NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam

Lunar merinding. Melihat reaksi Lunar, pria itu terkekeh geli.

"Tidak, tidak. Tolong jangan salah paham, aku hanya bercanda. Kau boleh pergi silahkan," ujar Jackson.

"Tapi aku tak tahu harus pergi ke mana tuan," Lunar tak bisa menahan tangis.

"Katamu pulang ke tempat asalmu. Biar Tom yang mengantarmu pulang," ujar Jackson.

Lunar mengawang. Dia tidak bisa kembali ke Silvanwood di mana Aling tinggal.

"Kau tidak tau arah jalan pulang? Katakan saja di mana, di zaman ini mudah mengaksesnya di google maps," Jackson menjentikkan jari karena gadis itu hanya melongo.

Lunar gelagapan. Dia tidak bisa mengatakan di mana letak Silvanwood. Tempat itu biarkan terisolasi sesuai keinginan Aling.

"Aku tidak jadi pulang tuan, beri saja aku pekerjaan! Aku bisa menyemir sepatumu!" Lunar bersimpuh.

Jackson tak suka melihat Lunar seperti itu. Pekerjaan rumah tangga tak cocok untuk Lunar apalagi menyemir sepatu. Tapi, jika Lunar meminta pekerjaan dengan senang hati Jackson akan memberikannya.

"Mendapat makan dan tempat tinggal sudah cukup bagiku tuan," Lunar menyentuh kedua kaki Jackson.

Pria itu merasa tak nyaman, lantas diangkat bahu Lunar agar berdiri. Jackson akui, Lunar berpenampilan menarik. Pria itu pun berpikiran untuk memasukkan Lunar ke perusahaan entertainment miliknya.

Sebagai orang yang sudah berkecimpung lama di dunia hiburan, Jackson bisa melihat sosok Lunar akan menjadi warna baru. Meski Lunar tak tahu apakah dirinya mampu.

Jackson mengambil ponsel kemudian mendial nomor seseorang. Dia pun mengajak Lunar ke luar kamar.

Gadis itu terperangah melihat rumah Jackson yang mewah. Lebih mewah dari rumah Erina. Melihat Jackson, para maid membungkukkan badan. Lunar sampai tak enak melihat tatapan serta bisik-bisik.

Pria itu duduk di sofa dengan gagah. Tak lama kemudian datang seorang perempuan berambut sebahu. Garis wajahnya persis Jackson versi perempuan. Melihatnya saja Lunar paham bahwa mereka bersaudara.

Naomi melihat Lunar yang berdiri di samping Jackson. Tatapannya penuh selidik membuat Lunar tak nyaman.

"Apa dia kekasihmu, kak? Oh my God, seleramu seorang remaja?" Naomi melotot.

Jackson menyentil kening Naomi. Seketika gadis itu meringis karena mengatakan sembarangan. Jackson menjelaskan bahwa Lunar akan masuk ke agensinya.

Naomi manggut-manggut. Sejurus kemudian, gadis itu bangkit lalu mendekati Lunar. Adik Jackson pun berkarier di dunia hiburan. Dia memuji kecantikan Lunar yang masih alami, bahkan akan mengorbitkan Lunar sebagai model.

"Kau akan menjadi pendatang baru paling cantik bahkan mengalahkan Alice," ucap Naomi setengah berbisik.

Jackson yang mendengar tak mengiyakan atau membantah. Bagi Jackson, tugasnya sudah selesai. Biarkan sang adik yang mengurus Lunar.

Adik Jackson mengajak Lunar ke pusat perbelanjaan lantas ke asrama untuk memperkenalkan Lunar. Dia pun difasilitasi untuk sekolah kepribadian. Perubahan Lunar diapresiasi Naomi. Lunar yang sekarang berjalan elegan penuh percaya diri.

Kemunculan Lunar pertama kali menjadi top score one di televisi maupun di media sosial. Brand ternama pun berlomba-lomba ingin dipromosikan Lunar.

Tentu menjadi suatu kebanggaan karena Lunar berada di naungan AHP. Jackson pun tak menyangka Lunar ternyata membawa hoki.

Jackson begitu selektif dengan pekerjaan Lunar. Begitu banyak bodyguard yang dia kerahkan. Jackson tahu, selama ini banyak yang iri dan ingin menjatuhkan kariernya apalagi sejak adanya Lunar saham melonjak naik.

"Nona Lunar, bagaimana perasaan Anda menjadi seorang bintang?"

Ini pertama kalinya Lunar menghadapi wartawan seorang diri. Sesekali Lunar menatap Jackson dan Naomi, mereka seolah menyalurkan keberanian lewat tatapan.

