NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01

Hari itu hujan turun tanpa peringatan, begitu Kayvaran Cano Xavier dan Spencer Carmichael Gustavo menginjakkan kaki di salah satu kota kecil di Negara B. Sebuah restaurant klasik sederhana di sudut kota menjadi tempat berteduh. Bangunan itu penuh cahaya kuning dan aroma kopi dan kue yang baru matang. Mereka masuk tidak untuk sekadar menunggu hujan reda, tetapi juga mengisi perut yang mulai mengadakan konser di dalam sana.

Dan di sanalah waktu seakan berhenti. Perempuan itu berdiri di tengah ruangan, berdiri mematung menatap dua siluet mulai mendekat kearahnya. Tangannya gemetar. Dia tidak mengatakan apapun, namun dia tahu. Ada kehadiran yang terlalu dikenalnya. Terlalu lama dia simpan dalam sunyi.

Kay melangkah masuk, lalu membeku. Dadanya terasa sesak tanpa alasan. Napasnya tertahan. Pandangannya terkunci pada sosok perempuan itu, yang masih mematung menatap kehadirannya di sana. Tatapan mereka akhirnya bertemu. Tidak ada nama. Tidak ada kenangan. Namun ada yang kuat, menghantam, memecah keseimbangan yang selama ini dia kenal.

“Kita…” Kay berhenti tepat dihadapan perempuan itu, menelan ludah. “Apakah kita pernah bertemu?”

Perempuan itu tersenyum. Senyum yang terlalu tenang untuk sesuatu yang sedang runtuh di dalam dadanya.

“Tidak,” jawabnya pelan. Satu kata. Satu kebohongan yang menyelamatkan dan menghancurkan sekaligus.

Di belakangnya, Spencer sudah mulai memucat. Dia mengenali perempuan itu dalam sekejap bahkan lebih cepat daripada ingatan mana pun. Lorong cahaya itu. Perpisahan yang tak pernah dia lihat, namun dia pahami sepenuhnya kini. Rahasia yang dia kubur… berdiri tepat di depannya.

“Dia siapa? Kau seperti mengenalnya?” tanya Kay pada sahabatnya, begitu menyadari keterkejutan di wajah Spencer.

Spencer ingin membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Hujan di luar semakin deras, seolah dunia menahan napas bersama mereka. “Tidak! Aku tidak mengenalnya,” katanya akhirnya. Dan pada detik itu, dia tahu pertemanan mereka baru saja memasuki batas yang tak bisa ditarik kembali.

Mendengar jawaban Spencer, Perempuan itu melangkah pergi lebih dulu. Setiap langkahnya terasa seperti mengulang perpisahan lama, tapi kali ini dengan mata terbuka. “Dia benar-benar melupakan tentangku.” Gumamnya lirih.

Kay menatap punggungnya menjauh, dadanya bergetar oleh sesuatu yang tak bernama. “Kenapa rasanya,” gumamnya pelan, “seperti aku baru saja kehilangan sesuatu… lagi?”

Spencer masih diam ditempatnya. Padahal dia sudah menghindari Negara X, terutama Kota Xennor agar dia maupun Kay tidak bertemu lagi dengan orang-orang yang terlibat dalam kejadian waktu itu. Namun, siapa sangka mereka malah dipertemukan kembali dengan perempuan itu—Clauretta Axyln, wanita yang sempat dekat dengan Kay kala itu.

Namun, sepertinya keberuntungan masih berpihak padanya. Axlyn memilih diam, tak mengatakan yang sebenarnya bahkan menegaskan bahwa mereka tidak pernah saling kenal sebelumnya. Kay sendiri tidak mengingat apapun lagi tentang wanita itu, meski perasaannya mengatakan bahwa mereka bukan orang asing.

Pertemuan kembali yang tak terduga itu, kini kembali berakhir dengan perpisahan. Axlyn memilih untuk berbohong, Spencer yang memilih untuk diam dan Kay yang hanya bisa merasakan kembali kekosongan dihatinya. Pada akhirnya musuh menjadi sahabat baik, orang yang pernah sangat berarti menjadi orang yang terlupakan. Memilih jalan yang berbeda, berharap bisa menemukan kebahagiaan masing-masing.

Setelah Axlyn mengetahui segalanya tentang Kay, rupanya takdir tidak mengijinkan mereka untuk bersatu. Kay belum menikah, Axel bukan anaknya melainkan adik kandung. Spencer bukan musuhnya, tetapi saudara jauhnya. Sedangkan dia, bukan siapapun dalam hidup Kay bahkan kini menjadi sosok yang telah terlupakan begitu saja.

Derasnya air hujan kala itu, seolah menjadi penghibur bagi Axlyn yang membantunya menutupi suara tangis yang menyesakkan. Pertemuannya kembali dengan Kay, ternyata tidak berarti apapun. Cintanya tidak akan pernah sampai pada pria tersebut. Namun setidaknya, dia bisa melepaskan sedikit kerinduannya saat menatap wajah tampan itu.

“Kay, apakah aku selamanya tidak akan bisa mengatakan kepadamu bahwa aku … telah jatuh cinta sepenuhnya padamu,” ucap Axlyn lirih.

Kay sendiri merasa ada sesuatu yang salah. Dia ingin mengejar perempuan itu, tapi logikanya seolah menahannya untuk melakukan itu. Ditambah jawaban darinya yang menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak saling mengenalnya membuatnya hanya bisa termenung dengan perasaan yang hampa.

“Apa yang sebenarnya terjadi denganku? Kenapa rasanya … aku ingin sekali mengejar wanita itu? Benarkah aku tidak mengenal? Bahkan Spencer pun mulai bersikap aneh setelah bertemu dengan wanita itu.” Mulai muncul berbagai pertanyaan di dalam hati Kay.

Dihadapannya terlihat Spencer yang tampak melamun. Entah apa yang dipikirkan sahabatnya itu, tapi suara hujan saat itu seolah menyembunyikan banyak rahasia diantara mereka. Rahasia yang mungkin akan terkuak begitu hujan mereda.

“Apakah semua akan kembali seperti dulu? Kami akan kembali menjadi musuh, setelah Kay mengingat semuanya?” Spencer tidak menginginkan hal itu, tapi dia tidak bisa mengatur segala sesuatunya sesuai dengan keinginannya.

Pertemuan kembali itu yang berisi kesunyian, dengan riuhnya pemikiran, ketakutan dan rahasia masing-masing. Namun itu bukan pertemuan pertama kembali keduanya setelah 5 Tahun berlalu. Ini pertemuan kembali yang kedua bagi Axlyn dan Kay, karena sebelumnya mereka bahkan saling menyalurkan rasa rindu hingga di dalam perut Axlyn tengah tumbuh bibit kembar dari cinta masa lalunya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Pertemuan kedua Axlyn dengan Kay, setelah lima tahun lamanya menjadi sosok yang terlupakan. Kini membuatnya kembali teringat dengan pertemuan kembali yang pertama yang terjadi Dua bulan yang lalu.

Bersambung ….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!