NovelToon NovelToon
Ning Abigail

Ning Abigail

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amanah di Pundak, Sakit yang Menyiksa, dan Kepanikan yang Memuncak

[Keesokan harinya adalah hari pertama Gus Arya menjabat sebagai wakil ketua inti dari pengurus pondok. Karena ketua pengurus pondok adalah Abi Rasya, maka Gus Arya menjadi wakilnya. Sedangkan sekretaris dan bendahara adalah kang abdi ndalem yang mengabdi di ndalem tengah.]

[Ning Abigail masih belum tahu kalau ia akan mengurusi asrama putra. Berita peralihan asrama putra itu tersebar cepat di kalangan santri putra. Para santri putra ada yang senang, ada yang kaget karena kepengurusan asrama putra sekarang berada di tangan Ning Abigail. Mereka tahu kalau kepengurusan di tangan Ning Abigail pastinya akan lebih ketat daripada saat diurus oleh santri putri. Dulu, saat kepengurusan di tangan Gus Ivan, Gus Atha, dan Gus Faiq, peraturannya tidak ketat dan mereka masih seenaknya. Tapi sekarang, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.]

[Lalu, tiba-tiba ada kang keamanan asrama putra yang datang ke ndalem saat Ning Abigail sedang memasak. Gus Arya kebetulan ada urusan di kantor keamanan.]

[Ning Abigail memasak di dapur menggunakan sarung, kaos pendek, tanpa hijab. Kang pengurus asrama putra mengetuk pintu karena mau membicarakan hal penting tentang asrama putra. Ning Abigail panik mendengar ketukan pintu. Setelah ia menaruh makanan sarapan paginya di meja makan dapur, ia langsung menuju kamar, ambil selimut untuk menutupi badannya yang hanya menggunakan kaos pendek dan tanpa hijab.]

[Ning Bijel membuka pintu. Di situ ada 2 kang pengurus asrama putra. Kedatangan mereka ingin membahas tentang asrama putra. Ning Bijel bingung karena seharusnya yang membahas ini adalah Gus Ivan, Atha, dan Faiq. Kenapa harus dia? Lalu, ia berkata dengan nada dingin.]

Kang Resya: (mengetuk pintu) "Assalamualaikum, Ning Abigail?"

Ning Abigail: (membuka pintu dengan selimut menutupi tubuhnya, nada dingin) "Waalaikumsalam. Maaf, Kang, sepertinya ada kesalahan. Ini bukan ranah saya, tapi ranahnya Gus Ivan, Gus Atha, dan Gus Faiq."

Kang Salim: (bingung) "Lho, Ning, tapi tadi malam saat rapat diumumkan kalau Ning Abigail yang menggantikan Gus Ivan mengurus asrama putra."

Ning Abigail: (terkejut) "Rapat? Menggantikan Gus Ivan?"

[Kang pengurus pun baru ingat kalau yg menggantikan Ning bijel tadi malam saat rapat itu Gus Arya, jadi wajar Ning bijel kaget juga bingung.]

Kang Resya: "Oh iya, Ning, maaf saya lupa. Tadi malam kan Gus Arya yang menggantikan Ning Abigail saat rapat, karena Ning Abigail sedang tidak enak badan."

[Bijel kaget dg wajah judes,dan suara cuek juga tatapan tajamnya ia bilang knp tdk ada yg memberi tahu saya, knp harus Gus Arya yg menggantikan saya juga Gus Arya tdk bilang apapun tentang hasil adanya rapat tadi malam. bijel mempersilahkan kang" pengurus masuk.]

Ning Abigail: (dengan wajah judes, suara cuek dan tatapan tajam) "Kenapa tidak ada yang memberitahu saya? Kenapa harus Gus Arya yang menggantikan saya? Dan kenapa Gus Arya tidak bilang apa-apa tentang hasil rapat tadi malam?"

Ning Abigail: (dengan nada datar) "Sudahlah, masuk saja."

[Bijel mempersilahkan kang" pengurus masuk. bijel juga kang" pengurus membahas tentang peraturan baru dan segala kegiatan lama yg dipegang Gus Ivan dulu dan bijel mintanya diganti, nanti ia akan buatkan jadwal kegiatan yg baru apa saja yg akan dilakukan, ia juga benar" pusing karena badannya masih tdk enak.]

Ning Abigail: "Jadi, apa saja yang ingin kalian bicarakan?"

Kang Resya: "Anu, Ning, kami ingin membahas tentang peraturan baru dan kegiatan-kegiatan lama yang dulu dipegang Gus Ivan."

Ning Abigail: (memotong) "Semua peraturan lama dan kegiatan yang tidak bermanfaat harus diganti. Nanti saya akan buatkan jadwal kegiatan yang baru."

Kang Salim: "Nggih, Ning. Kami siap melaksanakan perintah Ning Abigail."

