NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati, Pewaris Rahasia Mencintaiku

Setelah Dikhianati, Pewaris Rahasia Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Balas Dendam
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Pertemuan Emily Ainsley dan Alexander bermula dari sebuah insiden di atap, ketika Alexander menyelamatkannya yang hampir terjatuh dari atas gedung.

Namun alasan Emily berada di atap saat itu adalah pengkhianatan besar. Tunangannya, Liam, berselingkuh dengan saudara perempuannya sendiri. Dengan hati hancur, ia meninggalkan apartemen dan berjalan tanpa arah hingga menemukan Big Star Cafe.

Di sana, Tessa memberinya kesempatan bekerja sebagai barista berkat sertifikat yang ia miliki. Harapan baru mulai muncul, tetapi segera terguncang ketika kabar tentang kecelakaan neneknya datang.

Biaya operasi yang sangat mahal membuatnya terdesak. Ayahnya, Frank Ainsley, menolak membantu dan membiarkannya menghadapi kesulitan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek Mengalami Insiden

Emily membaca pesan tersebut:

“Emily, aku sudah mencoba menghubungimu, tetapi kau tidak menjawab teleponku. Aku ingin memberitahumu bahwa nenekmu mengalami sebuah insiden. Nenekmu mencantumkan namamu sebagai wali. Jadi, kami membutuhkanmu di rumah sakit untuk menandatangani dokumen agar kami bisa segera melanjutkan operasi. Tolong hubungi aku segera setelah kau membaca pesan ini.”

Jantungnya hampir berhenti berdetak saat ia membaca pesan itu. Ia membacanya beberapa kali untuk memastikan bahwa ia tidak salah membaca.

“Ya Tuhan! Tolong selamatkan Nenekku,” doa Emily saat ia berdiri tiba-tiba dari kursinya. Tepat ketika ia hendak bergegas keluar, seseorang memanggilnya.

“Emily, apa kau baik-baik saja?”

Suara Tessa menghentikan langkah Emily. Ia berbalik menghadapnya dan bisa melihat ekspresi bingung sekaligus khawatir di matanya.

Seolah tersadar dari kebingungannya, Emily mendekati Tessa, menggenggam tangannya dengan lembut sebelum berkata, “Kak Tessa, aku harus pergi sekarang,” suaranya terdengar bergetar saat menahan air mata, takut ia akan kehilangan Neneknya kali ini. “Nenekku mengalami kecelakaan. Aku harus, aku harus… pergi ke rumah sakit sekarang.”

“Ya Tuhan, Emily, aku turut prihatin,” kata Tessa sambil menepuk lembut tangan Emily. Meski ia baru saja mengenal Emily, entah mengapa ia merasa tersentuh melihat betapa sedih dan bingungnya gadis itu.

Tessa tidak tahu mengapa, tetapi ia merasa seolah sudah mengenal Emily sejak lama, seperti sahabat dekat. Dengan tulus ia berkata, “Emily, aku berharap… aku bisa membantumu.”

Emily mengangguk sambil menahan air mata. Ia tidak peduli ketika Liam meninggalkannya, tetapi kehilangan Neneknya akan menghancurkannya. Nenek adalah satu-satunya orang yang benar-benar dan tulus peduli serta mencintainya sejak ia masih bayi, dan karena itu, ia berusaha memberikan sebanyak mungkin cinta dan perhatian kepada Neneknya.

“Aku butuh bantuanmu, Kak Tessa. Bolehkah aku meninggalkan koperku di sini? Aku berjanji akan kembali besok pagi, dan kita bisa membicarakan soal pekerjaan—”

“Ya, tentu saja,” Tessa memotong dengan tergesa, mengetahui bahwa Emily harus segera pergi ke rumah sakit. “Kau harus pergi! Jangan khawatir dengan kopermu, aku akan menyimpannya untukmu. Dan kita juga bisa membicarakan soal pekerjaan besok…”

Mata Emily mengabur oleh air mata saat mendengar betapa baiknya Tessa. Setelah menerima tas selempangnya dari Tessa, ia bergegas menuju halte bus yang tidak jauh dari kafe.

Ia perlu menghentikan taksi menuju stasiun kereta. Neneknya kini tinggal di kota terdekat, dan ia harus naik kereta ekspres untuk kesana.

---

Setelah tiba di stasiun kereta, Emily merasa bersyukur, ia masih sempat membeli tiket kereta ekspres yang akan berangkat hanya dalam beberapa menit.

Begitu ia melangkah masuk ke dalam gerbong, pintu tertutup, dan kereta mulai bergerak.

Dalam perjalanan menuju Hidden City, ia menempuh perjalanan kereta selama empat puluh lima menit, ia memanfaatkan waktu itu untuk mencari apartemen studio dekat Big Star Cafe di beberapa situs marketplace properti. Namun, hampir semua apartemen studio di area tersebut mahal.

Hanya dengan melihat harganya saja sudah membuatnya mual. Menyewa satu unit bahkan untuk sebulan saja bisa langsung menguras tabungannya.

Setelah tidak menemukan apa pun yang sesuai dengan anggarannya, ia mencoba menyingkirkan kekhawatirannya tentang di mana ia akan tinggal. Saat itu, kereta ekspres akhirnya tiba di tujuannya: Hidden City.

Ketika Emily tiba di rumah sakit yang berada di samping Happy Years Home, ia melihat Perawat Lola berdiri di pintu masuk, sedang menunggunya.

“Oh, Emily, akhirnya kau tiba juga. Cepat ikut aku…” Perawat Lola menggenggam tangan Emily saat mereka bergegas menuju lift dan naik ke lantai tiga.

