NovelToon NovelToon
Fajar Di Gerbang Hijau

Fajar Di Gerbang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Seorang wanita yang hidup mewah pada masa 2030 dengan berbagai teknologi pintar berkembang pesat. Wanita itu adalah Ria yang dijuluki seoang pembisnis dan desainer terkenal. Banyak orang iri dengan dirinya. Di saat mendapatka penghargaan desainer terbaik terjadi sebuah kecelakaan menyebabka Ria tewas ditempat. Tapi saat dia bangun dia melihat lingkungan berbeda. Tepat di depan ada sebuah kalender lama pada tahun 1997 bulan agustus. Ria yang tidak percaya segera keluar dari ruangannya melihat pemandangan yang asing dan belum berkembang berbeda dengan dia lahir sebelumnya. Ria binggung menatap ke segala arah hingga datang ibunya bernama Ratri. Dia memanggil nama Valeria kenapa kamu diam saja sini bantu ibu memasak. Ria menoleh dengan wajah binggung hingga Ratri datang memukul kepala Valaria. Ria merasakan sakit tidak percaya kalau dia merasa sakit. Valaria bertanya ini dimana. Ratri binggung membawa Valaria ke dalam aku ibumu. Kamu ini lupa atau hanya tidak mau membantu saja. penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar di Gerbang Hijau 11: Benih Inovasi di Tengah Pengkhianatan

Sore merayap perlahan menuju malam. Suasana di kediaman Damian terasa suram dan sunyi, seolah diselimuti oleh bayangan panjang yang dilemparkan oleh nyala lampu minyak yang baru saja disulut. Aroma kayu bakar yang terbakar di dapur belakang bercampur dengan kelembapan udara senja yang menusuk tulang.

Laksmin datang berkunjung tanpa diundang. Ia melangkah masuk ke ruang tamu yang sederhana, tempat perabotan kayu tua tampak kaku namun terawat. Matanya segera menangkap sosok Damian yang tengah duduk di kursi rotan dengan bahu terkulai. Pria itu tampak murung; tatapannya kosong menghujam lantai semen yang dingin.

"Ada apa denganmu, Damian? Wajahmu pucat pasi, seperti melihat hantu di siang bolong," tanya Laksmin. Suaranya mengandung nada ejekan yang tipis, namun terselip sedikit rasa prihatin di dalamnya.

Damian menghela napas panjang. Kekecewaan terasa menggantung berat di setiap tarikan napasnya. Ia mulai menumpahkan sesak di dadanya tentang kekalahan bisnis yang perlahan namun pasti sedang menggerogoti harga dirinya. Biang keladinya adalah satu orang: Valaria, sang pendatang baru.

"Dia menjual makanan yang disukai semua orang. Camilan itu aneh, tidak pernah kulihat sebelumnya, tapi semua orang menggilainya. Penjualanku merosot drastis, Laksmin. Aku sudah mencoba membuat yang serupa, tapi rasanya jauh berbeda," ujar Damian dengan frustrasi yang terpancar jelas dari matanya. "Aku butuh ide baru. Aku butuh uang."

Laksmin mendengarkan dengan saksama sembari menyipitkan mata. Ia adalah tipe orang yang pandai melihat peluang di balik keputusasaan orang lain. Otaknya yang licik mulai bekerja, menyusun rencana di tengah remang-remang cahaya lampu minyak.

"Jika kamu tidak bisa mengalahkan dia secara adil, curi saja senjatanya," bisik Laksmin. Suaranya terdengar seperti racun yang manis.

Damian mengangkat kepalanya, tampak bingung. "Mencuri apa maksudmu?"

Laksmin tersenyum tipis sebuah senyuman yang tidak menjanjikan kebaikan. "Curi resep dagangan Valaria. Cari tahu bumbu rahasia apa yang dia gunakan. Kamu kenal banyak orang di pasar, kan? Mereka pasti bisa membantumu mengorek informasi."

