Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Kasta Level
Le Or Nold menggeram lalu berteriak, dia mengeluarkan dua pedang. "Meski kau ada naga aku tidak akan takut!"
Mata Lumine memancarkan sinar merah. "Akh!"
Tapi para budak juga pintar, mereka melompat menghindar dan menunggu perintah Reyhan.
Reyhan berdiri berbalik ke mereka dengan pedang nya tertuju mereka. "Habisi mereka"
"Baik!"
Wush!
Bush!
5 budak memegang pedang, kapak, dan tombak maju.
Le Or Nold membungkukkan badannya mengelak lalu menebas dua kaki budak di depannya. "Dasar iblis rendahan!"
Push!, Le Or Nold menusuk dua pedang nya.
Namun satu budak memegang kapak level 5 menyerang Le Or Nold bersama iblis memegang tombak.
Sedangkan Lumine melawan dua iblis level 6 dan 7 yang memegang perisai dan pedang.
"Sial, kalian merepotkan!" Lumine menamparkan tangannya ke salah satu iblis.
Tapi iblis yang memegang perisai melindungi nya.
Prang! Serangan Lumine meleset, mata Lumine terbelakak lalu dia menjegal kaki nya hingga jatuh.
"Mati!" Lumine menembakan sinar merahnya hingga budak itu berubah jadi patung.
Sring!, tapi iblis yang memegang pedang menebas punggung Lumine sampai berdarah.
"Aku! Itu sakit, aku akan mencabik-cabik mu!" Lumine memegang budak itu dan membunuunya dengan menggigit lehernya.
Le Or Nold juga berhasil membunuh iblis dua lainnya dengan mata memerah dan wajah bercak darah.
Reyhan menyipitkan matanya. "Sepertinya level memang lah kasta tertinggi" gumamnya.
"Semuanya, serang dengan sekuat tenaga!" Teriak Reyhan.
"Ha!"
Ketika Reyhan maju, para budak juga menyerang.
"Goaah!!!" Le Or Nold berteriak dengan suar asli kadalnya lalu bergerak cepat menembus garis depan dan menghantam serangan pada pedang Reyhan.
Lumine mengurus serangan jarak jauh para budak dengan sengit.
"Mati kalian mati!" Lumine menembakan sinar sampai jadi patung lalu melemparnya ke budak lain.
Reyhan melompat ke atas. "Zirah perak!"
[Zirah perak telah diaktifkan]
Sing!, tubuh Reyhan bersinar terang dan dia memakai zirah perak dan dia memakai helm kesatria.
"Ha! Ledakan petir!" Reyhan menancapkan pedangnya ke tanah.
Budak-budak Reyhan langsung lompat ke atas.
Ziitsss! Lantai jadi gelombang petir ganas, Le Or Nold dan Lumine gemetar dan bau hangus.
"Akh!" Le Or Nold terhempas keluar jendela dan jatuh ke tanah.
"Ahh!" Lumine juga jatuh ke tanah, mereka berdua mengerang kesakitan sebelum berdiri.
Asuna menatap Reyhan dengan mata berbinar dan kagum. "Aku tidak salah memilih pemimpin" Asuna merasa hatinya membara.
Reyhan menatap lantai bawah. "Kalian berlima tutup Gate, aku dan lainnya akan menghabisi kedua orang itu" perintahnya.
"Baik tuan" 5 budak berlari ke ruang guru untuk mematikan Gate.
Reyhan dan 30 budak dan Asuna melompat dari lantai 3 dan jatuh tepat ke tanah.
Akan tetapi saat Reyhan jatuh, semuanya terdengar sunyi dan berkabut sampai Reyhan tak bisa melihat apa-apa.
"Zahra! Flower!" Teriak Reyhan.
Namun tidak ada jawaban sama sekali, Asuna berjalan ke sebelah Reyhan. "Tuan ada bau darah yang begitu menyengat"
Reyhan bernafas cepat dengan mata melebar. "T-tidak mungkin bukan? Flower! Zahra!"
