Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhenti bersikap posesif
"Apa yang kalian bicarakan?",tanya Lusia saat Alessia sudah sampai di mobilnya.
"Tidak ada,hanya bicara yang penting di bicarakan saja.Lalu bagaimana dengan mu, bukan kah kau di serahkan ke kemanan?",namun Alessia balik bertanya yang membuat Lusia tidak ingin lagi mengorek apapun yang mereka katakan.
"Glen sekretaris suami mu itu tidak menyerahkan ku keamanan hanya meminta satpam menjaga di depan rumah sakit agar aku tidak di perbolehkan masuk",jelas Lusia dengan malas mengingat bagaimana Glen menyeret nya di depan banyak orang kemudian melemparkannya seperti sampah ke luar dari rumah sakit,bahkan pria itu juga langsung mencuci tangannya di depan matanya setelah melepaskan nya.
"Ternyata bukan hanya tuan Oliver saja yang brengsek tapi orang-orang yang bekerja dengan nya juga sangat brengsek",kesalnya masih tak tertahankan mengingat itu sejak tadi.
"Glen melakukan itu?,itu tidak mungkin.Meskipun dia pria yang banyak bicara,ku pikir dia pria yang lembut dan baik pada wanita, sejauh yang ku kenal dia selalu perhatian",ucap Alessia dengan yakin.
"Sudah jangan bahas itu lagi,sekarang kita harus pergi kemana nona Alessia yang terhormat?"
"...Aku ingin pergi ke makam orang tua ku"
"Ooh baiklah",nada suara Lusia seketika berubah melihat Alessia yang seperti nya dalam kondisi tidak baik-baik saja,"Bukankah dia memang sedang tidak baik-baik saja,aku yang terlalu banyak bicara hal yang tidak penting sehingga tidak menyadari nya", pikir nya kemudian melajukan mobil meninggalkan rumah sakit itu.
Sementara itu
"Tuan"
Glen berhenti di belakang Oliver yang masih berdiri di tempatnya memperhatikan mobil yang membawa Alessia pergi.
"Ada apa?"
"Bu Yasmine pingsan dan sekarang sedang di tangani dokter"
"Hm"
Keduanya kemudian langsung masuk ke dalam rumah sakit,lebih tepatnya ke ruangan Yasmine sekarang.
"Bagaimana keadaannya?"
Seorang dokter yang menangani Yasmine sedikit terkejut dengan kedatangan Oliver yang tiba-tiba.
"Sayang sekali tuan,kondisi nya semakin memburuk.Ini mungkin karna pasien terlalu banyak berfikir hal yang berat.Sebaiknya jangan biarkan dia bertemu dengan orang-orang yang memungkinkan membuat nya berfikir keras"
Jelas dokter itu dengan sedih mengatakan nya,dengan terus menatap Yasmine yang tertidur pulas dengan prihatin.Namun saat Ia melihat ke arah Oliver Ia jadi tidak yakin kalau pria itu mendengar ucapan nya.
Glen menyadari nya,dan menegur sang atasan dengan sopan hingga membuat Oliver menatap ke arah dokter yang sejak tadi memang tidak begitu Ia dengar dengan jelas.
"Maaf tuan,apakah saya perlu mengulangi nya lagi?"
Oliver menatap dokter itu sekilas sehingga membuat sang dokter menunduk tak berani bertatapan langsung dengannya,Ia menghela nafas dengan sedikit memijat di pelipisnya,kemudian berbalik begitu saja meninggalkan dokter itu tanpa sepatah kata pun.
"Tuan Oliver sedang ada begitu banyak urusan,mungkin beberapa hari ini tidak akan datang kemari, tolong tangani pasien dengan baik", ucap Glen kemudian mengikuti Oliver yang sudah berlalu pergi lebih dulu.
Setelah kepergian mereka,Yasmine yang berada di atas ranjang tiba-tiba membuka matanya,hingga tangan nya yang berada di kedua sisi tubuhnya terkepal kuat.
"Kenapa dia tidak peduli?"
"Mungkin sekarang tuan Oliver memang sedang banyakn pekerjaan
nyonya, jadi tidak sempat memperhatikan anda",jelas sang dokter berharap pasien nya itu tidak membuat keributan seperti sebelum-sebelumnya karna hal yang sama.
"Menurut mu begitu?"
Tanya Yasmine menatap dengan tatapan yang membuat dokter itu takut.
***
Sementara itu saat ini di gedung pencakar langit di lantai 25,Oliver dengan tubuh menjulang tinggi dengan kemeja hitam yang di gulung hingga ke siku,berdiri di samping dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan kota metropolitan itu yang banyak nya gedung-gedung tinggi di sekitar.
Dengan beberapa batang rokok yang menemaninya sejak tadi di ruangan itu.
"Tuan anda terlalu banyak merokok hari ini, tidak baik untuk kesehatan anda",ujar Glen mengingatkan sang tuan,namun Ia tau jika Oliver sampai merokok dan menghabiskan beberapa batang rokok,masalah nya pasti sangat serius.
Ia sudah bekerja dengan Oliver bertahun-tahun, dan jelas tau kalau tuan nya itu bukanlah seorang perokok yang berat dan sangat jarang merokok.
Oliver menyesap rokoknya itu kemudian mengeluarkan dengan nafas yang halus,dan membuang sisa nya ke lantai dan menginjaknya seperti rokok-rokok sebelumnya.
"Dia mengatakan akan berhenti bersikap posesif", ucapnya tanpa melihat Glen yang sejak tadi berdiri di samping meja nya.
Glen berfikir dengan keras siapa wanita yang di maksud oleh atasannya itu,apakah Alessia?,atau Yasmine?,atau wanita lain?
"Jika nyonya Alessia itu tidak mungkin,meskipun penampilan nya dan sikapnya yang berubah akhir-akhir ini,aku masih sangat yakin dia masih sangat mencintai tuan dan akan kembali seperti sebelumnya beberapa hari lagi"
"Tapi jika Bu Yasmine,kapan dia mengatakan nya?,dan kenapa juga dia mengatakan nya.Dia tidak pernah bersikap posesif pada tuan"
"Lalu Apakah tuan punya wanita lain lagi,yang posesif padanya?,tapi aku sangat yakin selain nyonya Alessia dan Bu Yasmine, tidak ada lagi wanita yang dekat dengan tuan"
"Apakah nyonya Alessia mengatakan nya tuan?"
"Hm,dia mengatakannya"
Glen begitu terkejut hampir tidak percaya."Saya tidak yakin tuan.Kita tunggu saja, beberapa hari lagi sikap nyonya akan kembali seperti dulu"
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain