki oleh pak raider sambil tersenyum.
Pak raider mencium pucuk kepala istrinya lembut, dan Bu iris menyalamai tangan suami nya.
Alletha yg melihat itu pun tersenyum lebar, hati nya sangat senang melihat keluarga nya rukun.
Alletha pun menyalamai tangan mamah nya.
"Kami berangkat dulu mah."
Ucap Alletha dan di angguki oleh Bu iris, Bu iris mengantar mereka sampai teras rumah nya, dan ia kembali masuk kembali masuk ke dalam rumah.
Di perjalanan.
"Pah." Panggil Alletha
"Kenapa nak." Ucap pak raider
"Papa ada hubungan apa dengan keluarga om Nathanael." Tanya Alletha
"Emang ada apa nak." Ucap pak Nathanael sambil tetap pokus menyetir mobil nya.
"Alletha liat liat papa sama mama sangat akrab dengan om Nathanael dan Tante clara." Ucap Alletha sedikit kepo
Pak raider hanya tersenyum kecil.
"Nanti juga kamu tahu sendiri."
Ucap pak Nathanael.
Alletha yg mendengar kan itu pun cemberut.
Setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit akhirnya Alletha sampai di depan sekolahan nya.
"Papah berangkat ke kantor dulu ya Alletha, kamu hati hati di sekolah, jangan nakal." Ucap pak raider
"Iya pah." Jawab Alletha
Pak raider pun kembali melajukan mobilnya.
"Loh non, tumben banget berangkat siang, biasanya selalu pagi." Ucap pak satpam sekaligus penjaga sekolah.
"Eheh iya pak, tadi Alletha kesiangan." Ucap Alletha
"Yaudah buru atu non, mumpung bel masuk belum bunyi."
Ucap pak satpam itu
"Apa gak senam ya pak Hadi ini." Tanya Alletha sambil berjalan masuk.
"Sepertinya gak non, kalau GK salah kayak nya hari ini ada tamu penting dari kedinasan." Ucap pak satpam
"Owh iya deh pah, makasi."
Ucap Alletha dan berlalu pergi
"Sama sama." Ucap pak satpam pelan, ketika pak satpam ingin mengunci pintu pagar, ada seseorang yg menyelinap masuk
"Loh loh kamu siapa." Teriak pak satpam, karna org tersebut menggunakan jaket dan penutup muka
Org yg di teriaki pun berhenti.
"Saya Darren pak, murid baru di sekolah ini." Ucap Darren
"Murid baru? Coba buka jaket dan penutup muka nya." Ucap pak satpam
Darren pun dengan malas dan dingin membuka jaket dan penutup muka nya.
"Bawa sini, pulang sekolah baru ambil lagi." Ucap pak satpam
"Hm." Ucap Darren cuek dan berlari pergi
"Hadeh, anak zaman sekarang, kebanyakan gaya." Ucap pak satpam menggeleng kan kepala nya.
"Loh Alletha tumben banget kamu kesiangan, biasanya kepagian."
Ucap Irma
"Hehe iya tadi aku bangun kesiangan karna kecapean." Jawab Alletha
"Gimana dengan keadaan Fitri Alletha, apa dia sudah siuman." Tanya Rinaldi
Sedangkan yg lain hanya melihat dan mendengar, karna ada sedikit rasa kepo pada diri mereka.
"Alhamdulillah, Fitri dia sudah siuman, hanya perlu di rawat sehari lagi saja." Jawab Alletha
"Alhamdulillah." Ucap mereka semua kompak
"Syukur lah kalau dia sudah baik baik saja." Ucap yg lainnya
"Iya tuh syukur lah kalau dia baik baik saja." Ucap yg lainnya lagi
Dan hanya di angguki oleh Alletha
Dan mereka kembali sibuk dengan kesibukan masing masing.
Tok tok
Pintu kelas di ketuk oleh Darren dan ia pun masuk
Mereka menatap ke arah Darren heran.
"Loh Islam gak bro." Ucap Rinaldi
Darren hanya diam saja.
"Iya tuh, kalau masuk itu harus nya ngucapin salam, ini main nyelonong saja." Ucap Barron
Darren hanya cuek dan terkesan tak peduli.
Alletha menatap ke arah Darren dan ia memfoto Darren secara diam diam, dan setelah dapat ia pun tersenyum kecil
Disha yg melihat tingkah laku sahabat nya ini pun tersenyum kecil dan menggeleng kan kepala nya.
"Gini amat punya sahabat yg sedang jatuh cinta." Bisik disha
Alletha yg mendengar kan itu pun langsung memerah pipi nya.
"His apa si." Ucap Alletha pelan
Setelah beberapa menit menunggu di kls mereka merasa bosan.
"Hem, dis, apa guru gak masuk ya." Ucap Alletha "Lah, kan guru ada rapat gimana mau masuk coba." Ucap disha
"Owh iya lupa." Jawab Alletha
"Kamu mah lupa terus." Ucap Oliv yg duduk di belakang mereka
"Ya mau gimana lagi." Sahut Alletha
"Bosan banget rasanya, pengen keluar, tapi gak di bolehin keluar kls." Ucap Siti
"Iya nih, padahal pengen beli makanan." Ucap Irma
"Iya nih, masa guru yg rapat kita yg GK di bolehin keluar." Ucap Sintia
"Gimana kalau kita main aja."