Mata Damian seketika berkilat. Meskipun awalnya ada keraguan yang melintas, namun desakan kebutuhan dan rasa dengki mendorongnya untuk setuju. Ide untuk mencuri resep itu kini mengakar kuat di benaknya; sebuah jalan pintas gelap untuk merebut kembali kejayaannya yang hilang.

Keesokan paginya, matahari menyapa pasar desa yang riuh. Valaria bersama ibunya, sudah menggelar lapak mereka sejak subuh. Suasana pasar seperti biasa dipenuhi hiruk-pikuk; teriakan penjual sayur, tawa renyah ibu-ibu yang menawar harga, dan aroma rempah yang tajam menusuk hidung. Namun, ada sesuatu yang terasa janggal di sudut lapak mereka.

Valaria memasang senyum terbaiknya sembari menata camilan andalannya. Namun, hingga matahari mulai meninggi, pembeli yang datang hanya bisa dihitung dengan jari. Aliran pelanggan sangat tipis, sangat kontras dengan kerumunan yang biasanya membanjiri lapaknya dalam beberapa minggu terakhir.

Pandangan Valaria menyapu seisi pasar. Matanya kemudian tertuju pada sebuah kedai di ujung jalan yang sangat ramai, dikerumuni oleh orang-orang. Keramaian itu sangat mencolok, seolah semua pembeli pagi ini telah dipindahkan paksa ke sana.

"Ibu, aneh sekali hari ini," bisik Valaria pada ibunya. Keningnya berkerut menunjukkan kebingungan. "Biasanya kita tidak pernah sepi seperti ini."

Ibunya mengangguk, kekhawatiran membayang di wajah tuanya. "Entahlah, Nak. Mungkin mereka sedang tertarik pada sesuatu yang baru."

Valaria tidak bisa hanya diam dan menunggu. Ia harus tahu apa yang sedang terjadi. Ia menitipkan lapak pada ibunya sebentar, lalu berjalan menuju kerumunan itu dengan menyamar sebagai pembeli biasa.

Ia memberanikan diri bertanya kepada salah satu pembeli yang sedang mengunyah dengan wajah puas. "Permisi, Bu. Sedang beli apa? Kok ramai sekali?"

Pembeli itu menunjuk ke arah lapak baru tersebut. "Ini, mereka menjual jajanan yang mirip sekali dengan milikmu, tapi harganya sedikit lebih murah. Rasanya juga enak, jadi aku bisa beli lebih banyak untuk anak-anak di rumah."

Dada Valaria terasa sesak. Setelah mengamati sejenak dari kejauhan, ia kembali ke lapaknya dengan langkah gontai dan wajah murung. Ia kini tahu kebenaran yang pahit: seseorang telah meniru produknya. Mereka berhasil memodifikasi resepnya dan menghancurkan harga pasar.

Ibunya menyadari perubahan raut wajah putrinya. "Bagaimana, Nak?"

"Ada yang mencuri resep kita, Bu. Atau setidaknya, mereka tahu bumbu dasarnya," kata Valaria. Rasa kecewa dan kemarahan bergejolak di dalam dirinya. "Tapi, kita tidak akan menyerah begitu saja."

Untungnya, hari itu buah rambutan dan persediaan sayuran mereka habis terjual karena merupakan kebutuhan pokok harian. Masih ada beberapa pelanggan setia yang datang, mereka yang lebih menghargai kualitas dan keramahan Valaria daripada sekadar harga murah.

"Lihat, Bu. Kita masih punya pembeli setia. Kita hanya harus bergerak lebih cepat dan menjadi lebih kreatif," ucap Valaria, memaksa dirinya tersenyum untuk membesarkan hati ibunya.

Perjalanan pulang mereka terasa lebih lambat. Keduanya berjalan menyusuri jalan setapak yang berdebu, diapit oleh kebun-kebun hijau yang mulai menguning tersengat terik matahari. Meskipun hatinya masih sedikit terluka, pikiran Valaria terus berputar kencang. Ia tahu betul bahwa dalam dunia bisnis, inovasi adalah satu-satunya kunci untuk bertahan hidup.

Valaria menoleh ke arah ibunya. "Bu, kita harus mengubah total konsep jualan kita. Mereka boleh saja meniru yang lama, tapi mereka tidak akan pernah bisa mengejar ide-ide baru kita."

"Maksudmu apa, Nak?" tanya Ratri heran.

Valaria menunjukkan tas berisi uang hasil penjualan hari ini. "Kita masih punya modal yang cukup dari keuntungan beberapa minggu lalu. Aku ingin kita membuat sesuatu yang lebih mendasar, sesuatu yang sulit ditiru secara instan."

Ia menjelaskan rencananya dengan antusias. Menjelang bulan September, di mana musim panen singkong tiba dan musim hujan mulai membayangi, Valaria ingin beralih fokus. Bukan lagi sekadar menjual makanan ringan jadi, melainkan memproduksi bahan baku berkualitas tinggi: tepung mandiri.

"Tepung? Kenapa harus tepung, Nak?"

"Jika kita bisa memproduksi tepung sendiri, kita bisa membuat makanan yang benar-benar unik. Tepung singkong fermentasi dan tepung beras yang halus. Ini akan menjadi rahasia baru kita, Bu," jelas Valaria.

Sesampainya di rumah, suasana dapur segera berubah menjadi tempat eksperimen. Di teras belakang yang berlantai semen, Valaria mulai membagikan pengetahuan "masa depan" yang ia miliki, yang telah diadaptasi dengan alat-alat tradisional yang ada di rumah.

1. Membuat Tepung Beras Kualitas Super Mereka memulai dengan merendam beras berkualitas tinggi dalam ember besar. "Perendaman ini penting untuk melembutkan butiran beras\, Bu\, supaya nanti saat digiling\, hasilnya halus merata\," jelas Valaria. Setelah direndam semalaman\, beras ditiriskan dan dijemur di bawah matahari terik hingga benar-benar kering sebelum dibawa ke penggilingan desa.

2. Membuat Tepung Singkong Fermentasi (Mocaf) Ini adalah inovasi andalan Valaria. Singkong segar dikupas\, dicuci bersih\, dan diiris setipis mungkin. "Kita harus merendamnya selama dua hari dan mengganti airnya setiap pagi. Proses fermentasi ini akan menghilangkan aroma singkong yang tajam dan zat sianidanya. Hasilnya akan putih bersih seperti tepung terigu\," tambahnya.

Setelah irisan singkong itu kering dan rapuh seperti keripik, barulah mereka akan membawanya ke jasa penggilingan dengan biaya sekitar Rp100 hingga Rp500 per kilogram.

Sambil mengayak tepung yang sudah halus, rasa lelah Valaria seolah menguap begitu saja. Ia tidak hanya sedang membuat camilan; ia sedang membangun fondasi bisnis yang lebih kuat. Rasa kecewa karena resepnya dicuri kini telah berganti menjadi tekad baja.

1
lin sya
ya smga aj kebaikan valaria suatu saat gk dibls air tuba sm laksmin tkutnya pas ekonomi dia dan kluarga nya terangkat krn rasa kemanusian gk bikin nimbulin sft iri lgi dimasa depan, krn perjuangan valaria buat bikin byk usaha itu proses nya panjang, smgat Thor 👍💪
Moh Rifti
next
Wanita Aries
makin seru thor
Wanita Aries
kyknya buat kentang mustofa aja valeria kn jaman itu blm byk tau😁
Wanita Aries
bukannya ria udh tau kl itu suruhan laksmin ya
Dewiendahsetiowati
semoga Laksmin cepat dapat karma
Moh Rifti
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Wanita Aries
bagus ria lawan dgn gebrakan lain ke laksmin
Lili Inggrid
semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
Moh Rifti
up
Wanita Aries
lhoo kok gaje harusnya dendam ke damian lah bukan ke valeria
Wanita Aries
makin seruuuu
Wanita Aries
mantap thor
Wanita Aries
semangat terus thor
Wanita Aries
wahhh makin sukses ria
Wanita Aries
mantap thor
Wanita Aries
gak bosen bacanya
Wanita Aries
suka ceritanya
Wanita Aries
keren thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!