NovelToon NovelToon
Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Selingkuh / Tante / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hany Honey

Niken menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan perempuan yang lebih dewasa, istri orang, dan tetangga dari suaminya. Bukan Niken saja yang melihat adegan panas Reyfan, sang suami bersama Zahra, selingkuhannya. Melainkan ada seseorang lagi yang melihat adegan panas mereka. Hans, suami dari Zahra ternyata menyaksikan semua itu di belakang Niken yang sedang memergoki Reyfan bercinta dengan Zahra di Bengkel milik suaminya.

Hans menangkap tubuh Niken yang lemas karena melihat pergulatan panas Reyfan dan Zahra.
"Jangan menangis, manusia laknat seperti mereka jangan ditangisi!"
"Om Hans?"
"Kita balas perbuatan mereka!"
"Caranya?"
"Kita selingkuh!"

Niken setuju dengan Hans, mereka membuat suatu perjanjian perselingkuhan. Bagaimana kisah Niken dan Hans? Apa mereka terjebak perasaan saat membalas perlakuan pasangan mereka? Apalagi Hans yang sudah lama jatuh hati pada Niken, sejak Hans melihat Niken pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Setelah selesai membersihkan badannya, Niken pamit untuk pulang. Ia tidak mau Reyfan pulang lebih dulu dari dirinya. Hans juga mengizinkan Niken untuk pulang, karena bagaimana pun Niken adalah perempuan bersuami. Dia sangat mencintai Niken, tapi dia sadar posisi Niken.

“Gak apa-apa kalau aku pulang, Om?”

“Ya, pulanglah, di dalam perjanjian kau pulang setelah jam tiga atau empat sore. Yang penting Om sudah melihatmu, sudah ngobrol sama kamu, makan siang bareng, olahraga bareng juga, om sudah senang sekali, om bahagia sekali, Sayang,” ucap Hans tulus.

“Gak mau lebih, Om?”

“Kenapa kau selalu menggodaku, Nik? Jangan seperti itu, belum saatnya aku mau lebih darimu. Pulanglah, jangan sampai suamimu pulang lebih dulu,” perintah Hans.

Niken mencium tangan Hans, lalu Hans mencium kening Niken. Sudah seperti suami-istri pada umumnya jika seperti itu. Hari ini, Hans benar-benar bahagia karena bisa bersama dengan Niken meski hanya beberapa jam saja.

“Aku akan perjuangkan kamu, jika Reyfan terus mempermainkanmu, Nik. Aku janji itu!” ucap Hans dengan tegas, di dalam hati.

**

Sementara Reyfan baru saja keluar dari kamar hotel bersama Zahra. Zahra sedikit kecewa, karena Reyfan tidak mengizinkan dirinya ikut kelas senam sore. Bagi Zahra itu lebih penting dari apa pun.  Namun, Rey memaksanya untuk stay di dalam kamar hotel. Menghabiskan waktu untuk bercinta. Hanya istirahat sebentar, ia jalan ke pantai untuk menghilangkan penat. Pantai itu pun tak jauh dari hotel yang sedang mereka singgahi.

“Kenapa sih wajahnya ditekuk gitu?” bujuk Reyfan.

“Kamu sih, aku kan gak jadi ikut kelas senam aerobic, Rey!” jawab Zahra dengan kesal.

“Sekali saja masa iya sampai segitunya sih? Lagian kita kan jarang begini? Katanya besok selama tiga hari kamu sibuk? Mungkin jarang kita bercinta?”

“Sesibuk-sibuknya aku, aku bisa meluangkan waktu untuk bercinta denganmu, Rey?”

“Ya sudah aku minta maaf, ya? Aku melakukan itu, karena aku kangen kamu, Sayang? Kamu bikin nagih soalnya,” rayu Reyfan supaya Zahra tidak ngambek lagi.

