Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rey dan adinda
Mereka makan dengan lahap tanpa ada yang memulai percakapan karena adinda juga sudah benar-benar merasa lapar karena tidak sempat sarapan tadi
Setelah makan siang adinda memegangi perutnya yang terasa penuh tidak lupa jika ia mengucapkan banyak terimakasih kepada tuhan atas makanan yang sudah ia makan hari ini
“Adinda”
“Yaa kenapa rey??” Adinda melihat kearah rey yang saat ini juga melihat kearahnya
“Aku akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan mahardika, apa kamu tidak apa-apa?” Pertanyaan rey membuat adinda sedikit terkejut
“Hhmm rey aku”
“Aku memutuskan kerjasama bukan tanpa sebab, perusahaan yang dipimpin oleh zyan saat ini sedang dilanda masalah korupsi yang besar, jika kita tetap melanjutkan kerjasama maka perusahaan kita juga akan ikut kena kerugianya” jelas pria yang saat ini ada dihadapannya yang bukan lain adalah bossnya
Adinda sedikit merasa terkejut, ia tidak tahu jika perusahaan mantan ayah mertuanya diambang kehancuran
Sebenarnya ia tidak apa-apa jika rey memutuskan kerjasama dengan perusahaan zyan, tapi yang jadi masalah adalah ia hanya merasa kasihan kepada kedua orang tua zyan dan juga kakek dwi yang begitu menyayanginya
“Aku hanya kasian dengan papa, mama dan kakek dwi rey” ucapnya dengan wajah lesu
“Kamu tenang saja din, mereka akan aman dan tidak kekurangan apapun meskipun perusahaanya bangkrut” ucap reykendra meyakinkan
Adinda melihat kearah wajah tampan rey, gadis itu tersenyum, senyum sangat manis. Saat ini ia sedang berpikir jika sahabat yang dihadapannya ini sangatlah memperdulikannya
Adinda merasa berhutang banyak hal pada rey karena pria itu sudah sangat membantunya selama ini
Rey memang jarang berbicara bahkan pria itu lebih banyak bertindak dan mewujudkan keinginan adinda, entahlah adinda tidak tahu harus berkata apalagi kepada sahabat sekaligus bossnya itu
“Rey..” lihirnya lembut
“Hhmm” jawabnya dan melihat kearah mata indah adinda
“Thanks a lot” ucapnya tulus, rey tidak menjawab pria itu hanya tersenyum tulus dan mengelus kepala adinda begitu lembut
Hati adinda terasa menghangat saat rey akhir-akhir ini memperlakukanya begitu lembut, wanita itu bahkan sudah menunjukan banyak senyuman
Setelah makan siang rey mengajak adinda pergi kesebuah taman, dimana disana ternyata banyak anak-anak dan perkumpulan sekeluarga yang menikmati waktu weekan bersama
Bruuukkk
“Aaaaaawwwww huuuuaaaaaa kaki aku sakittt” keluh seorang anak yang tersungkar dihadapan adinda
“Yaaampunn,,, sayang kamu tidak apa-apa??” Adinda dengan cepat membantu anak kecil yang berumur kurang lebih 3 tahun itu
Adinda dengan cepat mengusap debu yang menempel dilutut anak kecil itu bahkan adinda meniupnya dengan sangat hati-hati
Rey hanya memperhatikan interaksi diantara keduanya, tidak ada bantuan bahkan ucapan sepatah katapun yang dikeluarkan oleh rey
Tidak jauh dari sana rey melihat ada truck es cream ia pergi kesana untuk
Rey membelikan adinda dan anak kecil itu sebuah es cream corn yang berukuran cukup besar
Bahkan banyak sepasang mata yang melihat kearah mereka, sungguh sangat serasi begitu cantik dan tampan bahkan mereka mengira jika anak kecil itu adalah anak mereka
Jam sudah menunjukan pukul 3 sore rey akhirnya memutuskan untuk mengantar gadis itu pulang keapartemennya
Adinda hanya menurut, gadis itu berencana untuk istirahat sebentar sebelum pergi malam nanti untuk menemani bossnya diacara yang rey adakan
“Aku akan menjemputmu jam 7 malam nanti” adinda mengangguk padahal ia ingin mengatakan jika rey tidak usah repot-repot menjemput dirinya apalagi ia bisa pergi sendiri mengunakan mobilnya untuk pergi kesana
