NovelToon NovelToon
Gigolo Terakhir

Gigolo Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Romantis / Komedi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: @120

Kehidupan yang berat membuat seseorang memilih jalan yang salah untuk bertahan hidup,kehidupan naoya berubah setelah bertemu beberapa orang yang dia anggap sebagai keluarganya sampai pada akhirnya keputusannya membuatnya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#misi selanjutnya

"srriiitt....."

Mobil yang dikendarai tsuki berhenti diparkiran bawah tanah tidak jauh dari bar tempat dia bekerja, tsuki membuka pintu mobil dengan diikuti satoru,mereka berjalan kearah bar yang berada didepan tempat parkir itu.

"klek..."

satoru merasa bingung,dalam pikirannya mengira tsuki hanyalah pembalap jalanan,namun tsuki membuka bar seperti miliknya sendiri.

"apa kau pemilik bar ini..??

tsuki melirik pada satoru dan tersenyum tipis.

"tidak mungkin....!!! Satoru meringis tidak percaya dengan ekspresi tsuki yang terlihat mengejek.

Satoru terus berjalan mengikuti tsuki melewati lorong bar yang gelap.

"ceklek...."

Langkah tsuki berhenti didepan ruangan manager dan membukakan pintu untuk satoru.

"silahkan....

Satoru menatap tsuki dengan wajah bingung namun tetap melangkahkan kakinya masuk kedalam,dengan perlahan satoru memasuki ruangan yang terdapat seorang laki-laki duduk membelakanginya.satoru terkejut saat laki-laki itu membalik badannya.

"k...kau ...!!!!

"yo...satoru...,,,lama tidak bertemu...!!!

"sial...!!!"satoru menggerutu sambil memalingkan wajahnya.

Tsuki turut memasuki ruangan dan menutup pintu,tsuki berjalan kearah sofa dan berdiri ditepi sofa itu sambil mendengarkan percakapan mereka.

"kau tidak punya pilihan satoru,,duduklah bersama tsuki,aku akan memulai rapatnya...!!!

"seenaknya saja..!!"gumam satoru.

Satoru berjalan ke arah sofa dan melewati tsuki yang memasang wajah datar.

"kau menipuku ya dasar brengsek..!!

"haa...kau kalah taruhan bodoh..!!!

"isshh....tidak sopan,,sepertinya kau lebih muda dariku..,,"

"aku tidak peduli..."jawab tsuki ketus.

Murayama berjalan ke arah sofa dan membawa beberapa kertas dan duduk di sofa terpisah didepan satoru dan tsuki.

"tsuki...kau sudah dengar kan kalau misi sebelumnya sukses,,dengan kesuksesan itu aku mendapat 3 bar sekaligus,,-

"tidak mungkin..!!"gumam tsuki.

"untuk itu....aku ingin kau bekerja disalah satu cabang bar ini"

Murayama menunjuk satoru untuk bekerja bersamanya.

"apa...??? Kenapa..??

"jangan bermain polisi-polisian di kandang macan satoru,kau bisa mati sia-sia...!!!."

"apa...!!! Polisi..??"tsuki terkejut dengan identitas satoru sebenarnya, dengan wajah yang terheran-heran menatap satoru dari atas sampai bawah.

"cih...polisi macam apa yang ikut balapan liar," gumam tsuki.

"berisik..!!aku mendengarmu bodoh,,semua orang butuh uang untuk tetap hidup...!! Semirik lirikan satoru pada tsuki sambil menggerutu.

Satoru menyandarkan kepalanya disofa sambil mengangkat tangannya kebelakang kepalanya dan menuruti permintaan murayama.

"haaahh.....baiklah...baiklah..,,kau memang hebat murayama,gara-gara mengejarmu aku jadi terjebak disini.....,,jadi...bagaimana selanjutnya..??

Murayama tersenyum tipis sambil melirik kearah tsuki yang masih bingung dengan situasinya.

"nah...tsuki...,,dia adalah detektif yang mengira aku menjual narkoba dan ingin menangkapku sampai masuk ke kandang ini,itu terjadi sebelum kau datang kesini, usianya kira-kira 40 tahun...."

"tua nya..." gumam tsuki.

"apa...!!! Sialan kau gigolo aku juga seusiamu bodoh..!!!"teriak satoru dengan sedikit kesal.

"hahaha.....lihatlah,dia berani sekali mengataiku,, kau juga detektif bodoh,,kau baru tau kalau aku seorang gigolo dan kau menyesal kan telah mengikutiku selama ini...?!

