NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita Kematian Menteri Pertahanan

Melalui jendela-jendela besar berbingkai emas di ruang makan Mansion yang megah, memantulkan kilau lembut pada peralatan makan perak yang tertata rapi.

Di kepala meja, Langit duduk dengan wibawa seorang kepala keluarga, sesekali melemparkan senyum hangat kepada Angel, istrinya, yang tampak begitu anggun saat menuangkan teh hangat ke cangkir porselen.

Suasana pagi itu terasa jauh lebih istimewa dari biasanya-- ada aura kebahagiaan yang kental menyelimuti ruangan.

Di sisi lain meja, Sky menggenggam erat tangan Evelyn, tunangannya, seolah ingin menyalurkan kekuatan dan rasa protektif. Topik pembicaraan mereka tak jauh dari rencana pernikahan yang tinggal menghitung hari—tepat satu bulan lagi.

Kebahagiaan itu pun berlipat ganda karena kehadiran nyawa kecil yang kini tengah tumbuh di dalam kandungan Evelyn, sebuah berkah yang membuat Langit dan Angel tak henti-hentinya menatap calon menantu mereka dengan penuh kasih sayang.

Shyla, sang adik yang biasanya paling ceria, ikut menimpali dengan antusiasme yang meluap-luap, merencanakan detail kecil untuk menyambut tiga keponakan nya nanti.

Gelak tawa kecil sesekali pecah di sela denting sendok dan piring, menciptakan harmoni yang sempurna antara kemewahan dinding Mansion dan kehangatan tulus sebuah keluarga yang tengah menanti babak baru kehidupan mereka.

Langit meletakkan koran digitalnya, menyesap teh hangat dengan tenang. "Udara pagi ini terasa berbeda. Mungkin karena hitungan mundur di kalender itu sudah semakin dekat. Tepat tiga puluh hari lagi, Sky."

Angel tersenyum lembut sambil mengoleskan selai ke roti, menatap menantunya dengan sayang. "Waktu memang tidak pernah menunggu, Sayang. Mama rasanya baru kemarin melihat Sky belajar memakai dasi, sekarang dia akan memasangkan cincin ke jari Evelyn. Kamu sudah siap, Eve? Jangan terlalu lelah, ingat kondisi kamu sekarang."

Evelyn mengusap perutnya yang mulai sedikit membuncit karena sedang hamil kembar tiga, dengan gerakan protektif, dia tersenyum malu-malu. "Terima kasih, Mom. Eve baik-baik saja. Sedikit mual di pagi hari, tapi melihat persiapan yang dibantu Mommy dan Sky, Eve jadi merasa jauh lebih tenang. Hanya saja... deg-degan itu pasti ada."

Sky menggenggam tangan Evelyn di atas meja, memberikan tatapan meyakinkan. "Aku tidak akan membiarkan kamu menangani detail yang berat sendirian, Eve. Daddy sudah menyerahkan beberapa proyek kantor ke asisten sementara waktu supaya aku bisa fokus pada persiapan pernikahan kita—dan juga menjaga kesehatanmu serta calon bayi kita."

Shyla menyeruput jus jeruknya dengan ekspresi jenaka, memecah suasana formal. "Wah, lihatlah betapa manisnya atmosfer di meja ini! Tapi Kak Sky, jangan sampai terlalu bucin lalu lupa kalau aku juga butuh gaun cadangan untuk acara resepsi nanti. Dan untuk kak Evelyn, kalau bayi di dalam sana bisa bicara, dia pasti bilang: 'Tolong kurangi keromantisan Papa-Mama, aku malu mendengarnya!'"

Langit terkekeh pelan. "Shyla, jaga bicaramu. Tapi dia benar, Sky. Tanggung jawabmu sekarang berlipat ganda. Kamu bukan hanya menjadi seorang suami, tapi juga seorang ayah dalam waktu dekat. Mansion ini akan semakin ramai, dan Papa harap kalian bisa menjaga keharmonisan ini seperti yang Daddy dan Mommy lakukan selama ini."

Angel mengangguk. "Benar kata Daddy mu. Pernikahan itu bukan hanya tentang pesta satu malam, tapi tentang bagaimana kalian sarapan bersama setiap pagi seperti ini, dengan cinta yang sama meski masalah datang. Evelyn, jangan sungkan meminta apa pun pada Mommy jika mengidam sesuatu, ya?"

Evelyn sangat terharu. " Terima kasih, Dad, Mom. Dukungan keluarga ini adalah hadiah terbesar buat Eve. Kami akan berusaha menjaga amanah ini dengan baik."

Sky menatap ayahnya dengan serius namun penuh hormat."Aku mengerti, Dad. beberapa hari lagi, semuanya akan berubah, dan aku siap melangkah ke tahap itu bersama Evelyn.

