Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11 - Malam Di Berlin
Syuting dilakukan seharian di tempat yang berbeda. Semuanya selesai saat waktu menunjukkan jam sepuluh malam. Nabila kini sudah berada di kamar hotelnya. Dia mencoba tidur, tapi tak bisa. Hanya ada suara dengkuran pelan Indy yang sudah tertidur pulas.
"Enaknya jadi lajang. Nggak ada yang perlu dipusingin," gumam Nabila. Dia tak bisa berhenti memikirkan nasibnya sebagai seorang istri Lukman Bramantyo yang kasar.
Namun ingatan Nabila tentang adegan ciumannya dan Nathan tadi tiba-tiba kembali muncul. Jantungnya kembali berdebar-debar.
"Tidak! Kenapa aku mendadak mengingat itu? Astaga, Nabila! Apa yang kau pikirkan?" Nabila bermonolog pada dirinya sendiri. Karena ingin mengalihkan pikirannya dari kekalutan dan kegelisahan tentang ciuman, Nabila memilih pergi dari kamar. Niatnya dia ingin datang ke bar terdekat untuk minum segelas bir.
Nabila tidak mengenakan masker dan topi seperti biasa. Karena di Berlin, orang-orang pasti tidak akan mengenalinya. Untuk pertama kalinya Nabila merasa bebas. Dia mendatangi salah satu bar yang tergabung dalam klub malam.
Nabila merasa lelah dengan kesunyian. Jadi dia terpikir ingin mendatangi tempat ramai sekali-kali. Apalagi dia sedang berada di negeri orang, jadi dirinya tidak perlu mencemaskan orang lain.
Sesampainya di klub, Nabila langsung memesan segelas bir pada bartender. Dia minum bir sampai tak tersisa.
"Tolong tambah lagi," pinta Nabila dengan bahasa Inggris.
"Dengan senang hati, Nona." Bartender itu menyahut sambil tersenyum menggoda. Seolah tertarik pada sosok Nabila yang cantik. "Apa kau sendirian, Nona?" tanyanya.
"Aku..."
"Tidak! Dia bersama pacarnya," potong lelaki yang baru saja datang. Nabila segera menoleh dan melihat kalau lelaki itu adalah Nathan.
"Nathan?" panggilnya. "Kau di sini juga?"
"Kebetulan sekali bukan?" tanggap Nathan.
"Kau sendirian?" tanya Nabila.
"Iya. Kau juga?"
"Seperti yang terlihat. Indy sudah tidur pulas di kamar."
Nathan menatap lekat Nabila yang tampak meminum satu gelas bir keduanya. Perempuan itu jelas sedang kalut dengan masalahnya, dan Nathan tentu bisa menebak hal tersebut.
"Mau menari ke lantai dansa. Kau sepertinya bosan sekali," ajak Nathan.
"Kayaknya enggak. Aku ingin minum saja," tolak Nabila.
"Ayolah, Kak! Lebih baik joget di lantai dansa dari pada terlalu banyak minum. Besok kan kita harus syuting lagi," bujuk Nathan. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya pada Nabila. Menanti perempuan itu meraih tangannya.
Nabila tersenyum, dan akhirnya dia memilih meraih tangan Nathan. Keduanya lantas pergi ke lantai dansa. Ikut menari bersama kerumunan orang banyak di sana.
"Ayo tunjukkan tarian terbaikmu, Kak!" kata Nathan.
"Aku hanya bisa begini," sahut Nabila yang hanya menggerakkan kaki sambil bertepuk tangan.
"Itu terlihat menyedihkan. Sekarang lihat aku ya!" Nathan mulai menggerakkan badannya. Dia bergoyang dengan konyol dan sukses membuat Nabila tertawa renyah.
"Sekarang kau yang terlihat menyedihkan!" ejek Nabila.
Nathan tak peduli. Dia mencoba bergoyang dengan cara anehnya. Hal itu tentu sengaja dirinya lakukan untuk menghibur Nabila.
Tiba-tiba dari arah belakang Nabila, seorang lelaki berkepala pelontos mendekat. Dia mendekati Nabila dan meremas bokongnya tanpa permisi.
"HEI!" Nabila sontak marah dan langsung menjauh dari lelaki berkepala pelontos itu. Lelaki tersebut tampak mabuk dan menatap Nabila penuh nafsu.
"Dari tadi aku memperhatikanmu... Dan kau sangat cantik..." goda lelaki berkepala pelontos itu dengan bahasa Jerman. Dia mencoba mendekati Nabila lagi.
Buk!
Akan tetapi sebuah pukulan langsung didaratkan Nathan tepat ke wajah pria tersebut.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti