NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:194.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 I catch you

Dan usaha Ganesha tidak hanya sampai disitu. Desti dan anak-anak Imaginary bahkan sampai dibuat gemas sendiri dengan aksi duda keren satu itu.

...Biarkan aku, jadi sesuatu yang berarti untukmu tapi tidak sesaat...

...-Ganesha -...

Satu buket bunga berisi bunga Anyelir merah, lili, mawar dan lavender terangkai cantik siang ini dikirim oleh kurir florist dan mendarat di Imaginary khusus untuk janda-nya.

Bahkan Anye tak bisa meredakan keriuhan yang kembali bergema di belakangnya setelah sempat hening sejenak.

"Ihh, apa-apaan sih, kaya ABG tau ngga!" Anye menggerutu menghempas pan tatnya di kursi dan menaruh kasar buket bunga di meja dengan perasaan malu, salah tingkah dan----belum pernah ia rasakan perasaan begini, marah dan jengkel tapi bibirnya tak bisa menutupi rasa geli di hati, Anye tertawa renyah sendiri, "astaga..."

Ia merasa usahanya mengganti nomor dan WhatsApp nya sia-sia saja, toh Ganesha masih bisa mengejarnya begini. Meski hal itu tak menggoyahkan Anye untuk segera memberitahu Ganesha tentang kondisi Anye yang kini mengandung janin darinya. Untuk saat ini, Anye rasa itu belum mau. Sikap Ganesha ini bisa jadi besok lusa berubah kembali, Anye tak mau.

Bahkan sampai di detik ini belum ada keinginannya untuk kembali, rasa trauma dan pengalaman kemarin mengajarkannya untuk berpikir ulang, ia akan menepi dan akan tetap menepi, yeahhh! Karena itu yang mereka butuhkan saat ini seandainya nanti mereka akan kembali bersama.

Esoknya, apa yang dilakukan Ganesha masih tetap sama, merecoki hidup Anye. Meski sikap Anye masih sama sewotnya.

Bahkan siang ini, ia datang ke Imaginary bersama Yahya. Desti yang tak sengaja ingin keluar makan melihat kedatangan mereka dan langsung berlari kembali, tepatnya ke ruangan Anye.

"Bu, ada pak Ganesha sama mas Yahya di depan..." ujarnya panik, Anye tak bisa untuk tak ikut panik, "ck, bilangin saya lagi ngga di tempat. Lagi pergi! Koordinasi yang lain!" Anye berdiri dari tempatnya untuk mengecek di balik jendelanya ke arah luar.

"Oke!" Desti berbalik, tapi tak lama ia kembali saat Anye heboh mencari tempat sembunyi.

"Bu, tapi kan mobil ibu di luar..."

Anye menepuk jidatnya, "ish iya lagi." Ia menggigit kuku jarinya, "kalo lagi gini tuh berasa pengen manggil Gatot kaca buat mindahin mobil. bilang aja saya jalan sama temen jadi ngga bawa mobil." Jawab Anye masih mencari tempat bersembunyi, yang akhirnya ia temukan kolong mejanya sendiri.

Desti kembali mengokei dan keluar. Astagaaa! Lana yang tengah bersiul hendak mencari makan di jam istirahat ini justru sudah bertemu, "pak..."

"Mas Lana," sapa Yahya berjabat tangan hangat sementara pada Ganesha ia mengangguk sopan.

"Anye ada?" tanya Ganesha to the point.

Lana justru mengangguk, "Bu Anye di dalem."

Dan Desti menyeru dari dalam, "bang Lanaaaa! Bu Anye ngga ada!" ia bahkan menggeleng sejak dari kejauhan, wajah Desti itu patut dicurigai, "Bu Anye keluar tadi."

"Lah, itu mobilnya ada." Santai Lana menunjuk ke arah mobil Anye yang memang terparkir di depan dengan manisnya.

Ingin sekali Desti menggeprek tangan dan kaki rekannya itu, "ibu tadi dijemput temennya, jadi ngga pake mobil."

"Oh.." Lana ber-oh ria.

