NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Fitnah di Balik Layar Perak

[Waktu: Sabtu, 2 Mei, Pukul 10.00 AM]

[Lokasi: Markas Besar Zhuo-Sheng Technology, Distrik Pudong, Shanghai]

Sinar matahari pagi Shanghai yang cerah menembus jendela kaca besar di kantor baru Jingshen. Suasana di dalam ruangan sangat kontras dengan ketegangan di Shenzhen. Suara ketikan papan tik yang ritmis dan diskusi antusias dari tim ahli IT yang baru saja pindah memberikan energi kehidupan baru.

Lin Xia berjalan berkeliling membawa baki berisi kopi hangat untuk tim pengembang. Ia melihat Gu Jingshen—atau sekarang lebih sering disebut dengan identitas aslinya oleh tim inti, Tuan Zhuo—sedang berdiri di depan layar monitor raksasa yang menampilkan barisan kode rumit Project Mnemosyne yang telah diperbarui.

"Jingshen, istirahatlah sebentar. Kau sudah terjaga sejak jam empat pagi," ucap Lin Xia sambil meletakkan secangkir kopi hitam tanpa gula di meja kerja pria itu.

Jingshen menoleh, memberikan senyum tipis yang tulus. "Terima kasih, Xia. Aku hanya ingin memastikan enkripsi data ini tidak bisa ditembus oleh siapa pun dari server Gu Corp. Kita harus benar-benar memutus hubungan total."

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan kasar. Ah Cheng masuk dengan wajah pucat pasi, tangannya memegang tablet yang menampilkan siaran berita nasional yang sedang panas.

"Tuan! Gawat! Lihat ini!" seru Ah Cheng dengan suara gemetar.

Jingshen dan Lin Xia segera mendekat. Di layar tablet, terpampang wajah Tuan Besar Gu yang sedang melakukan konferensi pers darurat di Shenzhen. Ia tampak berpura-pura sedih, sesekali menyeka air mata buaya dengan sapu tangan.

"...Dengan berat hati, saya harus menyampaikan bahwa mantan CEO kami, Gu Jingshen, telah melakukan pengkhianatan besar. Ia tidak hanya mencuri aset intelektual perusahaan, tetapi kami menemukan bukti bahwa ia telah menjual data keamanan sistem simulasi militer yang ada di dalam Project Mnemosyne kepada pihak asing di Shanghai. Kami telah melaporkan hal ini kepada pihak berwenang sebagai ancaman terhadap keamanan siber negara."

Lin Xia menutup mulutnya dengan tangan, terkejut. "Apa?! Dia benar-benar gila! Bagaimana mungkin dia memfitnah anaknya sendiri sebagai pengkhianat negara?"

Jingshen terdiam. Rahangnya mengeras, matanya menatap tajam ke arah layar. Ia sudah menduga ayahnya akan membalas dendam, tapi ia tidak menyangka ayahnya akan menggunakan kartu "Keamanan Negara" untuk menghancurkannya secara total.

[Waktu: Sabtu, 2 Mei, Pukul 11.00 AM]

[Lokasi: Kediaman Utama Keluarga Gu, Shenzhen]

Di Shenzhen, suasana di rumah besar keluarga Gu sangat suram. Nyonya Gu menangis histeris di ruang tamu setelah melihat suaminya berbohong di televisi nasional.

"Bagaimana kau bisa melakukan itu, Pa?! Jingshen itu anak yang kau besarkan! Kau tahu dia tidak pernah melakukan hal sehina itu!" teriak Nyonya Gu pada suaminya yang baru saja pulang dari konferensi pers.

Tuan Besar Gu melepaskan jasnya dengan kasar. "Dia yang memulainya! Dia mengancam akan meruntuhkan Gu Corp! Jika aku tidak menghancurkan reputasinya sekarang, maka dialah yang akan menjebloskanku ke penjara dengan dokumen Zhuo Corp sialan itu!"

Gu Yanran berdiri di ambang pintu, menatap ayahnya dengan rasa jijik yang tak lagi bisa disembunyikan. "Jadi ini caramu mempertahankan kekuasaan, Pa? Dengan kebohongan? Kau baru saja menghancurkan masa depan kakakku demi sebuah gedung tua."

"Diam kau, Yanran! Kau sekarang adalah CEO! Fokuslah pada pekerjaanmu atau kau akan berakhir seperti dia!" bentak ayahnya.

Yanran tidak menjawab. Ia segera berbalik dan masuk ke kamarnya. Ia tahu ia harus melakukan sesuatu. Ia tidak bisa membiarkan Jingshen membusuk di penjara karena fitnah yang dibuat oleh ayahnya sendiri.

