seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Malam pun tiba, pada saat itu, Pangeran Ashan sudah menunggu Tiffany di luar pintu, sedangkan Tiffany masih di dandani oleh beberapa pelayan.
Tiffany yang belum pernah di layani seperti itu merasa tidak enak hati. Ia yang terbiasa melakukan sesuatu sendiri, selalu menolak dan menghindar dari perlakuan para pelayan. Para pelayan yang keheranan dengan tingkah Tiffany yang selalu menghindar, membuat mereka merasa kesusahan.
"ah biarkan aku saja bi..."lirih Tiffany, mengambil pewarna bibir dari tangan seorang pelayan.
Mereka yang tidak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah, dan mengikuti keinginan Tiffany.
...----------------...
Saat Tiffany sudah selesai di dandani, ia pun langsung keluar menemui Ashan, yang sudah menunggunya dengan sangat sabar
"Ashan"panggil Tiffany saat melihat Ashan sedang mengobrol dengan Yamin.
Obrolan tersebut terhenti, kedua pria yang tadi terlihat seperti sedang bertengkar, langsung terdiam menatap Tiffany yang sudah di dandani itu.
"Waah! Kakak ipar! Kamu terlihat sangat! Sangat! Sangat! Cantik!"serunya memuji Tiffany dan langsung memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
Itu bermula dari pembicaraan mereka berdua yang tadi sebelum Tiffany keluar dari kamarnya, dan pembicaraan tersebut juga tidak jauh daru Tiffany, saat itu Yamin sedang mencari keberadaan Ashan, untuk menanyakan sesuatu. Sampai ia melihat Ashan sedang berdiri di depan pintu sebuah kamar. Ia sontak keheranan, sang pangeran mahkota seperti Ashan, kenapa bisa berdiri sendiri dengan setia di sana, sontak ia pun menghampiri Ashan.
"Pangeran? Sedang apa kamu disini?"tanya Yamin dengan wajah curiga.
"oh Yamin?"sentak Ashan sedikit kaget. "saya sedang menunggu gadis saya, ia sedang di dandani oleh pelayan"jawab Ashan dengan santainya
Mendengar ucapan Ashan, Yamin tentu saja menujukan ekspresi syok dan kaget "hah!? Gadis mu? Siapa?"kagetnya dan mencoba mengintip di dalam kamar. tapi sebelum itu terjadi, Ashan sudah lebih dulu, menarik baju Yamin ke belakang.
"Apa yang ingin kamu lakukan Yamin, apa kamu bosan hidup!?"teriak Ashan, dengan sorot mata membunuh.
"hehe, maafkan saya Pangeran, saya hanya penasaran.._"sebelum Yamin melanjutkan ucapannya, disitu juga Tiffany keluar dan memanggil nama Ashan.
Saat Yamin melihat Tiffany, ia melebarkan kedua matanya dan mulai berbicara di dalam hati *oh tuhan... Wanita ini benar-benar dalam masalah, sudah ku duga, Ashan tidak akan melepaskan apa yang ia sukai, seperti kucing mengejar tikus mainannya*
...----------------...
"kakak ipar?"lirih Tiffany merasa sangat asing dengan Yamin.
"oh perkenalkan nama saya Yamin, nona. Siapa namamu?"tanya Yamin dengan senyuman manisnya, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tiffany. Tapi sebelum Tiffany menjawabnya, Ashan sudah lebih dulu menarik kerak baju Yamin ke belakang lagi.
Itu membuat Yamin untuk kedua kalinya mundur ke belakang.
"kamu sangat cocok dengan gaun itu nona Tiffany, mari, sepertinya Ratu sudah menunggu kita"tutur Ashan sambil mengulurkan tangannya untuk bisa berjalan bersama dengan Tiffany sambil berpegangan tangan.
Dan gaun yang di ucapkan Ashan, merupakan gaun khas timur tengah yang di gunakan oleh bangsawan disana. Terlihat mewah dan berwarna.
Tiffany yang melihat tangan seorang pangeran yang begitu tebal dan besar, hanya bisa menahan nafasnya dalam-dalam. Ia harus tetap berakting baik di hadapan Ashan agar bisa keluar dari sana. *ayo Tiffany, lakukanlah dengan sebaik mungkin*batinnya, dan langsung menggapai tangan Ashan sambil tersenyum tipis.
Akhirnya mereka berdua pun berjalan bersama, meninggalkan Yamin yang masih terpaku, melihat mereka berdua sambil menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya dengan apa yang ia lihat. *doaku sepertinya cepat di kabulkan oleh tuhan*batin Yamin.
...----------------...
Pintu berukuran besar menuju ruang makan kini terbuka Lebar.
Ashan dan Tiffany memasuki ruangan tersebut.
