Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 04 Black Grimoire bagian 2
Monster kelinci mata merah, adalah monster yang memiliki kepintaran sama seperti hewan biasa, akan tetapi karena telah tercemar dari 10.000 ras monster akibat peperangan panjang, mereka berevolusi dan mengembangkan kemampuan mereka untuk memburu hewan-hewan kecil lainnya. Kelinci mata merah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatan fisik mereka selama beberapa detik, dan dengan kekuatan fisik yang setara dengan seekor kuda sudah banyak orang yang terbunuh karena meremehkan mereka.
Namun pada saat itu Merlin yang mana melihat beberapa ekor kelinci mata merah di depannya, langsung menjaga jarak dari mereka. Walaupun dia terlihat sangat antusias untuk mencoba tehnik sihir baru miliknya, akan tetapi Merlin tidak bertindak secara gegabah dan mulai mengumpulkan energi force di sekitarnya.
Energi force mulai masuk ke dalam tubuhnya dan dengan cepat Merlin mengalirkan energi force itu ke tangan kanannya yang mana memegang Grimoire hitam miliknya. Setelah memasukan sejumlah energi force ke dalam Grimoire hitam itu, “Tringgs…” 5 buah bola kristal hitam berukuran 1,5 cm muncul ke depan Merlin.
Ke 5 bola kristal hitam tersebut adalah pemadatan dari energi force yang Merlin alirkan ke dalam Grimoire hitam tersebut, dan bukan hanya itu saja sekarang ini energi force yang ada di dalam ke 5 bola kristal itu telah berubah menjadi energi force ber elemen kegelapan. Dengan senyuman kecil di wajahnya Merlin memegang ke 5 bola kristal tersebut di tangan kirinya.
Lalu dengan perlahan “Fusshkk…” merlin melemparkan salah satu dari ke 5 bola kristal tersebut ke udara, sambil menunjukkan dirinya Merlin kemudian berkata.
“Dark Magic Level 0…. Dark Missile…”
Bola kristal yang merlin lemparkan ke udara langsung “Tranggs…” pecah dan berubah menjadi bola energi kegelapan yang berukuran 5 cm, dan dengan kendalinya “Funggs…” bola energi kegelapan itu langsung melesat kearah para monster kelinci bermata merah tersebut. Saat bola energi kegelapan itu mendarat di tanah dengan kuatnya, “Bumshkk…” ledakan terbentuk, dan energi force ber element kegelapan menyebar dengan cepat ke tubuh para monster kelinci bermata merah tersebut.
“Kiikk… Kieeeek… Kaaaakk…”
Para monster kelinci bermata merah itu kemudian berteriak kesakitan tampa alasan yang jelas, karena merasa penasaran Merlin kemudian melihat para monster kelinci tersebut. Diantara 5 ekor kelinci yang ada 4 dari mereka langsung mati di tempat, sementara yang satu lagi masih hidup namun tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
“Hmm… menarik, tubuhnya tidak bisa bergerak… nampaknya Dark energi telah memasuki jaringan saraf otaknya dan merusak sistem saraf yang ada sehingga dia tidak dapat bergerak dengan bebas”
“Sementara beberapa yang lainnya, nampaknya mereka mati karena hantaman ledakan dari Dark Missile…. namun untuk yang satu ini, matanya mengeluarkan darah hitam… jangan-jangan” pikir Merlin.
“Sringgs…” pada saat itu Merlin langsung mengeluarkan pisau dan membunuh monster kelinci yang lumpuh tersebut, dia kemudian membedah salah satu dari 4 ekor monster kelinci yang tewas duluan. Saat Merlin membedah kelinci mata merah itu, dia menemukan kalau darah dari kelinci mata merah itu telah menghitam dan “Trasshk…” saat darahnya menyentuh rerumputan maka rumput di dekatnya akan mati.
Bukan hanya itu saja, beberapa organ di dalam tubuh kelinci mata merah tersebut hancur dan menyempit layaknya sebuah spon kering. Melihat hal itu Merlin kemudian mulai membedah ke 4 mayat monster kelinci mata merah yang lainnya, akan tetapi sangat di sayangkan dirinya sama sekali tidak menemukan satupun inti monster dari ke 5 monster kelinci mata merah tersebut.
Namun sebagai oleh-oleh dalam ujian pertama dirinya, Merlin membawa daging kelinci mata merah yang dia anggap dapat di konsumsinya, dan dia juga membawa satu botol kecil dari darah kelinci mata merah yang telah menghitam tersebut. Sementara itu Luciel dan juga Anastasya bersama 3 orang siswa/i yang lainnya terlihat telah berhasil mengalahkan monster jenis Goblin yang berjumlah lebih dari 10 ekor.
“Waaah… ini menarik juga, aku tidak menyangka kalau Magic Missile yang merupakan sihir dasar dapat berubah menjadi seperti ini” kata Luciel.
Magic Missile miliknya berubah sesuai dengan element yang di miliki oleh Grimoire miliknya, Magic Missile tersebut mengandung element petir yang mana sangat merusak dan memiliki kekuatan yang dapat menyebar sampai dapat mengalahkan 3 ekor goblin dengan mudahnya.
Sementara itu Anastasya sendiri, memiliki Grimoire bewarna biru cerah yang mengandung element es, Grimoire tersebut mengubah Magic Missile miliknya menjadi bola energi es yang memberikan efek beku terhadap korbannya. Dengan efek beku tersebut, para monster dan lawan dapat di buat tunduk karena pergerakan mereka yang terbatasi.
Dengan wajah datar Anastasya melihat kearah Luciel dan berkata.
“Jangan terlalu santai, ingatlah kalau tujuan kita adalah untuk memenangkan ujian kali ini”
“Baiklah aku mengerti, karena kita sudah mendapatkan beberapa inti monster mari kita sedikit serius sekarang” balas Luciel.
Energi force mulai berkumpul di telapak tangan Luciel, dan dengan tangan kanannya “Crraak…” Luciel merobek sebuah halaman dari buku Grimoire nya. Energi force yang ada di tangan Luciel langsung terserap ke dalam lembaran halaman Grimoire tersebut, “Sringgs…” lembaran halaman Grimoire itu kemudian langsung berubah mengecil dan mengeluarkan cahaya keunguan.
Pada saat itu Luciel melihat kearah sekelompok Goblin yang mana terlihat ketakutan karena energi sihir element petir milik Luciel, lembaran Grimoire tersebut lalu “Swunggs…” melesat dengan cepat kearah kelompok Goblin itu dan terpecah menjadi kepingan-kepingan kertas kecil yang mengelilingi mereka. Luciel kemudian mulai mengendalikan kepingan-kepingan kertas tersebut dan membuatnya berhenti di udara, dan dengan senyuman kecil dia berkata.
“Thunder Magic Level 1… Thunder Cage”
Aliran listrik mulai keluar dari kepingan-kepingan kertas tersebut, dan saling terhubung satu sama lainnya membuat para Goblin itu tidak bisa melarikan diri ataupun keluar dari sakar yang tercipta menggunakan energi petir. Lalu dengan senyuman manis Luciel kemudian berkata.
“Baiklah teman-teman, sekarang mereka tidak akan bisa kabur… habisi mereka semua”
Sementara Luciel dan kelompoknya sedang bertarung melawan para Goblin tersebut, Merlin tampa sengaja menemukan desa para monster Goblin. Di desa para Goblin itu terdapat banyak Goblin, termasuk anak-anak dan Goblin tua yang mana terlihat sedang membuat senjata dan pakaian dari kulit hewan.
Melihat adanya anak-anak Goblin yang terlihat seperti anak kecil, Merlin hampir tidak tega dan akan memutuskan untuk pergi meninggalkan desa tersebut. Namun pada saat itu Merlin melihat pemandangan yang membuat dirinya membulatkan tekadnya, itu adalah pemandangan di mana para anakan Goblin yang sedang bermain-main dengan kepala manusia yang mana mereka tendang layaknya bola.
Menggunakan kendalinya akan kekuatan energi force yang sangat besar, “Srrahkk…” Merlin menciptakan lebih dari 25 bola kristal hitam di tangannya. Kemudian menggunakan ke 25 bola kristal hitam tersebut, Merlin mengaktifkan tehnik sihir Dark Missile miliknya dan menghujani desa Goblin tersebut dengan ledakan misil energi kegelapan.
.
.
.
.
Bersambung…..