Perawat Lola mulai menjelaskan kondisi Neneknya, “Nenekmu terpeleset dan jatuh di kamar mandi, tetapi untungnya perawat yang sedang bertugas menemukannya tepat waktu. Aku tidak tahu apa yang mungkin terjadi jika mereka terlambat beberapa menit saja. Kami segera membawanya ke sini untuk memeriksa kondisinya.”

Saat mendengar itu, jantung Emily berdegup kencang. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya, tetapi ekspresinya jelas menunjukkan ketakutannya.

“Setelah pemeriksaan menyeluruh, mereka menemukan adanya patah tulang di pinggulnya. Itulah sebabnya kami membutuhkanmu untuk menandatangani dokumen sebelum operasi.”

“Apakah Nenekku masih sadar… maksudku, apakah ia sempat pingsan?” suara Emily bergetar saat berbicara.

“Saat nenekmu ditemukan, ia masih sadar dan mengatakan agar kami tidak memanggilmu. Tetapi setelah tiba di rumah sakit, ia kehilangan kesadaran dan belum bangun sampai sekarang,” Perawat Lola berhenti sejenak ketika merasakan betapa eratnya Emily menggenggam tangannya.

“Perawat Lola, tolong selamatkan nenekku. Ia satu-satunya keluarga yang kumiliki,” isak Emily, tak mampu lagi menahan air matanya.

“Oh, Emily…”

Perawat Lola berhenti dan memeluknya sejenak, merasa sangat iba dengan keadaan gadis itu. Setelah kematian ibunya beberapa tahun lalu, Emily harus merawat neneknya dan membayar semua biaya pengobatannya. Ayahnya telah meninggalkannya dan tidak pernah peduli seolah-olah ia bukan anaknya.

Setelah melepaskan pelukannya, Perawat Lola menatap mata Emily.

“Emily, dengarkan aku, meskipun nenekmu tidak sadar, semua organnya berfungsi normal. Ia membutuhkan operasi karena pinggulnya patah dan bergeser. Dokter perlu melakukan operasi untuk memasang kembali tulangnya agar bisa sembuh dengan baik.”

Emily mendengarkan penjelasan Perawat Lola dengan perasaan cemas dan takut. Ia tidak memikirkan hal lain, tetapi ia perlu mengetahui satu hal: Neneknya belum meninggal.

Jika itu terjadi, ia akan benar-benar sendirian di dunia ini. Ia tidak memiliki siapapun lagi yang bisa ia percaya.

Ayahnya telah mengkhianatinya, dan hari ini, Liam melakukan hal yang sama.

Bagaimana ia bisa menghadapi semua yang terjadi sekaligus? Di hari yang sama? Kehilangan tunangannya yang ia percaya dan cintai, dan sekarang Neneknya?

“Baiklah, mari kita ke kantor administrasi. Kita tidak bisa membuang waktu lagi,” kata Perawat Lola, terus berjalan sambil menggenggam tangan Emily yang dingin.

Dengan hati yang hancur, Emily tidak mengatakan apa-apa dan hanya berjalan di samping Perawat Lola.

1
Uba Muhammad Al-varo
tunggu dulu Emily sebelum kamu ngasih ke Liam, selidiki dulu siapa orangnya yang membayar biaya rumah sakit neneknya
Yuli Yulianti
aduh emely kamu tu ya coba langsung krmh sakit siapa yg membayar ini malah langsung ngira Liam yg byr
lyani
atuhh tanya dl k RS em..
vaukah
up tor
july
good
Afifah Ghaliyati
kenapa kok pikirannya ke lima sihh, aduhhh
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker: ok kaak
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Emily jangan gegabah menerkanya, sekarang selidiki dulu siapa orangnya yang membayar biaya nenek di rumah sakit, jangan sampai kau terjebak oleh Julian
Uba Muhammad Al-varo: maksudnya bukan Julian tetapi Liam si pecundang
total 1 replies
Yuli Yulianti
semoga rmh sakit memberitahu siapa membayar yg penting bkn nm penghianat
mery harwati
Padahal yang bayar tagihan RS adalah Alexander melalui Ryan sang asisten 😀
Enak banget Liam yang makan nangkanya, sedangkan Alexander yang kena getahnya
Emily harus tau bukan Liam yang bayar tagihan RS neneknya
lyani
nah bener
Dwi Winarni Wina
Liam mengancam Emily menyakiti neneknya tidak mau menolongnya, Emily sudah sakit hati dan kecewa sama Liam...
amida
hadir torr
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Stevanus1278
lanjut terus ya kak, jangan lupa up yang rajin
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Rahmawati
Alexander terdiam tak berkata-kata pas liat rumah Emily, dia kaget Emily tinggal di rumahnya
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Muft Smoker
astagaaa Emily tinggal di kandang macan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ok kak
total 2 replies
Muft Smoker
Alexander si dewa penolong ny emi ,,
dy seperti tau kpn emi dlm suasana hati yg buruk
Afifah Ghaliyati
semua kejutan dari awal sampe akhir ternyata karena Alexander yang merencanakan semuanya buat Emily, padahal Emily berpikir cuma kebetulan
kakdew12: bab terbarunya sudah di up yaa
semangat terus bacanya
total 1 replies
Afifah Ghaliyati
Emily mulai merasa nyaman sama Alexander tapi takut jatuh cinta lagi setelah sakit hati sama Liam, semoga dia bisa terbuka lagi nanti!
Afifah Ghaliyati
Alexander selalu muncul tepat waktu buat bantu Emily, semoga kali ini mereka bisa lebih dekat dan saling mengenal satu sama lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!