“Kalau aku gak senam nanti pada kendor lagi tubuhku, Rey! Ituku juga gak bisa jepit milikmu, nanti kamu cari yang lain?” ucap Zahra.

“Ngapain aku cari yang lain, ada di rumah saja aku jarang pakai? Gak enak, kendor semua!”

“Makanya suruh istrimu olahraga, biar kencang badannya!”

“Biar kamu saja yang kencang, kalau dia tambah kecang, kamu mau gak aku prioritaskan?”

“Eh jangan gitu dong!”

“Makanya udah, gak usah ngomong begitu. Sudah jangan ngambek,” ucap Reyfan dengan mengusap kepala Zahra dengan sayang.

“Nanti malam ketemu di bengkel kamu, ya? Aku pengin lagi, Rey. Itu kalau Hans gak pulang, kalau pulang ya aku cari alasan deh!”

“Siap sayang, apa tadi kurang puas?”

“Masih kurang, mau lagi dan lagi, punyamu bikin candu!”

Menaklukan Zahra yang ngambek itu sangat mudah bagi Reyfan. Tinggal turuti saja maunya, toh maunya dia hanya cokelat batangan miliknya yang melelehkan saus mayonais gurih.

“Sayang, ini di mobil, jangan begini, Sayang?”

“Aku pegang saja, Rey. Milikmu menggemaskan!”

Tangan Zahra tak berhenti memainkan milik Reyfan, hingga lenguhan Reyfan terdengar, bahkan sampai mengerang keenakan. Tak mau kalah, Reyfan pun ikut mengoyak milik Zahra dengan jarinya.

**

Niken sudah sampai di rumahnya. Benar Reyfan belum pulang, dan Mbak Sari pembantun di rumahnya juga belum pulang. Dia sedang menyiapkan sayuran untuk dimasak, sebelum pulang.

“Mbak, aku sudah pulang. Mbak pulang saja, biar aku yang masak, Mbak,” ucap Niken pada pembantunya.

“Bu Niken ini baru pulang, apa tidak capek?” tanya Mbak Sari.

“Enggak, Mbak. Sudah gak apa-apa, Mbak pulang saja,” perintah Niken.

Mbak Sari akhirnya pulang, dan Niken dengan segera ia memasak, lalu setelah selesai ia menata masakannya di meja makan. Sambil menunggu Reyfan pulang selingkuh dengan Zahra, Niken membersihkn tubuhnya. Ia ingin terlihat rapi dan wangi, ingin memancing Reyfan, tertarik padanya atau tidak.

“Masa aku kalah sama tante-tante?” batin Niken.

Niken memoles wajahnya dengan make-up natural, memakai dress warna nude, dan sangat kalem serta elegan penampilan Niken sore ini untuk menyambut Reyfan pulang.

Mendengar mobil Reyfan datang, Niken langsung keluar dari kamarnya. Ia menyambut Reyfan yang terlihat fresh wajahnya. Niken yakin suaminya di luar sana jelas bahagia dengan Zahra.

“Kamu katanya kerja? Kok sudah di rumah, Nik?”

Tiba-tiba saja, Reyfan bertanya seperti itu setelah turun dari mobilnya.

“Sudah pulang, aku boleh pulang jam tiga atau jam empat. Tadi jam tiga sudah tidak ada pekerjaan, jadi aku pulang saja. Supaya bisa masak dan siapkan makanan,” jawab Niken.

“Kamu masak? Kamu gak capek pulang kerja?” tanya Reyfan.

“Enggak, kan memang tugasnya?” jawab Niken.

Niken langsung meraih tangan Reyfan, lalu menciumnya. Ada rasa bersalah di hati Niken, karena seharian dia bersama laki-laki yang bukan suaminya. Bahkan ia sampai dipeluk dan dicium laki-laki itu.

Pun dengan Reyfan, entah kenapa hatinya seperti tercubit, melihat Niken sangat tulus mengabdi pada dirinya, setia pada dirinya, menemani dari susah sampai sekarang.