Murayama merasa sangat puas melihat seseorang yang terjebak karena nya.

"untung saja aku masih hidup,,sial...apa kepolisian masih mempercayaiku..??ucap satoru lirih.

"kau tenang saja, aku tidak akan memanfaatkanmu dengan cuma-cuma,aku akan memberi info yang aku tau,,

"untuk apa kau melakukan itu..??

Satoru menatap wajah murayama yang terlihat murung,dan sedikit hangat berbeda dari 2 tahun yang lalu.

"hanya ingin.."

Tsuki bisa membaca situasi dalam percakapan itu,sebelumnya tsuki telah berbincang dengan murayama dan mengambil kesimpulan bahwa murayama telah berubah berkat yuna, namun di malam itu juga sikapnya sedikit berbeda,seperti ada ketakutan didalam dirinya entah apa yang dia takutkan tsuki belum mengetahuinya, namun tatapan tsuki terus menatap pada murayama yang merubah rubah ekspresinya saat berbicara pada satoru.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"drrttt.....ddrrttt.....drrttt....

"pluk....!!!

"gesek...gesek....

"yang benar saja,kenapa aku harus berbagi tempat tidur dengannya...?? Dasar murayama kurang ajar...!!!

Tsuki bangkit dari tempat tidur setelah ponselnya bergetar,tsuki memeriksa pesan dari runa.

"selamat pagi mas tsuki,terimakasih atas bantuanmu tadi malam,aku sangat berterimakasih karena kau sudah membuatku lebih percaya diri,sebagai ucapan terimakasihku aku membuatkanmu cake untukmu,apa aku bisa datang ke situ..??"isi pesan runa.

"gawat...!!! Ada orang aneh disini,,"gumam tsuki

tsuki segera membalas pesan runa tanpa pikir panjang.

Tsuki membuat catatan kecil yang ditinggalkan dinakas dekat tempat tidur untuk satoru setelah tsuki mandi dan bersiap pergi.

"tok....tok....

"ceklek..."pintu terbuka.

"eh....,,kenapa mas tsuki ada disini..??

Runa membuka pintu sedikit dan melongok keluar sambil berbicara pada tsuki.

"siapa runa...??

Suara teriakan bibi sangat keras dan membuat runa terkejut dan ketakutan,langkah kaki yuna semakin mendekat.

"oh...siapa..??apa dia temanmu..? Kenapa kau membiarkannya diluar..??

"masuklah....,,

Yuna menatap tsuki dengan penuh pertanyaan dan runa yang ketakutan menundukan kepalanya,tsuki hanya menghindari masalah yang ada didalam bar kalau-kalau runa datang kesana,tidak disangka situasinya malah semakin parah.

tsuki berjalan masuk ke dalam rumah dengan sedikit gugup,runa yang tidak mengatakan apapun membuat tsuki semakin sesak.

"kau temannya runa...??siapa namamu...?

"tsukisima....,,

"iya benar...,,tidak salah lagi dia anak buah murayama kan aku melihatnya bersama naoya waktu itu,"gumam yuna.

"duduklah...,,,

"terimakasih...,,

"runa buatkan teh untuk temanmu kenapa kau berdiri seperti patung..?

"ba..baik...

Yuna duduk disebelah tsuki dan mulai menginterogasinya saat runa sibuk membuat minuman.

"apa kau berpacaran dengan runa..??

tsuki terkejut mendengar yuna yang langsung menanyakan hal itu dengan lirih.

"bu...bukan..,,

"tidak ada laki-laki dan perempuan berteman, aku tau kau anak buah murayama jadi, kau jujur saja padaku,"

"apa anda tau kalau runa bekerja disana..??

Dengan wajah tenang tsuki,dia mencoba menggali kebenaran dan kebohongan.

"aku tau..,,tapi aku pura-pura tidak tau sampai dia mau mengatakannya sendiri,jadi kau juga harus diam."ucap yuna bisik-bisik.

"oh...jadi kamu satu kampus dengan runa, apa kau juga pintar menggambar..??"teriak yuna.

"i...iya...kami satu kampus,tentu saja..,,hanya runa yang payah dalam menggambar,,hehehe" balas teriakan tsuki.

"kenapa dia berbohong..?padahal aku sudah belajar sangat keras" gumam runa.

Runa berjalan kearah sofa tempat yuna dan tsuki duduk,namun yuna mengusir runa dari tempat itu.

