NovelToon NovelToon
I Miss You Because I Love You

I Miss You Because I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Nethaniel adalah pria muda tampan, sukses, dan berkarisma. Lahir di tengah keluarga konglomerat dan hidup berkelimpahan. Namun ada yang kurang dan sulit diperoleh adalah pasangan hidup yang tulus mencintainya.

Ketika orang tua mendesak agar segera berkeluarga, dia tidak bisa mengelak. Dia harus menentukan pilihan, atau terima pasangan yang dipilih orang tua.

Dalam situasi terdesak, tanpa sengaja dia bertemu Athalia, gadis cantik sederhana dan menarik perhatiannya. Namun pertemuan mereka membawa Nethaniel pada pusaran konflik batin berkepanjangan dan menciptakan kekosongan batin, ketika Athalia menolaknya.

》Apa yang terjadi dengan Nethaniel dan Athalia?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "I Miss You Because I Love You."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. IMU coz ILU

...~•Happy Reading•~...

Ketika hari senin tiba, Athalia masuk dengan semangat baru, karena ingin mengetahui suasana kerja dan pekerjaan baru di bagian administrasi.

Dia tercengang melihat perubahan lobby kantor yang sangat berbeda. Para karyawan sedang mengantri masuk, karena kantor sudah menggunakan access control system.

Alea yang baru tiba, menepuk bahu Athalia. "Kantor kita sudah berubah dalam tiga hari, makin cangih." Bisik Alea sambil menatap lobby, sebagaimana dengan karyawan lain yang tersenyum dan saling menyapa.

"Iya, Lea. Tempat kerja kita sebelumnya sudah lenyap, diganti dengan pohon cantik." Athalia balik berbisik sambil menunjuk tempat resepsionis dengan wajahnya.

"Iya. Jadi makin senang dan bangga lihat perubahan kantor kita. Lihat, security jadi gaga dan bertugas maksimal." Bisik Alea sambil meletakan kartu akses, karena security sedang mengawasi karyawan yang masuk.

"Iya, ya. Suasana kantor pagi ini bikin semangat dan happy." Bisik Athalia, lalu mereka berjalan cepat ke ruang administrasi yang ada di lantai dasar.

Saat masuk, mereka menyapa karyawan yang sudah masuk lalu menuju ruangan supervisor dan mengetuk. "Selamat pagi, Pak." Sapa Athalia dan Alea bersamaan.

"Pagi. Kalian sudah masuk. Silahkan ambil kotak kalian." Supervisor menunjuk kotak titipan mereka di lantai.

"Terima kasih, Pak." Ucap Athalia dan Alea, lalu mengambil kotak titipan.

Supervisor berdiri. "Mari saya perkenalkan kepada yang lain." Supervisor mempersilahkan mereka keluar dari ruang kerjanya.

Karyawan administrasi yang sudah hadir melihat mereka bergantian, karena memegang kotak di tangan. "Perhatian semua. Ini rekan kerja kalian yang baru pindah ke sini. Mungkin di antara kalian sudah kenal. Yang belum kenal, nanti kenalan sendiri." Ucap supervisor, lalu menunjuk meja baru yang sudah disiapkan buat Athalia dan Alea.

"Selamat bekerja. Ini yang akan jadi pekerjaan kalian...." Supervisor menyalakan komputer dan menjelaskan bergantian, lalu mempersilahkan mereka pelajari sendiri.

Setelah supervisor meninggalkan ruangan, Athalia dan Alea meletakan kotak di meja lalu memperkenalkan diri dan menyalami satu persatu.

"Enak, ya. Ngga kaya kita. Ngga perlu tunggu lama, sudah dapat komputer sendiri." Ucap salah satu karyawan wanita lebih senior.

Athalia dan Alea, hanya diam sambil merapikan barang pribadi mereka, seakan tidak tahu sedang disindir. "Sssttt... Mba Marci, hati-hati bicara. Ntar, tiba-tiba dipindahkan ke proyek, angkat semen dan pasir." Teman di sampingnya, menambahkan.