Siu!, suara gesekan angin terdengar di depan. Reyhan dan para budak lainnya waspada jika itu adalah serangan.
Namun yang terlempar adalah mayat Exorcist berjubah putih.
Reyhan terdiam, sesaat matanya menatap tajam. "Bau nya sangat terasa keluarlah!"
"Sh..." Ular Crystal merah mendesis dari depan, lalu wajah besar ular Crystal merah itu terlihat jelas dan bersama pasukan iblisnya serta Le Or Nold dan Lumine.
"Reyhan!" Teriak seseorang dari barisan belakang iblis.
Ular Crystal merah menoleh ke belakang. "Sah!" Teriaknya lalu kabut menghilang dan Reyhan melihat Zahra, Flower dan Exorcist lainnya tersisa sedikit.
Reyhan tersenyum lega lalu kembali jadi serius. "Semuanya! Waktunya kita serang balik dengan tegas!"
"Ya!"
"Maju!" Reyhan melompat lalu menebas petir dan 3 iblis mati seketika.
"Sistem, jadikan mereka budakku untuk membantuku melawan" ucap Reyhan dalam hatinya.
[Baik host]
Para budak Reyhan yang baru segera bangkit dan melawan balik, Zahra dan Flower serta lainnya menatap dengan tercengang.
Karena tiba-tiba ada banyak orang asing yang bergabung dalam pertarungan.
Reyhan tersenyum canggung. "Sistem berhenti sekarang, simpan kuotaku"
[Dimengerti]
Summon telah berhenti, ular Crystal merah menyipitkan matanya melihat pergerakan lincah dan kuat Reyhan.
Tiba-tiba jantung ular Crystal merah berdetak kencang dan sakit. "Sah!" Teriaknya marah ke arah sumber Gate.
Semuanya menoleh kesana juga, Ular Crystal merah bergerak cepat membuat rusak sekolah lalu keluar dengan mulut ada 5 budak Reyhan.
Reyhan mengepal tangannya karena budak nya di telan oleh ular itu. "Sial!"
Bugh!, Reyhan terkena serangan tinju membuatnya terhempas tak seimbang tapi beruntung dia bisa berdiri seimbang.
"Kau" matanya menyipit melihat Le Or Nold.
Le Or Nold terengah-engah dengan marah, kedua pedangnya sudah banyak darah. "Aku pasti akan membunuhmu!"
Le Or Nold berlari menyebabkan tanah retak lalu dia melompat untuk menebas dari atas.
Namun Reyhan tak bergerak karena sesosok wanita yaitu Asuna muncul di depan Reyhan.
"Terima ini!" Asuna memukul perut Le Or Nold ke langit.
"A-aku-
Reyhan melepas pedangnya lalu dengan serius dia mengarahkan telapak tangannya ke Le Or Nold.
"Pengakuan petir!"
Jedar!!, petir muncul dari atas dan menyambar Le Or Nold dengan tegangan tinggi.
Zahra dan Flower serta Senior yang selamat meneguk ludahnya karena tak bisa membayangkan disetrum listrik bertegangan tinggi.
"Ahh! Aku adalah iblis level 9! Aku tidak akan kalah semudah itu!" Teriak Le Or Nold. "Medusa bantu aku!"
"Baik Le Or Nold, aku datang!" Lumine bergerak cepat dan lincah.
Tapi tentu saja tidak akan dibiarkan begitu saja.
"Lautan api!"
"Hantaman mawar!"
"Tornado!"
"Pistol api!"
Zahra, Flower, Zeke, dan Daniel menyerang bersamaan membuat Lumine terluka berat.
"Le Or Nold maaf, aku harus mengeluarkan serangan seriusku!" Lumine terengah-engah lalu matanya melebar dan cahaya merah keluar.
Zahra terkejut dan memalingkan pandangan. "Tutup mata kalian!"
Segera yang lainnya menutup mata, tapi Lumine tak berhenti sampai kaki Zahra dan lainnya membeku jadi patung dan terus naik.
"Sial!" Zahra mendecakkan lidahnya.
Namun Paylor muncul di belakang Lumine dengan dia pisau di sisi leher Lumine.
"Ada kata terakhir?"
Lumine terbelakak. "K-kenapa bisa ada ketua divisi disini?"
"Entahlah"
Crash!, kepala Lumine putus dan Lumine jatuh tewas. Kaki Zahra dan lainnya yang membeku jadi sembuh.
Daniel mendekati Paylor. "Pak tua, kau datang terlambat. Sembunyi dimana saja kau selama ini?"
Paylor mendengus. "Daniel bukan waktunya untuk itu, dia harus diurus" menunjuk Le Or Nold. "Dia adalah iblis level 9"
Daniel mendesis. "Tapi apa serangan petir itu akan menghambatnya?"
"Tidak akan" Paylor menyiapkan pisaunya.
"Akh!" Le Or Nold meledakan energinya sampai petir itu lepad dari tubuhnya.
"Uahk!" Reyhan terdorong mundur dan jatuh berlutut memegang perutnya. "Cih itu masih kurang" mendongak.
Le Or Nold menyipitkan matanya. "Kau memaksaku manusia!" Le Or Nold menggabung kedua pedangnya di langit.
"Aku akan tunjukan padamu apa itu kekuatan!"
Bom!
Angin berhembus kencang, pedanh Le Or Nold mengeluarkan energi besar berwarna merah campur hitam yang menjulang tinggi ke langit.
Reyhan terkejut dengan aura besar itu. "E-energi apa itu?"
Zahra, dan Exorcist sampai iblis lainnya juga merasakan firasat buruk dari energi Le Or Nold.
"Rasakan ini!" Le Or Nold tertawa gila lalu mengayunkan serangannya.
Reyhan menutupi mukanya dengan lengannya, dan para Exorcist yang terjebak sudah pasrah.
"Berhenti disitu!" Tegas suara wanita dari atas.
Wanita itu menghentak kakinya dari atas dan dimensi ular retak dan mereka kembali ke dunia manusia.
Tidak hanya itu saja wanita itu mengibas tangannya lalu air dari dalam tanah muncul kemudian menghantam serangan Le Or Nold.
"Hancur!" Wanita itu mengepal tangannya.
Crash!, serangan nya hancur begitu saja di terkam air.
"T-tidak mungkin, s-siapa kau" Le Or Nold gemetar merasakan tatapannya dan energi yang luar biasa besar.
Zahra, Flower, Daniel, Paylor, Michael, dan Exorcist lainnya berdebar-debar jika benar itu bantuan maka itu terlalu kuat.
Tapi Reyhan tahu siapa orang itu. "I-ibu?" Ucapnya tak percaya. "Ibu!" Panggilnya keras.
Daniel tersentak. "Pria tua, barusan anak itu panggil dia ibu kan?"
Paylor mendesis melihat Alisa yang melayang di langit. "Dia Alisa, Alisa seorang Exorcist Legenda yang ikut serta melawan Gate level 20"
Daniel meneguk ludahnya berat, Michael yang tak sengaja dengar seketika gemetar.
Iblis level 9 saja bukan apa-apa untuk Exorcist Legenda!
Alisa menatap Reyhan dan Asuna yang acak-acakan dengan kesal. "Berani sekali kau melukai anakku!" Alisa melesat ke bawah dan mencengkeram leher Le Or Nold.
"T-tidak, lepaskan aku!" Le Or Nold meronta-ronta.
Namun kekuatannya tak ada rasa bagi Alisa, Alisa terbang dekat dengan permukaan untuk membuat tubuh Le Or Nold tergeret.
Reyhan menggeleng cepat agar sadar. "Sekarang saatnya! Habisi semua iblis yang tersisa!"
Perang kembali di lanjutkan tapi kali ini Exorcist lebih semangat karena para iblis kehilangan koordinasi memimpin.
Saat selesai, Alisa menendang Le Or Nold ke gedung bangunan dengan keras.
"Berhasil!" Flower berteriak senang.
Tapi semua orang tahu jika itu hanya permulaan, ular Crystal merah yang mereka tunggu muncul dari bangunan.
Ular itu melihat bawahannya sudah kalah dan merasakan aura Exorcist yang kuat mengalahkan Le Or Nold.
Le Or Nold berdiri di reruntuhan bangunan dengan tawa gila. "Habislah kalian! Kalian pasti akan di kalahkan oleh tuan ku!"
Alisa bersiap bertempur, tapi Ular itu bergerak ke arah Le Or Nold dan membuka mulutnya.
Le Or Nold terkejut, sudut bibirnya berkedut. "T-tuan?"
Tanpa banyak bicara ular itu melahap Le Or Nold dan menelannya.
Alisa dan lainnya menatap dengan tak percaya, sebenarnya apa yang di pikirkan oleh ular itu.
Tapi tidak hanya Le Or Nold, Lumine yang tewas dibawa energi Ular itu lalu memakannya juga.
Reyhan mendesis. "Benar-benar kejam"
Ketika ular itu selesai menelan, kepalanya bergoyang lalu tubuhnya retak seperti ganti kulit.
Namun tubuhnya bukan makin besar tapi jadi manusia yaitu bentuk tubuh Devan.
"Akhirnya aku dapat wujud manusia" ular berbicara di tubuh manusia nya.
Mata ketiganya di dahi terbuka, dan dua mata yang dapat mematung kan lawan di telapak tangannya.
Sisik keras ular nya muncul di tubuhnya membentuk seperti zirah.
"Yo manusia, aku Saintes Earque. Level 11" tersenyum licik.
Alisa mengerutkan keningnya dan melihat ke ruang guru jika Gate masih terbuka tapi iblis yang masuk kebingungan karena tidak ada koordinasi.
"Begitu ya, karena kau sudah evolusi maka kau tidak butuh Gate lagi" Alisa mendarat didepan Reyhan.
Saintes Earque terkekeh. "Tentu saja, karena aku sudah evolusi maka aku juga bisa memakan kalian juga"
Alisa tersenyum tipis. "Itupun jika kau sanggup"
Elena atau roh air Alisa terbang di sekeliling Alisa. Bukan hanya itu saja, roh itu terbang ke semua Exorcist yang tersisa dan luka mereka sembuh.
Reyhan merasa dirinya sehat kembali dengan kagum. "Ibu... Aku tak menyangka jika ibu juga Exorcist"
Alisa menghela nafas panjang. "Maaf merahasiakan nya selama ini Reyhan, tapi aku akan memberi tahumu saat ini selesai"
Reyhan mengangguk siap lalu berdiri di sebelah ibunya. "Aku akan membantu ibu" tersenyum percaya diri.
"Bukan hanya dia saja" Zahra datang dengan kuda api dan tombaknya.
"Halo bibi, aku Flower" Flower datang dengan menaiki akar mawar.
Daniel tertawa pasrah. "Yah sepetinya ini akan jadi menarik" membidik Saintes Earque.
Paylor menggesek pedangnya menciptakan suara besi gesekan. "Kau benar Daniel, tapi ini bukan pertama kalinya kan"
"Hahaha, aku tidak menyangka akan bertemu legenda Exorcist!" Michael tertawa bersemangat.
Alisa melihat semuanya berbaris, bibir Alisa tersenyum tipis. "Mari kita selamatkan dunia kita"
"Tuan" Asuna menepuk bahu Reyhan.
Reyhan mengangguk mengerti. "Ya Asuna, semua nya berkumpul berkerja sama"
...