NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Final Turnamen

Hari ketiga dan terakhir turnamen dimulai dengan atmosfer yang jauh lebih meriah dari dua hari sebelumnya.

Arena kembali dipenuhi oleh para penonton, mereka datang untuk melihat siapa yang akan menjadi pemenang dan menjadi bakat muda terbaik Akademi Pedang Awan Biru,  kedatangan mereka bahkan lebih banyak di hari hari sebelumnya.

Lin Feng, seperti biasa bertugas melayani tamu. Tapi hari ini matanya lebih waspada dari sebelumnya. Ia mengamati setiap sudut arena, setiap pintu masuk dan keluar, setiap tempat yang mungkin berguna untuk rencananya nanti.

Pil Fondasi Emas disimpan di ruang hadiah di bawah tribun utama, pikir Lin Feng, mengingat informasi yang ia kumpulkan dari percakapan para kuktivator lain.

Dan tempat itu dijaga oleh dua murid luar dan satu formasi pelindung tingkat rendah. Bisa ia tembus jika tahu caranya.

Tetapi Gulungan Naga Kekacauan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang formasi kepada Lin Feng, termasuk cara membukanya.

Masalahnya pada saat ini bukan apakah ia bisa menembus formasi atau bisa mencuri pil itu. Masalahnya adalah kapan waktu yang tepat, dan bagaimana menghindari kecurigaan setelahnya.

Satu langkah saja salah, semua orang pasti akan tahu, pikir Lin Feng sambil menuangkan teh untuk seseorang yang sedang sibuk bertaruh tentang siapa yang akan menang. Aku perlu kehebohan besar. Mungkin sesuatu yang membuat semua orang tidak memperhatikan ruang hadiah.

Tapi apa? Renungannya terpotong oleh pengumuman Tetua Shen.

"Murid-murid, tamu-tamu terhormat!" Suara Tetua Shen bergema di seluruh arena. "Hari ini kita akan menyaksikan pertarungan final! Delapan Murid Dalam terbaik akan bertarung untuk menentukan siapa yang paling layak memegang gelar Juara Turnamen tahun ini!"

Sorak-sorai memenuhi arena.

"Pertarungan pertama babak delapan besar," Tetua Shen melanjutkan, "Bai Yun melawan Liu Feng!"

Seketika Bai Yun naik ke arena dengan anggun, pedang di pinggangnya bersinar di bawah sinar matahari. Lawannya, Liu Feng murid dalam lapisan ketujuh dengan spesialisasi teknik tombak, tetapi ia terlihat sangat gugup.

Pertarungan dimulai.

Dan seperti yang Lin Feng prediksi, Bai Yun terlalu kuat untuk Liu Feng. Kecepatannya luar biasa. Setiap gerakannya simpel dan tidak ada energi yang terbuang.

Teknik pedangnya yaitu "Tarian Pedang Awan Biru" membuat pedangnya bergerak seperti awan yang mengalir, tidak terprediksi tapi mematikan.

Liu Feng mencoba bertahan dengan formasi tombak defensifnya, tapi Bai Yun menemukan celah dalam 30 detik. Satu serangan cepat ke pergelangan tangan Liu Feng membuat tombaknya jatuh. Lalu pedang Bai Yun berhenti tepat di leher Liu Feng.

"Saya menyerah," kata Liu Feng dengan napas terengah.

Penonton bersorak. Bai Yun membungkuk sopan dan turun dari arena.

Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Kesembilan ditambah teknik yang kuat, analisis Lin Feng. Jika aku bertarung dengannya sekarang, aku mungkin bisa bertahan dengan kombinasi elemen. Tapi jika pertarungan berlangsung lama, aku mungkin akan kalah karena Qi-nya lebih besar.

Pertarungan kedua: Wei Long melawan Chen Hua.

Wei Long dengan teknik pedangnya yang lentur seperti ular, mengalahkan Chen Hua dalam tiga menit. Setiap serangan Wei Long seperti ular yang menyerang dari sudut yang tidak terduga, dari atas, bawah, kiri, kanan dan diagonal. Chen Hua tidak bisa mengikuti dan akhirnya terkena serangan di bahu, membuatnya menyerah.

Pertarungan ketiga: Zhang Kun melawan Sun Ming.

Zhang Kun, kultivator Qi tanah dengan tubuh berotot, menghancurkan Sun Ming dengan kekuatan brutal. Setiap pukulannya membuat arena bergetar. Sun Ming mencoba menggunakan teknik kecepatan untuk menghindari, tapi Zhang Kun menggunakan "Dinding Tanah Seribu Lapisan" untuk menjebaknya, lalu menghabisinya dengan satu pukulan keras ke dada yang mengirimnya terbang keluar arena.

Lin Feng mengernyit. Kekuatan fisik yang luar biasa. Tapi tekniknya terlalu langsung. Bisa dikalahkan dengan strategi yang tepat.

Dan pertarungan keempat, yang paling Lin Feng tunggu, Zhao Ming melawan Feng Yu.

Zhao Ming naik ke arena dengan wajah serius. Sejak hukuman dari Tetua Shen, ia terlihat lebih fokus. Seperti ia menyalurkan semua frustrasinya ke dalam pertarungan ini.