Reyfan memeluk Niken lalu menciumi kepala Niken dengan sayang. “Maafkan aku semalam yang sudah membentak kamu, ya?” bisik Reyfan.

“Hmmm ... tidak masalah, memang semua itu kenyataan, Mas. Sudah sana bersih-bersih lalu makan,” ucap Niken.

Niken sebetulnya sangat marah, dan ingin sekali mencabik-cabik wajah dan seluruh tubuh Reyfan. Dengan beraninya Zahra menaruh tanda merah di leher Reyfan, jelas itu bekas merah yang sengaja Zahra buat, mungkin saat tadi sedang bercinta, jadi lupa menaruhnya di leher kanan dan kiri Reyfan.

Reyfan tidak sadar kalau ada bekas merah di lehernya. Ia tahu, tapi ia lupa menutupnya. Sampai Niken melihatnya. Reyfan mengambil handuk dari tangan Niken. Ia segera mandi, karena sudah merasa lapar. Apalagi tadi nambah sekali permainan dengan Zahra di dalam mobil, sampai jok mobil Reyfan basah karena Zahra.

Reyfan menatap pantulan tubuhnya di cermin. Dengan telan.jang dada ia kaget menatap dada dan leher penuh tanda merah.

“Apa tadi Niken lihat? Astaga ... Zahra! Kenapa ada tiga yang di leher? Aku kira Cuma satu?” umpat Reyfan kesal.

Reyfan selalu mewanti-wanti Zahra untuk tidak meninggalkan bekas merah di lehernya, karena dia takut kelihatan oleh Niken. Reyfan segera memakai kaosnya, supaya yang di dada pun tidak terlihat oleh Niken.

“Niken!” panggil Reyfan dari kamar.

“Ya, Mas! Kenapa, ada apa?” tanya Niken sambil berlari ke kamarnya.

“Kamu masih punya salep untuk iritasi? Leherku gatel-gatel, ini merah-merah, seperti mau kena herpes lagi, Nik,” keluh Reyfan.

“Oh, salep itu? Masih kayaknya? Kenapa lehernya bisa merah-merah gini? Ini serangga ganas atau apa yang menggigitnya?” tanya Niken dengan menatap leher Reyfan.

“Kamu kan tahu, kalau aku sama Doni dan anak-anak lainnya mainnya ke mana?”

“Iya sih,” jawab Niken santai.

“Bekas cup.ang Zahra saja kebanyakan alasan kamu, Mas!” umpt Niken dalam hati.

Niken mengambilkan salep, lalu ia oleskan ke leher Aldi, yang ada tanda merahnya. Rasanya ingin sekali Niken mencekik leher Reyfan saat ini. Tapi, tetap saja yang namanya perempuan jika sudah masalah hati, hanya bisa menangis. Akan tetapi, Niken menahan tangisnya, ia berusaha sekuat mungkin supaya air matanya tidak jatuh di depan Reyfan.

“Salah apa aku, Mas? Kamu setega itu padaku?” batin Niken.

Reyfan menatap Niken yang dari tadi serius mengoleskan salep pada bekas merah di leher Reyfan karena Zahra.

“Kenapa kamu gak curiga, Nik? Ini jelas bekas cu.pang. Tapi kamu diam, kamu percaya saja aku ini kena herpes. Ya Allah ... maafkan aku, aku sudah berdosa dengan istriku,” batin Reyfan.

“Sudah, ayo makan, Mas?” ajak Niken.

Niken pergi lebih dulu untuk ke meja makan, ia sesekali menyeka air matanya yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.

