NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8. Jangan terlalu berharap!

Happy Reading

Buruan naik, gue anterin pulang!"

Saat cewek lain selalu pura-pura tidak mau dan berkata 'nggak usah', 'bisa pulang sendiri, kok', atau 'nggak usah repot-repot'.

Aily justru langsung menganggukkan kepalanya tanpa ragu dan berkata.

"Oke, tapi aku yang bawa motornya."

Rasanya Alderza saat itu juga ingin berkata kasar dan menghempaskan Aily jauh-jauh saat mendengar ucapannya.

Apakah Aily ingin menjatuhkan harga dirinya?

Atau memang otaknya saja yang sedikit geser?

Alderza hanya membelalakkan matanya kaget. Cowok itu bahkan tak mengeluarkan satu kata pun. Dia sudah seperti patung saja. Bedanya, Alderza masih berkedip beberapa kali yang menandakan bahwa dirinya masih hidup.

"Ehem, o-oke deh gak jadi." Ucap Aily gugup dan sedikit memperlihatkan giginya.

Sepertinya ucapan Aily barusan salah, dan ia harus siap mendapatkan kata-kata kasar lagi dari Alderza.

"Kenapa gak jadi?" Tanya Alderza yang tiba-tiba tersadar dari lamunannya.

"Ng-Nggak papa. Pokoknya gak jadi aja."

Aily kembali menunduk takut, tangannya kembali gemetar lagi. Sampai saat ini Aily masih takut kepada Alderza, takut cowok itu akan melakukan hal yang biasa ia lakukan di sekolah terhadapnya.

Meskipun dia selalu tersenyum, luka yang diberikan Alderza masih membekas. Meskipun ia selalu menjawab perkataan Alderza tanpa ragu, tetap saja ada rasa takut saat dia bersama Alderza.

Dan kali ini, Alderza dapat melihatnya dengan jelas. Dia melihat ketakutan yang selama ini Aily sembunyikan darinya.

Entah kenapa, rasanya sangat berbeda.

"Gue cuma kaget aja. Lo mau rusak harga diri gue atau gimana? Atau lo mau-"

"Ma-maaf kalau aku salah. Aku pulang sendiri aja ya. Gak jauh kok dari sini."

Dengan secepat kilat, Aily langsung berlari sekuat tenaga tanpa memperdulikan kakinya yang terasa sakit. Dan tentu saja, Alderza mengikutinya dari belakang.

"Aily." Panggil Alderza.

"Lo takut ya sama gue?"

Alderza masih mengendarai sepeda motornya dengan perlahan tepat di samping Aily. Namun sayang, kali ini Aily sama sekali tidak menjawabnya.

"Hei, gue tau lo denger gue!"

Tibalah Aily di depan rumahnya dan langsung lari ke dalam rumahnya tanpa menjawab perkataan Alderza sedikitpun.

Alderza langsung turun dari motor dan mengejar Aily. Dia mengetuk pintu beberapa kali dengan kencang, seperti orang yang tidak sabaran.

Bukannya malaikat yang keluar, tetapi malah sosok iblis yang menyeramkan. Ya, Tiara lah yang membukakan pintu. Wajahnya yang menyeramkan membuat Alderza terpaku.

"Itu Tante. Anu-"

"Udah saya bilang kan, jangan ganggu anak saya lagi!" Bentak Tiara, membuat Alderza menarik napas dalam-dalam agar diberi kekuatan oleh yang maha kuasa untuk menahan emosinya agar tidak keluar.

"Tante, saya-"

"PERGI!"

Alderza menghembuskan napas pasrah. Sepertinya tidak ada yang bisa cowok itu lakukan lagi untuk menghadapi monster ini.

"Oke."

Dari jendela kamarnya, Aily melihat kepergian Alderza. Dia sudah tahu, pasti ibunya akan mengusir cowok itu. Bukan hanya karena matahari yang sudah setengah turun dan awan mulai gelap.

Tapi..... Karena Alderza sudah terkenal sebagai anak berandalan yang berbahaya.

Aily mengunci pintu kamarnya dan menarik napas dalam-dalam. Dia berbaring di tempat tidur, lalu bersembunyi di balik selimutnya.

Apa yang dia harapkan dari cowok seperti Alderza? Dia itu hanya cowok yang akan terus menyakitinya.

"Jangan terlalu berharap, Aily." Ucapnya dalam hati.

Tidak mungkin dia mau berteman dengannya, apalagi sampai bercanda dan berbagi tawa dengannya. Jadi.... Satu hal yang harus ia lakukan.

Ia tidak boleh terlalu terbuka dan banyak bicara dengan cowok itu. Jika terus seperti itu, yang ada ia hanya akan menerima caci maki dan kata-kata pedas dari Alderza.

Satu hal lagi, yang ada Alderza hanya akan menyakitinya saja.

***

"Aily, dengerin Mama. Bisa kan kamu jauhin Alderza? Mama gak pernah minta apa-apa sama kamu. Mama sayang sama kamu. Mama takut kamu kenapa-kenapa."

Awan sudah gelap, mentari kini sudah tenggelam digantikan oleh bulan yang bersinar sempurna menerangi malam yang dingin.

Tapi, malamnya kini di penuhi oleh kicauan Tiara yang ketakutan karena Alderza terus menggangu Aily, anak kesayangannya.

"Iya Ma. Aily tahu ko."

Aily tersenyum manis sembari memegang tangan Tiara.

"Jadi Mama gak usah khawatir ya."

Akhirnya Tiara bisa bernapas lega saat Aily berkata seperti itu.

"Aily ke kamar dulu ya, Ma. Mau nulis."

"Susunya?" Tanya Tiara. Karena dia selalu memberikan segelas susu hangat setiap malam pada putrinya itu.

"Iya, Aily bawa susunya."

Aily membawa segelas susu coklat tersebut ke kamarnya. Dia menarik napas dalam-dalam lalu mengunci pintu kamarnya.

Saat Aily ingin membuka jendela kamarnya dan melihat bulan dan bintang, tiba-tiba saja ia melihat bayangan tangan di balik jendelanya.

Tok...Tok....Tok....

Hantu?

Tak lama, ada bayangan wajah yang muncul. Bayangan itu semakin jelas sampai memperlihatkan kontras wajahnya.

"Alderza?"

Tok....Tok....Tok....

ketukannya semakin kencang seolah pertanda kalau Alderza ingin Aily membuka jendelanya.

Dengan tangan yang gemetar, Aily membuka jendela kamarnya tersebut dengan perlahan. Dan.... Benar saja, ia mendapati Alderza ada di sana.

"Alderza, kamu ngapain ke sini malem-malem?"

Thank you yang udah baca, tolong dikoreksi ya apabila ada kesalahan kata, typo, ataupun ada kata yang kurang tepat. Love you guys.

1
ros 🍂
semangat thor💪 ijin mampir
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!