Ganesha hanya mengangkat alisnya sebelah, saling menatap dengan Yahya.

"Pak Ganesha, mau ketemu ibu kan? Tapi ibu ngga ada, pak." Senyum Desti yang dibuat-buat sesantai mungkin, padahal ia sudah menyeka keringat di dahinya mendadak gerah.

Ganesha menggeleng, "saya mau ketemu kamu." Seolah tak memberikan ketenangan sedetik saja untuk Desti.

"Saya pak?" dengan mata yang sudah membeliak Desti syok lahir batin, "mau apa? Urusan kerjaan? Kan lancar..." cerocosnya.

Ganesha melihat ke arah Yahya yang paham improvisasinya, bukan tak tau, sejak awal saja sikap mencurigakan Desti itu sudah terlihat bagi Ganesha.

"Ada hal yang harus dibicarakan, apa ngga mau dikasih masuk dulu?" tanya Yahya akhirnya membuat Desti mau tak mau membawa mereka masuk.

Diantara kubikel rekan-rekan yang sebagiannya kosong sebab jam istirahat makan siang, Desti masih harus disibukan menyembunyikan atasannya itu dari godaan setan yang terkutuk bernama Ganesha. Poor Desti.

Desti menahan Ganesha di lounge, "oke disini saja pak."

Namun Ganesha justru mencebik, "ini tempat terbuka, yang benar saja...kita rapat tentang pekerjaan, resiko tinggi. Bukannya Imaginary punya tempat rapat untuk menerima klien besar seperti saya?"

Mental Desti memang ampas kacang kedelai, baru mendengar suara datar yang terkesan mencecar seperti itu dari Ganesha saja membuat otaknya langsung blank.

"Ada pak, di dekat ruangan saya...tapi----"

Jangan sebut Ganesha jika ia tak songong, ia nyelonong masuk dan lumayan sudah tau juga seluk beluk ruang kantor Imaginary.

"Pak," susul Desti ia sudah mele nguh berat mengikuti langkah cepat Ganesha masuk ke ruang rapat Imaginary yang berhadapan dengan meja Desti serta bersebelahan dengan ruangan Anyelir. Tak perlu dipersilahkan dan dibukakan pintu oleh tuan rumah, ia sudah membukanya sendiri.

Awalnya Ganesha masuk ke dalam bersama Yahya, tapi setelah Desti masuk dan kelabakan membawa laptop, sikap mencurigakannya itu semakin terlihat Ganesha.

"Saya ke toilet dulu lah...toiletnya masih sama kan?" ketika Desti membuka laptop dan hendak menjelaskan pada kedua tamu tak diundangnya itu.

"Pak..."

Jelas ia sedang tak ingin menunggu jawaban Desti, sebab Ganesha sudah beranjak.

Desti mele nguh pasrah, dan Yahya menyadari itu, ia tertawa di kursinya sambil memutar-mutar kursi tempatnya duduk, "udah...duduk aja anteng. Kamu keliatan capek tuh bohongnya. Biarin aja mereka main kucing-kucingan. Ngga usah ikut-ikutan...cukup liatin aja dari jauh, yang penting nanti ngga jatoh pas lari, biar ngga diomelin ibunya..." ujar Yahya.

"Mas Yahya aku capek lah!" Desti merengek lelah dan memilih duduk frustasi di kursi sebrang Yahya, membiarkan begitu saja Ganesha yang justru masuk ke ruangan Anyelir, bodoh sekali tak sempat dikunci saking paniknya dengan kedatangan Ganesha.

Ceklek

Anye melotot dan menutup mulutnya dengan sebelah tangan mendengar pintu ruangannya terbuka. Ia waspada dari tempatnya, gerakan Anye menarik tangan dan merapat itu, jelas langsung ternotice oleh Ganesha yang menyeringai, sebab....posisi awal tangannya itu terlihat dari celah di bawah meja kerja Anye. Gerakan sekecil apapun di ruangan yang hening, sunyi, tak berpenghuni dan terang ini tentu saja akan langsung disadari.

Kena kamu...

Tanpa bicara apapun Ganesha melangkah mengeksplore ruangan sang mantan istri berusaha meladeni permainan Anye terlebih dahulu.

"Hm, udah ngga ada foto saya ya disini...." lirih Ganesha melangkah lebih dekat lagi.

Anye sudah menunduk di tempatnya duduk menekuk lutut meski kini ia tak bisa merapat sebab perutnya mulai merasakan sesuatu mengganjal.

"Wah, segitu niatnya kamu, Nye...padahal sebagian dari diri kamu masih ada di apartemen saya."

Ganesha mengayunkan langkahnya ke arah jendela tepat di samping meja kerja Anye, lalu meraih sesuatu yang menggantung disana, "dream catcher..." jedanya, Anye dapat melihat bayangan Ganesha yang menghadap ke arah jendela dari sinar matahari yang tembus ke arah lantai dan kursinya.

"Di kantor? Kamu sering tidur di kantor, sayang? Kenapa ngga ke apartemen saya aja?" oceh Ganesha lagi.

Anye menggigit bibirnya dan memejamkan mata. Hingga akhirnya bunyi langkah teratur nan sengaja dipelankan dari sepatu pantofel itu semakin mendekat ke arahnya.

Seiring dengan degupan jantung Anye yang semakin kencang itu, tangan Ganesha terulur menggeser kursi kebesaran Anye perlahan dengan senyuman yang tak bisa tersungging lebih geli lagi.

Huft...degupan jantung Anye berhenti mendadak ketika itu benar-benar terjadi.

Gerakan roda kursi yang berputar menggeser dan bayangan hitam yang kini berubah jadi sosok nyata, aroma maskulin woody itu langsung menyeruak, ia berjongkok menggantikan posisi kursi menatap ke arahnya, "i catch you....oke. Kamu yang jaga sekarang..."

Anye terpaksa mendongak melihat seseorang yang sudah duduk bersila di depannya sambil menyunggingkan senyum tipis dan mendengus geli.

.

.

.

.

.

.

1
Nia nurhayati
astogehhhh benarkah ibas pelaku nya??
Iccha Risa
licik juga nih org, memanfaatkan keadaan buat berita bohong. ga sadar sama umur, ya ampun mas Ibas ngancurin diri sendir itu mah...
dahlah mw nyemangatin bang Ganesh buat berjuang ngeyakinin Anye bahwa dia tuh pantas dan mw merubah sifat jeleknya buat Anye... moga Anye nerima
Miko Celsy exs mika saja
tetep aja ada bau2nya ngelawak lo wa🤭🤭
Dewi
apakah Ibas thor 😲
Denok 82
ya Allah nggk nyangka ya ibas....
stnk
SELAMAT BERJUANG NESH...💪💪💪🔥🔥😍
Muhammad Hasby
sya suka smua karya othor...🥰🥰
Nur Wakidah
waduh2 , , , gimana Anye gk pingsan kah ntar klo tau Mas Ibas yg bikin skandal 🤣🤣🤣
Turwaty suketi
si kibas kibas gak jelas
cinta di tolak fitnah bertindak
Nia nurhayati
selamat berkacau ria deh elo nesss gimana rasa nya elo di tinggalin orang teekasih juga calon baby mu pasti mewek kejeerr loo neshh
Miko Celsy exs mika saja
ayo saatnya km berjuang nesh,cr smpai ke lobng semut smpai ketemu
mama_im
jalan mu salah mas ibas. pasti semua kecewa 😤😤
Miko Celsy exs mika saja
js penasaran siapa dalangnya
Miko Celsy exs mika saja
pokoknya mah klo ada powernya mah aman,,,,
Zayyin Arini Riza
Ibas terlalu naif.... salah cari musuh...
Miko Celsy exs mika saja
lm telat datang nesh
stnk
cinta di tolak fitnah bertindak...😄
Tuty Ismail
salah pilih lawan kamu Baskoro.....yang ada justru kamu yang hancur sekarang......
isni afif
🥰🥰😘😍😘😘🥰🥰..
isni afif
lanjut...teh...selamat berjuang ganesh....🤗🤗🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!