NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar yang mekar Dalam Diam

Enam bulan telah berlalu sejak malam yang emosional di masjid itu. Suasana di Pondok Al-Azhar perlahan berubah. Abigail yang dulu dikenal sebagai "Si Pemberontak dari New York," kini bertransformasi menjadi sosok yang hampir tak dikenali oleh teman-teman lamanya.

Demi menjaga kehormatan Gus Zayn dan menghindari fitnah yang sempat memanas, Abigail mengambil keputusan besar, ia menarik diri dari peredaran.

Abigail tidak lagi nongkrong di depan gerbang asrama, tidak lagi beradu mulut dengan pengurus, dan tidak pernah lagi mencoba mencari perhatian Zayn di lorong-lorong pesantren.

Di dalam perpustakaan yang sepi, Abigail menutup mushafnya. Bibirnya masih bergerak-gerak kecil mengulang ayat terakhir dari Surat An-Naba'. Dalam waktu enam bulan, otak cemerlangnya yang dulu digunakan untuk menghafal lirik lagu dan rute subway New York, kini ia dedikasikan sepenuhnya untuk Al-Qur'an.

"Juz 30... check," bisiknya dengan senyum tipis.

Bukan hanya hafalan, Abigail kini lancar berbahasa Indonesia, bahkan mulai memahami dasar-dasar bahasa Arab. Penampilannya pun berubah, jilbabnya kini selalu rapi, dan wajahnya memancarkan ketenangan yang belum pernah ada sebelumnya.

Di sisi lain, Gus Zayn tidak buta. Meski mereka hampir tidak pernah bicara sepatah kata pun selama setengah tahun ini, Zayn selalu menerima laporan perkembangan Abigail dari Umi Khadizah.

Suatu sore, saat rapat dewan pengajar, Ustadzah-ustadzah senior yang dulu sangat membenci Abigail mulai memberikan pujian.

"Saya tidak menyangka, Charlotte Abigail itu punya daya ingat yang luar biasa. Dia bahkan sudah hafal beberapa hadis Arba'in Nawawi," ujar salah satu ustadzah senior. "Kesungguhannya benar-benar murni."

Zayn yang duduk di kursi pimpinan hanya diam, namun di balik meja, tangannya meremas tasbih dengan perasaan bangga yang meledak-ledak. Ia tersenyum dalam hati. Itu gadisku, batinnya.

Hari itu adalah ujian terbuka kenaikan tingkat. Abigail berdiri di panggung kecil di depan seluruh santri dan para pengurus, termasuk Kyai Rahman, Ustadzah Aisyah, dan Najwa yang tampak semakin kurus karena memendam dengki.

"Bacakan Surat Al-A'la, Abigail," perintah Ustadzah Aisyah dengan nada yang masih sedikit dingin, meski ada sorot kekaguman yang tersembunyi.

Abigail menarik napas dalam. Suaranya menggema di seluruh aula, jernih, dengan makhraj yang hampir sempurna. Ia tidak hanya membaca, tapi seolah setiap ayat itu meresap ke dalam hatinya.

Zayn, yang duduk di barisan depan sebagai penguji kehormatan, menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap Abigail secara langsung, namun telinganya menangkap setiap getaran suara gadis itu. Zayn menyadari satu hal, Abigail tidak lagi berubah demi dirinya, tapi Abigail telah jatuh cinta pada Tuhannya. Dan itu membuat Zayn merasa lebih mencintainya lagi.

Setelah Abigail selesai, Kyai Rahman berdiri. "Masya Allah... Abigail, kamu telah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil bagi hati yang mau bertobat."

Najwa yang duduk di pojok hanya bisa meremas ujung jilbabnya. Ia melihat Zayn memberikan anggukan kecil, satu-satunya interaksi yang Zayn berikan selama 6 bulan, tapi bagi Abigail, anggukan itu lebih berharga dari piala apa pun di dunia.

Malamnya, Abigail menemukan sebuah bungkusan kecil di depan pintu kamarnya. Di dalamnya terdapat sebuah tasbih kayu cendana yang wangi dan sebuah kartu kecil tanpa inisial:

"The wait is almost over. Temui Abi besok pagi bersama ayahmu."

Abigail membeku. Ia menatap layar ponselnya, melihat panggilan masuk dari papahnya di New York. Sepertinya, doa di balik tirai 6 bulan lalu akan segera mendapatkan jawabannya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy Reading😍😍😍😍😍

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!