Kevin adalah anak dari seorang pengusaha terkenal, memiliki sifat dingin karena ia pernah disakiti oleh tunangannya. Ia lari dari kejaran gengster suruhan lawan bisnisnya yang menculiknya. Kevin yang menahan luka tusuk akibat percobaan melarikan dirinya, mempertemukannya dengan perempuan yang sederhana bernama Putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bibir Kevin
"Dasar bos gila, tadi nyuruh istirahat. Sekarang aku harus keluar malam begini"
Kevin membuka tutup ponselnya.
"Abang, minum kopinya. Nanti dingin. Abang kenapa sih?"
"Aku menunggu pacarku"
"Ah.. mana mungkin. Aku tau Abang hanya cinta kak Angela. Aku tidak percaya kalau Abang sudah punya pacar lagi. Lagian aku kan calon istrimu. Aku tidak akan rela. Sampai aku ketemu dengan pacarmu. Akan aku obrak Abrik mukanya"
Kevin tersenyum dengan ucapan Rere.
"Kemana perempuan ini" ucapnya memukul ponselnya.
"Jangan berbohong, bang. Mana mungkin perempuan itu datang"
Kevin tersenyum lebar menunjukkan giginya.
"Kamu dimana?" tanya Kevin
"Aku baru sampai, tunggu. Dasar bos gila!"
"Apa katamu?!"
Mereka berbalasan pesan dengan kekesalan masing-masing.
"Sayang" Kevin melambaikan tangannya kepada Putri dan bersikap sangat manis.
Putri mendekati, dan mencubit perut Kevin.
"Nyusahin" gerutu Putri.
Kevin hanya tersenyum kesal.
"Re, perkenalkan. Ini Putri, ia pacarku.Aku sangat mencintainya. Walau dia galak, aku sangat mencintainya"
Putri melotot. Kevin mencoba mencium kening Putri.
"Hiss.. sudah lagi, aku tau sandiwara kalian. Berapa umurmu?" tanya Rere tidak sopan.
"28, kenapa?" Putri tak kalah sungut.
Rere tertawa, "Abang tidak akan berpacaran dengan wanita yang seumuran. Abang sudah banyak berbohongan."
"Semua kan bisa berubah. Dulu aku suka cewek yang jauh di bawah aku. Sekarang aku suka yang seumuran. Apa itu salah? Yang penting, kita saling mencinta, ya kan sayang. I love you" Kevin memeluk Putri dengan perasaan yang sesungguhnya.
Putri canggung dengan situasi itu.
"Sudahlah, antar aku pulang. Kopi ini tidak enak!" ucap Rere.
"Ayoklah.." ucap Kevin.
Rere kembali duduk di samping Kevin.
"Maaf Re, hanya Putri yang bisa duduk di sampingku. Silahkan sayang" ucap Kevin sambil mencium kening Putri.
Mereka mengantarkan Rere, selama di perjalanan, perlakuan Kevin sangat manis. Sesekali ia mencium tangan Putri.
Rere makin kesal.
"Turunkan aku di depan saja"
Kevin memberhentikan mobilnya di depan pagar rumah Rere.
"Hei, dalam perjanjian, tidak ada kontak fisik. Kenapa kamu menggodaku" ucap Putri seusai Rere turun.
"Aku terbawa suasana. Maaf. Memangnya kamu tidak pernah punya pacar yang memperlakukan kamu seperti tadi, Kamu sangat terlihat grogi. Atau baru aku yang memperlakukan kamu seperti tadi."
Muka Putri sangat panas.
Ia memang belum pernah pacaran.
Tapi ia malu untuk mengatakan.
"Oh ya, tadi lampu kamar aku putus, makanya telat Dateng, karena milih baju lewat senter ponsel. Kamu bisa benerin gak?" tanya Putri.
"Bisa laaah. Aku kan laki-laki. Kecil" ucap Kevin, sambil turun dari mobilnya.
"Ambilkan tangganya ya." perintah Kevin.
Tapi, Kevin adalah anak kesayangan maminya, Ia tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.
"Ini diputar ke kanan atau ke kiri?" tanyanya ketika sudah di atas memegang lampu yang regang, ia takut kesetrum.
"Kamu bisa gak sih?" Putri kesal karena ulah Kevin yang tidak tau apa yang harus dilakukan.
"Turun, biar aku saja yang naik" ucap Putri mengguncang tangga itu.
Putri menaiki tangga itu.
"Yeay.. lampunya hidup." soraknya bahagia, tapi ia tidak menyadari kalau gerakannya membuat tangga menjadi goyang, dan ia terjatuh di atas tubuh Kevin, menyentuh bibir Kevin.
"Ups.. maaf" ia menghapus bibirnya karena bersentuhan dengan bibir Kevin.
Kevin terduduk.
"Katamu dalam perjanjian tidak ada kontak fisik, tetapi sekarang, kamu yang mencoba mencium bibirku."
"Aku.. aku.. aku tidak sengaja"
masa rani lupa sama masa lalunya