NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Ujian Penegas Takdir

​Di dalam kepompong kristal biru yang menyelimuti raga Tian Shan di Hutan Larangan, waktu seolah berhenti.

Jiwanya kini terlempar ke sebuah ruang batin yang sangat nyata, sebuah gunung yang diselimuti kabut tipis—tempat di mana segalanya bermula.

​Seorang anak kecil berusia 7 tahun berdiri di tepi tebing, matanya yang jernih menatap hamparan langit dengan tatapan heran.

"Entah kenapa aku merasa seperti pernah merasakan ini? Tapi kapan?" bisik anak itu pada angin.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki yang akrab mendekat.

Pria tua dengan wajah teduh, Guru Xinjiang, muncul dari balik pepohonan. "Tian Shan, kenapa kau tidak turun gunung dan pergi ke desa untuk bermain dengan anak seusiamu?"

​Mendengar pertanyaan itu, rasa dejavu yang menyesakkan menghantam dada Tian Shan kecil. "Pertanyaan ini... kapan aku pernah mendengarnya?"

​Xinjiang tersenyum, lalu menepuk pundak muridnya dengan lembut. "Apa kau masih merasa kosong seperti bejana yang bocor?"

​Tian Shan terdiam sejenak. "Entahlah Guru, aku merasa seperti... aku tidak dapat menjelaskannya. Aku merasa tidak seperti bejana kosong, tapi..."

​Xinjiang tidak menunggu jawaban itu selesai. Ia berbalik dan mulai melangkah pergi. "Maka bangu—"

​CRACK!

​Belum sempat kata itu selesai diucapkan, kepala Xinjiang pecah secara tiba-tiba, hancur berkeping-keping seolah diledakkan dari dalam.

Langit yang tadinya cerah berubah warna menjadi merah pekat seperti genangan darah.

​"Kenapa ini?!" Tian Shan melotot, tubuh kecilnya bergetar hebat saat ia berusaha waspada terhadap sekitarnya.

​Dari balik kabut merah yang pekat, muncul sesosok pria bercaping.

Auranya begitu pekat hingga membuat udara terasa beracun; itu adalah aura membunuh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​"Jadi, untuk apa kau tetap menolong orang lain ketika kau bahkan tidak dapat menolong dirimu sendiri?!" Suara pria itu sangat dingin, mengintimidasi setiap jengkal kesadaran Tian Shan.

​Tian Shan merasa seperti terhipnotis. Kata-kata itu merayap masuk ke celah-celah hatinya yang terluka. "Kau benar... seharusnya orang yang tidak memiliki tujuan hidup sepertiku menghancurkan kehidupan orang lain."

​Pria bercaping itu tersenyum puas, lalu menghilang menjadi asap hitam.

Dalam sekejap, dunia kembali tenang, namun Xinjiang telah lenyap seolah-olah ia memang tidak pernah ada di sana.

​Tian Shan mulai berjalan menuruni gunung. Setiap langkah yang ia ambil merubah ukuran tubuhnya secara ajaib.

Dari seorang anak kecil, ia perlahan tumbuh menjadi pria dewasa dengan rambut panjang yang terurai.

​Pakaiannya berubah menjadi jubah hitam dan putih yang elegan, pedang naga kini melingkar di pinggangnya, dan di belakangnya, bayangan roh-roh yang tak terhitung jumlahnya seolah-olah mengawasi setiap gerakannya.

Namun, jalur yang ia lalui bukan lagi jalan setapak yang damai.

Setiap langkahnya meninggalkan jejak darah. Bangunan-bangunan hancur, dan orang-orang mati berserakan di belakangnya.

​Ia berhenti di depan seorang anak kecil yang sedang bersimpuh sambil menangis sesenggukan. "Hiks... hiks... Ibu, aku takut."

​Anak itu mendongak dan melotot ketakutan melihat sosok agung di depannya. "Kenapa kau membunuh Ibuku?"

​Tian Shan menatap datar. "Karena..."

​SLASH!

​Tanpa sedikit pun keraguan, ia menebas kepala anak tersebut dalam satu gerakan kilat. "...Aku tidak mengerti kenapa hanya aku yang tidak merasa hidup."

​Berbulan-bulan Tian Shan berjalan di atas lautan mayat, menghancurkan apa pun yang ia temui, hingga sebuah pertanyaan muncul dari sudut terdalam jiwanya. "Kenapa aku melakukan ini?"

​Tiba-tiba, beberapa sosok muncul di hadapannya, menghalangi langkahnya. "Berhenti! Jangan terus melakukan ini, Tian Shan!"

​Itu adalah Xinjiang. Di sebelahnya berdiri Lin yang tersenyum sedih, adiknya Lin, dan orang-orang dari masa lalu yang pernah memberinya pelajaran tentang kehidupan.

​"Siapa mereka? Aku merasa tidak asing, tapi tidak dapat mengingat siapa mereka." gumam Tian Shan, pedangnya bergetar.

​WHOSH!

​Sisi jahatnya, pria bercaping yang merupakan manifestasi iblis batinnya, muncul kembali di sampingnya. "Mereka hanya mengganggu! Bunuh mereka, Shan!"

​Suara itu menghasut dengan nada yang penuh kemenangan. "Bunuh mereka, dan kau akan dapat mengisi kekosongan di dalam hatimu. Jadilah penguasa mutlak atas kematian, dan kau tidak akan pernah merasa hampa lagi."

​Tian Shan mengangkat pedangnya, matanya menatap tajam ke arah Lin dan Xinjiang.

Inilah ujian terakhirnya untuk melangkah ke ranah Pendekar Suci: apakah ia akan membunuh kenangannya untuk mendapatkan kekuatan, atau memeluk rasa sakitnya untuk tetap menjadi manusia?

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!