Ucap Alletha sambil menatap ke arah Nathanael
"Main apaan." Ucap Barron
"Ya main game, siapa yg kalah ia harus di kasi hukuman." Ucap Alletha
"Boleh juga tu." Ucap Kalvin
Sedangkan Nathanael menatap ke arah calvin, ia kira Kalvin pendiam tau nya sama aja.
"Ayok Nathanael kita main." Ucap Alletha kepada Nathanael
"Malas." Ucap Nathanael
"Loh, kenapa malas, ayok lah main biar kamu dekat sama yg lainnya di kls ini." Ucap Alletha sambil menarik lengan Nathanael
Nathanael menatap Alletha tajam.
"Jangan sok akrab." Ucap Nathanael tegas
Mereka terkejut termasuk Alletha, namun Alletha biasa saja karna ia fikir itu hal biasa bagi murid baru.
"Sudah lah Alletha, ayok kita saja, kalau dia tidak mau jangan di paksa." Ucap Rinaldi
"Iya tuh Alletha, ayok kita kita saja bagi yg mau ikut, bagi yg gak mau ya terserah mereka." Ucap Irma
Akhirnya mereka main bersama terkadang Alletha kalah, terkadang disha yg kalah dan yg lain lain nya.
Akhirnya jam istirahat yg di tunggu tunggu pun tiba.
"Ayok kita sarapan di kantin."
Ucap Siti
"Ayok, gw udah lapar ni." Jawab Irma
"Yaudah ayo, kita sarapan di kantin, bareng bareng lebih seru."
Ucap Oliv
Alletha, Rinaldi, disha, Kalvin, Oliv, siti, Irma, Baron akhirnya keluar dari kelas dan berjalan
menuju kantin.
Sedangkan yang lain berpisah dengan mereka.
Sesampainya di kantin mereka langsung memesan makanan ke pada bibi kantin.
"Ehem boleh ikut gabung gak."
Ucap Sofya anak kelas multi media
"Oh boleh, silahkan." Ucap Alletha
"Makasi." Ucap Sofya sopan dan ia duduk di samping Alletha
"Kawan kawan mu yg lain kemana sofya." Tanya Alletha
"Ada di kelas Alletha, tapi mereka
bawa bekal, sedangkan aku lupa bawa." Jawab Sofya
"Si arin kemana, biasa nya kemana mana kamu sama dia."
Tanya Irma
"Arin ia izin, soalnya sakit."
Ucap Sofya
Mereka hanya mengangguk mengerti.
Akhirnya pesanan mereka datang, dan mereka mulai berdoa dan menyantap makanan mereka.
"Kata nya di kelas kalian ada murid baru ya." Ucap Sofya
Deeghh
Ntah kenapa ketika Alletha yg mendengar kan itu, ia merasa cemburu dan tak terima ketika ada wanita lain yg membahas Nathanael.
"Iya ada, nama nya Nathanael, tapi org nya dingin kayak batu es." Ucap Irma
"Kenapa memang nya, apa kamu suka sama murid baru itu."
Ucap Siti
Sofya menggeleng kan kepalanya pelan
"Tidak, mana mungkin aku suka, sedangkan aku sudah mempunyai pacar." Ucap Sofya
"Lah? Terus kenapa kamu
nanya murid baru di kls kami."
Tanya disha
"Owh itu Mery yg suruh nanyain." Jawab Sofya
"Owh." Ucap disha
"Kenapa mau saja di suruh suruh, kalau dia mau tau ya tanya langsung saja sama yg bersangkutan." Ucap Alletha dingin
Mereka menatap ke arah Alletha, karna mereka melihat perubahan dari diri nya.
"Ehem." Dehem rinaldi, karna ia tahu sikap perubahan Alletha
"Sudah sudah ayo makan, jangan banyak bicara." Ucap disha
Akhirnya mereka kembali fokus menyantap makanan mereka dengan tenang.
Alletha selesai terlebih dahulu, ketika ia ingin membayar ke pada bibi kantin, ia di datangi kaka kelas.
"Dek, apa bisa bantuin kaka."
Ucap hikmah kaka kelas mereka
"Bantuin apa kk." Tanya Alletha
"Bantuin merapikan ruang perpustakaan, sudah sangat berantakan." Ucap hikmah, ia lebih senang dan lebih dekat dengan Alletha di bandingkan dengan adik kelas nya yg lain.
"Kawan kawan kk mereka
sedang mengerjakan tugas yg di berikan mom bela, dan mom bela menyuruh kk untuk membersihkan ruang perpustakaan, jadinya kk ajak kamu." Ucap hikmah
"Owh, okey kk, tunggu ya, aku mau bayar makanan ku dulu." Ucap Alletha
"Okey." Ucap hikmah
"Emang ruang perpustakaan kenapa kk." Tanya Irma
Ya mereka juga sudah selesai sarapan nya.
"Berantakan, gara gara mereka tidak susun dengan rapi setelah selesai membaca buku."
"Mereka?." Ucap Irma bingung
"Iya mereka yg sering membaca di perpustakaan, tapi kk juga kurang tau mereka kls mana dan kls berapa, soalnya kn kk jarang ke perpus." Ucap hikmah
"Owh iya lah kk." Jawab Irma
"Kami kembali ke kelas ya Len."
Ucap disha
"Iya, kamu tidak apa apa kan kami tinggal." Ucap Rinaldi
"Tidak apa apa." Jawab Aletta
Akhirnya mereka berpisah, Aletta menuju perpustakaan, yg lainnya menuju kelas