Feng Yu, murid dalam lapisan keenam dengan teknik angin, mencoba menggunakan kecepatan untuk mengalahkan Zhao Ming. Tapi Zhao Ming hari ini berbeda.

Qi petirnya lebih terkonsentrasi. Lebih terkontrol. Ia tidak sembarangan menyerang seperti di pertarungan sebelumnya. Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Dan saat Feng Yu melakukan kesalahan kecil dan terlalu dekat saat menyerang, Zhao Ming melepaskan "Tombak Petir Langit Robek".

KRAK...

Petir menyambar dengan kecepatan luar biasa mengenai Feng Yu langsung di dadanya. Feng Yu terlempar dan jatuh di luar arena dengan tidak sadarkan diri.

Penonton terdiam sejenak, lalu meledak dalam sorak-sorai. Tetua Shen dengan cepat melompat ke arena dan memeriksa Feng Yu. Setelah memastikan ia hanya pingsan dan tidak terluka serius, Tetua mengangguk.

"Pemenangnya Zhao Ming!"

Zhao Ming turun dari arena dengan senyum tipis. Dan saat ia melewati area tempat Lin Feng berdiri, ia dengan sengaja melirik ke arah Lin Feng.

Pesan di matanya sangat jelas: Lihat? Ini kekuatanku. Dan suatu hari kau akan merasakannya.

Lin Feng tidak bereaksi tapi di dalam hatinya, ia mencatatnya: Zhao Ming lapisan ketiga tapi tekniknya sudah setara lapisan keenam. Berbahaya jika diremehkan.

Babak semifinal dimulai setelah istirahat singkat.

Pertarungan pertama: Bai Yun melawan Wei Long.

Ini pertarungan yang ditunggu banyak orang. Dua teknik pedang yang berbeda, Tarian Awan Biru Bai Yun yang cepat dan anggun, melawan Ular Beracun Wei Long yang lentur dan berbahaya.

Pertarungan dimulai dengan keduanya saling mengamati, mencari setiap celah.

Lalu Bai Yun menyerang pertama.

Pedangnya bergerak seperti aliran air, cepat dan tak henti-hentinya. Wei Long memblokir dengan pedang ular-nya, membiarkan pedangnya lentur menyerap dampaknya, lalu serang balik dari sudut yang tidak terduga.

Mereka bertukar serangan dengan kecepatan tinggi. Suara logam bertabrakan bergema di arena. Bahkan para penonton menahan napasnya.

Tapi perlahan, kecepatan luar biasa Bai Yun mulai mendominasi. Wei Long mulai kewalahan meskipun tekniknya lentur, kecepatan Bai Yun terlalu tinggi untuk diikuti.

Akhirnya, Bai Yun menemukan celah. Ia menggunakan "Langkah Awan Sembilan" untuk menghilang dari pandangan sejenak, lalu muncul di belakang Wei Long, dan seketika pedangnya sudah berada di lehernya.

"Saya menyerah," kata Wei Long dengan napas terengah, tapi tersenyum untuk menghargai lawannya.

Penonton meledak dalam sorak-sorai. Bai Yun membungkuk sopan pada Wei Long dan menghormati lawan yang kuat sebelum turun dari arena.

Pertarungan kedua: Zhang Kun melawan Zhao Ming. Ini pertarungan yang menarik. Kekuatan brutal melawan kecepatan petir.

Zhang Kun memulai dengan agresif, mencoba mengakhiri pertarungan cepat dengan kekuatannya. Tapi Zhao Ming menggunakan kecepatan petirnya untuk menghindari dan menyerang dari jarak jauh dengan Qi petirnya.

Zhang Kun mencoba menjebak Zhao Ming dengan "Dinding Tanah", tapi Zhao Ming menghancurkan dinding itu dengan "Tombak Petir" nya.

Pertarungan berlangsung lebih lama dari yang diprediksi. Keduanya hampir seimbang, Zhang Kun punya Qi lebih banyak karena lapisan kedelapannya,  tapi Zhao Ming punya teknik yang lebih tajam.

Akhirnya, Zhang Kun membuat keputusan berani. Ia membiarkan satu serangan petir Zhao Ming mengenai bahunya, mengambil kerusakan untuk mendapat kesempatan menyerang balik.

Dan itu berhasil. Saat Zhao Ming terkejut karena serangannya berhasil, Zhang Kun meluncur maju dengan kecepatan yang tidak terduga untuk tubuh besarnya, lalu memukul Zhao Ming dengan "Tinju Gunung Runtuh".

BOOM...

Zhao Ming terlempar keluar arena, membentur penghalang formasi dengan keras lalu jatuh tidak sadarkan diri.

"Pemenangnya Zhang Kun!"

Zhao Ming dibawa keluar dengan tandu. Ia akan baik-baik saja, hanya pingsan dan beberapa tulang rusuk retak yang bisa disembuhkan dengan pil, tapi kebanggaannya pasti hancur.

Lin Feng mengamati Zhao Ming yang tidak sadar dibawa pergi. Kalah di semifinal. Tidak mendapat hadiah apapun kecuali mungkin hadiah hiburan. Ini akan membuat dendamnya padaku semakin dalam.

Final sudah ditentukan: Bai Yun melawan Zhang Kun.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!