"S-saya sangat senang mendapatkan begitu banyak cinta dari kalian. Ya Tuhan, saya tidak pernah bermimpi akan di posisi saat ini," tutur Lunar lembut.

Lunar tersipu ketika para wartawan memuji kecantikan pun kepribadiannya. Berkat dukungan Jackson, Lunar pun belajar terjun ke dunia peran.

Banyak aktor tampan yang ingin menjadi lawan mainnya, tapi seperti yang sudah dijelaskan Jackson begitu selektif.

"Endorse Anda selalu berhasil bahkan produk Anda laris di pasaran entah lokal maupun mancanegara mengalahkan Alice. Bagaimana tanggapan Anda nona Lunar?"

Lunar menjadi kaku seketika. Mereka menyinggung nama Alice, Lunar sangat tahu sosok seperti apa.

"Rezeki sudah Tuhan atur. Saya sebagai pendatang baru banyak belajar dan nona Alice banyak menginspirasi saya," jawab Lunar tenang.

Jackson tertegun. Dia dibuat takjub dengan jawaban bijak Lunar di usianya yang masih muda. Lunar tersenyum tipis, dia masih melihat ke arah Jackson. Sikap Lunar disadari para wartawan, tapi mereka sungkan jika menyinggung hal ini. Seorang Jackson mampu membungkam media bahkan menghilangkan pekerjaan mereka.

"Jawaban bagus nona Lunar. Oh ya, menurut info katanya Anda pernah menjadi pembantu di rumah nona Alice. Benarkah hal itu?"

Lunar tersenyum lembut.

"Itu benar!"

"Apa Anda tidak malu pernah menjadi pembantu?"

"Tidak, kakak. Saya tidak malu karena tidak mencuri," jawab Lunar bijak.

"Lalu, bagaimana Anda bisa masuk ke perusahaan AHP. Apakah, Anda menawarkan diri pada tuan Jackson?"

Deg.

Bergemuruh dada Lunar. Begitupun rahang Jackson mengeras. Melihat Lunar diam, para wartawan saling berbisik bahkan menganggapnya benar.

Jackson hendak memasang badan, tapi Naomi mencegah kakaknya. Dia lebih mengenal Jackson dibanding siapa pun, jika pria itu marah tak bisa berpikir jernih.

"Itu tidak benar. Sebelum bertemu tuan Jackson, aku telah melewati banyak hal buruk. Hanya itu yang bisa kuucapkan pada kalian semua," ucap Lunar.

Jackson maupun Naomi menghela napas lega. Manager Lunar segera menghampiri lalu membawa Lunar pergi setelah mengatakan sesi wawancara selesai.

Hati Lunar tertoreh, tapi seperti kata Naomi menjadi seorang bintang tidak semua orang respect. Lunar harus terbiasa untuk memperkuat mental.

Manager dan para bodyguard segera membawa Lunar ke ruang privat yang tidak bisa ditembus media. Sekarang Lunar bisa bernapas lega, gadis itu menenggak sebotol air yang disodorkan.

"Lunar, apa kau kapok menghadapi wartawan seorang diri?" Naomi menghampiri Lunar.

"Tidak, nona Naomi. Kenapa harus kapok sementara aku tidak merasa," Lunar memamerkan senyum.

Naomi tersenyum kecut. Dia tahu betul gosip di luar sana bahwa Lunar masuk ke AHP dengan cara tidak sehat. Sebenarnya bukan rahasia umum, fenomena seperti itu bisa dikatakan lumrah. Tetapi, khusus Lunar selain belas kasihan Jackson ternyata dia punya potensi.

Apa yang dibenak Naomi seketika hilang ketika dia menyadari kehadiran Jackson. Seperti biasa, Jackson memasang wajah datar membuat Naomi berdecak muak.

"Haruskah aku pergi dari sini?" Naomi mendengus.

"Aku tak peduli kau pergi atau pun tetap di sini. Terserah kau saja," balas Jackson ketus.

Naomi mencebikkan bibir. Jackson sama seperti kakak pria pada umumnya. Pemarah, menyebalkan namun royal.

"Ini gajimu nona Lunar. Isinya fantastis, kau bisa menggunakan sesukamu," ucap Jackson memberikan sesuatu pada Lunar.

Naomi menilik benda yang diberikan Jackson pada Lunar. Mulutnya sampai membentuk huruf O.

"Tapi kenapa kau yang langsung memberikannya pada Lunar, wahai tuan Ceo? Apa, tugasmu sekarang memberikan gaji langsung pada artismu dengan tanganmu sendiri? Tapi ini seperti black card, sungguh Lunar mendapatkannya?" Naomi menatap kakaknya tak percaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!