Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : Gue Punya Istri?
Kenzie sangat gelisah berada di rumah Kenzo. Ia sedang memikirkan cara untuk pergi dari rumah tersebut. Di tengah kegundahan hati, tiba-tiba Kenzie mendapatkan sebuah ide.
"Maaf, besok pagi-pagi saya harus kembali bekerja dan barang-barang masih dirumah. Untuk malam ini saya izin pulang ke rumah dulu, boleh kan?" ucap Kenzie dengan sangat hati-hati.
"Kalau gitu, kalian harus pergi bersama," balas Mia menyuruh.
"TIDAK!" jawab Kenzie dan Kenzo bersamaan.
"Em, hehe, maksud saya 'kan kemarin pulang bawa motor, jadi, motor itu akan saya bawa lagi kesana." jelas Kenzie.
Kenzo dan Kenzie sama-sama belum ikhlas jika harus berada di kendaraan yang sama dan hanya berdua saja.
Laras tidak bisa berbicara banyak, ia khawatir bicaranya tidak memberi solusi.
"Bolehkah malam ini saya ikut pulang ke rumah ibu dulu? emm, karena harus mengemas barang-barang yang belum sempat saya bereskan." ujar Kenzie masih berupaya untuk menghindari berada di kamar yang sama dengan Kenzo.
"Lhoo, suami-istri kok mau langsung pisah kamar?" protes Zaky.
Kenzo dan Kenzie langsung melotot mendengar kalimat tersebut.
Kenzo langsung menarik napas panjang, ia harus membantu drama yang sedang dilakukan oleh Kenzie.
"Mohon pengertiannya Pa, Ma, kita 'kan masih sangat baru, so, nggak ada salahnya untuk Kenzie pulang dulu. Toh, mulai besok kita sudah bersama." sahut Kenzo.
"Kalau gitu, kamu yang ikut Kenzie sekarang!" timpal Mia sadar bahwa mereka sedang beralasan.
"Maa, aku juga masih ada urusan, bisa nggak bisa harus selesai malam ini." tolak Kenzo.
Mia menarik napas panjang lalu menatap orang-orang disekitarnya.
"Oke! tapi, besok pagi-pagi kamu harus jemput Kenzie, kalian wajib berangkat bersama, soal motor biar Papa menyuruh Angga sama Ridho yang antar ke sana." sahut Zaky.
Kenzo dan Kenzie saling melempar tatapan untuk menjawab.
"Baiklah," jawab Kenzie setelah Kenzo memberikan anggukan kecil agar dirinya mengiyakan.
Pasangan pengantin baru itu akhirnya berpisah rumah pada malam pertama. Mungkin akan terkesan kasihan bagi orang lain, tetapi keduanya justru sama-sama sumringah meskipun hanya dalam hati. Soal besok mereka sudah pasti tidak perlu pusing.
Berbeda dengan perjalanan berangkat yang terasa menyedihkan, perjalanan pulang ke rumah bisa sedikit menenangkan walaupun sudah sangat malam.
Setibanya di rumah, Kenzie langsung masuk ke kamar, ia tidak berbicara dengan ibunya karena ingin menenangkan pikirannya yang rumit.
Hari ini Kenzie sudah mengirim pesan ke Vito dengan alasan yang ia buat-buat supaya kekasihnya itu percaya.
"Kenapa balasannya cukup simpel ya?" gumam Kenzie sedih setelah membaca pesan itu.
Setelah beberapa tahun menjalin hubungan, dari sisi perempuan memang lebih peka terhadap perubahan-perubahan, sekalipun itu hanya dari pesan yang dikirimkan.
"Hmm, mungkin kak Vito lagi banyak kerjaan, jadi nggak sempat ngetik panjang." gumam Kenzie setelah membuang pikiran negatifnya.
Terbiasa dengan bersama, sekalinya harus menjalani hubungan jarak jauh yang berbeda kota ternyata sangat menguji hati dan pikiran. Namun, tindakan Vito yang selalu mencari waktu untuk menemui Kenzie membuat gadis itu masih menaruh rasa percaya.
"Bolak-balik, aku lelah ya Allah ... hanya demi drama si sombong itu!" keluh Kenzie.
Rumahnya dan rumah Kenzo memakan waktu sekitar satu jam. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat, justru masih harus diperjalanan. Dan, besok pagi-pagi harus perjalanan lagi.
"Sehat-sehat tubuhku," gumam Kenzie setelah menarik napas panjang.
Besok masih libur, namun, sepertinya semua tidak memperhatikan kalender, sehingga menuruti permintaan Kenzie untuk pulang ke rumah.
