Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup Bersama
Sophia menyempatkan dirinya untuk berlibur tiga hari ke kampung halaman orangtuanya di kalimantan. Kedatangan Sofi tentu tidak sendiri, sebab Mayor Dokter Jonathan Benjamin ikut. Niatnya untuk melamar dan menikahi Sophia Abigail Stevanus sudah bulat. Meskipun umur mereka selisih sepuluh tahun.
Kedatangan mereka sudah diketahui oleh orangtua Sophia. Mami Ester, maminya Sophia yang menjadi tempat curhat anak gadis satu - satunya juga sudah tahu hubungan mereka jauh - jauh hari. Dan sekarang mereka baru bertemu.
Perawakan Jonathan Benjamin yang tenang, berwibawa dan penyayang membuat dia tidak susah berada ditengah keluarga ini. Nathan tidak datang sendiri, dia ditemani letting dan istrinya yang berdinas disini datang melamar perempuan yang dia cintai.
Maksud kedatangan Nathan diterima baik oleh orangtua Sophia. Informasi Nathan datang melamar Sofi juga di dengar oleh David dan keluarganya yang ada di Inggris. Hubungan Sofi dan David jiga diceritakan oleh papi Julius kepada Nathan, dia tidak mau menutupinya. Dan Nathan juga menceritakan tentang keberadan Briel kepada orangtua Sofi.
Sehari sebelum maksud kedatangan Nathan melamar Sofi, didalam kamar tidur Sofi papi dan maminya menanyakan hal yang sangat penting tentang kesiapan Sofi termasuk anaknya Nathan.
"Kamu bisa nak menerima anaknya Nathan??"
"Sofi akan berusaha papi."
"Tidak mudah sayang, mungkin cinta Nathan akan dibagi dengan anak kandungnya, papi tidak mau kamu menyesal nantinya." Air mata Sofi sudah membanjiri mukanya. Dia tidak menyangka papinya begitu perhatian kepadanya. Sofi langsung memeluk papinya sangat erat. Sofi menangis dalam pelukan papinya.
"Sofi memohon doa dari mami dan papi. Sofi tahu ini berat, tetapi Mas Nathan mau adil buat Sofi dan anaknya. Briel juga dekat dengan Sofi."
Pernyataan Sophia anaknya ini membuat kedua orangtuanya hari ini bisa menerima Mayor dokter Jonathan Benjamin menjadi menantunya. Pernikahan mereka akan dilakukan di Jakarta, rencana orangtua David juga akan datang.
Selesai lamaran, Sofi dan Nathan kembali ke Jakarta. Melanjutkan aktivitas mereka dan mengurus segala keperluan menikah.Muka mereka menampakan kegembiraan.
"Selamat pagi semua." Sofi sudah masuk kantor, mukanya begitu segar dan ceria. Apalagi dandanannya begitu cantik. Ternyata kedatangan Sofi sudah di tunggu oleh David.
"Happy banget."
"Eh..selamat pagi mas David."
"Ingat hanya aku yang boleh di panggil mas??"
"Iya, calon suamiku dokter Nathan akan aku panggil Beb." Muka David cemburu, Sofi senang sekali.
"Mami dan papi dua hari lagi datang, mau mengurus pernikahan anak gadis mereka."
"Oooo bahagianya aku."
"Aku heran, sebenarnya siapa anak mereka?" Sofi tersenyum.
"Bagaimana lamarannya sukses, si mas dudamu??"
"Sukses dong. Terima kasih ya, Mas ku yang ganteng." Sofi langsung mencium pipi David dan memeluknya. David hanya bisa melihat tingkah Sofi bersama Max.
"Bahagia amat, Selama bertunangan ngak perna cium atau inisiatif memeluk, sekarang lincah aja."
"Memang bos dan Sofi itu cocoknya kakak dan adik." David tersenyum, dia sadar Sofi yang dia kenal dari dulu telah kembali.
Urusan pernikahan mereka sudah mulai rampung. Termasuk surat - surat buat menikah dinas. Mama dan papanya Nathan juga Briel sudah bertemu dengan mami dan papi Sofi. Di acara makan malam bersama yang dibuat Nathan dan Sofi. Orangtua Sofi, meskipun orang berada, namun mereka tidak menyombongkan diri mereka. Sehingga banyak orang yang sayang kepada mereka.