[Waktu: Sabtu, 2 Mei, Pukul 13.00 PM]

[Lokasi: Kantor Zhuo-Sheng Technology, Shanghai]

Hanya dalam hitungan jam, efek dari berita tersebut mulai terasa. Beberapa investor di Shanghai mulai menarik diri karena takut terseret kasus hukum. Di depan gedung kantor, beberapa wartawan mulai berkumpul, mencoba mendapatkan pernyataan dari Jingshen.

"Tuan, kita harus bertindak. Pihak kepolisian siber mungkin akan datang untuk melakukan audit kapan saja," ucap Ah Cheng panik.

Jingshen tetap tenang. Ia menatap Lin Xia yang tampak sangat khawatir. "Xia, kau ingat naskah yang kau tulis tentang Marsekal yang dijebak oleh menterinya sendiri?"

Lin Xia mengangguk cepat. "Ya, di bab dua puluh empat. Sang Marsekal tidak melarikan diri, tapi dia membuka gerbang kota dan membiarkan rakyat melihat kebenaran di dalam gudang persenjataan."

Jingshen tersenyum. "Tepat sekali. Kita akan melakukan hal yang sama."

Jingshen memanggil seluruh tim IT. "Dengarkan aku. Kita tidak akan bersembunyi. Kita akan melakukan siaran langsung (Live Streaming) secara publik. Kita akan membuka kode sumber Project Mnemosyne secara transparan kepada para ahli keamanan siber independen di seluruh dunia. Kita akan membuktikan bahwa tidak ada data militer atau data rahasia negara di dalamnya. Data yang dicuri Ayahku... sebenarnya adalah data pribadinya yang berisi korupsi pajak Gu Corp selama dua puluh tahun terakhir."

Lin Xia terpana. "Jadi, data yang dia sebut sebagai 'rahasia negara' sebenarnya adalah bukti kejahatannya sendiri?"

"Benar. Dia salah mengira file terenkripsi yang kubawa. Dia pikir itu data proyek, padahal itu adalah bom waktu untuk dirinya sendiri," jawab Jingshen dingin.

[Waktu: Sabtu, 2 Mei, Pukul 20.00 PM]

[Lokasi: Apartemen Lin Xia, Shanghai]

Malam itu, Lin Xia mendampingi Jingshen yang bersiap untuk melakukan siaran langsung dari kantor Shanghai. Jingshen mengenakan kemeja putih bersih, tanpa jas. Ia ingin terlihat seperti seorang teknokrat yang jujur, bukan CEO yang kaku.

Sebelum siaran dimulai, Lin Xia menggenggam tangan Jingshen. "Kau siap, Zhuo Jingshen?"

Jingshen mengangguk. "Demi masa depan kita, Xia. Aku tidak akan membiarkan kebohongan menang lagi."

Siaran langsung dimulai. Jutaan orang menonton melalui berbagai platform media sosial. Jingshen berbicara dengan tenang, menjelaskan sejarah Zhuo-Sheng Technology dan menunjukkan bukti otentik bahwa Gu Corp dibangun di atas pencurian aset.

Namun, di tengah siaran, tiba-tiba pintu kantor didobrak. Sekelompok petugas berseragam masuk.

"Gu Jingshen, Anda ditahan atas dugaan pencurian data strategis negara!" teriak salah satu petugas.

Kamera masih menyala. Seluruh penonton melihat kejadian itu secara langsung. Lin Xia berteriak histeris, mencoba menghalangi petugas, namun Jingshen justru mengangkat tangannya, memberi tanda agar timnya tetap tenang.

"Silakan, bawa saya," ucap Jingshen dengan suara lantang ke arah kamera. "Tapi ingatlah, data yang kalian cari ada di server pusat Gu Corp di Shenzhen. Jika kalian berani membukanya, kalian akan menemukan siapa pengkhianat yang sebenarnya."

Jingshen dibawa pergi dengan tangan terborgol. Lin Xia jatuh terduduk di lantai, air matanya mengalir deras. Namun, ia melihat Ah Cheng yang memberikan kode mata padanya.

"Nona Lin, jangan menangis," bisik Ah Cheng sambil mematikan kamera siaran. "Ini adalah bagian dari rencana Tuan Jingshen. Dia sengaja membiarkan dirinya ditangkap agar audit besar-besaran terhadap Gu Corp segera dimulai secara resmi oleh negara. Dia sudah menyiapkan pengacara terbaik di Shanghai."

Lin Xia menghapus air matanya. Ia menyadari bahwa kekasihnya sedang mempertaruhkan nyawanya untuk skakmat terakhir. Ia berdiri, mengambil laptopnya, dan menatap ke arah luar jendela ke arah gemerlap kota Shanghai.

"Baiklah, Jingshen. Jika kau menjadi pion yang dikorbankan, maka aku akan menjadi penulis yang akan memastikan akhir cerita ini adil untukmu," gumam Lin Xia dengan tekad membara.

Perang belum berakhir. Di balik jeruji besi sementara, sang pewaris Zhuo sedang menunggu kehancuran tiran yang telah mencuri hidupnya.

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!