Disana terlihat meja panjang dengan banyak kursi
Furniture yang di hiasan lampu dan diding emas. Menyilaukan mata Tiffany
Mata Tiffany di buat kagum dengan ruangan makan yang begitu besar dan mewah, di setiap kursi, pasti akan ada pelayan yang berdiri disana untuk melayani siapapun anggota kerajaan yang ingin makan
Dari kejauhan Ratu dan Putri Nagia, yang sudah berada di sana terlebih dahulu, memperhatikan mereka berdua masuk
Ratu mengerutkan kedua alisnya tidak percaya, bahwa Tiffany berhasil membawa Ashan makan malam bersama mereka, dari 8 tahun lamanya, dari ayahnya masih hidup sampai tiada, Ashan sudah tidak pernah lagi kumpul bersama mereka .
Karena Tiffany tidak tau cara menghormati bangsawan timur tengah, ia hanya bisa tersenyum kepada Ratu dan juga Putri Nagia.
Ashan juga tidak peduli dengan mereka, ia hanya menarik kursi untuk di duduki Tiffany.
"Mari nona Tiffany, disini"panggil Ashan mengarahkan Tiffany duduk dekat denganya, Tiffany duduk tepat di depan Ratu dan juga Putri Nagia.
Sementara Ashan duduk menghadap mereka bertiga, tepat di kursi ayahnya. Selayaknya seorang Pemimpin
"selamat malam Ratu"ucap Tiffany gugup.
"hey! Berani sekali kamu tidak tau cara menyapa dengan baik kepada kami, bangsawan mana kamu ini!?"sentak Putri Nagia.
"maaf?"tanya Tiffany yang tidak paham dengan kondisinya samasekali. Sang Ratu juga hanya diam, tidak menjawab sapaan Tiffany, membuat Tiffany merasa sangat canggung.
"ibu?, apa kamu yakin membiarkan orang yang tidak tau sopan santun ini tinggal di istana?"lirih Putri Nagia. Berhasil memancing amarah Ashan.
Ia memukul meja makan dengan keras, sambil menatap tajam ke arah kakaknya. Membuat Ratu angkat bicara
"sudah... Sudah Nagia, Tiffany bukan dari negara ini, tentu saja ia tidak mengerti bagaimana cara menghormati bangsawan. Tapi itu bisa di ajarkan kepada Tiffany jika ia sudah menjadi istri Ashan"tutur sang Ratu. "Karena kita semua sudah berkumpul, mari kita makan"pungkas Sang Ratu, sambil meminta pelayan untuk menghidangkan dan melayani mereka untuk makan.
Makan malam pada saat itu cukup canggung dan menegangkan untuk Tiffany, dikarenakan semua perhatian Ashan tertuju kepadanya, ia bisa merasakan hawa dingin dari sang Ratu dan juga Putri Nagia, yang menatapnya cukup dalam.
"sudah cukup Ashan, aku sudah kenyang"ucap Tiffany menghentikan Ashan menuangkan makanan di piringnya lagi.
"huh, hewan peliharaan memang semestinya merasa kenyang bukan?"celetuk Putri Nagia.
[Prang] bunyi suara sendok dan piring saling berbenturan
Ashan lah, yang melemparnya.
Bunyi itu membuat semua orang disana merasakan hawa yang mencengkam.
"Putri Nagia, Saya diam bukan berati saya membiarkan kamu menghina nona Tiffany, saya diam karena saya menghargai waktu makan malam bersama Tiffany dan juga menghargai seorang Ratu dan Putri Kerajaan Al-Khansa, namun ucapanmu sungguh sangat rendahan Putri Nagia"sarkas Ashan.
"Cukup untuk malam ini, terima kasih atas jamuan yang tidak menyenangkan ini, kami berdua izin untuk permisi duluan"pungkas Ashan sambil menarik tangan Tiffany dengan lembut, walau ia sedang marah, ia tetap takut jika Tiffany merasa tidak nyaman denganya.
"Ashan!? Tiffany tunggu dulu"panggil Ratu sambil berdiri dari kursi makannya, ia merasa rencananya untuk berbaikan dengan Ashan telah gagal.
"ibu! Untuk apa kamu menghentikan mereka!"ketus Putri Nagia.
"OH YAA! TIFFANY, KAMU JANGAN MERASA SENANG DULU! KAMU HANYALAH SEBUAH MAINAN YANG SEDANG DI SUKAI ADIKKU, SEBENTAR LAGI, KAMU AKAN DI KELUARKAN DARI SINI SEPERTI MAINAN RONGSOKAN!!!"teriak Putri Nagia, saat melihat Ashan dan Tiffany berjalan menjauh dari mereka.
...*******BERSAMBUNG********...
......................
......................
......................
Author meminta maaf karena terlambat update minggu-minggu ini.
Di sebabkan jaringan internet di kota author sedang bermasalah🙏
Jika sudah kembali seperti semula, author akan up seperti biasanya lagi.
Dan terima kasih atas dukungannya teman-teman...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