"Oh, iya, Sita. Lupa, ngga punya backingan." Marci membalas santai.

Athalia dan Alea hanya diam, tanpa membuat gerakan yang akan mengundang perhatian pegawai lain dan berkembang menjadi kasak-kusuk liar.

"Ayo, kerja. Pagi-pagi sudah seperti ibu-ibu di pasar." Salah seorang karyawan pria menegur, karena Marci dan Sita terus berbalas pantun sindiran.

"Sita, ada yang mau jadi bodyguard."

"Iya, Mba Marci. Siapa tau ikut kejipratan hoki."

"Susah, kalau masuk sekolah, mulut dibiarkan bolos. Talia, Alea, semoga mulut kalian disekolahin juga, supaya aman ruangan ini."

"Tony, ngga usah ngamuk and carmuk. Biasa aja, kali." Marci pelototi Tony yang sudah berdiri.

Tony jadi emosi dan balik pelototi, karena dibilang cari muka. "Cari nafkah yang benar. Sebelum kerja, lambung jangan diisi racun, supaya mulut ngga berbusa."

"Talia, Alea, tutup telinga. Nanti aku kasih welcome drink. Mau kopi?" Tony mengangkat sachet kopi instan.

"Terima kasih, Mas." Ucap Athalia dan Alea bersamaan.

Respon mereka membuat karyawan lain jadi tersenyum dan angkat tangan. Maka terdengar, aku mau, aku mau, aku juga mau, memenuhi ruangan administrasi.

"Ok. Semua dapat. Kecuali yang menciptakan pasar kaget, cari sendiri." Tony berkata sambil mengambil cup.

Athalia dan Alea saling pandang, lalu berdiri mendekati Tony. "Kami yang buat saja, Mas."

"Good. Jangan masukan ke hati. Harap dimaklumi." Bisik Tony kepada Athalia yang ambil kopi dari tangannya.

"Terima kasih, Mas. Apa kami bisa ambil air dari dispencer itu?"

"Iya. Itu sengaja diletakan di situ, karena kadang harus kerja lembur, atau tidak sempat istirahat..." Tony menjelaskan.

Kemudian Athalia dan Alea membuat kopi buat yang sudah masuk. Tony mengambil cup berisi kopi dari tangan Alea, lalu berikan kepada rekan terdekat. "Estafet. Mumpung belum tiba waktu kerja." Tony memberikan instruksi kepada rekan terdekatnya.

"Kopi gratis memang rasanya enak, apa lagi dibuat oleh yang cantik. Rasanya paling nikmat." Ucap salah satu karyawan pria.

Sontak Tony pelototi. "Minum saja. Ngga usah komentar. Bikin tawar menawar saja." Tony jadi kesal, karena bisa memancing perasaan tidak suka Marci dan Sita kepada Athalia dan Alea.

Setelah mengalami penyambutan yang kurang menyenangkan, Athalia dan Alea coba konsentrasi dan mengabaikan sindiran-sindiran halus atau tatapan tidak suka dari beberapa karyawan wanita.

Mereka saling kirim pesan untuk menguatkan, agar tidak tertekan selama kerja.

~••~

Seiring waktu berlalu, Athalia dan Alea mulai terbiasa dengan suasana kerja di ruangan administrasi. Mereka diberikan tanggung jawab yang berbeda, jadi harus bekerja sambil belajar dengan cepat.

Mereka mengabaikan gangguan sindiran atau nyinyiran dari beberapa orang yang terus berlangsung dari hari ke hari. Hingga tanpa terasa, sudah lebih dari satu minggu mereka bekerja di bagian administrasi.

Hari ini, Athalia berlari kecil masuk ke lobby, karena hampir terlambat. 'Huuuu... hampir saja.' Athalia membatin lega, setelah melewati pintu akses.

Namun sebelum menuju ruangan administrasi, ada yang mengganggu penciumannya. Dia melihat ke arah karyawan yang sedang berjalan cepat menuju lift.