1
fsf
lah kalau ngak disentuh Hans kok bisa anak sampai 3 apa itu anak hasil perselingkuhan 🤔
Zahra memang gendut BB 90 itu dah over banget mungkin kalau BB 70an gitu bisa dibilang montok
Sunarmi Narmi
SUDAH PUNYA ANAK 5 HANS...SADAR...NGAK ENAK PUNYA BNYAK ANAK..KALO LGI SAKIT SEMUA...BEHHHH NIKEN YG KALANG KABUT NGURUSNYA...
Sunarmi Narmi
LAMA LAMA EENEKK JUGA LIHAT KELAKUAN NIKEN..MINTA CERAI MULU..SEOLAH OLAH MERASA BENAR SENDIRI..MINTA DI GETOK TU KEPALA NIKEN /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/😡
Sunarmi Narmi
AKU MLAH NUNGGU PAPA HANS BALIKAN SAMA MAMA NIKEN...SUDAH EMPETT BACANYA KALO KONFLIK MULU...BIKIN SEDIH.
Sunarmi Narmi
40 SAMA 33 NGAK JAUH AMAT...ADA YG SELISIH 13 THUN..JG KLO SUDAH JODOH JADI IMBANG..
Sunarmi Narmi
INI KONSEPNYA GIMANA..PAK HANS JADI KEKANAK KANAKAN MIKIRNYA DN KEMBALI DHN ZAHRA..OTOMATIS BIKIN SAKIT ISTRINYA KAN..KPAN BAHAGIA....KLO SPRTI INI
Sunarmi Narmi
Biasanya wanita yg sdh di khianati akan membenci..intinya cintanya lngsung menguap pergi krn terlalu sakit..rata" sperti itu 80 %.tpi klo Niken entah...itu halunya Author mau dibikin gimna....😄😄
Sunarmi Narmi
Cari yg muda Dewa..kmu kan Ceo..bnyak yg cari..mungkin n8ken punya adik
Sunarmi Narmi
Dewa pgen Tante Niken jdi mamahnya..bilang Dewa sama Papa zHans buat gercep buat hati tante Niken termehek mehek dgn Hans 👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Kalo mslah keuangan sdh ngak beres mending cerai lnjut sama om hans Nik..suami gila..kmu yg urus cerai biar nyahok suami..toh kmu sdh bnyak bukti
Sunarmi Narmi
Suami klo bilang kayak gitu ke Niken jg siapun pasti sakit hati...apalagi sampai bully fisik...bukannya suami istri hrs menerima keadaan dn perubahan fisik passngan..Suamimu seksli kali memang hrs di kasih pelajaran..jgan simpan di hati klo suami dah ngomong kasar...enakk aja
Sunarmi Narmi
Kaya seru nihbThor..moga aja menarik sampai END..semangat Thor 💪💪
ida wati
pake nanya 🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak woiii 🤣😄
ida wati
mungkin maksudnya konsisten ya
Anonymous
Ini masak anak umur 2thn sudah punya pemikiran kayak anak umur 6thn saja,secara logika ansk umur 6thn saja belum bisa segitunya ya mencerna masalah apa lagi ini serius masalah tingkat dewa thoorr maaf disini saya sudah banyak baca ribuan novel dengan alur cerita yang luar biasa macamnya tapi ini ahhh otak anak umur 2thn tuh taunnya mainan,susu,makan,tidur tapi ini maaf thorrr saya faham maksud kamu buat alur cerita novel ini tapi buatlah senatural mungkin
Anonymous
Di sini lihat sifat niken malah kurang dewasa dalam menyikapi masalah,terlalu sakit hati bukan bermakna tidak bisa memberi kesempatan lagi bagi orang yang sudah sadar akan kesalahannya,niken perempuan pintar,sabar dan penyayang tapi dia selfish!!!!
Juna Dong
luar biasa
Ziyah El-suniyah Azwa
bagus ceritany, aku suka
Syakira Najiya
kayak Jule nggak siiiih
Vina Tamaela
Pesan moralnya apapun kesalahan pasangan jangan lagi sampai kita juga seperti dia harusnya kita tinggalkan ceraikan dan nanti Tuhan yang akan memberikan yang terbaik pada waktunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!