"Kalau mereka ingat besok hari libur, sudah pasti dipaksa tidur di rumah itu. Terus, tidur di kamar si angkuh?!"
"OH MY GOD!! OH NOOOO!!" gumam Kenzie langsung merinding.
Kenzie merasa beruntung hari ini karena telah terselamatkan dari manusia itu.
"DEMI IBU! YA, DEMI IBU!" gumam Kenzie menekankan setiap ucapannya.
Kenzo masih melakukan video call bersama kekasihnya di dalam kamar. Seharusnya ini menjadi malam pertama bagi suami istri, tetapi karena pernikahan yang terpaksa membuatnya tidak memikirkan hal tersebut.
"Maaf bebe, libur sekarang aku belum bisa ajak kamu pergi. Janji, lain kali aku bakal nurutin kemauan kamu," bujuk Kenzo.
Suara manja dan seksi itu membuat Kenzo tidak berhenti menatap sang kekasih yang tak lama kemudian meminta untuk dimatikan dengan alasan sudah mengantuk.
"Belum juga 1 jam, sudah minta dimatikan?" gumamnya.
Kenzo menatap layar ponselnya dan menyadari sekarang ia tidak pernah lama saat video call. Gita selalu meminta untuk disudahi lebih awal.
"Gue sudah nuruti kemauan orangtua, pokoknya harus cepat cair, harus cepat selesai drama-drama ini!"
Kenzo menatap cahaya malam dari jendela kamarnya. Malam ini ia tidak kemana-mana karena dilarang keluar rumah oleh kedua orangtuanya. Ia hanya diizinkan keluar rumah jika tujuannya menyusul ke rumah Kenzie.
"Jam berapa ini?"
"Gue belum tidur sama sekali! mana nanti harus jemput anak itu lagi!" gerutu Kenzo.
Kenzo menutup tirai kamarnya, lalu ke kamar mandi setelah melihat jam hampir setengah dua dinihari.
...
Mia bangun lebih awal ketika teringat dengan menantunya yang harus dijemput. Ia mengetuk pintu kamar Kenzo, namun, putranya itu tidak segera merespon.
"Kenzo bangun, nak! sudah jam setengah 5 ini!"
Mia mengetuk pintu lagi dan tak lama kemudian Kenzo membukanya dengan mata yang masih berat.
"Ada apa, Ma?" tanya Kenzo langsung menguap lagi.
"Ada apa ada apa! buruan mandi, siap-siap jemput istrimu!" suruh Mia.
Kenzo langsung berpikir sejenak setelah mendengar kata istri.
"Gue punya istri?" gumamnya.
"Aduh! sakit tau, Ma!" protes Kenzo ketika Mia menjewer telinganya.
"Iya-iya, aku lupa, Ma." imbuh Kenzo.
Mia yang masih kesal semakin dibuat kesal karena Kenzo menutup pintu lagi.
"Dasar emak-emak!" gerutu Kenzo.
Mia membuka pintu kamar Kenzo yang tidak dikunci dan tidak jadi mengomeli putranya karena Kenzo sedang di kamar mandi.
"Huh! kirain mau molor lagi!" gerutu Mia langsung keluar dari kamar Kenzo.
Setelah memastikan putranya sudah bangun, Mia kembali ke dapur untuk membuatkan sarapan. Mia tetap mengutamakan kesehatan putranya yang akan menyetir sendiri.
"Kenzo sudah bangun, Ma?" tanya Zaky.
"Sudah, Pa." jawab Mia seraya mengeluarkan roti yang sudah selesai dipanggang.
Sementara itu, Kenzie tampak sangat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Namun, Laras terus merayunya untuk segera mempersiapkan diri.
"Sebentar lagi Kenzo jalan ke sini," ujar Laras yang baru mendapatkan kabar dari Mia.
"Iya," jawab Kenzie.
Kenzo menutup sarapannya dengan menyeruput teh hangat yang disediakan oleh mamanya.
"Hati-hati ya, nak. Jaga istrimu,"
Kenzo sangat muak mendengar kata-kata istri. Namun, demi kelancarannya, ia hanya mengiyakan saja.
"Mungkin nanti sore orang suruhan papamu baru bisa antar motornya Kenzie." ujar Mia.
"Siap komandan," balas Kenzo.
"KENZOO!"
"Iya, Mamaaa, iyaa, aku berangkat dulu yaaah. Mau jemput istriku dulu," balas Kenzo dengan rayuan mautnya pada sang ibu.
Mia sedikit tersenyum mendengar kata itu. Meskipun diawali keterpaksaan, ia berharap lambat laun Kenzo dan Kenzie bisa saling mencintai.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