Athalia jadi berlari kecil menuju lift sebelum pintu tertutup dan langsung masuk. Dia seperti kehilangan akal, saat mencium bau wangi yang pernah dicium. Dia melihat karyawan di dalam lift satu persatu untuk mengetahui pemilik bau yang tercium.

Ethan yang berdiri di sudut lift, hampir membeku melihat Athalia berdiri di dalam lift seakan mencari seseorang.

Ketika di lantai dua dan karyawan mulai turun, Athalia makin fokus melihat Ethan yang sedang mengotak-atik ponsel.

Setelah semua karyawan turun di lantai dua, Athalia terus menatap Ethan. Karena wangi tubuhnya makin jelas, tidak tercampur dengan parfum karywan lain.

Jantung Athalia berdegup tidak teratur saat wangi tubuh pria yang pernah ditolong makin kuat tercium. Hatinya seakan tidak percaya, karena melihat pria di depannya sedang mengotak-atik ponsel. Pertanda dia bisa melihat, bukan penyandang tuna netra.

'Apa aku salah orang? Apa itu bau yang bisa dimiliki oleh pria lain?' Athalia ragu dan bertanya dalam hati, sebab belum melihat wajah pria yang disangkakan.

Sedangkan Ethan berusaha tenang. Padahal jantungnya seakan mau melompat, saat menyadari Athalia tidak turun di lantai dua. Ethan makin fokus pada ponsel, agar tidak melihat Athalia.

Dia menyadari, Athalia sedang melihat dia, karena hanya mereka dalam lift dan Athalia tidak boleh ke lantai tiga. Karena lantai tiga hanya untuk para staff dan petinggi.

Ketika lift berhenti di lantai 3 dan pintu lift terbuka, Athalia tersadar dari hipnotis wangi tubuh yang sudah penuh di dadanya. "Anda tidak ingat saya?"

...~••~...

...~•○♡○•~...

1
Suamiku Paling Sempurna
Papanya Ethan pasti memilih wanita kaya untuk jadi istri Ethan
Suamiku Paling Sempurna
Papanya Ethan jangan cari masalah dong nanti Ethan marah sama kamu
Suamiku Paling Sempurna
Athalia pasti Ethan ngga berniat membohongi kamu tapi Ethan takut kamu ngga mau pacaran sama Ethan saat tahu Ethan anak orang kaya
Suamiku Paling Sempurna
Velina Ethan ngga mencintai kamu karena Ethan mencintai Athalia
Suamiku Paling Sempurna
Athalia syok dan kaget karena Ethan ngga jujur dari awal
Suamiku Paling Sempurna
Ethan dan Athalia kalian berdua pasangan serasi banget
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Keren opahnya Ethan membela Ethan
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Papanya Ethan ngga ingat hidup dia dulu sebelum menikah dengan mamanya Ethan
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Papanya Ethan mau menjodohkan Ethan dengan Velina kejam
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Athalia merasa di bohongi oleh kamu Ethan karena kamu ngga jujur dari awal
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Apakah Thalia akan tetap mau sama Ethan adalah anaknya ceo di perusahaan tempat bekerja
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Ethan ayo ajak Athalia menikah secepatnya pasti mau
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
aduh ikut sedih Athalia tenangkan dirimu dulu Niel tidak bermaksud membohongi atau apalah ya namanya nanti setelah kepalamu dan hatimu dingin coba kau pikirkan lagi tentang hubunganmu sama Niel
Rahmawati
jgn terlalu banyak berpikir Thalia, nanti tunggu mas niel jelaskan sama km
Risa Istri Cantik
Ethan itu mencari wanita yang tidak matre seperti Athalia
Risa Istri Cantik
Ethan sangat marah pasti karena papanya Ethan tidak merestui dirinya dengan Athalia
Risa Istri Cantik
Athalia Ethan tulus sama kamu dan ngga mempermainkan kamu
Risa Istri Cantik
Velina kamu bukan siapa siapa Ethan tapi kamu menggandeng Ethan
Risa Istri Cantik
Ethan Athalia tetap paham denganmu walau kamu merubah penampilan
Risa Istri Cantik
Ethan sudah pacaran sama Athalia senang pasti itu Ethan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!