Ketika Adrian Richard memutuskan untuk melamar di atap gedung yang romantis, ia mengira semuanya sudah terencana sempurna.
Namun saat ia berlutut, wanita yang berbalik bukanlah kekasihnya, melainkan orang asing bernama Briana Edmond.
Apa yang dimulai sebagai tawa bersama atas kesalahan konyol berubah menjadi bencana saat kekasih Adrian datang dan menyaksikan apa yang tampak seperti pengkhianatan.
Kini, saat satu hubungan hancur, ikatan tak terduga mulai muncul di antara dua orang asing yang tidak seharusnya bertemu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Malam resepsi pernikahan itu berlangsung dengan sangat elegan di Grand Ballroom salah satu hotel termewah di Manhattan. Keluarga Edmond dan keluarga Richard menyatukan dua kekuatan besar dalam sebuah perayaan yang dipenuhi doa dan kebahagiaan. Adrian tampak sangat gagah dengan tuksedo hitamnya, dan Briana tampil memukau dengan gaun pengantin muslimah berwarna putih gading yang bertahtakan mutiara, memancarkan keanggunan yang murni.
Namun, di sudut gelap kota, Elena yang hatinya telah menghitam oleh dendam, tidak bisa menerima kenyataan ini. Dengan tangan gemetar karena amarah dan obsesi, ia menekan tombol upload pada sebuah video yang sudah ia edit sedemikian rupa.
Tepat saat tamu undangan terakhir meninggalkan ruangan dan Adrian serta Briana memasuki Presidential Suite untuk memulai malam pertama mereka, video itu meledak di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan potongan saat Adrian berteriak di apartemen Elena:
"Ya! Kamu benar, Elena. Aku menghamili Briana! Setiap malam aku mendesah di atas namanya... aku mencintai Briana!"
Elena sengaja memotong bagian di mana ia menghina hijab Briana dan hanya menyisakan bagian pengakuan Adrian. Dalam hitungan menit, video itu menjadi viral dengan judul yang bombastis:
"Skandal di Balik Pernikahan Mewah Edmond-Richard: Pengakuan Sang Mempelai Pria tentang Kehamilan di Luar Nikah."
Di dalam kamar pengantin yang dipenuhi kelopak bunga mawar, Adrian baru saja membantu Briana melepaskan tiara dari hijabnya saat ponsel mereka berdua bergetar tanpa henti. Notifikasi berita dan pesan singkat masuk seperti badai.
Adrian meraih ponselnya, dan wajahnya seketika pucat pasi saat melihat video dirinya sendiri tersebar di mana-mana.
"Ada apa, Adrian?" tanya Briana, menyadari perubahan drastis pada wajah suaminya.
Adrian terdiam, lidahnya kelu. Ia memberikan ponselnya kepada Briana. Briana membaca judul berita tersebut, lalu melihat video singkat itu. Ruangan yang tadinya terasa hangat dan romantis, seketika berubah menjadi dingin dan mencekam.
"Elena benar-benar melakukannya," bisik Briana.
Suaranya bergetar, bukan karena takut, tapi karena memikirkan perasaan ayahnya. "Dia mengunggah kebohonganmu sebagai senjata untuk menghancurkan pernikahan kita di malam pertama."
Adrian berlutut di depan Briana yang duduk di tepi ranjang. Ia menggenggam tangan istrinya dengan erat. "Briana, aku sangat menyesal. Aku tidak menyangka kata-kataku malam itu akan menjadi bumerang sehebat ini. Aku tahu ini menghancurkan reputasimu, terutama di depan komunitas dan keluargamu."
Briana menatap Adrian dalam-dalam. Di matanya tidak ada kemarahan, hanya ada kedewasaan yang luar biasa.
"Adrian," panggil Briana lembut.
"Dunia luar mungkin akan menghujat kita malam ini. Clark dan Elena mungkin sedang merayakan kemenangan kecil mereka. Tapi mereka lupa satu hal... pernikahan ini sudah sah di mata Tuhan dan hukum."
Briana mengusap pipi Adrian. "Kamu mengatakan hal itu untuk membelaku, meski dengan cara yang salah. Sekarang, tugasku sebagai istrimu adalah membantumu meluruskan ini. Kita tidak akan membiarkan mereka menghancurkan malam ini."
Adrian berdiri dengan tekad baru. Ia tidak ingin bersembunyi. "Tidak, Briana. Aku yang memulai ini dengan kebohongan, dan aku yang akan mengakhirinya dengan kebenaran. Malam ini juga, aku akan membuat klarifikasi langsung."
Sambil tetap merangkul Briana, Adrian menyalakan kamera ponselnya untuk melakukan siaran langsung (Live) di media sosialnya yang memiliki ratusan ribu pengikut.
"Selamat malam semuanya," ucap Adrian tegas ke arah kamera. "Video yang kalian lihat adalah potongan dari sebuah pertengkaran pribadi. Saya secara sadar berbohong saat itu untuk melindungi wanita yang sekarang menjadi istri sah saya dari penghinaan keji. Istri saya, Briana Edmond, adalah wanita paling terhormat yang pernah saya temui.
Jika ada yang harus disalahkan atas ucapan kasar di video itu, itu adalah saya, bukan dia."
Adrian menoleh ke arah Briana dan mencium keningnya di depan kamera. "Kami menikah bukan karena kehamilan, tapi karena takdir yang mempertemukan kami lewat sebuah kesalahan yang indah. Dan untuk Elena serta Clark... terima kasih telah menunjukkan siapa kalian sebenarnya, karena itu membuatku semakin yakin bahwa Briana adalah anugerah terbesar dalam hidupku."
Video klarifikasi Adrian yang penuh keberanian itu justru mendapat simpati publik. Orang-orang mulai melihat sisi ksatria Adrian yang membela istrinya.
Malam itu, bukannya hancur, ikatan antara Adrian dan Briana justru semakin kuat. Di tengah serangan media, mereka menemukan bahwa mereka adalah tim yang tak terpisahkan.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 🥰🥰🥰🥰
tetep sehat
selalu semangat
karyamu jadi relaksasi tersendiri utk ku