NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayi titipan surga

Keheningan di lantai 99 terasa lebih menyesakkan daripada saat rapat direksi yang penuh intimidasi tadi. Foto ultrasonik itu tergeletak di atas meja marmer hitam, tampak kontras dan mengancam, seolah-olah menjadi mata ketiga yang mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Bagi pasangan normal, ini adalah momen haru, namun bagi Selena dan Bhanu, foto itu terasa seperti surat perintah eksekusi dari masa lalu.

"Bagaimana mungkin dia tahu?" bisik Selena. Suaranya bergetar, tangannya secara naluriah menutupi perutnya yang masih rata di balik jas abu-abunya. " aku bahkan belum merasakan mual. Aku belum ke dokter. Aku baru merasa terlambat siklus beberapa hari, dan aku pikir itu hanya karena stres pekerjaan."

Dahayu segera mengambil foto itu, mengenakan sarung tangan latex tipis seolah sedang menangani bahan peledak. Ia membawanya ke bawah lampu meja yang terang dan memindainya dengan alat pemindai spektrum yang terhubung ke superkomputer pribadinya.

"Ini bukan hasil ultrasonik dari rumah sakit mana pun di Jakarta, Selena," ucap Dahayu, matanya terpaku pada barisan kode yang muncul di layar monitor. "Lihat pola bintik-bintik putih di sekitar tulang belakang janin ini. Ini bukan kalsifikasi tulang. Ini adalah jejak energi saraf. Ibu tidak butuh tes medis konvensional untuk tahu kau hamil. Dia memantau frekuensi biometrikmu dari satelit cadangan yang kita lewatkan di Pasifik. Begitu sel telur yang terbuahi itu membelah dan mulai berinteraksi dengan sisa-sisa modifikasi genetik di tubuhmu, terjadi lonjakan energi mikroskopis yang terbaca di radar mereka sebagai 'sinyal aktif'."

Bhanu mondar-mendir di ruangan itu, langkahnya berat dan penuh amarah. Setiap kali kakinya menyentuh lantai, seolah ada guntur yang tertahan. "Jadi selama ini kita diawasi? Seperti tikus di dalam sangkar kaca?"

"Bukan diawasi secara visual, Bhanu," koreksi Dahayu. "Tapi dilacak secara energetik. Bagi Eleanor, Selena bukan lagi manusia, dia adalah transmitter. Dan janin ini... janin ini adalah amplifier."

Malam itu, mereka kembali ke vila pesisir dengan pengawalan berlapis. Namun, teknologi keamanan tercanggih sekalipun tidak bisa melindungi Selena dari apa yang terjadi di dalam dirinya.

Saat Selena mencoba membersihkan diri di kamar mandi, ia merasakan sensasi aneh. Bukan mual, bukan pening. Tapi sebuah getaran frekuensi rendah yang merambat dari tulang ekor menuju pangkal tengkoraknya. Saat ia menyentuh keran air yang terbuat dari logam, sebuah percikan listrik statis yang cukup kuat menyengat jemarinya hingga ia terlempar mundur.

Lampu-lampu di kamar mandi berkedip tidak beraturan, lalu meledak satu per satu, menghujani ruangan dengan serpihan kaca. Dalam kegelapan, Selena melihat sesuatu yang mustahil: ujung-ujung jarinya mengeluarkan pendaran cahaya redup berwarna keunguan, mirip dengan plasma arc.

"Bhanu!" teriaknya, suaranya tercekat oleh rasa takut yang luar biasa.

Bhanu mendobrak pintu kamar mandi dalam hitungan detik. Ia tertegun melihat Selena terduduk di lantai di antara pecahan kaca, sementara bayangannya di dinding tampak bergetar seolah-olah ada gangguan sinyal pada realitas.

"Jangan mendekat!" cegat Selena saat Bhanu hendak meraihnya. "Aku... aku bisa menyengatmu. Ada sesuatu yang salah, Bhanu. Anak ini... dia tidak hanya tumbuh dari nutrisi tubuhku. Dia menghisap sisa-sisa energi Phoenix yang dulu kita pikir sudah hangus."

Bhanu tidak peduli. Ia menerjang maju dan mendekap Selena erat, mengabaikan rasa perih saat kejutan listrik kecil menjalar ke lengannya. "Aku tidak peduli jika kau membakarku, Selena. Aku di sini. Kita tidak akan membiarkan Eleanor menyentuh bayi ini."

Di sisi lain ruangan, Dahayu yang masuk dengan membawa detektor energi terkesiap melihat angka-angka di layarnya melonjak melampaui batas aman.

"Selena, kau harus tenang," ucap Dahayu dengan suara stabil namun penuh urgensi. "Emosimu memicu lonjakan energi tersebut. Jika detak jantungmu terlalu tinggi, janin ini akan merespons dengan melepaskan gelombang elektromagnetik yang bisa menghancurkan sistem sarafmu sendiri. Dia sedang belajar berkomunikasi dengan dunia luar, tapi dia belum tahu cara mengendalikan kekuatannya."

Selena menangis di pelukan Bhanu, mencoba mengatur napasnya. Perlahan, lampu-lampu yang masih tersisa berhenti berkedip. Cahaya ungu di jemarinya memudar, meninggalkan rasa lemas yang luar biasa.

"Dia bukan titipan surga, Bhanu," bisik Selena lemas. "Dia adalah senjata yang Eleanor tanam di dalam rahimku. Dia ingin aku melahirkan kehancuranku sendiri."

Bhanu mengeratkan pelukannya, matanya berkilat dengan tekad yang mengerikan. "Maka kita akan mengubah senjata itu menjadi pelindung. Eleanor ingin dewa? Kita akan memberinya malaikat maut."

Malam itu, rencana pelarian yang sesungguhnya dimulai. Mereka menyadari bahwa tinggal di kota besar dengan ribuan perangkat elektronik di sekeliling mereka adalah bunuh diri. Mereka harus pergi ke tempat di mana sinyal tidak bisa menjangkau, ke tempat di mana bumi masih memegang kendali atas teknologi.

Dahayu mulai mengetik koordinat rahasia di Tibet. "Kita butuh anomali geomagnetik. Tempat di mana magnet bumi begitu kuat hingga bisa meredam frekuensi janin ini. Dan kita harus berangkat sebelum fajar, karena Eleanor tidak akan mengirim surat lagi. Dia akan mengirim penjemput."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!