"kau pergilah dari sini aku akan menonton tivi,mengobrol atau belajar lah dikamarmu..."ucap yuna sambil melirik runa.

"ta..tapi....,,

yuna merebahkan tubuhnya disofa yang sedang diduduki tsuki,dan menendang tsuki secara halus.

"kau juga pergilah boy...,,kau seharusnya mengajari runa agar lebih pintar."

"orang macam apa wanita ini..?bisa bisanya murayama berubah karenanya...??"gumam tsuki dengan menatap yuna dengan terheran-heran.

"silahkan mas tsuki....,,

Runa mempersilahkan tsuki masuk kedalam kamarnya dan meletakan teh buatannya diatas meja belajar.

"maafkan sikap bibiku,dia memang seperti itu...,,tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik"

Dengan merasa sangat malu runa meminta maaf atas kelakuan bibinya.

"tidak masalah....,,apa aku boleh melepaskan hodieku...??

"oh silahkan...,,

Runa berjalan kearah jendela dan membuka jendela agar udara menjadi lebih sejuk diruangan yang tidak terlalu lebar itu runa menata kasur single,meja belajar dan lemari pakaian.,sangat sederhana dan tidak terlalu banyak barang,terlihat rapi dan sepi.

tsuki melihat-lihat kamar yang sangat monoton dan begitu biasa sambil duduk diatas kasur.

runa berjalan kearah keluar kamar untuk mengambil cake yang telah dia buat untuknya.

"aku melupakan sesuatu,,tunggu sebentar ya mas tsuki..,,

"baiklah...."

tsuki kembali melihat-lihat kamar runa dengan berjalan-jalan disekitar meja belajar.

"runa....,,kenapa kau tidak katakan kalau kau punya pacar..?

"apa yang bibi...??

"aku tidak akan melarangmu untuk melakukan apapun yang kau senangi runa,,kau sudah dewasa,kenapa kau tidak bisa mengatakanya..??

Yuna memegang kedua pundak runa dan mencoba meyakinkannya.

"aku baru memulainya belum lama...." ucap runa sambil tertunduk.

"hemm....aku tau,pasti saat kepesta kau sudah bersamanya kan..??

"kenapa bibi tau..??

"wanita kalau sedang kasmaran,dia akan lebih menghargai diri sendiri,dia ingin terlihat cantik didepan seseorang...pasti begitu kan..??

Yuna merasa kalau runa sedikit mulai terbuka,meskipun belum sepenuhnya tapi berbedaannya sangat jelas,yuna hanya tidak ingin kehidupan runa suram dan menjadi pribadi yang selalu menyalakan diri atas semua yang terjadi.

runa tersenyum tipis sambil mengambil cake buatannya.

"eh...apa aku tidak dikasih...??

"aku simpan dilemari atas bi,,aku pikir akan beku kalau didalam lemari pendingin,

"baiklah...,,aku makan yang ini saja."

Yuna mengambil sisa potongan runa diatas meja dapur.sedangkan runa berjalan kearah kamarnya kembali.

"dasar anak nakal...!!! Aku pikir dia akan berakhir dengan naoya,ternyata dengan tsuki, aku tidak tau mereka seperti murayama atau tidak, tapi selama mereka bisa menjaga runa aku sih tidak masalah."

Yuna kembali menonton tv dan bertukar pesan dengan murayama sambil memakan cake buatan runa.

Sedangkan tsuki sedang berdiri mematung sambil memegang sebuah kertas membelakangi runa yang baru saja memasuki kamar dan meletakan cake di meja sambil melirik kearah tsuki,

"apa yang kau li..,- tidak....,,,kenapa kau mengambil yang bukan milikmu..??

Runa merasa panik melihat tsuki sedang memegang gambar tsuki yang telanjang.

"apa yang kau pikirkan runa..?kenapa ada wajahku disini..??

Runa mencoba meraih gambar itu dengan merebut paksa dari tsuki,wajah runa memerah merasa malu dan tidak bisa disembunyikan lagi.

"tidak....bukan apa-apa...aku tidak memikirkan apapun..!!!

"hup....hup....,,"runa melompat-lompat.

"sungguh...???

Tsuki tersenyum lebar sambil menyembunyikan kertas itu di atas kepalanya agar runa tidak sampai menggapainya.

"kenapa kau tertawa...??kembalikan..!!!

"kenapa ada bekas coretan dibagian itu..?? Kau juga menggambarnya..?? Kenapa kau menghapusnya runa..??

"itu apa..?aku tidak menggambar apapun,, ayolah...mas tsuki...kembalikan..,,aku sangat malu..!!!