Suasana harmonis itu mendadak terhenti saat ponsel Shyla yang diletakkan di atas meja bergetar hebat. Layarnya menyala, menampilkan nama 'Bram - Unit 1'.

Wajah Shyla berubah serius. "Maaf, ini dari kantor. Aku harus angkat."

Sky menggoda. "Baru saja dibicarakan, Shyla. Jangan bilang ada pencuri kucing lagi?"

Shyla mengabaikan godaan Sky, menatap layar ponselnya. Ekspresinya mendadak kaku. "Halo, Bram? Ya, aku mendengar mu... Apa?! Kau bercanda?"

Meja makan mendadak hening. Langit meletakkan garpunya, merasakan perubahan atmosfer yang drastis.

Suara Shyla rendah namun tegas. "Ulangi. Di mana? Kapan ditemukan?"

Setelah mendengar jawaban dari seberang telepon, Shyla mematikan ponselnya dengan gerakan cepat. Ia menatap keluarganya satu per satu. Kehangatan di meja makan itu seolah menguap dalam sekejap, digantikan oleh aura otoritas Shyla sebagai seorang detektif kepolisian.

"Ada apa, Shyla? Wajahmu berubah."

Shyla menatap ayahnya tajam."Menteri Pertahanan baru saja ditemukan tewas di ruang kerjanya. Pelayan pribadinya yang pertama kali menemukannya pagi ini."

Angel menutup mulutnya, terkejut. "Astaga... Bukankah baru kemarin kita mendengar kabar duka tentang istri dan anaknya? Kenapa sekarang beliau juga...?"

Wajah Shyla mengeras, dia merasa sesuatu yang janggal. "Ini bukan kebetulan, Mom. Ini pembunuhan yang terencana. Dan yang lebih buruk lagi..." Shyla menjeda kalimatnya, menarik napas panjang.

Sky menatap adek nya dengan serius. " Ada apa lagi?"

Shyla terdiam sebelum menjawab. "Laporan awal menyebutkan ada pesan yang ditinggalkan di meja kerjanya. Sebuah angka yang ditulis dengan sangat rapi. 2072."

Suasana meja makan menjadi sunyi senyap. Angka - angka itu bukan pertama kali mereka dengar.

Sky tiba-tiba menyela dengan nada rendah. "Shyla... soal angka itu, aku harus memberitahumu sesuatu. Kemarin aku baru saja memeriksa simpel darah istri dan anak Menteri Pertahanan yang tewas dalam insiden ledakan di mall itu."

Shyla menatap Sky dengan serius.  "Dan apa hasilnya, Sky?"

Sky membalas tatapan saudarinya. "Kematiannya bukan karena ledakan biasa. Ada jejak nekrosis pada jaringan jantungnya yang hanya bisa disebabkan oleh manipulasi energi. Itu sihir, Shyla. Tapi yang membuatku tidak bisa tidur semalam adalah... aura yang tertinggal di sana."

Suara Langit memberat. "Katakan, Sky."

Jantung Sky berdegup. "Aura itu... frekuensinya identik dengan garis darah keluarga kita. Dingin, tajam, dan memiliki resonansi yang sama dengan sihir yang kita miliki."

Langit berdiri dari kursinya. "Itu mustahil! Hanya keluarga kita yang memiliki akses ke kekuatan itu di negeri ini. Apakah ada orang lain di luar sana? Atau... salah satu dari kita?"

Evelyn tampak cemas, memegang lengan Sky. "Tapi... jika ini soal balas dendam, siapa yang cukup kuat untuk meniru aura kekuatan keluarga Shiva?"

Langit menatap kosong ke arah jendela, seolah melihat sesuatu yang jauh di masa depan. "Itu bukan sekadar nomor atau kode tahun. Itu adalah sebuah peringatan. Aku merasa kematian ini adalah pembuka dari sesuatu yang lebih besar yang berhubungan dengan asal-usul kekuatan kita. Ada seseorang yang tahu tentang kita lebih dari kita mengenal diri kita sendiri."

Shyla berdiri dari kursinya, merapikan jaketnya. "Siapa pun dia, kawan atau lawan, dia sudah memulai perang di dalam rumah kita. Aku akan ke TKP sekarang. Kak Sky, aku butuh kau memeriksa aura di sana secara langsung."

Sky mengangguk, dia cukup tertantang untuk mencari siapa orang misterius itu sebenarnya.

Sementara itu, Langit hanya terdiam dengan sorot mata yang sulit dibaca-- baginya, angka 2072 bukan sekadar kode pembunuhan, melainkan kunci misterius yang berkaitan erat dengan masa depan.

Di balik kemewahan mansion itu, kini menyelinap sebuah tanya yang menghantui--- siapakah pembunuh ini sebenarnya, dan apakah "angka" itu adalah peringatan bahwa lawan mereka berasal dari masa depan atau justru bagian dari mereka sendiri?

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!