Pagi - pagi, Nathan sudah menjemput Sofi, hari ini dia akan mengikuti nikah dinas. Sofi sudah menggunakan seragam persekutuan ibu - ibu tentara angkatan darat. Seragam itu waktu diambil Nathan, sebelum diserahkan kepada calon istrinya sudah di bawa ke tempat cuci baju yang cepat sehingga baju seragam itu waktu dikenakan oleh Sofi sudah bersih dan harum.
"Selamat pagi ma, pa."
"Selamat pagi nak. Ayo sarapan dulu."Mami Ester sudah menyiapkan sarapan pagi. Dan sebelum ke kesatuannya Nathan di ajak sarapan. Sementara makan bel pintu apartemennya Sofi berbunyi. Sofi tahu bahwa yang datang itu Max mengambil surat penting yang dia periksa dan sudah ditanda- tangan.
"Lama amat." Sofi kaget ternyata yang datang David.
"Kenapa kamu mas??"
"Ngak boleh ??? Aku mau ketemu mami dan papi." Dengan senyumannya yang cuek, David menuju meja makan.
"Selamat pagi mami, papi." David langsung mencium kedua orangtua Sofi. Dan langsung duduk manis di meja makan disamping mami. Sementara Sofi mukanya cemberut.
"Merusak mood pagi ini aja." Nathan mengelus tangan calon istrinya.
"Ngak cocok deh pakai baju serangam itu, mana ada ibu - ibu tentara jutek seperti itu."
"Aku jutek hanya sama kamu mas."
"Nak, Nathan maafkan mereka ya. Dari kecil seperti ini tom dan Jerry."
"Makanya papi menyesal sekali menjodohkan mereka. Empat tahun tidak ada kecerian dari mereka."
"Iya ma, pa."
Selama sarapan, Sofi terus menjadi sasaran keisengan David sampai mereka mau berangkat. Mami dan papi tidak bisa melarang.
"Sayang, marahi mas David itu. Isengin calon istrimu terus." Nathan hanya tersenyum. Dia memeluk Sofi dan mencium kening Sofi begitu mesra.
"Pak tentara, jangan asal cium aja." Sofi mengejek David dengan menjulur lidahnya. Mami dan papinya hanya mengeleng kepala.
"Kak, jagain ade gue ya, sudah berangkat. Ingat jangan malu - malui calon suamimu." David memberi restu buat adeknya dan calon suaminya. Mami dan papi Sophia tersenyum dan memeluk David melihat Sofi dan Nathan berangkat.
"Maafkan papi nak. Pasti akan ada cewek yang baik buat kamu."
"Mami selalu berdoa buat kamu nak."
Pernikahan Sofi dan Nathan dilaksanakan di sebuah hotel mewah dan berbintang. Semua urusan pernikahan mereka adalah hadiah dari mami dan papinya David. Jadi Nathan tidak mengeluarkan apapun. Sedangkan David memberikan tiket bulan madu sesuai kemauan Nathan dan Sofi.
Semua keluarga sudah bersiap dengan seragam mereka. Orangtua Nathan yang adalah seorang pendidik tampil begitu cantik. Orang yang jarang berdandan, ketika di dandan sekali akan terlihat cantiknya.
"Saya Jonathan Benjamin, menerima engkau Sophia Abigail Stevanus sebagai istriku, dalam suka maupun susah, akan selalu bersamamu sampai maut memisahkan kita." Janji Nathan kepada Sofi begitu pula janji yang sama diucapkan oleh Sophia Abigail. Semua orang yang hadir digedung gereja merasakan kebahagian itu. Sedangkan mami dan papi Sofi meneteskan air mata. David yang sebenarnya mencintai Sofi pun meneteskan air mata.
Acara dilanjutkan disebuah ballroom hotel bintang lima milik keluarga. Di awali dengan tradisi tentara yang menikah akan ada pedang pora. Nathan dengan mengandeng istrinya Sofi berjalan dengan diapit oleh perwira - perwira yang memegang pedang.
Sophia Abigail Stevanus adalah istri pertama Jonathan Benjamin. Meskipun mempunyai anak, namun Nathan tidak menikah dengan mamanya Briel.
"Apakah malam ini Briel tidak bisa bobo dengan mami dan papi??"
"Briel bobo sama mama dan papa ya." Nathan melihat anak gadisnya. Langsung dia mengendong.
"Briel mau mami berikan adek kan? Jadi Briel tidak bisa bobo dengan mami dan papi.
"Papi mau berdua saja sama mami??"
"Iya anak papi yang cantik." Briel turun dari gendongan papinya menuju ke oma dan opanya yang dia panggil mama dan papa. Sementara itu Sofi masih dikamar mandi membersihkan tubuhnya.