Rey berbalik dan pergi dari apartemen adinda, gadis itu hanya melihat punggung rey yang semakin menjauh
“Andaikan saja ada pria yang benar mencintaiku dan bersikap lembut seperti rey mungkin aku akan sangat bahagia” ucapnya berbisik dan tersenyum lalu memutuskan untuk masuk kedalam apartemen dan istirahat
Jam sudah menunjukan pukul 19:00 dimana adinda sudah siap dengan dress cantik yang melekat pada tubuh langsingnya
“Rey” adinda mendekat kearah reykendra yang sudah menunggunya diparkiran
pria itu melihat kearah sumber suara dan sedikit terkejut melihat penampilan adinda yang begitu memukau, memang sungguh sangat sempurna ciptakan tuhan yang satu ini
Rey tidak bergeming melihat kearah adinda yang berjalan semakin mendekat kearahnya membuat adinda merasa ada yang aneh dengan penampilannya
“Rey,, something wrong with me??” Tanya gadis itu dan hanya dijawab gelengengan oleh rey
“Huufftt baiklah aku mau ganti baju dulu kalau begitu,, sepertinya penampilanku aneh.” ucapnya melihat kerah dress yang ia kenakan
Saat adinda hendak berbalik untuk naik kedalam apartemen miliknya rey dengan cepat mencekal tangan gadis itu
“It’s perfect” jawab pria dingin itu membuat wajah adinda berubah menjadi merah
Rey menuntun adinda untuk masuk kedalam mobil sport miliknya tidak lupa rey membukakan pintu membuat adinda merasa tidak enak karen perlakuan rey yang begitu terasa romantis
dengan langkah cepat rey berjalan kearah pintu sebelah dan mengendarai mobil mewah miliknya dengan kecepatan sedang
Seperti biasa tidak ada percakapan lebih diantara mereka, entahlah rey memang sedingin itu bahkan adinda juga tidak pernah peka dengan sikap lembut yang kadang-kadang rey tunjukan secara terang-terangan kepadanya
Hanya butuh waktu 30 menit akhirnya mereka sampai dimana pesta diadakan, disana terdapat banyak pembisnis karena memang itu merupakan acara yang diadakan oleh rey untuk menganalisa para pengusaha yang akan ia ajak kerja sama nanti
Kedatangan mereka disambut hangat oleh banyak orang, bahkan disana juga sudah ada sasya dan juga roy kekasih dari sahabat adinda tersebut
“Rey, sasya dan roy apa tidak apa-apa jika mereka mengexpose hubungan mereka depan public?” Bisik adinda tepat disebelah telinga kanan rey
Rey yang mendapatkan bisikan tentu saja menghentikan langkahnya dan melihat kearah adinda yang terlihat kebingungan
“Apa kau pikir mereka juga menganggap aku dan sasya merupakan sepasang kekasih??” Ucap rey tepat dihadapan wajah adinda
Adinda menelan silvanya kasar, wanita itu sungguh gugup karena wajahnya dan rey hanya berjarak satu senti
Cetakkkk
“Aaawww” keluhnya dan memegangi keningnya yang terasa sakit karena dicentil oleh reykendra
“Bodohh” ucap pria itu lalu berjalan dengan senyuman diwajahnya meninggalkan adinda yang masih mengeluh kesakitan
Adinda sedikit berlari untuk mengikuti langkah rey yang mendekat kearah sasya dan kekasihnya
Banyak yang menonton pertunjukan tadi, tidak sedikit orang yang tercengang karena melihat senyuman rey yang begitu manis
Ini kali pertama rey menunjukan senyuman manis miliknya dihadapan banyak orang, banyak dari mereka yang mengira jika adinda adalah pasangan rey
Tapi tidak bagi kaum hawa, mereka mengira jika adinda merupakan wanita one stand night CEO muda itu
Bahkan ada 2 pasang mata yang melihat itu dengan expresi wajah yang tidak bisa diartikan, dia adalah zyan entah apa yang dipikirkan oleh pria itu saat ini
Happpy readingg💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan