NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adit

Pagi itu, seperti biasa, Dawai diantar ke sekolah oleh Disa. Disa selalu ikut turun dari mobil dan mengacak rambut Dawai sebelum berangkat menuju tempat proyeknya tak jauh dari SMA Bina Bangsa.

Pemandangan yang jadi biasa bagi para siswa, melihat Dawai yang terlihat mesra bersama Disa. Tak jarang, Dawai selalu diledek oleh siswa-siswanya.

"Ehem... Kapan nih sahnya, Miss?" tanya anak-anak yang diajar Dawai saat melewati Dawai dan Disa di depan sekolah.

"As soon as possible," jawab Disa sambil tersenyum ramah. Dawai menepuk lengan Disa.

"Kyaaa~" jerit siswa-siswa heboh.

Adit menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Sudah seminggu sejak Rendra menyatakan cinta pada Dawai di lobi sekolah. Dan sejak saat itu, Dawai selalu diantar oleh Disa, setiap hari.

Rendra masih selalu menunggu Dawai di lobi sekolah setiap hari. Namun, Rendra hanya diam mengawasi, lalu berjalan di belakang Dawai menuju ke kelasnya. Dawai berusaha tak menghiraukan tingkah Rendra, meski dia selalu mendengar kasak-kusuk siswa yang melihat Rendra berjalan di belakang Dawai.

"Cieee~ Miss Dawai anget banget sama cowoknya," goda Rania, murid kelas X-8, salah satu kelas yang diampu Dawai. Dawai hanya tersenyum.

"Miss, bisa kasih resep nggak gimana cara dapetin cowok keren kek cowoknya Miss Dawai?" tanya Luna, teman sekelas Rania.

"Ehem... Jadi cewek yang pinter dan mahal. Ntar yang deketin kamu juga bakal keren-keren," jawab Dawai dengan nada yang cukup keras. Rendra, yang berjalan di belakang Dawai, mendengarnya. Dia tersenyum kecut.

"Wuuiiih~ pantesan aja Kak Rendra juga ikut terpesona sama, Miss," kata Riana sambil melirik Rendra yang berjalan di belakang mereka. Dawai menghela nafas panjang.

"Miss, gimana rasanya dideketin cowok yang lebih muda?" tanya Luna penasaran. Dawai menghela nafas panjang.

"Misalnya, kamu dideketin anak SD, gimana?" Dawai balik bertanya. Luna bergidik.

"Idih! Ogah. Najis banget sama bocil," jawab Luna dengan ekspresi jijik.

"Naaah itu," kata Dawai.

Riana dan Luna saling pandang. Heran. Ternyata ada juga cewek yang tidak tertarik pada cowok sekeren Rendra.

Dawai berjalan lurus menuju ruang guru. Rendra masih mengekor di belakangnya. Saat koridor yang mereka lewati terlihat sepi, dengan cepat Rendra menarik tangan Dawai, membuat Dawai terkejut.

"Bisa lepaskan tangan saya?" tanya Dawai dengan nada dingin. Rendra tersenyum licik.

"Kenapa Miss mengacuhkan saya?" tanya Rendra. Dawai mengerutkan kedua alisnya.

"Mengapa saya perlu menghiraukan kamu?" Dawai balik bertanya. Rahang Rendra mengeras.

"I said, I love you," bisik Rendra, marah.

"So?" jawab Dawai, membuat Rendra semakin marah.

"Oh! Mungkin bocah seperti kamu memang nggak paham ya? Jadi, perlu saya perjelas?" lanjut Dawai sambil menatap kedua mata Rendra tajam.

"I don't love you," kata Dawai dengan nada berbisik lalu mencoba melepaskan cengkeraman tangan Rendra yang kuat.

Rendra masih menatap Dawai dengan tatapan tajam. Dia tidak mengira, Dawai akan dengan terang-terangan menolaknya. Rendra merasa semakin tertantang untuk meluluhkan Dawai.

"Apa yang kamu lakukan?" sebuah suara mengagetkan Rendra.

