NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Transaksi di Ambang Mematikan

​Angin malam di dasar lembah terasa lengket dan berbau amis. Lin Xuan menyembunyikan auranya hingga ke titik nol, menahan napasnya di balik dahan pohon ek raksasa yang rimbun. Matanya menatap tajam ke medan pertempuran di bawah sana.

​Ular Piton Cincin Besi Berbisa itu mendesis marah, tubuhnya yang setebal batang pohon meliuk-liuk menghancurkan bebatuan di sekitarnya. Sisik hitamnya memantulkan cahaya bulan, sesekali memancarkan kilatan hijau beracun.

​Di seberangnya, wanita berkerudung itu terhuyung mundur. Pedang panjang di tangannya yang terbuat dari Giok Salju memancarkan cahaya redup, tanda bahwa energi spiritualnya hampir terkuras habis. Tiga lapis perisai Qi yang mengelilingi tubuhnya telah hancur dua lapis. Darah kehitaman menetes dari sudut bibirnya, menodai kerudung putihnya.

​"Tiga kultivator berbaju hitam itu pasti pembunuh bayaran yang sengaja memancing monster ini untuk menyerangnya," analisis Sang Demon Venerable di benak Lin Xuan. "Gadis itu berada di Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 8. Di masa jayanya, ular cacing itu bisa ia cincang dalam tiga tarikan napas. Tapi racun 'Kabut Peluruh Tulang' telah menyusup ke meridian jantungnya. Sepuluh napas lagi, dia akan mati."

​"Jika dia mati, Teratai Emas Sembilan Daun itu akan menjadi milikku," pikir Lin Xuan dingin, matanya tertuju pada bunga mistis yang mekar indah di balik bebatuan, memancarkan fluktuasi energi murni yang menggoda.

​"Hahaha! Benar! Biarkan saja dia mati dimakan ular itu, lalu kau tebas ularnya dari belakang!" Sang Demon Venerable tertawa penuh semangat.

​Namun, Lin Xuan mengerutkan kening. Instingnya berteriak ada yang salah. Wanita ini memiliki status VIP di Paviliun Seribu Ramuan dan dikawal pelayan bayangan. Latar belakangnya pasti menakutkan. Jika ia membiarkan wanita ini mati dan mencuri teratai itu, siapa yang tahu apakah ada segel pelacak jiwa di tubuhnya? Klan Lin bahkan tidak akan cukup untuk menjadi abu jika sekte raksasa di balik wanita ini menuntut balas.

​"Lebih baik memiliki sekutu yang berhutang nyawa daripada musuh raksasa yang tak terlihat," gumam Lin Xuan. Tangannya mencengkeram erat gagang Pedang Angin Dingin. "Selain itu... aku butuh bahan untuk alkimia, dan wanita ini pasti kaya raya."

​Di bawah sana, Ular Piton Cincin Besi akhirnya kehilangan kesabaran. Mulut raksasanya terbuka lebar, memuntahkan pilar kabut beracun berwarna hijau pekat ke arah wanita itu, menutupi seluruh rute pelariannya.

​Wanita berkerudung itu memejamkan matanya yang seindah kristal ungu, keputusasaan melintas di wajahnya yang pucat. Meridiannya telah membeku; ia bahkan tidak bisa mengangkat pedangnya lagi. Apakah aku, Mu Qingxue, Sang Nona Suci dari Istana Es Surgawi, akan mati konyol di hutan terpencil ini? batinnya getir.

​WUSSS!

​Tiba-tiba, sebuah siluet abu-abu melesat dari atas tebing bak meteor yang jatuh dari langit malam.

​"Menyingkir!"

​Sebuah suara dingin dan maskulin terdengar di telinga Mu Qingxue. Sebelum ia bisa membuka mata sepenuhnya, sebuah lengan yang kuat melingkari pinggangnya yang ramping, menariknya mundur dari jangkauan mematikan kabut beracun itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

​Di saat yang bersamaan, pemuda pemeluknya itu mengayunkan pedang peraknya ke depan.

​"Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial: Bintang Jatuh Membelah Malam!"

​Lin Xuan tidak menahan diri. Kali ini, ia menyalurkan empat puluh persen energi Kekacauan Primordialnya ke dalam pedang.

​BOOOM!

​Tebasan pedang berbentuk bulan sabit raksasa yang membawa aura kehancuran kuno bertabrakan langsung dengan pilar kabut beracun. Bukannya meleleh oleh racun, gelombang pedang abu-abu itu justru membelah lautan kabut tersebut menjadi dua bagian yang meleset ke sisi kiri dan kanan mereka, melelehkan batuan di sekitarnya menjadi magma hijau.

​Gelombang pedang itu tidak berhenti. Ia melesat terus dan menghantam keras kepala Ular Piton Cincin Besi!

​CLAAANG! CRACK!

​Sisik pelindung di kepala ular itu—yang biasanya kebal terhadap serangan senjata Kelas Fana tingkat puncak—langsung hancur berantakan. Ular raksasa itu menjerit kesakitan yang memekakkan telinga, terlempar ke belakang dan menabrak tebing hingga tebing itu runtuh menimbun separuh tubuhnya. Luka robek yang mengerikan menganga di kepalanya, memancarkan darah hitam yang bau.

​Lin Xuan mendarat perlahan, masih memeluk pinggang Mu Qingxue. Napasnya sedikit memburu. Serangan tadi memakan cukup banyak Qi-nya.

​Mu Qingxue membuka matanya lebar-lebar, menatap profil samping pemuda yang baru saja menyelamatkannya dari ambang kematian. Wajahnya tampan dengan rahang tegas, namun yang paling membuatnya terkejut adalah ketenangan di mata hitam legam itu.

​Tunggu. Pemuda ini... bukankah dia pemuda sombong yang menguliahi Tetua Yan di Paviliun Seribu Ramuan kemarin?

​Dan yang lebih membuatnya ngeri: auranya dengan jelas menunjukkan bahwa ia hanya berada di puncak Tahap Kondensasi Qi tingkat 8! Bagaimana mungkin seorang kultivator Kondensasi Qi memukul mundur Binatang Buas Tingkat 2 Menengah?!

​"Lepaskan... lepaskan aku," bisik Mu Qingxue lemah, mencoba melepaskan diri, namun tubuhnya terlalu lemas akibat racun.

​Lin Xuan melirik wanita di pelukannya. Aroma teratai es yang lembut tercium samar dari tubuhnya, kontras dengan bau amis darah di sekeliling mereka. Tanpa banyak bicara, Lin Xuan membawanya mundur menjauh dari debu reruntuhan dan membaringkannya di bawah sebuah pohon besar yang aman.

​"Jangan banyak bergerak. Racun Kabut Peluruh Tulang sudah mencapai tiga inci dari jantungmu. Jika kau memaksakan diri menggunakan Qi, bahkan Dewa Sejati pun tidak akan bisa menyelamatkanmu," ucap Lin Xuan datar.

​Ular Piton Cincin Besi di seberang sana meronta-ronta membebaskan diri dari reruntuhan tebing. Matanya kini semerah darah, menatap Lin Xuan dengan kebencian absolut. Ia belum mati, hanya terluka parah.

​"Pemuda... pergilah," ucap Mu Qingxue dengan susah payah, batuk darah kembali. "Ular itu memiliki garis keturunan Naga Banjir Berbisa... Sisiknya terlalu keras untuk ditembus pedang fanamu. Tinggalkan aku... selamatkan dirimu sendiri."

​Lin Xuan bangkit berdiri, menyapu debu dari jubahnya, dan mencabut pedangnya yang kini sudah dipenuhi lebih banyak retakan. Ia menatap ular raksasa yang perlahan merayap mendekat.

​"Tinggalkanmu? Dan melewatkan Teratai Emas Sembilan Daun serta Inti Spiritual Tingkat 2 itu? Maaf, tapi aku adalah pengusaha yang memperhitungkan laba rugi," ucap Lin Xuan santai, sama sekali tidak memancarkan ketakutan.

​Ia menoleh ke belakang, menatap langsung ke mata ungu kristal Mu Qingxue dengan tatapan setajam elang.

​"Nona, mari kita buat kesepakatan. Aku akan membunuh cacing besar itu, menyelamatkan nyawamu, dan mencabut racun dari tubuhmu."

​Mu Qingxue tertegun. "Mencabut racunku? Tetua alkemis tingkat 3 sekalipun butuh sebulan untuk memurnikan racun ini..."

​"Aku bukan tetua alkemis biasa," potong Lin Xuan cepat. "Sebagai gantinya, aku menginginkan Teratai Emas Sembilan Daun itu, bangkai ular ini, dan satu token bantuan dari faksi di belakangmu. Setuju?"

​Mu Qingxue terdiam. Pemuda ini tidak tahu malu! Ia meminta semuanya dan bahkan berani memeras bantuan darinya di saat krisis ini. Namun, menatap punggung Lin Xuan yang berdiri tegak menantang monster raksasa itu sendirian, entah mengapa ada aura dominasi yang membuatnya tak bisa membantah.

​"Jika... jika kau berhasil membunuhnya," jawab Mu Qingxue dengan suara bergetar. "Teratai itu... aku sangat membutuhkannya untuk guruku. Kau boleh mengambil lima helai daunnya dan tiga biji teratainya, itu sudah cukup untuk menembus Pembentukan Fondasi. Sisanya, bangkai ular dan token bantuanku... semuanya milikmu."

​Lin Xuan tersenyum menyeringai. Kesepakatan yang sangat menguntungkan. Lima daun teratai lebih dari cukup untuk memperkuat tubuh fisiknya ke tahap berikutnya.

​"Sepakat."

​HSSSS!

​Ular Piton itu menerjang maju dengan kecepatan penuh, rahang raksasanya terbuka siap menelan Lin Xuan bulat-bulat.

​"Senior," ucap Lin Xuan dalam hatinya, matanya tiba-tiba berubah sepenuhnya menjadi abu-abu pekat yang mengerikan. "Mari kita tunjukkan pada cacing ini, mengapa api kita disebut sebagai leluhur dari segala kehancuran."

​"Bakar dia sampai jadi abu, bocah!" raung Sang Demon Venerable.

​Lin Xuan melempar pedangnya ke samping. Ia tidak butuh senjata fana lagi. Ia merentangkan tangan kanannya ke depan, dan dari telapak tangannya, sekelompok api berwarna abu-abu yang sunyi dan tak berpanas meledak keluar.

​Api Kekacauan Primordial. Saat api itu muncul, bahkan udara di sekitar lembah pun seolah berhenti bergetar karena ketakutan.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!