"lalu bagaimana denganku..?? Kau menggambar bagian bawahku....,,apa kau terus memikirkannya..??

"hahaha...berisik...!!! Kembalikan...!!!

"kau tertawa...?? sungguh kau memikirkannya..runa..??

"kenapa kau terus mengungkitnya, aku tidak sengaja memikirkannya..!!!

diluar ruangan yuna merasa ada getaran pada gelas yang dia letakan didekat cake.

"apa ada gempa...??

"hemm....apa yang mereka perebutkan..?

Suara teriakan runa sedikit terdengar dari luar dan suara tertawa yang tidak pernah yuna dengar selama ini tiba-tiba terdengar membuatnya sedikit terharu sampai ingin menangis.

"aku yang membuatnya jadi anak yang kaku seperti kanebo kering, tiba-tiba dia mau tertawa,meskipun bukan denganku,aku bertanggung jawab untuk keadaannya selama ini"

Dengan menatap layar tv yuna sedikit mengeluarkan air matanya secara tiba-tiba.

sedangkan tsuki belum menyerah untuk melepaskan sketsa dirinya yang digambar sangat nyata oleh runa.

"hup..hupp...."

"ayolah mas tsuki...,,jangan mengejeku..,,"

"ayo katakan...,,apa yang kau pikirkan tentang gambar ini runa...?

runa menyeringai sambil meraih kertas dengan melompat dan bertumpu pada pundak tsuki sebagai pegangan.

"huugghh.....!!!

"aahh.....

tubuh tsuki tidak berdiri dengan benar sehingga setelah mendapat tekanan dari runa membuatnya terhempas dan menghantam dinding sedikit keras.

Runa yang terbawa arus oleh tsuki menjadi bersandar pada tubuh bidangnya,dengan bertatapan saja membuat runa berdebar-debar.

"ma..maaf mas tsuki..,,apa kau baik-naik saja..??

Runa berusaha melepaskan diri dari situasi itu,namun tsuki menariknya kembali dengan mendekapnya dengan erat.

"heeuukk...,,

"apa yang kau lakukan mas tsuki,bagaimana kalau bibi kesini..??

"dia tidak akan kesini...."

Tatapan tsuki menjadi sangat tajam dan tubuhnya terasa panas,runa mencoba melepaskan diri namun tsuki terlalu tenggelam dalam suasana itu,

"apa kau mau...??"ucap tsuki lirih.

"apa...??

Runa merasa malu sampai tidak bisa menatap tsuki dengan benar.

"berciuman...."

"tidak...!!! apa mas tsuki tidak takut pada bibi..?aku takut padanya jadi jangan lakukan...!!"

"baiklah....,,

Tsuki melepaskan runa dan mengembalikan kertas yang dia ambil dari meja belajar.

Runa memperhatikan sikap tsuki yang sedikit murung

"apa mas tsuki marah..??aneh sekali..,,apa dia ada masalah lain..??"gumam runa.

Tsuki mengambil cangkir dan duduk di kursi menikmati teh yang dibuat runa dengan sekali teguk,

"aku masih ada pekerjaan jadi aku pamit pulang dulu runa...,,terimakasih "

"kenapa mas tsuki tidak memakan cake nya..??"

"oh...maaf aku lupa..,,"

tsuki mengambil cake yang berada dipinggir meja dan menghabiskannya sekejap.

"ah....mas tsuki benar-benar marah."gumam runa.

Setelah bangkit dari kursinya tsuki berjalan keluar kamar runa dan sedikit mengabaikan runa yang selalu memperhatikannya.

"aku pamit bibi....,,"

yuna yang sedang tiduran disofa terkejut dengan kedatangan tsuki yang sedikit mengagetkannya dengan suaranya.

"eh.....sudah mau pulang..??baiklah hati-hati..."

Tsuki berjalan sedikit cepat seperti terburu-buru keluar rumah dan runa mengikutinya dengan penasaran sampai diluar pintu masuk runa meminta maaf pada tsuki.

"apa mas tsuki marah padaku...??

Tsuki dengan berat hati mengatakan apa yang sedang dia rasakan saat ini dan mengelus rambut runa.

"aku tidak ingin melakukan kesalahan runa,aku harus segera pergi...,aku tidak marah padamu,masuklah..."

Tsuki menuruni tangga dengan sedikit berlari,runa yang bingung dengan ucapan tsuki hanya melihatnya pergi sampai tidak terlihat lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!