Rendra menoleh ke arah suara. Matanya dipenuhi kebencian melihat sosok yang memergoki perlakuannya pada Dawai. Tanpa sadar, Rendra melepaskan cengkramannya.

'Ngapain dia ikut campur?'

***

"Makasih, Pak," ucap Dawai pada Adit. Adit hanya mengangguk.

Rendra berjalan meninggalkan Dawai, ketika Adit menegurnya. Dawai lega, akhirnya ada seseorang yang menyadari keberadaannya dan Rendra di koridor menuju ruang guru, yang memang jarang dilewati siswa.

"Miss Dawai baik-baik saja?" tanya Adit pada Dawai sambil melihat lengan Dawai. Terlihat bekas merah tanda cengkeraman Rendra.

"Nggak apa-apa, Pak. Makasih," kata Dawai sambil menutupi bekas merah di lengannya lalu berlalu memasuki ruang guru.

Bel tanda masuk berbunyi. Dawai sudah bersiap menuju kelas XI-IPS 2. Adit, dengan mencoba bersikap biasa, berjalan di samping Dawai menuju kelas XI-IPS 1.

"Bareng, Miss," kata Adit sambil tersenyum. Dawai mengangguk.

"Saya benar-benar minta maaf soal yang dulu," kata Adit, mencoba memperbaiki hubungannya dengan Dawai. Dawai tersenyum sambil menggeleng.

"Nggak apa-apa, Pak. Saya juga berlebihan," kata Dawai sungguh-sungguh. Adit tersenyum.

Sepanjang Dawai dan Adit berjalan menyusuri koridor, siswa-siswa yang berpapasan dengan mereka tersenyum penuh makna.

"Miss, Miss, inget udah punya cowok," ledek Sandra, murid kelas XI-IPA 3. Diikuti riuh sorak dari ganknya. Dawai hanya tersenyum.

"Kalian belum masuk?" tanya Adit pada Sandra.

"Kosong, Pak. Pak Rusli ada rapat katanya," kata Sandra.

"Rapat? Sepagi ini?" tanya Adit, mengingat ini baru jam pelajaran pertama.

"Rapat sama Bu Siska," jawab Sandra sambil tertawa, diikuti tawa dari ganknya. Adit menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah murid-muridnya.

Sudah menjadi gosip bahwa Pak Rusli dan Bu Siska memiliki hubungan terlarang. Pasalnya keduanya sudah sama-sama berkeluarga. Pak Rusli dan Bu Siska memang terlihat akrab. Tapi, Dawai sendiri tidak benar-benar tahu apakah keduanya terlibat hubungan seperti yang digosipkan.

Dawai dan Adit melanjutkan perjalanan menuju kelas yang mereka tuju.

"Ngomong-ngomong, Pak Adit sama Miss Dawai cocok lho," teriak Sandra dari kejauhan diikuti riuh sorak ganknya. Adit, lagi-lagi, menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bener-bener," komentar Adit.

Dari kejauhan, sepasang mata tengah mengawasi Dawai dan Adit yang berjalan bersama. Riuh suara gank Sandra mencuri perhatian Rendra yang sedang duduk di koridor depan kelasnya.

"Wanna play?" tanya Ryan, yang entah sejak kapan sudah berdiri di dekat Rendra sambil melihat Dawai dan Adit. Rendra tersenyum licik.

Rendra kemudian berjalan menuju Dawai dan Adit. Ryan mengekor dengan santai di belakangnya. Sudah jelas murid-murid yang belum masuk kelas riuh.

Keriuhan itu membuat Adit menoleh ke belakang. Matanya membulat melihat Rendra yang berjalan pasti menuju ke arahnya. Dawai yang melihat ekspresi Adit, melihat ke arah Adit menatap.

"Hai, Miss," sapa Rendra santai. Dawai terus berjalan.

"Kembali ke kelas," perintah Adit pada Rendra. Rendra hanya melirik Adit dengan sinis. Ryan mengekor di belakang ketiganya.

"Ngajar di kelas mana, Miss?" tanya Rendra lagi. Dawai mengabaikan Rendra dan terus berjalan.

"Rendra, kembali ke kelas kamu," kata Adit, masih dengan nada yang biasa namun tegas. Rendra menoleh ke arah Adit, tatapannya sinis. Ryan tersenyum tipis.

"Kenapa Miss selalu..."

"Rendra!" bentak Adit. Kali ini, Dawai menghentikan langkahnya, terkejut. Rendra berdecak kesal. Senyum tipis Ryan kembali bertengger.

"Bisa berhenti sok menggurui gue?" tanya Rendra pada Adit. Dawai mengerutkan kedua alisnya mendengar kata-kata Rendra yang tak sopan pada Adit.

"Ini sekolah, Ren. Stop main-main!" kata Adit gemas. Rendra tersenyum sinis.

"Kenapa masih peduli? Gue pikir elo udah nggak peduli. Setelah pergi dari rumah, lo merasa bebas kan dari tanggung jawab seorang pewaris? Now, look! Sok sok jadi guru. Hebat!" kata Rendra pada Adit seperti melampiaskan kemarahannya.

Dawai menatap Adit dan Rendra bergantian. Bingung. Beberapa siswa yang belum masuk kelas mengerumuni mereka. Kasak-kusuk terdengar dari kerumunan. Ryan menepuk bahu Rendra. Seolah tersadar, Rendra menatap Dawai sejenak lalu berlalu. Dawai sempat menangkap senyuman Ryan sebelum dia berlalu.

'Wait! Apa? Pergi dari rumah? Pewaris? Jangan bilang Pak Adit itu sebenernya...'

***

1
Nur Halida
kok aku malah ngarepnya dawai ama si disa aja ya. .😄
Purnamanisa: yuuuk dukung pasangan impian kalian 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
disini peran utama siapa. Thor dawai sama Rendra kah
Purnamanisa: karena judulnya I Love You, Miss!!! udah pasti tokoh utamanya Dawai sama Rendra😊😊
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending di sini belom keliatan ya hilal nya yg dawai suka siapa temen nya si berondong Rendra apa Ryan apa si pak guru adit/Scream/
falea sezi
aneh dateng2 gt dihh siapa elo rendra/Drowsy/
falea sezi
lanjut
Siti Nina
Syuka pake banget sama ceritanya thor 👍 Lanjut thor jgn lama" double up nya dong 🙏
Purnamanisa: terimakasih pengemangatnya 🙏🙏 cerita ini update dua hari sekali satu episode 🙏🙏 mungkin besok kalo Married by Accident? udah rampung bisa update dua atau tiga episode 😊😊 mohon bersabar 🙏🙏
total 1 replies
Siti Nina
Makin seru aja nih ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Hana Agustina
manis banget sihhhh..
Siti Nina
Thor bahasa inggris nya di terjemahin dong soal nya ga ngerti 😄
Purnamanisa: 😅😅 duuuh... maaf, author kelupaan 😅😅
total 1 replies
Siti Nina
Oke ceritanya thor 👍
Siti Nina
Mampir thor kaya nya seru
Hana Agustina
thor.. please up lagi yaa.. selesain ya cerita ini.. sy sangat mengapresiasi karya ini.. 🙏
Hana Agustina: ahhh terbaikkkkkk😍
total 2 replies
Hana Agustina
hhmmm.. sukaaaa 😍😍
Hana Agustina
gemes banget sm rendra.. gemes pen getok palanya.. 🤣
Hana Agustina
i give you my vote, my thumbs n also a rose... smp habis smp selesai ya thor.. ceritany menarik sekali n gereget.. 😍🙏
Purnamanisa: makasih kak... auto tambah semangat 😊😊
total 3 replies
senjaku
keren sih thooor..suka Hera deh cerita kalau bagus alurnya,tanda baca,bahasanya semua bagus kok sepiiii
semngaatt ya thorrr
Purnamanisa: tenggelam sama cerita yang judulnya mengandung klik bait kak 🤭🤭

btw, makasih sudah mampir😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!