[5 menit kemudian disaat masih ngobrol ngobrol, gus Arya datang dan masuk ke ndalem, ia agak kaget ada kang" pengurus putra bersama istri rahasianya, (warga pesantren blm ada yg tau tentang pernikahan Gus Arya dan Ning Abigail yg diam", yg tau hanya keluarga ndalem dan sebagian pengurus dari pesantren Al Fattah).]

Gus Arya: (masuk ke ndalem, sedikit terkejut) "Assalamualaikum. Maaf mengganggu, ada tamu?"

Ning Abigail: (menjawab singkat) "Waalaikumsalam."

Kang Resya: "Eh, Gus Arya. Ini Gus, kita lagi membahas tentang asrama putra sama Ning Abigail."

Gus Arya: (bergabung dalam pembicaraan) "Oh, begitu. Ada yang bisa saya bantu?"

[Gus Arya bergabung dalam pembicaraan itu dan menemani Ning bijel, ditengah tengah pembicaraan itu Ning bijel tiba tiba mual pgn muntah, akhirnya ia lari ke kamar mandi, di kamar mandi ia muntah dan muntahannya juga sedikit bercampur darah, lalu setelah selesai bersihkan muntahannya juga bersihkan dirinya, ia kembali ke ruang tamu, lalu membahas lanjutan obrolan mereka hingga selesai, kang" pengurus pamit kembali ke asrama.]

[Gus Arya bergabung dalam pembicaraan itu dan menemani Ning bijel, ditengah tengah pembicaraan itu Ning bijel tiba tiba mual pgn muntah, akhirnya ia lari ke kamar mandi.]

Ning Abigail: (tiba-tiba merasa mual, memegangi perutnya) "Maaf, saya permisi sebentar. Sepertinya saya kurang sehat."

[Ning Abigail berlari ke kamar mandi dan muntah. Di dalam kamar mandi, ia muntah dengan hebatnya, dan muntahannya bercampur sedikit darah. Ia merasa sangat lemas dan pusing.]

Suara Ning Abigail: (terdengar dari dalam kamar mandi, terengah-engah) "Ugh... Huek... Huek..."

[Gus Arya dan kang pengurus asrama putra terkejut mendengar suara Ning Abigail muntah. Gus Arya merasa sangat khawatir.]

Gus Arya: (dengan nada khawatir) "Ning Abigail kenapa ya? Sepertinya parah sekali."

Kang Resya: "Sebaiknya kita lihat, Gus."

[Gus Arya dan Kang Resya mendekati kamar mandi. Mereka mengetuk pintu kamar mandi.]

Gus Arya: (mengetuk pintu) "Ning, kamu kenapa? Apa perlu saya bantu?"

[Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Gus Arya semakin khawatir. Ia mencoba membuka pintu kamar mandi, namun terkunci dari dalam.]

Gus Arya: (dengan nada panik) "Ning, buka pintunya! Saya khawatir sama kamu!"

[Setelah selesai membersihkan muntahannya juga bersihkan dirinya, ia kembali ke ruang tamu, lalu membahas lanjutan obrolan mereka hingga selesai, kang" pengurus pamit kembali ke asrama.]

Ning Abigail: (keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat, berusaha tersenyum) "Maaf ya, Kang, Gus. Agak nggak enak badan."

Kang Resya: (khawatir) "Ning Abigail nggak apa-apa? Wajahnya pucat banget."

Ning Abigail: (berusaha tegar) "Nggak apa-apa, Kang. Cuma masuk angin biasa kok."

[Lalu, mereka membahas lanjutan obrolan mereka hingga selesai, kang" pengurus pamit kembali ke asrama.]

Kang Salim: "Kalau begitu kami pamit dulu, Ning, Gus."

Ning Abigail: "Iya, hati-hati."

Gus Arya: "Terima kasih sudah datang."

[Setelah kang" para pengurus kembali, saat berdiri dan melangkah mau ambil air ke dapur tiba" kepala bijel pusing lagi dan ia hampir jatuh pingsan, tp untungnya ditangkap Gus Arya, kalau tdk ia akan jatuh pingsan, dan bijel jatuh di pelukan Gus Arya.]

Ning Abigail: (setelah kang pengurus pergi, mencoba berdiri namun tiba-tiba merasa pusing) "Aduh..."

[Ning Abigail limbung dan hampir jatuh pingsan. Untungnya, Gus Arya dengan sigap menangkapnya. Bijel jatuh di pelukan Gus Arya.]

Gus Arya: (dengan sigap menangkap Ning Abigail) "Ning! Hati-hati!"

[Setelah 10 menit mereka saling bertatapan, Ning bijel bangun lalu dgn nada dingin, cueknya ia meminta maaf lalu ia menuju ke kamarnya, sampai kamar. lalu didalam kamar ia istirahat.]

[Setelah beberapa saat bertatapan, Ning Abigail tersadar dan segera menjauhkan diri dari Gus Arya. Wajahnya memerah karena malu.]

Ning Abigail: (dengan nada dingin dan cuek) "Maaf."

[Tanpa menunggu jawaban Gus Arya, Ning Abigail segera berbalik dan berlari menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, ia merebahkan diri di tempat tidur dan memejamkan mata.]

[Gus Arya keluar ke asrama putra, ia mengecek keliling asrama putra mulai asrama bagian depang yaitu pengurus hingga ke lantai 8, lantai kamar para santri senior juga para ketua kamar asrama putra.]

[Siang harinya di ndalem barat, 2 mbak" ndalem datang melalui ruangan yg terhubung dg asrama putri, mbak" ndalem,berniatnya mereka mau masak untuk makan siang, akan tetapi mbak" ndalem melihat Ning bijel wajahnya lumayan pucat dan ia sedang berjualan online di apk X untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan ia spill juga di Ig produk baik skincare maupun apapun yg ia jual, ia membuat konten produk yg ia jual dan 2 menit kemudian bijel tiba" jatuh pingsan.]

[Siang harinya, dua mbak ndalem datang melalui ruangan yang terhubung dengan asrama putri. Mbak ndalem berniat untuk memasak makan siang, akan tetapi mereka melihat Ning Abigail wajahnya lumayan pucat. Ia sedang berjualan online di aplikasi X untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ia juga spill di Instagram produk baik skincare maupun apapun yang ia jual. Ia membuat konten produk yang ia jual. Dua menit kemudian, Bijel tiba-tiba jatuh pingsan.]

Mbak Aisyah: (terkejut) "Ya Allah, Ning Abigail!"

Mbak Fatimah: (panik) "Ning, bangun Ning! Ada apa ini?"

[Mbak ndalem sudah selesai masak makanan siang, lalu kembali ke asrama putri, dan bertepatan juga Gus Arya pulang dari keliling asrama putra, ia mau mengecek bijel (istri rahasianya) itu di kamar setelah membuka pintu kamar, ia dikagetkan dg bijel yg sudah t jatuh pingsan dg hidungnya sudah mimisan, bijel hanya menggunakan sarung, kaos pendek tanpa hijab, Gus araya panik bukan main, ia langsung menggendong bijel ke ranjangnya, ia mengambil minyak kayu putih agar bijel cepat sadar, lalu setelah 1 jam 5 menit bijel sadar, ia kaget ada Gus Arya di kamarnya, ia bingung, ia memegang kepalanya pusing, Gus Arya dgn nada yg sangat lembut bilang, Ning istirahat nggeh. dg wajah judes dingin dan wajahnya juga sangat pucat ia hanya menganggukkan kepala pelan juga membalas deheman dingin.]

Mbak Aisyah & Fatimah: (kembali ke asrama putri) "Semoga Ning Abigail baik-baik saja."

[Bertepatan dengan itu, Gus Arya pulang dari keliling asrama putra. Ia mau mengecek Bijel (istri rahasianya) itu di kamar. Setelah membuka pintu kamar, ia dikagetkan dengan Bijel yang sudah terjatuh pingsan dengan hidungnya sudah mimisan. Bijel hanya menggunakan sarung, kaos pendek tanpa hijab.]

Gus Arya: (sangat panik) "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un! Ning! Ning Abigail!"

[Gus Arya panik bukan main. Ia langsung menggendong Bijel ke ranjangnya. Ia mengambil minyak kayu putih agar Bijel cepat sadar.]

[Setelah 1 jam 5 menit, Bijel sadar. Ia kaget ada Gus Arya di kamarnya. Ia bingung, ia memegang kepalanya yang terasa pusing.]

Ning Abigail: (terbangun, memegangi kepalanya yang pusing) "Aduh... Dimana aku? Gus Arya? Kenapa Gus Arya ada di sini?"

[Gus Arya dgn nada yg sangat lembut bilang, Ning istirahat nggeh. dg wajah judes dingin dan wajahnya juga sangat pucat ia hanya menganggukkan kepala pelan juga membalas deheman dingin.]

Gus Arya: (dengan nada sangat lembut dan khawatir) "Ning, istirahat nggeh. Jangan banyak bergerak dulu."

Ning Abigail: (dengan wajah judes, dingin, dan sangat pucat, hanya menganggukkan kepala pelan dan membalas deheman dingin) "Hm..."

[Gus Arya merasa sangat khawatir dengan keadaan Ning Abigail. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia ingin memanggil dokter, tapi ia takut rahasia pernikahan mereka terbongkar. Akhirnya, ia memutuskan untuk merawat Ning Abigail sendiri.]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!